Karena Aku Mencintaimu, Raya

Karena Aku Mencintaimu, Raya
BAB 49 Mama harus jaga jarak sama dia


__ADS_3

Assalamu'alaikum readers .....


Mohon maaf ya, bab yang ini aku ganti, soalnya kelewat bab jadi gak nyambung, aku hetran sendiri kenapa berubah alurnya kok malah loncat, tapi ini udah aku gantiin dengan yang baru yaaa


Selamat membaca readers, jangan lupa like, koment, hadiah, dan vote yaaaa.....


Raya memasak hidangan istimewa malam ini, ia sudah berkutat seorang diri di dapur tanpa bersedia di bantu oleh dua wanita baya itu apalagi Lani yang dari tadi berusaha membantunya dia usir untuk menemani Hanum saja. Titania juga sudah pulang sore tadi dan merasa asing dengan kedua orang baru di rumahnya. Raya memang belum menjelaskan kepada Titania, rencananya menjelang tidur nanti ia akan berbicara dari hati ke gadis remaja itu. Ia yakin perasannya akan lebih peka dengan kehadiran dua orang asing di rumah mereka, tapi Titania memilih diam menunggu penjelasan mamanya.


Aneka masakan tertata di atas meja dapur, ada udang saus padang, sosis saos tomat keju, steak salmon saus krim dan burrito isi daging dan sayur. Hidangan istimewa yang menggugah selera, hidangan tersebut sering di masak oleh Raya saat Papa Revian masih bersama mereka, itu adalah masakan kesukaan Papa Revian. Titania dan Hanum memandang berbinar hidangan yang sudah lama tidak mereka nikmati selama tiga tahunan. Titania  memandang mamanya dengan bertanya-tanya, membuat wanita itu tersenyum lembut.


“Kenapa kak?” Tanya Raya.


“Apa akan ada pesta ma? Tumben masakan papa…” Ucapan gadis itu terhenti seraya memandang mamanya yang tetap tersenyum. Ia tidak ingin mamanya menjadi sedih dengan mengingat Papa Revian dan masakan  kesukaannya. Sudah 3 tahun sejak kepergian Papa Revian meninggalkan mereka, mama tidak pernah memasak kesukaan papa mereka, karena Titania tahu, masakan itu akan mengundang kesedihan yang mendalam di hati mama. Tapi malam ini, mama menghidangkan lengkap aneka kesukaan papa Revian, bahkan wajah mama tersenyum.


“Mama sengaja memasak hidangan ini untuk mengenang papa, kita semua pasti kangen kan dengan papa? Dengan masakan ini, mama ingin mengenang papa…” Raya tersenyum menatap kedua anaknya. Bu Rumi dan Bu Nanik yang mendengar ucapan Raya hanya menyaksikan dengan trenyuh melihat ketegaran wanita yang menjadi majikan mereka. Sementara Lani dan Leon saling memandang tak mengerti, mereka mempunyai pikiran yang sama. Raya adalah seorang single parent yang dinikahi oleh atasan mereka. Apakah kedua anak itu tahu kalau ibunya telah menikah dengan atasan mereka? Kenapa tidak ada yang menanyakan keberadaan atasannya?


“Ayo-ayo di makan, Bu Nanik, Bu Rumi, Lani dan Leon ayo kalian gabung juga, aku sudah masak porsi besar lho, siapa yang akan menghabiskan ini nanti…” Ajak Raya untuk mengusir kecanggungan yang tercipta secara mendadak. Hanum yang tidak mengetahui kecanggungan itu langsung dengan riang menerima piring yang telah berisi steak yang telah dipotong kecil-kecil, sosis yang dipotong kecil-kecil juga dan beberapa udang utuh yang  besar, di sisi kiri ada nasi yang cukup.


“Hmmm yummy” Serunya riang tanpa memperdulikan keadaan sekitarnya, namun keceriaan itu akhirnya menular kepada seisi ruangan makan tersebut. Lani dan Leon yang merupakan penghuni baru dengan canggung menikmati hidangan makan malam yang hangat tersebut.


.


.


Tok


Tok

__ADS_1


“Kak Tita, mama masuk ya” Raya mengetuk pintu kamar anak gadisnya perlahan. Setelah menidurkan Hanum, Raya ingin bicara dari hati ke hati kepada anak gadisnya itu. Sementara Lani dan Leon setelah makan malam nanti berpamitan untuk menyiapkan semua keperluan untuk menginap selama dua bulan ke depan, termasuk Lani yang akan membeli semua jenis buku cerita bergambar di toko buku, agar ia tidak kehilangan ide setiap harinya.


“Iya, masuk aja ma” Seru Titania dari dalam.


Raya membuka pintu perlahan dan terlihat anak gadisnya sedang menghadap meja belajar terlihat mengerjakan  sesuatu di depan layar laptop nya.


“Masih sibuk kak?”


“Nggak kok ma, cuma menyiapkan materi ringan aja”


“Mama mau bicara boleh?” Titania langsung menghadap mamanya yang duduk di pinggir ranjangnya, sejenak ia menatap raut wajah mamanya, ia tidak bisa menebak apa yang ingin dibicarakan oleh mamanya itu. Gadis itu mengangguk kemudian beranjak menuju sisi mamanya naik ke tempat tidur dan bersila menghadap mamanya, menunggu mamanya berbicara tanpa ingin mendahului bertanya.


Raya mengelus rambut putrinya sayang.


“Mama akan ada lawatan kerja ke beberapa kota” Raya mengawali tanpa ada basa-basi, ia hapal bagaimana karakter anak gadisnya itu, bicara harus to the point, langsung ke inti masalahnya. Titania masih diam tidak berniat untuk menyela ucapan mamanya, ia menunggu perkataan mamanya selanjutnya.


“Apa lama?” Akhirnya suara Titania terdengar. Raya mengangguk pelan.


“Kurang lebih dua bulan” Gadis remaja itu menghela nafas pelan memandang mamanya.


“Hanum sudah tahu?” Titania paham Hanum tidak bisa berjauhan dengan mamanya, tidak bertemu selama seharian saja karena harus keluar kota badan Hanum langsung demam, bagaimana dengan waktu yang dua bulan itu. Raya kembali mengangguk pelan.


“Karena itu mama membawa dua orang itu untuk menjaga kita?” Tanya Titania cukup tidak setuju.


“Asisten Je yang membawa Tante Lani dan Om Leon” Kata Raya jujur.


“Ma…”

__ADS_1


“Atasan mama hanya ingin kalian amandan terlindungi selama mama tidak ada di rumah, mereka akan berada di sini selama dua bulan”


“Kenapa harus orang itu ma? Tita berani hanya dengan eyang dan nenek…, belum lagi kalau Hanum tiba-tiba demam… ”


“Karena itu mama meminta Tante Lani selalu menemani Hanum, mama sebenarnya khawatir Hanum akan demam, kakak bisa telpon mama kalau Hanum tiba-tiba demam, mama akan usahakan secepatnya datang” Raya menghembuskan nafas panjang. “mereka sangat baik kok, buktinya baru sehari Hanum langsung lengket sama Tante Lani, mama harap mereka bisa menjadi penghiburan untuk Hanum”


“Pergerakan Tita tidak akan terbatas kan?” Raya tersenyum menggeleng, ia mengelus pipi gadis itu lembut.


“Mama sudah bilang untuk tidak memantau secara ketat, hanya mama ingin ada yang menjaga dan melindungi kalian selama mama jauh dari kalian” Titania menghela nafas berat, terdiam sejenak, mencerna semua hal yang dikatakan mamanya.


“Mama akan aman bersama orang itu?”


“Asisten Je, nak.”


“Mama tidak hanya berdua kan?” Tanya Titania lagi tanpa memperdulikan jawaban mamanya. Raya tersenyum mengangguk.


“Ada banyak nanti yang mengaudit, karena perusahaan tersebar di beberapa kota di Indonesia” Jelasnya berusaha  menutupi sendiri keadaan dirinya. Titania mengangguk paham.


“Mama harus jaga jarak sama dia”


“Kenapa emang?” Raya mengerutkan dahinya bingung.


“Tita nggak suka aja” Elaknya malas. Raya tersenyum paham, gadis itu memiliki memori tentang perpisahan daddy dan mamanya, kemudian harus di hadapkan pada kenyataan pahit ketika mendapatkan papa yang menyayanginya malah meninggalkan mereka untuk selama-lamanya. Trauma perpisahan itu rupaya terpendam sangat dalam di alam pikirannya, sehingga ia ingin hanya hidup bertiga dengan Hanum dan mama tanpa harus ada orang lain lagi  yang ternyata nanti akan mengalami hal yang sama.


“Mama akan jaga itu, terima kasih sudah mengijinkan mama kerja, mama bersyukur memiliki putri yang pengertian seperti Kak Tita” Raya tersenyum kemudian merengkuh tubuh putrinya ke pelukannya.


“Tidurlah, mama akan bersiap-siap dulu” Raya melepas pelukannya dan mengurai rambut putrinya sayang, gadis remaja itu mengangguk kemudian beranjak mematikan laptop dan tidur.

__ADS_1


__ADS_2