Karena Aku Mencintaimu, Raya

Karena Aku Mencintaimu, Raya
BAB 89 di ruanganku sudah sangat banyak!


__ADS_3

Asisten Je membawa kedua putri sambungnya itu memasuki gerai alat tulis yang terlihat luas dan beraneka macam alat tulis tersedia di sana. Kenapa alat tulis? Karena Hanum di dalam mobil tadi mnenginginkan membeli pensil warna baru karena miliknya yang lama sudah banyak yang habis.


Hanum langsung menyeret tangan mamanya menuju rak-rak yang menyediakan pensil warna yang isinya sangat banyak dengan warna yang bermacam-macam. Biasanya dia hanya dibelikan pensil warna yang berjumlah 12 atau 24 saja dengan warna yang tidak ada pilihan beragam. Kali ini ia bisa melihat gradasi warna yang banyak dari satu box pensil warna yang jumlah ragam warnanya sampai 72. Matanya langsung berbinar cerah melihat aneka warna baru yang diinginkannya.


“Aku mau pensil warna yang itu boleh ya ma?” Hanum merayu Raya seraya menunjuk deretan pensil warna di etalase.


“Emang pensil warna adek sudah habis?”


Hanum mengangguk tapi kemudian menggeleng membuat Raya mengerutkan keningnya.


“Tapi… warnanya bagus ma, lihat itu, di rumah ndak ada warna yang seperti itu” Tunjuk Hanum pada pensil warna yang di tempatkan di etalase. Warnanya memang kekinian, Hanum sudah tak sabar ingin mengaplikasikan pensil warna itu di buku gambarnya.


“Ambil saja mana yang kalian suka” Kata Asisten Je menengahi perdebatan ibu dan anak itu.


“Beneran boleh om?” Raya menatap suaminya dengan gelengan tak setuju, bukan apa-apa, ia hanya tidak ingin merasa bahwa Raya memanfaatkan keberadaan suaminya.


“Tidak apa-apa” Asisten Je mengelus lengan Raya pelan sambil tersenyum. Wanita itu menghela nafas pelan.


“Boleh sayang, kakakjuga ada yang diinginkan?” Asisten Je menatap Titania yang terlihat ragu.


Titania menggeleng pelan, tapi pandangan matanya tertuju pada sebuah bolpoint berwarna hitam yang tampak bagus. Hanum memilih kotak pensil warna dengan gradasi warna sampai 72 warna. Dia pikir itu yang paling bagus.


“Hanya ini?” Tanya Asisten Je.


“Sudah cukup om, ini sudah banyak”

__ADS_1


Asisten Je mengangguk ragu, “Kakak gimana, ada yang ingin dibeli?” Tanyanya.


Titania menggeleng. Asisten Je hanya tersenyum, ia tahu gadis itu terus memandang ke arah bolpoint yang ada di etalase dengan bingkai kotak yang sangat bagus. Laki-laki itu menoleh ke arah Leon dan Leon pun paham segera bergerak untuk mengambil bolpoint yang diinginkan Titania.


“Adek masih ada yang kurang?” Hanum menggeleng merespon pertanyaan Asisten Je, “Di rumah udah banyak om” Asisten Je mengangguk.


“Kamu tidak beli apa-apa?” Asisten Je beralih pada Raya di sampingnya yang hanya menjadi pengamat dari tadi. Wanita itu memberengut kesal.


“Emang apa yang aku cari di toko alat tulis, di ruanganku sudah sangat banyak!” Ketusnya ringan membuat Asisten Je terkekeh gemas. Di cubitnya pipi istrinya.


“Ya sudah, sekarang kita ke tempat yang di inginkan mama, bagaimana?” Tawar Asisten Je.


Mereka semua mengangguk, Asisten Je menuju kasir untuk melakukan pembayaran, padahal bisa saja ia menyuruh Lani atau Leon, tapi kali ini ia ingin menjadi ayah siaga bagi kedua putrinya itu. Setelah membayar dan menerima paper bag berisi barang yang dibeli, mereka keluar toko mengikuti langkah Raya. Lani dan Leon tetap mengikuti keluarga kecil itu dari belakang.


Raya tersenyum puas melihat semua perlengkapan make up dan mandi yang ia tenteng di tangannya, kenapa puas? Karena ia sengaja memilih make up dengan merk termahal untuk menghabiskan saldo kartu suaminya. Namun ternyata usahanya sia-sia, suaminya itu malah tersenyum penuh kemenangan karena merasa ia telah memenuhi kewajibannya sebagai seorang suami dan ayah bagi keluarganya. Senyum Raya kembali luntur melihat reaksi Asisten Je.


“Kita makan dulu ya, dari tadi kalian asyik heeling saja” Ajak Asisten Je.


“Aku mau ayam krispi mayo sama yang banyak sosisnya” Seru Hanum girang, anak itu benar-benar tidak mau lepas dari makanan yang namanya sosis.


“Kakak mau makan apa?” Tanya Raya.


“Steak aja lengkap dengan kentang” Raya mengangguk.


“Kamu mau makan apa?” Tanya Asisten Je menatap Raya.

__ADS_1


“Chicken and scrambled egg saja” Asisten Je menganggukkemudian memerintahkan Leon dan Lani untuk memesan. Ia yakin di depan counter pasti akan terjadi desakan dan hal itu harus dihindari olehnya kalau tidak ingin terjadi hal yang tidak di inginkan.


Mereka berempat menikmati pesanan yang sudah datang dengan lahap di temani juga dengan es jeruk yang segar dan es krim vanilla khusus Hanum.Sementara Leon dan Lani juga menikmati pesanan mereka di meja bersebelahan dengan keluarga Raya.


Nada dering telepon menghentikan aktifitas Asisten Je, ia mengambil hp nya yang tergeletak di meja. Di lihatnya nama pemanggil.


Sammy is calling.


“Ya”


"Bos, ternyata bukan Bagus Yuwana pelakunya, ia memang benar di fitnah"


"Siapa pelaku nya?"


"GM PT. Diamond Jewerly yang tidak suka dengan kinerja Bagus yang selalu perfect dan hati-hati, dia juga iri karena Bagus terkenal dengan sosok pimpinan yang dermawan, dan dia pingin menggeser kedudukan direktur itu padanya"


"Hmmm, lanjutkan saja dulu, kalau sudah selesai kau segera kembali ke sini"


"Siap bos, tapi bos..."


"Apa lagi?"


"Bagus Yuwana meminta bertemu dengan mu bos"


"Bilang saja aku sibuk"Jawab Asisten Je datar

__ADS_1


"Siap bos" Asisten Je mematikan panggilan dan melanjutkan makannya dengan tenang, walaupun sebenarnya mood nya langsung hilang saat mendengar nama Bagus Yuwana.


TBC


__ADS_2