
Titania dan rombongan tiba di bandara Soeta di sambut oleh sang daddy dengan beberapa pengawal yang mengiringi di belakangnya.
“Daddy” Seru Titania seraya menghambur ke pelukan laki-laki tampan dan gagah yang langsung merentangkan kedua tangannya. Teman-teman dan guru pembimbingnya hanya menatap aneh adegan itu.Karena yang mereka kenal Titania sosok gadis yang cuek dan dingin, berbeda dengan gadis yang ada di hadapan mereka saat ini.
“Bagaimana kabarmu sayang?” Tanya Ervin seraya mencium kening Titania. Itulah Titania, sosok gadis cuek dan dingin itu akan berubah menjadi manja ketika berada di dekat sosok daddynya.
“Tita baik-baik aja dad, mama dan adek juga baik”
“Alhamdulillah, kita langsung ke mansion ya, teman-temanmu biar menginap di sana juga” Kata Ervin seraya menatap teman-teman putrinya dan satu guru pembimbingnya yang masih tampak muda.
“Selamat siang Tuan, saya Dhani guru pembimbing Matematika putri Tuan dan teman-temannya” Pak Dhani mengulurkan tangan dengan sopan di sambut oleh Ervin dengan ramah.
“Baiklah, Pak Dhani juga bisa menginap di mansion, toh lokasi olimnya juga dekat kan dengan mansion saya”
“Baik Tuan terima kasih atas kemurahan hati Tuan” Ucap Pak Dhani tulus. Ervin mengangguk kemudian mengajak semuanya berlalu menuju ke tempat parkir dan meluncur ke mansion.
30 menit perjalanan mereka telah sampai di mansion di sambut oleh seorang wanita cantik nan lembut di depan pintu mansion. Wanita itu berlari ringan menghampiri putri suaminya itu dan langsung memeluknya erat.
“Sayang…mommy kangen banget deh, kamu sengaja buat mommy kangen berat yah dengan tidak pernah telepon mommy” Rajuk wanita itu masih dengan memeluk Titania. Gadis muda itu merasa terharu mommynya mau menerima kehadirannya yang merupakan putri dari suaminya dan mamanya.
“Iya maaf mom, Tita langsung sibuk belajar, kan sudah kelas 9 harus ekstra keras biar lulus” Kata gadis muda itu
tersenyum. Hanna mengurai pelukannya kemudian tersenyum.
“Ya sudah yuk masuk, oh ini teman-teman kamu dan ini…” Hanna menoleh mengamati beberapa anak seusian putrinya dan satu pemuda di belakangnya.
“Dia guru pembimbing mereka Bee, mereka akan menginap disini” Kata Ervin menengahi pembicaraan mereka seraya merengkuh bahu istrinya menunjukkan aura kepemilikannya kepada sekitarnya.
“Oh, silahkan Pak, anak-anak ayo masuk” Hanna menggandeng Titania sementara ia sendiri di peluk pinggangnya oleh suaminya posesif.
Menjelang sore…
“Dimana?” Tanya Titania datar. Walaupun terbentang jarak Titania selalu berkomunikasi dengan sahabatnya ini walaupun kadang hanya seminggu sekali.
“Huh, dimana lagi kalau gak di rumah, gabut gue Ta” Kesal Sabrina, sahabat akrab Titania di Jakarta.
“Ke rumah aja”
“Bege lo, gue belum liburan tau, maen ke rumah aja” Semprot Sabrina.
“Gue di rumah daddy” Kata Titania.
“Hah? Yang bener lo”
“Iya”
“Daddy Ervin?” Tanya Sabrina tak percaya.
“Sapa lagi oon??”
__ADS_1
“Oke deh 10 menit nyampe”
“Awas lo jan ngebut” Perintah Titania.
“Kan ada Kak Ryndal, tenang aja”
“Tetep aja”
Dan benar-benar 10 menit Sabrina dah nyampe mansion Ervin daddynya Titania, yang langsung di sambut oleh Titania, Amanda, dan Felix.
“Eh. Siapa mereka?”
“Temen se tim olim Matematika gue”
“Ah, sekolah kita jadi saingan kan? Bakalan kalah nih” Keluh Sabrina sendu.
“Belum tentu juga kali Bri” Sanggah Titania. “Oh ya, kenalin Sabrina, ini Amanda dan Felix” Mereka bertiga saling
berjabat tangan kemudian terlibat obrolan yang seru di teras, sampai Daddy Ervin yang baru pulang dari kantor datang menghampiri.
“Sayang, belum selesai diskusinya?” Tanya Ervin seraya mengelus kepala Titania sayang. Yang dia dengar tadi begitu mereka berempat kumpul yang di bicarakan tentang konsep matematika dan cara memecahkan rumusnya.
“Udah dad, ini lagi nyantai”
“Oooo, lho ada Sabrina?”
“Ya sudah diteruskan, daddy masuk dulu ya” Mereka berempat mengangguk.
“Ta daddy lo makin keren aja sih” Kata Sabrina sambil matanya masih terus memandang kepergian Ervin tanpa berkedip dengan kedua tangan menopang dagunya.
“Awww…sakit Ta” Rajuk Sabrina dengan mengelus belakang kepalanya yang mendapat pukulan dari buku yang dipegang Titania.
“Lo juga kali yang bege, ngapain pelototin daddy segitunya”
“Yee…cembokur yaaa” Ledek Sabrina.
“Gaje lo” Judes Titania. Sementara Amanda dan Felix hanya geleng-geleng kepala meyaksikan perdebatan mereka.
Waktu merambat semakin sore membuat kegiatan mereka harus berakhir dan Sabrina juga sudah dijemput oleh Ryndal kakaknya. Setelah membersihkan diri mereka, sekarang mereka berkumpul di meja makan dan menikmati hidangan makan malam yang terlihat lebih istimewa karena ada makanan kesukaan Titania. Kedua adik kembar laki-lakinya juga sudah berkumpul bersama mereka, keceriaan muncul di wajah mereka karena bisa bertemu lagi dengan saudaranya. Sepanjang malam mereka bercanda tak ada habisnya, kalau bukan karena di suruh tidur oleh mommy pasti mereka akan begadang sampai pagi.
Esok harinya pukul 07.00 Tita dan timnya serta Pak Dhani sudah berada di lokasi SMA faforit di Jakarta. Persiapan
mereka sudah sangat matang dalam mengikuti olimpiade, sehingga pada waktu babak penyisihan mereka dengan mudah melahap hampir semua pertanyaan juri dengan sangat mudah dan mereka lolos ke babak selanjutnya. Pada babak semifinal peserta yang diperhitungkan semakin mendebarkan karena pada tahap ini tim-tim harus bertarung dengan maksimal. Titania dan tim dengan perjuangan berhasil masuk ke babak final setelah mengalahkan 15 tim lainnya. Pada babak final esok hari mereka akan menghadapi tim yang berasal dari tim SMP Jakarta dan tim dari SMP Pekanbaru.
Hari yang ditunggupun datang juga, final olimpiade Matematika telah berlangsung, mulai ujian tulis sampai cerdas
tangkas mereka lalui tanpa di dampingi oleh guru pembimbing masing-masing. Mereka di masukkan dalam ruang berbeda untuk mengikuti final olimpiade Matematika, jadi dipastikan tidak akan ada intimidasi ataupun permainan dalam final tersebut. Setelah selesai dengan acara final mereka langsung pulang ke mansion dan beristirahat total.
“Tita nginap lagi yang lama ya, mommy masih kangen banget ini” Kata Hanna sambil memupuk tangan gadis itu.
__ADS_1
“Mama sudah telpon aja nih mom” Jawab Titania seraya memperlihatkan hpnya yang memang terdapat panggilan dari mamanya.
“Sini biar mommy yang bicara ya” Titania mengangguk kemudian menyerahkan hpnya. Ervin hanya geleng kepala
menyaksikan tingkah istrinya.
“Assalamu’alaikum Ra…Tita baek-baek aja di sini, oya boleh ya Tita nginep lagi, sehari aja deh…aku masih kangen Ra, boleh ya, alhamdulillah…iya Ra tenang saja Tita nggak akan kenapa-napa, aman deh…oke assalamu’alaikum” Hanna berbinar seraya tersenyum lebar.
“Tuh kan boleh sama mama” Kata Hanna dengan senyum kemenangan.
“Dad besok kamu harus kosongkan jadwal, kita ajak Tita dan anak-anak bermain sepuasnya” Perintah Hanna.
“As you wish my lady” Ervin merundukkan badannya ala prajurit yang disertai tawa semuanya.
“Ya sudah, gih istirahat dulu Ta, duo R, besok kita senangkan hari dengan bertamasya”
“Yeeee” Jawab duo R serempak. Reksi dan Raksa bergegas menuju ke kamar mereka diikuti oleh Titania.
.
.
“Daddy ayo cepet, semua sudah siap nih!” Teriak Reksi dari luar kamar orang tuanya. Laki-laki itu masih memakai
sepatu sportnya kemudian mengambil dompet dan hp.
“Siap, ayo” Ervin mengikuti langkah putranya yang bersemangat.
Mereka berangkat menggunakan dua mobil, Titania dan duo R bersama daddy dan mommy, sementara teman-teman Titania bersama Pak Dhani di mobil satunya dengan seorang sopir. Mereka langsung meluncur ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sebuah wisata keluarga yang menawarkan berbagai destinasi wisata yang lengkap. Terakhir mereka mengunjungi Sea World yang menjadi andalan wisata keluarga selanjutnya. Mereka menghabiskan waktu bersenang-senang seharian kemudian keluarga Ervin melanjutkan perjalanannya menuju ke rumah besar Rahmadi sementara teman-temannya dan Pak Dhani langsung di antar pulang ke mansion Ervin.
“Tita sayaaang, oma kangen banget” Oma Rima langsung memeluk Titania begitu melihat gadis remaja itu memasuki halaman mansion besar itu. Gadis remaja itu hanya bisa pasrah menjadi rebutan Oma Rima, Opa Robert, dan Om Jason, dan harus bersedia menjadi piala bergilir bagi ketiga orang itu.
“Sudah ayo masuk dulu, cucuku pasti capek sekali kan” Oma Rima menggandeng Titania dengan sayang menuju ke taman samping rumah sekalian menyuruh maid untuk menyiapkan minuman dan hidangan ringan.
“Sayang, kenapa jarang telepon hm, oma kan jadi kangen” Rengek Oma Rima membuat semua yang duduk di taman itu hanya geleng-geleng kepala.
“Biarkan Tita istirahat dulu mi, kita habis berkeliling ini tadi” Kata Ervin, “Biarkan ia menginap semalam di sini, nanti mami dan papi bisa sepuasnya kangennya sama Tita” Lanjutnya lagi membuat mata Oma Rima berbinar cerah, laki - laki di sebelahnya juga langsung sumringah.
“Are you seriously my girly?” Tanya Opa Robert tak percaya.
“Yes opa, oma, aku akan menginap di sini” Kata Titania seraya memeluk laki-laki bule itu.
“Ouh this is my girly” Peluk Opa Robert dengan sayang.
“Baiklah ayo Tita istirahat aja dulu, oma mau tidur sama cucu oma tersayang, jangan ganggu kami” Perintahnya seraya menunjuk ke beberapa orang di sekelilingnya dengan jari telunjuknya.
“Iyaaaa”
“Jangan khawatir Tita, besok quality time sama om yah” Kata Jason seraya mengacak rambut Titania. Gadis remaja itu hanya mengangguk pasrah dan mengikuti Oma Rima ke kamarnya.
__ADS_1