Karena Aku Mencintaimu, Raya

Karena Aku Mencintaimu, Raya
BAB 102 Jaga pandangan Anda Tuan


__ADS_3

Assalamu'alaikum readers....


Hallo hallo, met ketemu lagi...


Maafin yah nggak up date soalnya lagi ada acara yang nggak bisa ditinggalkan...


Jadi... baru sekarang bisa up....


Pantengin yaaa


Kasih like, vote, hadiah, apa aja deh pokok e yang well-well deh, hehe....


Dah ah, yuk baca up ku di bawah ini .....


Alfonso memulai menyampaikan proposal yang dia bawa untuk proses kerjasama yang sempat gagal akibat ulah model mereka. Kini Alfonso yang menangani langsung kerjasama ini, ia turun tangan langsung tanpa melibatkan pihak ketiga di antara kerjasama itu.


Tak di sangka ia menemukan seorang wanita cantik yang menjadi partner kerjasamanya membuat moodnya langsung bangkit. Semula ia menolak karena yakin yang ditemui si asisten datar dan dingin itu.


Pembicaraan mereka memakan waktu kurang lebih dua jam dan mereka mengakhirinya dengan menyantap hidangan yang di sajikan oleh waiters.


Kesepakatan akhirnya di dapat oleh ketiga belah pihak, ketiganya menyetujui agenda kerjasama yang akan di lanjutkan dengan penandatangan berkas yang akan di susunnya nanti dan mereka akan melakukan penandantanganan MoU di kantor pusat.


Raya akan menghubungi Alfonso jika kelanjutan kerjasama ini di setujui oleh Tuan Muda Alvero tentu melalui kebijakan Asisten Je.


“Baiklah Tuan Alfonso, terima kasih atas kehadirannya, kami akan mendiskusikannya dengan Tuan Muda Alvero, kami akan menghubungi Anda dalam beberapa hari ke depan” Kata Raya mengakhiri perbincangan mereka. Kali ini tidak ada jabat tangan, Raya hanya menganggukkan kepala seraya menangkupkan kedua tangan di dada.

__ADS_1


“Baik Nona Raya, saya tunggu kabar dari Anda” Kata Alfonso ambigu yang membuat Lani langsung menatap tajam ke arah Alfonso sampai terdengar hembusan nafas kesal dari hidungnya. Lani seperti tidak merasa bersalah sedikitpun bahwa keberadaannya sudah membuat suasana tidak nyaman. Dia hanya tersenyum ketika Raya menatapnya dengan jengah. Baginya, perintah Asisten Je mutlak harus di kerjakan tanpa ada penolakan dan kesalahan.


Alfonso terus mengamati kepergian Raya dan yang lainnya dengan tatapan yang sulit diartikan, senyum tipis terbit di bibirnya tanpa menyadari pandangan yang menajam dari seorang laki-laki di seberang duduknya.


“Menarik” Smirknya dengan mengusap dagunya.


“Jaga pandangan Anda Tuan kalau Anda tidak ingin berakhir menderita” Tegur suara tajam di sebelahnya membuatnya langsung berjenggit kaget.


“Ah, maksudnya apa nih? Emang siapa dia, kenapa sebegitu pentingnya untuk di jaga? Apakah standar perusahaan memang akan menjaga sekretarisnya begitu ketat?” Tanya Alfonso yang terkesan meremehkan Leon.


“Anda tidak perlu tahu, yang pasti saya peringatkan Anda untuk tidak membuat hal yang menyebabkan kerugian besar bagi Anda dan perusahaan Anda” Ancam Leon tajam kemudian berlalu meninggalkan Alfonso.


“Hmmm, bukan Alfonso namanya kalau tidak bisa menaklukkan seorang wanita, apalagi hanya sekretaris” Dengusnya. Baginya sekretaris di manapun sama, saat diberi kemewahan dan kenikmatan duniawi pasti dia akan terlena, tidak perduli dia wanita suci sekalipun.


Raya sudah duduk di kursi penumpang belakang dengan raut muka kesal. Setelah perpisahan dengan Nitha dan Dio, dia selalu memasang wajah kesal. Tak percaya dengan kelakuan dua orang bodyguard yang di pasang suaminya, pergerakannya seolah dibatasi tanpa harus melanggar batasan yang memang sudah ditekankan oleh Asisten Je pada kedua bodyguard itu.


“Tuan Muda hanya meminta saya memastikan Anda beraktifitas seperti biasa dan kembali ke kantor pada waktunya” Jawab Lani sementara Leon hanya diam fokus menyetir dengan pandangan lurus ke depan.


“Apa dia memintamu melaporkan semua hal yang aku lakukan?”


“Tidak Nona”


“Raya Lani, apa kau lupa panggilanmu?”


“Maaf Nona, saya tidak berani berlaku tidak sopan”

__ADS_1


“Hah… bukannya Tuan Je tidak ada di sini?” Elak Raya.


Lani terdiam. Lani ingat pesan penting yang di sampaikan Tuan Je melalui Leon, dimana pun berada jangan lupa batasanmu. Singkat tapi mengandung makna perintah mutlak yang tidak boleh dilanggar.


Raya hanya bisa mendesah namun sedetik kemudian ia mendelik tak percaya.


“Apa di sini ada penyadap?” Tanyanya khawatir.


“Tidak ada Nona”


Raya menghela nafas lega.


“Kau tidak akan melaporkan aku bertemu dengan laki-laki di restoran tadi kan? Ada Nitha dan Dio juga di sana” Raya mengulangi pertanyaannya kembali seraya menekankan kepastiannya tentang keberadaannya.


“Saya akan menyampaikan kalau Tuan Muda menanyakannya, Nona”


“Itu sama saja kau memata-mataiku tahu!” Kesalnya seraya menyentak kursi yang di duduki Lani dengan kakinya. Lani sampai kaget dengan reaksi Raya, kuat sekali tendangannya sampai membuat tubuhnya agak terdorong ke depan. Lani menoleh ke arah Leon seolah memiliki pemikiran yang sama.


“Jangan katakan apapun tentang ada utusan laki-laki di kerjasama ini” Raya tidak ingin pengalaman selama perjalanan dinas kemaren akan terulang kembali. Posesif.


“Tapi, bukankah Nona akan menjawab juga kalau Tuan Muda nanti bertanya? Kalau jawaban saya tidak sama dengan jawaban Nona, pasti tahukan apa yang terjadi pada kami?” Jelas Lani menatap Raya dari kaca spion depan.


Raya mendengus keras, masih tidak terima dengan pengawalan yang menurutnya terlalu berlebihan ini. Ingatlah, dia bukan wanita lemah yang harus di jaga dan dilindungi setiap waktu. Ah, ia lupa bahwa Asisten Je tidak mengetahui seberapa kuat dirinya. Ingatkan dirinya nanti kalau berhadapan sama Asisten Je itu, maka ia akan menunjukkan keahliannya yang lain.


“Saya hanya harus memastikan bahwa apapun yang Anda lakukan tidak akan membuat Tuan Muda marah. Contohnya saat Anda bersalaman tadi, Tuan Muda pasti tidak suka kalau Anda di sentuh laki-laki lain, jadi sebelum itu terjadi saya melarang tuan tadi menyentuh Anda” Jelas Lani panjang lebar membuat Raya tidak mampu berkata apa-apa lagi.

__ADS_1


Raya membisu sepanjang perjalanan, memikirkan bagaimana caranya agar dirinya bisa leluasa dan bebas seperti dulu, tidak harus selalu dipantau 24 jam. Itu akan sangat melelahkan dan membosankan.


TBC


__ADS_2