Karena Aku Mencintaimu, Raya

Karena Aku Mencintaimu, Raya
BAB 115 aku sudah merindukan tempat mu


__ADS_3

Assalamu'alaikum readers....


Mohon maafkan daku yang lama tidak up ya......


Ada kesibukan PTS di madrasahku, tapi sekarang sudah kembali normal....


So, semoga tetap bisa menjadi inspirasi bagi readers...


Selamat membaca....jangan bosan yaaa


Tok Tok Tok


“Tuan, dokter Melani sudah datang” Seru Leon di luar pintu.


“Bawa masuk segera” Ucapa Asisten Je.


Bagaimana ini, aku harus pasang wajah seperti apa di depan dokter. Aaaa malunya berkali lipat, seperti abg yang baru pertama kali datang bulan. Hhhh.


Menolak seperti apapun tidak akan merubah situasi, Raya hanya bisa bernafas berat sambil menahan senyum malu saat dokter datang dan melakukan pemeriksaan. Semua pertanyaan yang diberikan dokter Melani di jawab Raya dengan senyum malu-malu.


Maafkan aku dokter, besok suamiku aku suruh kursus ilmu pengetahuan tentang wanita, biar tidak bodoh bodoh amat urusan beginian.Raya menjawab sorot mata penuh tanya dokter Melani.


Kenapa dua orang ini, jelas-jelas nona baik-baik saja. Batin dokter Melani sambil merapikan semua alat pemeriksaan, berusaha membuat kesimpulan yang paling enak untuk di dengar dan yang pasti mudah untuk di pahami oleh seorang Asisten Je. Hahahaha.


“Apa semua baik-baik saja?”


“Iya Tuan, semua pemeriksaan normal, Nona Raya baik-baik saja” Tadi selama menunggu dipersilahkan masuk Leon dan Lani sudah membriefing dirinya untuk menjawab yang terbaik tanpa membuat kekhawatiran baru bagi Asisten Je.


“Kenapa semua orang bilang istriku baik-baik saja? Istriku berdarah, istriku juga bilang baik-baik saja” Frustasi Asisten Je karena mendengar keterangan dokter Melani.


Dokter Wanita itu menoleh pada Leon dan Lani, keduanya hanya diam menggeleng tak berani memberi komentar.


Apa Tuan Je benar-benar sepolos ini? Sungguh beruntung anda Nona Raya memiiliki suami seperti dia. Batin dokter Melani lagi. Ia menghela nafas pelan.


“Begini Tuan, siklus wanita ini selalu di alami oleh seluruh wanita di seluruh dunia, itu sesuatu yang normal bahkan tingkat kesuburan Nona Raya sangat tinggi, ada beberapa wanita yang tidak mengalami siklus menstruasi, wanita akan mengalami kesulitan dalam hal mengandung seorang bayi” Dokter Melani berusaha menjelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh Asisten Je.


“Benarkah itu?” Asisten Je seolah tak percaya hal itu terjadi, “Apakah sakit, atau berapa lama dia mengalami itu?”


“Sakit atau tidaknya itu tergantung hormon wanita tersebut, ada yang merasa nyeri di awal menstruasi tapi ada juga yang tidak mengalami sakit apa-apa” Dokter Melani diam sebentar, “Untuk waktu datang bulan setiap wanita beda-beda Tuan, normalnya sekitar 5 sampai 7 hari, tapi untuk kasus Nona Raya mungkin bisa saja berbeda”


“Kenapa? Kenapa Raya ku harus berbeda? Meraih kedua tangan istrinya dan di genggamnya lembut. Raya hanya bisa terdiam dengan raut muka yang sudah merah. Harusnya ia yang banyak tanya kenapa malah suaminya yang bertanya dengan mendetail.


Dokter Melani berdebar melihat adegan romantis di depannya, aaa manisnya.


“Dari pemeriksaan saya tadi terdapat indikasi obat penyubur kandungan, sepertinya Nona Raya pernah meminum pil kb, namun dari deteksi pemeriksaan tadi semua fungsi tubuh nona normal semua, ini adalah datang bulan pertama pasca pil kb itu.


“Jadi semuanya benar-benar baik-baik saja?” Tegas Asisten Je meyakinkan.

__ADS_1


“Benar Tuan, semua baik-baik saja. Dengan datang bulan ini berarti hormon Nona Raya sudah kembali normal. Setelahnya Nona bisa menjalani program kehamilan dengan baik”


Eh, kenapa nyambungnya ke situ sih.


“Berarti boleh melakukan hubungan suami istri?” Tanya Asisten Je polos yang membuat Raya seketika memerah wajahnya, saat itu juga dia langsung menutupi wajahnya dengan selimut.


“Sayang, kamu akan sulit bernafas nanti” Asisten Je membuka selimut di wajah Raya lembut. Raya menyembulkan wajahnya malu-malu menatap dokter Melani. Dokter Melani hanya tersenyum, ia ikut merasakan kebahagiaan suami istri di depannya ini.


“Mohon maaf Tuan, selama Nona Raya datang bulan, Nona Raya tidak boleh berhubungan dengan Tuan, jadi harus menunggu sampai siklusnya benar-benar bersih” Dokter Melani tersenyum memandang Asisten Je yang sudah lemas.


“Apa dia harus istirahat total?” Membelai kepala istrinya walaupun memakai jilbab instan.


“Dokter, saya masih bisa beraktifitas normal kok, tubuh saya tidak lemas atau sakit” Kata Raya cepat.


“Sebaiknya Nona Raya istirahat dulu seperti yang Tuan Je sarankan, makan makanan yang sehat dan minum air mineral yang banyak” Dokter Melani tersenyum, ia tahu jawabannya tidak masuk akal bagi semua wanita, tapi jawaban itu akan masuk akal dan memuaskan bagi Asisten Je. Jadi dokter Melani tidak mau gegabah dalam menjawab.


Hei dokter, kau sedang menyelamatkan dirimu kan dari keanehan suami ku! Iya kan?


“Lihat kan, kau harus menurut dan diam di tempat tidur” Asisten Je sangat puas dengan penjelasan dan pembelaan dokter Melani.


“Baiklah kau sudah bisa pergi”


Leon mengantar dokter Melani keluar ruangan, Asisten Je bernafas lega. Ia ikut menjatuhkan tubuhnya di tempat tidur dan memeluk pinggang istrinya sayang. Asisten Je menempelkan wajahnya di perut Raya, berharap rasa sakit atau nyeri yang dirasakan istrinya menghilang.


“Cepat selesai datang bulannya ya, aku sudah merindukan tempat mu” Kata Asisten Je seraya mengelus perut istrinya pelan.


“Auu sayang sakit, kenapa kamu memukul lenganku?” Protes Asisten Je tak terima.


Raya hanya menggeleng tak percaya dengan kelakuan suaminya, gagah, macho, tampan, cerdas, kaya, tapi polos. Hahaha.


“Datang bulan itu ada pada kekuasaan Allah, manusia tidak bisa membendungnya sayang, jadi kamu harus bersabar ya” Raya mengelus kepala Asisten Je lembut. Laki-laki itu menikmati elusan tangan istrinya, hatinya sedih tidak bisa melakukan kegiatan faforitnya, tapi bagaimana lagi, ia tidak bisa menentang kehendak Allah kan?


“Buatkan jadwal rutin dengan dokter kandungan, pastikan dia perempuan” Asisten Je sudah mulai mempersiapkan sedini mungkin program kehamilan bagi Raya. Ia tidak akan main-main bila berhubungan dengan kesehatan keluarganya.


Punggungnya menyender di sandaran sofa, sejenak matanya mengawasi istrinya yang sedang tidur dengan selimut menutupi seluruh tubuhnya, bahkan dari tempat duduk Asisten Je dan Leon, tubuh Raya hanya terlihat rambutnya saja.


Pikirannya terbang menjumpai wajah-wajah yang dulu di sayanginya. Ayahnya, ibunya, adik kecilnya. Walaupun kini hanya ada rasa kebencian, namun di lubuk hati yang paling dalam ada kerinduan terdalam untuk wanita yang telah melahirkannya itu.


Wajah ibunya yang tidak tahu bagaimana rupanya saat ini, apakah sudah tua, apakah masih terlihat muda saat meninggalkannya dulu? Sebanyak apapun kebencian Asisten Je, ada rasa rindu di relung hatinya. Ia mengingat berkas yang diberikan Leon tempo hari yang berisi dokumen penyelidikan wanita bernama Arumi Bestari.


Flashback On


“Arumi Bestari, berusia 55 tahun, menikah dengan Bagus Yuwana dan memiliki dua orang anak, putra berusia 5 tahun dan putri berusia 3 tahun. Karena masalah perseteruan putra pertama yang memiliki golongan darah berbeda Arumi Bestari diceraikan secara sepihak oleh Bagus Yuwana dan dia meninggalkan rumahnya dengan membawa putra pertama yang sakit keras. Putranya di titipkan ke panti asuhan dan dia sendiri pergi meninggalkan Banjarmasin ke luar negeri. Selama 30 tahun dia menjadi TKW dengan berpindah-pindah negara, keberadaannya terdeteksi di Indonesia tepatnya di Kota Malang, lebih tepatnya lagi di perumahan yang sama dengan Anda tinggal Tuan. Arumi Bestari tinggal di rumah bersebelahan dengan rumah Nona Raya dan di ketahui dia sebagai baby sitter putri kedua Nona Raya.”


Informasi yang di sampaikan oleh Leon itu benar-benar membuat Asisten Je merasa geram, marah, dendam. Ia belum bisa melupakan kejadian di masa lalu yang menyebabkan ia harus berada di panti asuhan dan mendapat bullyan dari sesama penghuni panti asuhan. Bahkan di sekolah ia menjadi anak yang dikucilkan karena dianggap anak yang miskin dan tak punya orang tua.


Hingga ia nekat keluar dari panti asuhan saat lulus SMP, ia berjuang sendiri di tengah kejamnya dunia. Lulus SMA ia merantau ke Malang, bekerja serabutan dan membiayai kuliahnya sendiri, saat itulah ia bertemu dengan Tuan Muda Alvero yang di tolongnya ketika mendapat perampokan. Tanpa pikir panjang Tuan Muda Alvero langsung merekrutnya menjadi asistennya karena mengetahui kepiawaiannya dalam bekerja.

__ADS_1


“Tuan Muda…” Asisten Je menoleh tersentak, lamunannya tentang wanita itu buyar. Ia berdecak perlahan.


“Hmmm”


“Janji dengan dokter kandungan wanita sudah saya dapat, tepatnya hari Sabtu malam dengan dokter Agnes”


“Kau atur terus”


Terdengar suara lenguhan dari tempat tidur, membuat kedua lelaki itu menoleh.


“Hei apa yang kau lihat?” Gusar saat leon juga melirik kea rah tempat tidur. “Sudah ku bilang, jangan liat istriku yang sedang tidur”


Dia menggemaskan tahu, apalagi kalau habis membuka mata dan kebingungan. Ah, kali ini aku tidak melihat rambutnya secara keseluruhan karena ada Leon di sini. Huh mengganggu sekali.


“Maaf Tuan Muda” Leon langsung berpaling ke arah meja. Eman gada bedanya begitu, saat tidur sama tidak.


Asisten Je bangun dari tempat duduknya mendekati Raya, “Kau sudah bangun? Apa ada yang tidak nyaman?” Menyentuh pipi Raya yang masih berusaha mengumpulkan separuh nyawanya.


Hah! Aku ketiduran berapa lama ini, jam berapa sekarang, aku tidak memberi kabar sama sekali sama kedua putriku, aduh. Ahhh, banjir, aku harus ganti pembalut.


“Aku baik-baik saja sayang, aku ke kamar mandi dulu ya” Raya merapikan jilbab instannya, melirik sebentar keberadaannya Leon di sofa.


Asisten Je hendak menggendong Raya tapi wanita itu langsung menolak dengan keras bahkan memukul bahu suaminya cukup keras.


“Aku bisa jalan, sudah sana, teruskan saja pekerjaan kalian” Walaupun tidak rela akhirnya dibiarkannya istrinya itu berjalan sendiri ke kamar mandi. Setelah melihat istrinya masuk dia kembali duduk.


“Kau lihatkan dia menggemaskan kalau habis membuka mata saat bangun tidur”


Mana saya tahu Tuan, melirik saja tidak boleh kan tadi.


“Kau tidak akan tahu, kamu kan jones”


Haha.Leon.


Beberapa saat kemudian terdengar helaan nafas berat Asisten Je.


“Hah, kenapa wanita harus mengalami itu sih, mylano kan jadi menganggur selama seninggu” Lirih Asisten Je.


Mylano? Siapa dia? Apa Tuan Je merekrut asisten baru?


“Maaf Tuan, apa Anda masih membutuhkan asisten baru lagi selain kami?”


“Tidak” Leon mengernyit bingung.


“Lalu Mylano tadi…” Belum selesai bicara Asisten Je sudah terbahak. Baru kali ini ia melihat atasannya benar-benar lepas dalam tertawa.


“Bodoh!” Tanpa menjawab pertanyaan Leon.

__ADS_1


__ADS_2