Karena Aku Mencintaimu, Raya

Karena Aku Mencintaimu, Raya
BAB 88 Keluarga Kecil Yang Bahagia


__ADS_3

Pukul 09.00 pagi Raya sudah bersiap berangkat jalan-jalan bersama Titania dan Hanum. Satu harian ini Raya berencana menebus janjinya kepada Hanum, ia akan menghabiskan waktunya untuk jalan-jalan di taman, kemudian megajak kedua anaknya ke mall untuk membelikan apa saja yang disukai oleh Titania dan Hanum. Sementara oleh-oleh yang dibeli oleh Raya di beberapa kota kemaren masih belum juga datang ke rumahnya.


Hari ini Hanum memakai outfit yang kasual, seperti biasa ia selalu terlihat lebih feminine dari pada kakaknya. Sementara Titania saat ini memakai atasan kaos pendek warna hitam di padukan dengan celana motif garis. Sebagai pemanis dia melengkapi dengan topi mode koboy. Simpel tapi keren, kelihatan feminism nya tapi juga terlihat maskulin.


Kali ini Raya memilih hijau army pada kemeja yang dikombinasikan dengan hijab dan loose pant berwarna cream. Perpaduan yang simpel, tapi bisa membuatnya terlihat stylish.


Mereka bertiga keluar dari rumah berjalan santai menuju ke taman, belum sampai ke tujuan terdengar panggilan yang langsung membuat jantung Raya berdetak keras.


“Hanum…” Si kecil Hanum yang dipanggil langsung menoleh ke arah suara. Pandangan matanya langsung berbinar cerah berbaur dengan malu-malu. Tampak Asisten Je berdiri di belakang mereka dengan menggunakan setelan olahraga lengkap yang menunjukkan perform seorang laki-laki tampan, jauh dari kata atasan dari performnya. Laki-laki itu tersenyum lembut pada Raya.


“Om ganteng…” Sapanya ceria.


“Mau jalan-jalan?” Tanya Asisten Je mendekati mereka.


“Iya, mama ajak aku dan kakakjalan-jalan, Om Ganteng mau ikut?” Tawar Hanum yang menggandeng tangan mamanya.


“Apa boleh?” Asisten Je bertanya sambil melihat ke arah Raya dan Titania. Raya hanya mengangguk pelan sementara Titania tidak merespon, malah melengos ke arah lain.


“Boleh kan mama?” Hanum mendongak memandang mamanya dan langsung tersenyum cerah ketika mamanya mengangguk.


“Ayo om” Hanum meraih sebelah tangan kanan Asisten Je sehingga saat ini ia berjalan di tengah-tengah antara Asisten Je dan Raya. Sudah seperti keluarga kecil pada umumnya.


“Hanum mau jalan sama kakak nggak?” Ajak Titania menoleh ke arah Hanum. Gadis kecil itu menggeleng cepat hingga kuncir rambutnya bergoyang-goyang membuat Titania melengos dan melangkah duluan menuju taman.

__ADS_1


Asisten Je dan Raya saling lirik. Suaminya itu menaikkan alisnya untuk menanyakan reaksi Titania tentang pembicaraan mereka semalam, Raya hanya mengangguk pelan.


“Hanum sama kakak ya, om akan mengawal dari belakang” Kata Asisten Je seraya mengelus kepala gadis kecil itu.


“Emmm, iya deh, yuk kak” Hanum melepas pegangannya pada kedua orang dewasa itu kemudian menggandeng tangan Titania.


Seharian mereka bermain di taman sudah selayaknya sebagai keluarga yang harmonis. Titania mulai bisa bersikap santai karena apapun yang di minta oleh Hanum dipenuhi semua oleh Asisten Je. Bahkan laki-laki itu memberikan perhatian penuh pada mereka, selayaknya seorang ayah yang sangat menyayangi dan melindungi keluarganya.


“Mau lanjut ke mall nggak?” Tanya Asisten Je.


Hanum memandang mamanya.


“Boleh ma?” Mata bening itu menatap dengan binar harap.


“Boleh, asal ndak minta yang aneh-aneh”


“Kakak ikut ya?” Asisten Je memandang gadis itu lembut. Ia mulai membiasakan memanggil dengan sebutan kakak.Titania mengangguk mengiyakan.


Asisten Je tersenyum, sebentar kemudian ia tampak menelpon seseorang. Dalam waktu 3 menit tampak sebuah mobil sudah berhenti di seberang taman, tampak seorang pemuda dan seorang gadis menghampiri mereka.


“Om Leon, Tante Lani, wah… kalian akan ikut ke mall juga?” SeruHanum antusias.


“Hai Hanum, bolehkah tante ikut?” Tanya balik Lani.

__ADS_1


“Boleh kok, ya kan ma?” Tanya Hanum menatap Raya.


“Iya boleh, Tante Lani kan bisa menemani adeknanti”


“Yeee…banyak teman main nih” Girang Hanum sambil melompat-lompat.


“Tuan, silahkan” Leon membukakan pintu mobil bagian belakang untuk tuannya dan keluarga kecilnya. Titania dan Hanum masuk duluan kemudian diikuti oleh Raya, terakhir sekali Asisten Je. Jadi posisi duduk mereka di mobil, Titania di tepi sebelah kanan, Hanum, Raya, kemudian Asisten Je di tepi sebelah kiri.


“Jalan Leon” Perintah Asisten Je.


“Baik Tuan”


“Om Leon emang tahu kita mau ke mall mana, main jawab baik aja” Kata Hanum sambil manyun.


“Tahu dong nona, kita akan ke trans mart”


“Namaku Hanum om bukan nona, Om Leon udah pikun ya” Raya tersenyum lucu mendengar pembicaraan anaknya.


“Iya,maaf Hanum”


“Itu baru benar, tante juga ya, jangan sampai lupa”


“Siap Hanum, tante bakalan selalu ingat”

__ADS_1


Hanum membuat tos tepukan tangan dengan Lani membuat mereka yang berada di dalam mobil tertawa, kecuali Asisten Je dan Titania. Mereka seakan sudah klop dengan sikap yang sama-sama dingin dan datar.


TBC


__ADS_2