Karena Aku Mencintaimu, Raya

Karena Aku Mencintaimu, Raya
BAB 106 harus tanggung jawab


__ADS_3

“Aku pamit dulu ya” Raya berdiri mengikuti Asisten Je yang sudah berlalu duluan. Teja angkat tangan menatap semua temannya yang seolah menghakiminya.


“Jangan salahkan aku ya, semua itu salah Raya” Teja bergegas berdiri dan keluar dari kantin, padahal mereka semua tidak ada yang jadi makan hingga akhirnya denga lesu semua meninggalkan kantin melewatkan jam makan siang mereka yang berharga.


Melihat kemarahan di wajah Asisten Je tadi membuat Raya menjadi ciut nyalinya, sehingga ia memutuskan untuk memasuki ruangan suaminya itu. Entah masih ada tamu atau tidak wanita itu tidak perduli, yang penting sekarang bagaimana ia nisa meredakan amarah Singa Galak itu.


Sesampainya di ruangan Asisten Je, Raya tidak diperkenankan kembali ke ruangannya untuk melanjutkan pekerjaannya, ia hanya di suruh duduk manis di sofa tanpa melakukan kegiatan apapun.


Lelah bermain hp, Raya tak sengaja melihat ke arah suaminya yang masih asyik bekerja dengan memainkan jari jemari lincah di laptop. Matanya benar-benar hanya terfokus pada laptop di hadapannya. Jasnya sudah di lepas bahkan lengan bajunya sudah digulung menampakkan otot kekarnya. Asisten Je sangat serius bekerja, membuatnya terlihat begitu tampan dan sexy di mata Raya. Secara alami, dadanya berdesir melihatnya.


Raya memberanikan diri mendekati Asisten Je lalu duduk dipangkuannya, ia nekat menciumi wajah tampan itu dengan gemas.


Cup…cup…cup…


Aksi berani itu membuat Asisten Je menghentikan pekerjaannya, tentu saja ia sangat terkejut dan tidak menyangka akan keberanian istrinya itu. Biasanya saja Asisten Je duluan yang berinisiatif bertindak. Wah kemajuan nih, apa perasaannya sudah mulai berlabuh pada ku? Gumam Asisten Je dalam hati.


Asisten Je tersenyum menyeringai.


“Ada apa sayang? Apa kau menginginkan itu? Ayo kita ke kamar saja” Ajak Asisten Je hendak menggendong istrinya.


“Ish apaan sih…” Cemberutnya.


“Lalu mengapa harus menggangguku bekerja, aku jadi tidak fokus sayang, kamu harus tanggung jawab” Geram Asisten Je pelan.


“Aku bosan sayang, bekerja tidak boleh, apa-apa tidak boleh, aku kembali ke ruangan ku saja ya, masih ada beberapa dokumen yang harus segera aku selesaikan” Rengek Raya seraya mengelus dada suaminya membuat laki-laki itu semakin menggeram.


“Kondisikan tangan mu sayang, kamu akan semakin membangkitkan si mylano lho” Suara Asisten Je sudah mulai memberat. Raya langsung menghentikan aksinya sambil meringis.


Raya hendak turun dari pangkuan suaminya tapi langsung dicegah dengan pelukan yang sangat erat.


“Ayolah sayang, ijinkan aku kembali” Rengeknya lagi.

__ADS_1


“Tidak, kau harus bertanggung jawab dulu” Bisik Asisten Je di telinga Raya.


“Ish, modus terus, padahal pagi tadi tubuhku masih remuk juga” Sungutnya.


“Terserah” Asisten Je kembali meneruskan pekerjaannya dengan istrinya tetap berada di pangkuannya, ia tidak merasa kesulitan dengan hal itu.


Raya hanya cemberut, namun sedetik kemudian ia tersenyum sumringah seraya mendongak menatap suaminya. Di ciumnya dagu suaminya yang menggoda itu.


“Tapi aku minta syarat”


“Hmmm”


“Aku bisa pulang sore, aku sudah janji sama teman-teman untuk menjelaskan semuanya, aku hanya akan makan di café mall, nanti kamu bisa jemput aku di sana. Bagaimana?”


Asisten Je menghentikan pekerjaannya dengan ekspresi tidak suka.


“Dengan laki-laki itu juga?”


Wajah gemas di bawahnya membuat Asisten Je tidak bisa konsentrasi lagi, laki-laki itu tidak akan melepaskan kesempatan langka yang diberikan istrinya secara langsung tanpa dia yang memintanya. Di kecupnya bibir yang sudah menjadi candu baginya bahkan ia mengangkat tubuh istrinya dan menjelajah leher wanita itu. Raya tidak mau kalah, tangannya sudah bergerilya menyapa si mylano. Dan…. Kita skip aja mereka berdua yaaaa.


…..


Kembali ke dalam kelas unggulan.


“Perhatian semuanya, mohon maaf bagi bapak ibu guru pengajar di kelas, berhubung ada kegiatan bagi bapak ibu guru maka pembelajaran akan di akhiri pada jam dua siang ini, kalian bisa melanjutkan belajar di rumah, sekian pemberitahuan dari sekolah, terima kasih.”


Terdengar suara di spiker kelas yang langsung membuat seluruh kelas bersorak dengan gembira. “Yeeee yuhuuu pulang awal” Teriak siswa secara bersamaan.


“Langsung pulang, jangan keluyuran” Miss Mila mengingatkan siswa siswi di kelas unggulan sebelum keluar kelas.


“Siap miss” Jawab mereka serempak, “kalau ijin dulu boleh kan miss” Lanjut Dewa seraya mengacungkan jari telunjuk dan jari tengah.

__ADS_1


“Iya, lebih baik ijin orang tua, karena kami pasti memberitahukan informasi ini pada orang tua kalian” Jawab Miss Mila.


“Siap miss, terima kasih” Miss Mila mengangguk tersenyum kemudian berlalu menuju ke kantor.


“Ta, kita diem-diem aja keluarnya”


“Aku hubungi Kakek Malik dulu untuk jemput di mall nanti” Amanda mengangguk menunggui Titania mengirim pesan kepada Pak Malik.


Mereka berdua keluar kelas dengan buru-buru, sebenarnya Amanda yang buru-buru dengan menyeret Titania karena khawatir Gery akan mengetahuinya dan mengikuti mereka. Tapi ternyata nasib baik tidak berpihak pada mereka, Gery sudah berkumpul dengan ganknya di depan gerbang sekolah, seolah menunggu kedatangan Titania dan Amanda. Amanda sudah bermuka masam dan cemberut sementara Titania hanya tersenyum menggeleng.


“Hai neng geulis” Sapa Adam cengengesan.


“Nggak ada niat main nih” Tawar Lucky seraya menaik turunkan kedua alisnya menatap teman-temannya.


“Nggak ada, udah minggir sana, kami udah di jemput” Judes Amanda menarik lengan Titania menuju mobil jemputan Amanda.


“Kok tumben Tita ikut lo Man?” Tanya Gery heran.


“Man-man nama gue tuh Amanda, jelas nggak sih, dan itu urusan gue nggak usah kepo ya” Masih juga judes, tanpa menghiraukan kehadiran gank gesrek itu Amanda menarik Titania masuk ke dalam mobil. Gadis itu hanya mengangguk tersenyum kemudian ikut masuk dan meninggalkan sekolah.


“Gimana nih kita, rugi dong, pulang siang nggak dimanfaatin” Adam menatap semua temannya.


“Ikutin mereka aja” Saran Lucky membuat Gery langsung memukul bahu Lucky keras.


“Anjrit, kira-kira dong Ger” Lucky menjerit seraya mengelus bahunya.


“Ide lo brilliant, ayo kita ikuti” Gery masuk ke dalam mobil yang sudah menjempunya di ikuti semua temannya.


“Pak Saman, ikuti mobil di depan itu ya” Suruh Gery pada Pak Saman sopir keluarga Gery.


“Baik Tuan” Pak Saman langsung meluncur di jalanan mengikuti dengan jarak aman laju mobil di depan mereka.

__ADS_1


TBC


__ADS_2