Karena Aku Mencintaimu, Raya

Karena Aku Mencintaimu, Raya
BAB 73 Enyah dari hadapanku!


__ADS_3

Setelah itu ia berbalik menuju keluar, namun pandangan matanya sempat melirik ke dinding sebelah pintu keluar, ada figura besar yang di pajang di sana dengan menampilkan foto keluarga yang tampak bahagia. Namun pandangannya langsung menajam dengan kepalan tangan yang sangat erat. Gurat wajahnya langsung suram.


Tanpa kata ia melangkah keluar dan kembali menuju hotel. Rasanya ia akan malas untuk menemui direktur itu.


Di dalam mobil Asisten Je terdiam dengan pandangan menerawang, Sammy yang melihat bossnya tiba-tiba diam juga merasa bingung. Ia ingin bertanya tapi takut mengusik keheningan yang ada.


Terdengar helaan nafas yang berat di belakang, “jangan ke hotel” Perintah suara dari belakang.


“Boss mau kemana?” Tanya Sammy.


“Terserah” Jawabnya datar, ia memejamkan mata menikmati keheningan.


Darman mengemudi mobil dengan kecepatan sedang, sementara Sammy mencari destinasi sekitar yang dirasa bisa meredam kegalauan bossnya. Ia menemukan sebuah Taman Siring yang berada di kawasan Wisata Siring. Kawasan Wisata Siring merupakan area wisata terintegrasi yang memiliki beberapa destinasi.


Pengunjung Taman Siring bisa bersantai sembari menikmati panorama Sungai Martapura dari tepinya. Adapula Patung Bekantan yang merupakan ikon Kalimantan Selatan. Patung Bekantan setinggi 6,5 meter tersebut berkulit cokelat dan putih berhidung mancung.


Pengunjung Taman Siring juga bisa menikmati ikon Kalimantan Selatan lainnya, yakni Pasar Terapung Siring. Lokasi kawasan Wisata Siring ini berada di Jalan Kapten Piere Tendean, Sungai Baru, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin.

__ADS_1


Sammy menunjukkan lokasi Taman Siring kepada Darman, laki-laki yang mengemudikan mobil itu mengangguk kemudian segera meluncur ke lokasi. 20 menit mereka sampai di lokasi, tanpa kata Asisten Je keluar mobil dan berjalan ke taman yang asri, ia mencari bangku panjang yang menghadap ke sungai Marthapura.


Ia duduk diam menikmati kesendirian. Ia memejamkan matanya, namun yang terlintas malah pigura besar di dinding ruangan direktur itu. Kenapa Asisten Je harus memikirkan pigura itu? Karena ternyata di dalam pigura itu terdapat sosok ibunya yang meninggalkannya, dirinya dengan pakaian tuxedo lengkap dan seorang bayi perempuan sekira 3 tahun dalam gendongan laki-laki di sebelah ibunya.


Ya laki-laki itu adalah suami ibunya yang sudah mengusir mereka dan ternyata ingatan asisten je sangat kuat walaupun saat itu usianya masih 5 tahun. Yang ia herankan, kenapa laki-laki itu memasang pigura yang sangat besar seakan-akan menunjukkan keharmonisan sebuah keluarga. Buulshit! sinisnya dalam hati. Laki-laki yang sudah mengusir dirinya dan ibunya, dan hari itu juga ibunya meninggalkannya di panti asuhan. Kebencian menguap begitu saja mengingat masa lalu yang pahit itu, memori terdalamnya menolak untuk melupakan kejadian itu. Peristiwa kelam itu membuat seorang anak kecil langsung menumbuhkan kebencian kepada seorang ayah dan ibunya. Walaupun laki-laki itu ternyata hanya ayah sambungnya.


“Nero, kaukah itu?” Sapa seorang wanita dari arah samping kanannya. Wanita itu mendekati Asisten Je, laki--laki itu terdiam kaku di tempat ia duduk.


“Nero…benar itu kau, senangnya bisa bertemu denganmu lagi, aku kangen honey” Wanita itu mendekat untuk ikut duduk di samping Asisten Je, namun Asisten Je langsung bangkit menghindar. Raut jijik langsung muncul di wajahnya mengingat bagaimana kelakuan wanita di hadapannya itu.


“Nero honey, aku merindukanmu” Kata wanita itu dengan suara mendayu.


“Nero, maafkan aku, sejak saat itu aku selalu mengingatmu dan mencarimu, aku merindukanmu honey” Daliya berusaha meraih lengan Asisten Je, tak disangka Sammy langsung menarik lengan Daliya untuk menjauh. Ia paham dengan alergi yang dialami oleh bossnya, makanya ia merasa sangat takjub ketika Raya berhasil menghilangkan alergi yang ada pada diri boss nya itu. Hingga kemanapun dan dimanapun ia akan selalu mendukung Raya bersama bossnya.


“Nona, jangan sembarangan menyentuh boss saya ya” Larang Sammy seraya mencengkram lengan Daliya. Wanita itu menepis tangan Sammy namun cengkeraman laki-laki itu sangat kuat, ia sampai meringis.


“Honey, beri aku kesempatan, tolong …”

__ADS_1


“Sammy”


“Siap boss” Sammy menjauhkan wanita itu dari Asisten Je waluapun harus meronta-ronta.


“Tidak honey, Nero, kau tahu aku sangat mencintaimu, Nero…aku tahu kamu juga mencintaiku, buktinya kamu masih sendiri sampai sekarang” Teriak Daliya membuat pengunjung yang kebetulan berada di dekat mereka menoleh dan menyaksikan kejadian itu.


Asisten Je tidak memperdulikan teriakan Daliya, ia berjalan menjauh bersama Darman kembali ke mobilnya, menunggu Sammy kembali kemudian meluncur ke hotel. Ia tidak ingin Raya istrinya cemas karena ia belum balik sampai sesiang ini.


Belum sampai di hotel, dering telpon terdengar, Asisten Je melihat layar hpnya. Terdapat nama Darren di sana.


“Bagus Yuwana sudah hadir di sini” Kata Darren singkat.


“Hmm” Asisten langsung mematikan sambungan telpon tanpa peduli umpatan yang mungkin keluar dari mulut pria itu.


“Kembali ke perusahaan” Titah Asisten Je.


“Baik Tuan” Darman mengangguk.

__ADS_1


Sampai di perusahaan Asisten Je langsung turun dan tanpa basa-basi menuju ke ruang direktur melalui lift khusus. Wajahnya datar dan dingin. Dia masuk ke dalam ruangan dan melihat laki-laki baya yang terlihat sudah tua sedang duduk di sofa dengan gelisah.


TBC


__ADS_2