Karena Aku Mencintaimu, Raya

Karena Aku Mencintaimu, Raya
BAB 99 Mama akan memutuskan pernikahan siri itu


__ADS_3

Asisten Je menghentikan mobilnya tepat di depan halaman rumah Raya. Laki-laki itu mengambil jemari istrinya yang hendak turun dari mobil. Raya menoleh menaikkan sebelah alisnya.


“Malam ini di rumah ku aja ya?” Laki-laki itu mendesah lirih seraya mengecupi jemari istrinya.


“Geli sayang… mana Asisten Je yang galak, dingin, dan cuek itu” Seloroh Raya dengan senyum mengejek.


“Ayolah… aku kan hanya begini sama istriku, ya ya mau ya” Asisten Je semakin bertingkah manja. Ia tidak mau berpisah dan melepaskan istrinya malam ini.


Raya semakin bergidik mendapati tingkah suaminya.


“Tidak mau dan tidak bisa, Titania dan Hanum butuh diriku” Tegas Raya berusaha melepas genggaman suaminya. Namun laki-laki itu semakin mengeratkan genggamannya bahkan kepalanya sudah ia jatuhkan di bahu istrinya membuat wanita itu hanya bisa menggeleng.


“Jangan tunjukkan tingkah konyol mu di luar sana, dimana harga diri seorang Asisten Je jika mereka mengetahui tingkah mu ini”


“Aku hanya pada mu istriku sayang, berarti kita pulang ke rumah ku kan?” Asisten Je meluruskan tubuhnya siap untuk menjalankan mobilnya.


“Tidak, aku tidak ingin anak-anak berpikir macam-macam, sabarlah, aku akan berusaha meyakinkan mereka”


Asisten Je merengut kesal.


“Perasaan dari dulu janji mulu”


Raya terkikik mendapati ekspresi cemberut suaminya yang malah terlihat lucu dan menggemaskan. Di cubitnya pipi suaminya gemas.


“Sudah ah, aku turun dulu, beri aku waktu seminggu ini” Tubuh Ra menghadap suaminya dengan kedua tangannya memegang pipi suaminya sayang. Pandangannya melembut dengan senyuman manis di bibirnya.


Tanpa menyia-nyiakan kesempatan ini, Asisten Je memajukan wajahnya ******* bibir istrinya dengan lembut. Wanita itu ikut terhanyut dengan apa yang dilakukan suaminya, malah hal ini membuat ia merasa terbiasa, nyaman, dan nyandu.


Tangan Asisten Je menelusuri lekuk istrinya dengan lembut sementara bibirnya masih menyatu malah menimbulkan decapan yang menggelora.


Tok … Tok … Tok …


Spontan Raya mendorong tubuh Asisten Je cepat, di rapikannya pakaiannya. Jangan tanyakan bagaimana respon laki-laki itu. Keinginan yang sudah di ubun-ubun harus di potong dengan tidak hormat, ekspresi laki laki itu hanya menggeram tak rela.

__ADS_1


Di luar, tampak Titania berdiri di samping mobil tepat di pintu sebelah kiri, tempat Raya duduk. Wanita itu dengan gugup membuka jendela mobil. Tampak raut muka Titania yang datar, matanya memicing curiga ke arah mereka berdua.


Apakah Titania melihat adegan yang dilakukan di dalam mobil tadi? Semoga saja tidak. Asisten Je telah memasang seluruh kaca mobil dengan kaca riben yang tebal, jadi siapapun di luar mobil tidak akan melihat apapun yang terjadi di dalam mobil.


“Kakak…”


“Mama ngapain nggak segera turun” Potong Titania datar, Matanya menatap penuh permusuhan pada laki laki di sebelah mamanya. Raya tersenyum gugup, dalam hati ia mengumpati suaminya yang tidak bisa melihat kondisi dan situasi.


“I… iya, ini mama turun” Raya mengambil tas kemudian membuka pintu dan keluar, sejenak ia menoleh pada suaminya dengan pandangan mendelik.


“Selamat malam kakak…” Pamit Asisten Je kemudian melajukan mobilnya menuju ke rumahnya. Titania hanya mendengus kesal.


“Mama ada hubungan apa dengan atasan mama?” Tanya Titania saat mereka sudah memasuki rumah.


“Hubungan apa memangnya kakak?” Raya berusaha menutupi kegugupannya dengan tersenyum. Tangannya terulur untuk mengelus rambut putrinya sayang.


“Tita bukan anak kecil ma, Tita tahu ada sesuatu yang sengaja mama sembunyikan” Jelas Titania.


“Sayang, mama…”


Raya tersentak. Apa putrinya mengetahui apa yang mereka lakukan di dalam?


“Kakak, kami nggak melakukan…”


“Tita bukan anak kecil ma, Tita tahu suara-suara itu” Ketusnya marah. Ia hanya tidak ingin mamanya di rendahkan oleh seorang pria.


“Mama bisa jelasin, tapi kakak tidak boleh marah dan bisa bersikap dewasa” Kata Raya akhirnya. Ia tahu sudah tidak mungkin menyembunyikan pernikahan mereka pada putrinya. Ia tidak ingin putrinya itu berpikir macam-macam tentang mamanya, apalagi pasti pikiran buruk tentangnya sedang memenuhi kepala putrinya.


“Iya Tita bisa” Raya tersenyum lembut kemudian menggandeng lengan putrinya menuju kamarnya, nanti sajalah menengok Hanum ketika pembicaraan dari hati ke hati dengan Titania selesai. Putri kecilnya itu pasti sudah terlelap.


Ibu dan anak itu duduk berhadapan di atas ranjang Raya, wanita itu mengelus tangan putrinya sayang. Ia menceritakan semuanya dari awal, mulai dari perjalanan dinas yang mengharuskan sekamar sampai kepada permintaan Raya menikah siri karena takut berbuat dosa.


Titania hanya diam menyimak penjelasan mamanya tanpa berniat menyela.

__ADS_1


Raya juga menceritakan semua kegiatan selama perjalanan dinas, tentu selain apa yang mereka berdua lakukan. Sampai akhirnya mereka berdua berkomitmen untuk melanjutkan pernikahan siri itu menjadi pernikahan resmi secara agama dan negara.


Raya juga menceritakan tentang alergi Asisten Je terhadap semua sentuhan wanita, di ceritakannya juga kejadian yang membuat Asisten Je sampai masuk rumah sakit. Alergi itu tidak berlaku sama sekali dengannya dan kedua putrinya.


Raya menunggu persetujuan dari Titania dan Hanum untuk melanjutkan ke jenjang itu, sekarang ia tergantung bagaimana dengan restu kedua putrinya. Ia akan mengikuti semua keputusan kedua putrinya terutama Titania.


“Sekarang mama serahkan semua keputusan sama kakak, mama akan mengikuti apapun yang kakak putuskan” Raya mengakhiri penjelasannya dan menatap putrinya dengan sayang. Dia tidak mau berharap banyak, ia paham bagaimana sifat dan karakter kedua putrinya. Ia akan mengikuti semua keputusan putrinya, apapun itu.


“Kalau kakak nggak setuju?” Tantang Titania menguji mamanya.


“Mama akan memutuskan pernikahan siri itu” Jawab mamanya tegas tanpa ada keraguan.


“Mama tidak mencintai laki-laki itu?” Tanya Titania heran dengan jawaban mamanya yang tidak masuk akal baginya.


“Belum sampai sejauh itu, di hati mama masih sangat tersimpat erat Ayah Revian” Kata Raya berubah sendu.


“Mama tidak akan menyesal? Sepertinya laki-laki itu baik” Kata Titania lagi.


“Bagi mama, kalianlah kebahagiaan mama itu sudah cukup bagi mama” Raya membelai pipi Titania lembut.


Titania memandang mamanya tak percaya. Mamanya akan mengorbankan perasaannya demi anak-anaknya, padahal bisa saja mamanya memaksakan kehadiran ayah baru bagi mereka. Itulah yang membuat Titania kagum sama sosok mamanya yang mementingkan anak-anaknya tanpa memperdulikan bagaimana perasaannya sendiri.


Gadis itu tersenyum lembut, ia memeluk mamanya erat, ia Bahagia merasa di sayang oleh mamanya, dan ia bersyukur hadir sebagai putri dari wanita tangguh seperti mamanya.


“Jangan menunda ikatan resmi itu ma, Tita mau kok mempunyai ayah lagi” Kata Titania pelan, ia yakin laki-laki yang mencintai mamanya juga akan mencintai kedua anak mamanya.


Raya melepas pelukan putrinya namun masih memeluk bahunya, di tatapnya putrinya itu berusaha mencari kebohongan atau keterpaksaan. Raya menggeleng.


“Mama tidak mau memaksa…”


“Tita mau ma, adek pasti juga senang kalau Om itu jadi ayahnya” Titania mengangguk mengiyakan membuat air mata Raya reflek menetes ke pipinya.


“Mama berhak bahagia, kakak dan adek juga akan bahagia kalau mama bahagia”

__ADS_1


Raya memeluk putrinya, air matanya terus menetes tanpa henti, ia tidak pernah berharap putrinya menyetujui pernikahan sirinya itu. Sudah cukup ia merasakan kebahagiaan bersama Revian suaminya. Dulu pun ia sudah bertekad untuk tidak menikah lagi walaupun hal itu di tentang oleh seluruh keluarga besarnya, tapi ia hanya melanjutkan hidup sesuai alurnya saja.


TBC


__ADS_2