Karena Aku Mencintaimu, Raya

Karena Aku Mencintaimu, Raya
BAB 41 WAJIB BERANGKAT PULANG BERSAMA


__ADS_3

“Ada apa lagi?!” Tanya Titania menatap tajam ke arah laki-laki yang sudah berdiri di samping pintu mobil. Tangan nya bersedekap di dadanya tanda tak suka dengan kehadiran laki-laki itu.


“Mau berangkat? Mau om antar?” Tawar Asisten Je mencoba ramah. Ia harus bisa mengambil hati si sulung terlebih dahulu.


“Tidak usah sok kenal!” Ketus Titania tidak suka.


Laki-laki itu menghela nafas pelan, sabarrrr.


“Kita kan memang kenal, aku atasan mamamu” Katanya meledek.


“Hanya atasan kan? Apa hebatnya coba” Cibir Titania, “minggir, sepeda saya tidak bisa lewat. Awas saja kalau kamu berbuat macam-macam” Lanjutnya dengan tatapan tajam yang seolah ingin menembus daging Asisten Je. Sejenak laki-laki itu menelan ludah kelu. Mama dan anak sama-sama judes dan tidak mau dikalahkan. Asisten Je harus terus mengelus dada setiap hari nih menghadapi duo rempong itu.


“Silahkan, hati-hati di jalan, rajin belajar ya” Kata Asisten Je seraya bergeser ke samping kanan. Gadis itu hanya  mendengus tanpa menghiraukan ucapan Asisten Je.


“Lihat saja, kamu akan kaget ketika mengetahui semuanya” Lirih Asisten Je.


“Siapa yang akan kaget Tuan?” Tanya suara di belakangnya membuat laki-laki itu berjengit kaget.


“Sudah siap?” Tanya Asisten Je mengalihkan pembicaraan.


“Di tanya apa malah bertanya” Raya hanya mendengus.


“Hanum tidak kita antar sekalian?” Raya menaikkan alisnya heran. Bukan pertanyaannya yang membuat ia heran, tapi sikap dan arogan laki-laki itu yang tiba-tiba berubah. Biasanya hanya ada kata hm, iya, tidak, bodoh. keterlaluan. Tapi ini…, bahkan sejak tadi malam, laki-laki itu menjadi banyak bicara.

__ADS_1


“Anda tidak sedang sakit kan?” Tanya Raya.


“Apa maksudmu?” Tanya balik Asisten Je dengan bingung. Wanita itu menggeleng cepat.


“Ah tidak, rupanya benar berita televisi tadi malam bahwa es di kutub utara mulai mencair” Seloroh Raya seraya ber jalan mendahului Asisten Je untuk masuk ke dalam mobil.


“Sialan” Desis Asisten Je yang merasa tersindir, namun ia hanya bisa menggaruk leher belakangnya yang tidak gatal, kemudian memutari mobil untuk berangkat ke kantor.


“Titania besok wisuda?” Asisten Je bertanya seraya menjalankan mobilnya. Raya langsung menoleh terkejut. Ia  memicingkan mata dengan curiga, jangan-jangan atasannya itu memata-matai keluarganya.


“Jangan suka berprasangka buruk” Jelas Asisten Je datar.


“Bagaimana Anda tahu?” Curiga Raya.


“Tidak.” Lugas Raya. Ia merasa hidupnya jadi di awasi oleh orang lain, sejenak kemudian Raya membelalak tak percaya pada pikirannya.


“Anda memasang penyadap di rumah saya?” Raya kembali memicingkan mata tajam membuat Asisten Je mendecak kesal.


“Pekerjaan ku banyak, untuk apa mengurusi hal receh seperti itu” Sewotnya tak suka.


“Lalu, bagaimana Anda tahu Tita besok wisuda, padahal saya tidak pernah mengungkapkan kehidupan keluarga saya”


“Kemaren aku ada meeting di hotel xx dan ada baliho besar tepat di pintu masuk kalau akan ada wisuda megah dari sekolah xx di sana, apa itu cukup untuk mengubah pandangan mu tentang penyadap?” Kata Asisten Je panjang lebar. Ia sendiri tak percaya, ternyata ia bisa juga ngomong sepanjang itu. Haha.

__ADS_1


“Hmm”


“Hmm, apa artinya permintaan maaf?” Goda Asisten Je walaupun suaranya tetap datar.


“Iya maaf” Sahut Raya cepat, langsung diam memandang keluar jendela.


“Perlukah aku hadir?”


“Hah?”


“Tidak usah sok kaget gitu”


“Em…maksud saya, kenapa Anda ingin datang?”


“Sebagai suami dan ayah Tita, apa salahnya”


“Maaf, ayah Tita akan hadir besok, jadi saya harap Anda tidak berbuat macam-macam”


Tanpa di sadari Raya cengkeraman jemari Asisten Je di kemudi sangat kuat, wajahnya langsung mengeras dan suasana di dalam mobil pun langsung hening.


 Sampai di kantor, Raya langsung berpisah cepat-cepat berlari menuju ke divisi sekretaris untuk menghindari kecanggungan yang dia hadapi dan untuk menghindari gossip dari sesama rekannya. Dari kejauhan Teja sudah terlihat menatapnya dengan pandangan menyelidik dan kedua tangan bersedekap, menanyakan semua yang ingin ia ketahui.


“Diam dan simpan” Kata Raya singkat dan tegas, tanpa memberi celah bagi Teja untuk bertanya lebih lanjut. Ia masuk ke ruangan divisi dan disambut oleh semua yang hadir. Mereka tampak ceria, karena produk yang mereka rancang mulai membuahkan hasil gemilang di pasaran, banyak kalangan anak muda yang mengagumi desain perhiasan yang di desain langsung oleh Raya selaku desainer dadakan karena insiden hacker beberapa waktu  yang lalu.Teja mengikuti di belakangnya dalam diam.

__ADS_1


__ADS_2