Karena Aku Mencintaimu, Raya

Karena Aku Mencintaimu, Raya
BAB 83 Ah…menggemaskan sekali istriku ini…


__ADS_3

Asisten Je memasuki rumahnya setelah mengurus semua keperluan Tuan Alvero. Jam menunjukkan pukul 22.00 malam. Lelah sekali rasanya, baru mendarat di bandara, tanpa istirahat langsung menuju rumah sakit untuk mengurus Hanum. Selesai dengan urusan Hanum, mengantarnya pulang, langsung kembali ke rumah sakit untuk mengurus keperluan Tuan Alvero.


Sampai di kamar, ia langsung melucuti semua pakaiannya dan berjalan santai menuju kamar mandi. Cuek. Rumah sendiri, telanjang jungkir balik pun tak akan ada yang protes.


Selesai ritual mandinya, ia menuju walk in closet dan meraih celana piyama, segera memakainya dan menuju sofa. Ia mengambil hp dan mencari nama istrinya. Senyum-senyum sendiri, sudah membayangkan apa yang akan ia lakukan dengan istrinya itu.


“Sudah tidur? Hmm, wa’alaikumussalam. Kesini dong. Tapi aku tidak bisa tidur. Ayolah. Biar dijemput Lani. Tidak bisa, besok pagi kita sudah harus masuk kantor. Tidak mau. Lani sedang meluncur ke rumahmu. Tidak ada penolakan Nyonya!” Asisten Je memutus panggilan telepon dan kembali senyum-senyum lebar.


Asisten Je mengambil sesuatu di dalam paper bag. Sebelum pulang, ia menyuruh Leon untuk membelikan berbagai macam kelopak bunga khusus untuk pengantin. Dengan wajah yang semangat sambil bersiul, ia menaburkan semua kelopak bunga itu di atas ranjangnya.


Apakah Asisten Je mengganti sendiri seprei ranjangnya? Tentu saja tidak! Ada Lani dan Leon, kenapa tidak dimanfaatkan saja tenaga mereka.


(Dasar licik! Serang Mbak Author)


(Kamu yang nyiptain karakter aku thor, jadi jangan protes! Asisten Je)

__ADS_1


(Makanya jangan suka nyebelin, karena nasibmu ada di tanganku! Bentak Mbak Author penuh senyum kemenangan)


(Hadew! Asisten Je memutar bola mata malas)


Pukul 22.30 tampak seseorang membuka pintu kamar, Lani langsung pulang setelah mengantar Raya. Kalian tahu Lani dan Leon tinggal dimana? Kenapa mereka langsung gercep (gerak cepat) ketika diperintah oleh Asisten Je? Yup! Lani dan Leon tinggal bersebelahan dengan rumah Asisten Je, rumah standar yang masih tetap utuh sesuai desain. Itulah mengapa, mereka dengan cepat mengiyakan semua perintah atasannya dengan cepat dan tanggap.


Asisten Je tidur miring di ranjang menghadap pintu, hingga saat Raya masuk pandangannya langsung mengarah ke Raya. Wanita itu tampak shock, begitu masuk langsung mendapat suguhan laki-laki tampan, gagah perkasa, yang hanya memakai celana piyama dan dada terbuka lebar sampai perut. Hingga bentukan kotak-kotak itu jelas terlihat sempurna.


Wanita itu semakin shock dan takjub ketika melihat hamparan kelopak bunga di atas ranjang yang menjadi tempat rebahan Asisten Je.


“Aku…aku di sini saja ya…” Raya bergerak melangkah menuju sofa dan hendak duduk di sofa, namun…


“Hei…sayang apa yang kau lakukan?” Raya memekik saat tangan lihai pria itu bergerak melucuti pakaiannya. Dia tidak mampu melawan ataupun menolak, kekuatannya tidak sebesar kekuatan pria perkasa itu. Raya sampai terkejut, kapan suaminya itu turun dari ranjang, kenapa tiba-tiba sudah berdiri di depannya.


Setelah melepas semua pakaian Raya tak terkecuali yang dalam pun, Asisten Je mengangkat tubuh polos istrinya dan perlahan menurunkannya ke atas ranjang. Raya segera menarik selimut dan menenggelamkan tubuhnya di dalamnya sampai kepala pun ikut masuk ke dalamnya. Wajahnya saat ini nampak merah padam, malu bukan main. Dia benar-benar tegang melihat tatapan panas Asisten Je yang seolah ingin melahap dan berusaha menelusuri seluruh lekuk tubuhnya.

__ADS_1


“Sayang…aku mohon, hentikan tatapan liarmu itu, dan biarkan aku tidur malam ini, aku masih ngantuk” Seru Raya di balik selimut.


Asisten Je tersenyum geli sekaligus gemas melihat reaksi istrinya.


Tubuh Raya semakin tegang saat sebuah tangan mulai masuk ke dalam selimut dan menyentuh kulit tubuhnya. Saat itu juga, seluruh tubuhnya langsung meremang, ia tidak kuat lagi, dibukanya selimut yang menutupi wajahnya. Lewat tatapan mata, ia mulai melihat bagaimana gairah pria itu sudah meningkat kuat.


Laki-laki itu hanya tersenyum melihat wajah istrinya menyembul dari balik selimut.


“Ah…menggemaskan sekali istriku ini…” Goda Asisten Je sambal tersenyum.


Akhirnya malam ini Raya tidak mampu menahan semua perlakuan lembut suaminya sampai menjelang pukul 01.00 dini hari. Asisten Je yang melihat istrinya kelelahan, kemudian memeluk istrinya dalam dekapannya dan tidur tenang sampai pagi.


Sekitar pukul 04.00 pagi Raya terbangun, dia masih berada di tempat tidur yang sama dengan suaminya. Tubuhnya berada dalam kungkungan tubuh tegap Asisten Je. Laki-laki itu benar-benar mendekapnya erat, mengurung dirinya dalam pelukan posesifnya.


TBC

__ADS_1


__ADS_2