Karena Aku Mencintaimu, Raya

Karena Aku Mencintaimu, Raya
BAB 2 Lowongan Pekerjaan


__ADS_3

Raya dan kedua anaknya meninggalkan


mall setelah selesai berbelanja, Raya telah memesan taksi online sehingga


ketika tiba di luar mall taksi telah siap dan pak sopir membantu membawa barang


belanjaannya yang cukup banyak dan memasukkannya ke bagasi taksi.


“Alamatnya sesuai aplikasi ya Non?”


Tanya pak sopir yang Raya perkirakan berusia 50 tahunan.


“Iya pak, benar” Jawab Raya ramah. Ia


memangku Hanum yang terlihat kelelahan dan mengantuk, sekejap kemudian gadis


kecil itu sudah mendengkur di pangkuan Raya.


Taksi membelah jalan raya dengan


perlahan, karena sore ini jalanan menjadi agak macet, mungkin bertepatan dengan


para pegawai yang mulai pulang dari kantor atau lembaga pendidikan, sehingga


membuat jalanan penuh dengan berbagai kendaraan baik roda dua maupun roda


empat. Raya menatap ke luar jendela sekilas dan melihat sebuah toko emas yang


sangat besar, berbeda dengan toko emas biasanya yang hanya terdiri dari satu ruko


itupun sempit, tapi toko emas itu luar biasa luas, indah dan megah.


“Wah…pak, toko emas itu beda dengan


toko emas yang lain ya pak, tampak paling bagus dan besar” Ucap Raya terkagum.


“O iya Non, itu toko emas yang terbesar


di Kota Malang ini, kalau tidak salah cabangnya ada 10 di seluruh Indonesia


Non, dan ada beberapa juga di luar negeri” Jawab pak sopir.


“Lho, bapak kok tahu?” Tanya Raya


penasaran.


“Iya Non, bapak dulu pernah kerja jadi


sopir di situ, tapi karena usia bapak sudah di atas 50 tahun bapak harus


pensiun Non, dan jadilah sopir taksi ini Non, hehe” Jawab pak sopir seraya


tertawa.


“Emang Non mau cari kerja di situ?


Lebih baik cari yang lain aja Non, kalau pak bos nya baik sih Non, tapi


asistennya Non…ma sya Allah jahatnya Non.”


“Jahat gimana pak? Emang suka bunuh


orang gitu?” Tanya Raya bercanda.


“Eh…Non ini, ya gak sampai bunuh juga


kali Non, cuma asistennya gak mau kalau sekretarisnya wanita, jadi banyak yang


dikeluarkan dari jabatan sekretaris karena hal sepale Non” Cerita pak sopir.


“Maksudnya gimana ya pak?”


“Nggak tahu juga sih Non, cuma ada

__ADS_1


rumor yang mengatakan asisten itu alergi perempuan apalagi yang genit Non”


“Ha…ha, alergi perempuan, mana ada itu


pak?” Raya hanya menggeleng tak percaya.


“Oke Non, dah sampai, ini rumahnya kan


Non” Pak sopir menghentikan taksinya di depan sebuah rumah yang tidak terlalu


besar tapi bersih dan indah. Pak sopir membantu mengeluarkan barang belanjaan


dan memasukkan ke rumah, di letakkannya semua barang itu di ruang tamu. Titania


sudah masuk terlebih dahulu, dan Raya keluar dengan menggendong Hanum yang


masih tertidur nyenyak.


“Ini pak uangnya, terima kasih ya…oya


pak boleh minta kartu namanya? Siapa tahu saya butuh taksi biar taksi bapak aja


yang saya carter.” Kata Raya seraya menyerahkan uang lembaran seratus ribu


sebanyak 2 lembar.


“O…boleh sekali Non, sebentar” Pak


sopir menerima uang dari Raya dan kembali ke mobil membuka laci kecil di sisi


kiri setir mobil kemudian menyerahkan kartu nama ke Raya.


“Ini Non kartu nama saya, dan ini


kembaliannya”


“Terima kasih pak, ambil aja pak,


rezeki gak boleh di tolak lho…”


Non…” Pak sopir bersyukur mendapat penumpang yang baik hati dan ramah seperti


Raya.


Raya memasuki ruang tamu dengan


menggendong Hanum, ia menuju kamar Hanum dan menidurkan putrinya di sana.


Kemudian ia keluar untuk membereskan barang belanjaannya tadi, ternyata Titania


sudah berada di ruang tamu dengan pakaian santainya.


“Wah…sudah selesai mandi Kak Tita?”


“Sudah Ma, ayo Tita bantu apa nih”


“Eh…gak capek?”


“Nggak Ma, biar cepat selesai, pasti


Mama juga capek kan?”


Raya tersenyum memandang putri


sulungnya, walaupun terkadang Titania judes namun ia memiliki sisi yang sangat


baik, ya…ia ringan tangan dalam membantu keperluan mamanya. Ia tumbuh menjadi


gadis remaja yang masih dalam tahap wajar.


Raya sangat bersyukur, perceraian orang


tuanya tidak membuat Titania melakukan pelarian kepada hal-hal yang buruk. Ia

__ADS_1


lebih suka menghabiskan harinya di kamar dengan belajar, dan itu dibuktikan


dengan setiap semester ia selalu mendapat ranking satu pararel, itu menunjukkan


semangat hidupnya tetap baik.


Hubungan dengan papanya juga sangat


baik, pun ibu sambungnya juga sangat menyayangi Titania, bahkan Hanum menjadi


prioritas ibu sambungnya karena kelucuan dan menggemaskannya gadis kecil yang


sudah bisa bicara cerewet saat usianya 2 tahun. Mereka hanya memiliki dua putra


sehingga mereka mencurahkan kasih sayangnya juga untuk Titania dan Hanum


selayaknya putri mereka sendiri.


Keluarga mantan suaminya itu merasa


trenyuh dengan gadis kecil yang sudah ditinggal oleh ayahnya itu, namun ketika


Raya berencana pindah ke Kota Malang, keluarga besar Ervin sebenarnya


menyayangkan itu, tapi keputusan Raya untuk mengubur kenangan indah bersama


Revian suaminya menyebabkan keluarga besar Ervin menyetujuinya.


Keluarga Raya dan keluarga besar Revian


juga berat melepas anak perempuan mereka di kota yang tidak ada satupun


keluarga di sana, tapi Raya mampu meyakinkan mereka semua bahwa mereka akan


baik-baik saja di tanah rantauan. Dan di sinilah dia dan kedua putrinya akan


menghabiskan hari-harinya, di rumah yang indah dan asri walaupun tidak semegah


rumahnya waktu di Jakarta dulu.


“Baiklah, kita mulai dari membawa alat


masak dulu ya, baru setelah itu yang berat-berat”


“Oke Ma”


Mereka mulai menata peralatan yang tadi


dibeli mulai dari area dapur, pindah ke kamar Titania yang dilengkapi dengan


meja kaca rias kecil, untungnya pemilik rumah dulu menjualnya lengkap dengan


perabotan besar, seperti kasur, almari, meja makan dan kursi serta sofa di


ruang tamu. Jadi Raya hanya melengkapi perlengkapan yang kecil saja. Untuk


mesin cuci sementara mereka menggunakan jasa laundry sampai mereka sempat


membeli mesin cuci.


“Akh….akhirnya selesai juga, capek juga


Ma”


“He-em, ya sudah Kak Tita istirahat aja


dulu, urusan bersih-bersih biar mama aja.”


“Ya deh Ma, kalau urusan bersih-bersih


Tita paling anti” Kata Titania seraya nyengir kuda yang mendapat gelengan


kepala dari Raya. Pekerjaan bersih-bersih cepat selesai karena biang rusuh

__ADS_1


masih tertidur dengan pulasnya. Raya pun membersihkan dirinya di kamar mandi,


kemudian mulai memasak untuk makan malam.


__ADS_2