
“Ayo kita ke hotel dulu, bersih-bersih, dalam 2 jam kita harus bekerja lagi” Asisten Je sudah berdiri di sebelah mereka, semuanya mengangguk dan bersiap.
Asisten Je merangkul istrinya menuju mobil mewah yang telah tersedia. Wanita itu hanya pasrah dengan apa yang dilakukan suaminya, selama ia merasa nyaman. 2 mobil membelah Kota Padang yang mulai padat dengan kegiatan para warganya, padahal ini masih di jam 06.30.
Mobil memasuki hotel yang sangat mewah, seperti biasa room yang ditempati selalu yang superior, tanpa bisa di tolak.Pelayanan istimewa dengan kolam renang dalam kamar.
Jam 08.00 mereka telah menginjakkan kaki di PT Diamond Jewerly Kota Padang. Darren dan Hansen yang sedianya datang di Kota Padang pun sudah menempati kamar hotel yang disediakan. 2 pria itu datang tadi malam langsung menuju kamar tanpa bersapa-sapa dengan koleganya dulu.
Pagi ini mereka berencana berkumpul dalam tim besar yang akan menyasar dan membagi tugas audit di PT Diamond Jewerly Kota Padang. Darren dan Hansen, Aditya dan asisten telah siap di meja makan yang disediakan oleh pihak hotel sekalian akan melakukan briefing terlebih dahulu. Namun sang pemberi briefing malah belum muncul.
Dari arah lift muncul rombongan 3 orang pria dan 1 wanita yang berjalan ke arah mereka. Darren tampak mengernyit menatap sosok wanita yang berjalan di sisi sang asisten. Ia merasa familiar dengan wajah itu., sedetik kemudian ia melebarkan kedua matanya dan mendadak berdiri.
“Janna” Sapa Darren dengan semangat memandang wanita yang sudah berdiri di depan mereka. Wanita yang dipanggil Janna langsung berdiri tegang tak percaya. Hanya 1 orang yang memanggilnya dengan panggilan khusus itu. Janna laksana surga bagi kehidupan orang itu. Darren, cinta pertamanya waktu di SMA dan kekasihnya sebelum akhirnya mereka putus secara baik-baik karena perjodohan Raya.
“Darren?” Raya memandang shock tak percaya.
“Iya aku Darren, kamu masih mengenaliku dengan baik” Laki-laki itu mengulurkan tangannya untuk menyentuh jemari Raya, namun langsung di tahan oleh Asisten Je yang dari tadi sudah mengepalkan tangan marah.
__ADS_1
“Jaga sikapmu pada sekretarisku Tuan Wibisana”
“Ah…Tuan Je, ternyata anda yang mewakili Tuan Elvaro? Kenapa beliau tidak datang sendiri kemari?” Tanya Darren seolah meremehkan keberadaan dan kepiawaian Asisten Je.
“Aku tidak perlu memberi alasan padamu” Pandangannya setajam pisau yang seakan-akan mengiris mata Darren yang dengan berani memandang istrinya dengan tatapan memuja.
“Sebaiknya kita langsung ke lokasi, briefing langsung kita adakan di lokasi” Titah Asisten Je seraya menggamit pinggang Raya untuk berjalan di sisinya.
“Janna?” Tanya Asisten Je saat mereka telah berada dalam mobil, meluncur menuju PT. Diamond Jewerly Kota Padang.
“Hanya teman” Jawab Raya lirih. Sedari tadi dia hanya diam mencerna semua yang terjadi hari ini. Tak disangka dia
“Teman tapi memandang dengan tatapan memuja seperti itu?” Sindir pria itu menggeram.
“Mana ada?”
“Kenapa bukan Raya?” Masih penasaran dengan panggilan laki-laki itu pada istrinya. Raya hanya tertunduk diam Laki-laki itu menoleh mengawati wajah Raya yang menunduk.
__ADS_1
“Apa aka nada CLBK?” Sinis Asisten Je. Raya mendongak terkejut menatap suaminya.
“Apa sih. Gak jelas” Raya membuang muka ke arah jendela dan diam sampai tiba di perusahaan.
Satu harian penuh tim audit itu memeriksa keuangan perusahaan dan mengadakan rapat mendadak. Banyak perubahan yang dilakukan secara besar-besaran oleh Asisten Je. Walaupun dia hanya asisten dari Tuan Muda Alvero, tapi keputusannya mutlak tidak bisa di ganggu gugat.
Mereka bekerja sampai malam, istirahat sebentar hanya untuk sholat dan makan, tidak ada acara ngobrol apalagi ketemu teman lama. Kesalahan yang terjadi di cabang ini cukup membuat pusing sang asisten. Penyimpangan dana besar-besaran dilakukan oleh beberapa manajer yang sudah dilakukan bertahun-tahun yang melibatkan karyawan juga, hingga Asisten Je tak segan-segan memecat mereka semua tanpa ampun. Bukan kerugian yang mereka sayangkan tapi loyalitas dan tanggung jawab pada tugas dan jabatan yang harus diutamakan.
Raya pun tak masalah dengan kesibukannya, ia malah sangat senang karena tiap pagi dan malam ia bisa menghubungi kedua anaknya dengan mudah. Hari keempat dilanjutkan dengan pembersihan menyeluruh, terakhir dilakukan ramah tamah di ruang meeting yang disulap menjadi ruang makan penuh dengan aneka hidangan.
“Bagaimana kabarmu Jannaku?” Seorang pria tiba-tiba sudah duduk di depan Raya tanpa permisi. Wanita itu menoleh terkejut, camilan yang dinikmatinya sampai terjatuh di meja. Sang asisten masih memberi pengarahan kepada pada pejabat dan karyawan baru yang dinaikkan jabatannya berdasarkan loyalitas serta tanggung jawab yang diembannya kelak.
“Jangan panggil dengan nama itu lagi” Raya mencoba untuk berbicara tenang walaupun hatinya diliputi kecemasan. Ia takut perasaannya goyah pada cinta pertama nya itu. Tidak, ia tidak ingin dianggap sebagai wanita perusak rumah tangga orang.
“Kenapa? Sampai sekarang panggilan itu masih kesayangan dariku untukmu” Darren tersenyum.
“Kita tidak sedekat itu ya” Sanggah Raya.
__ADS_1
“Aku bisa membuatnya menjadi dekat” Darren tetap memandang wanita di depannya yang ternyata menjelma sebagai wanita dewasa yang anggun dan sangat cantik apalagi dengan balutan pakaian dan hijab yang tampak membuat penampilannya terkesan elegan.
TBC