
Sampai di perusahaan Asisten Je langsung turun dan tanpa basa-basi menuju ke ruang direktur melalui lift khusus. Wajahnya datar dan dingin. Dia masuk ke dalam ruangan dan melihat laki-laki baya yang terlihat sudah tua sedang duduk di sofa dengan gelisah.
Asisten Je menerima laporan tentang pemeriksaan laporan keuangan pribadi direktur yang mengalami masalah, terdapat pencucian uang ke beberapa rekening dengan nama-nama yang berbeda serta penggelapan uang. Terbukti yang melakukan adalah direktur perusahaan yang saat ini sedang duduk gelisah di sofa. Pandangan Asisten Je menajam ke arah sosok itu, lebih kepada tatapan kebencian dan muak.
“Jebloskan ke penjara” Perintah Asisten Je dingin. Ia tidak ingin berurusan lebih lama di sana, ia bergegas kembali menuju hotel.
“Tuan…tolong dengar penjelasan saya dulu” Bagus berlari mendekat dan menghadang Asisten Je, “Saya tidak bersalah Tuan, saya di fitnah”
Wajah Asisten Je mengeras, tahu kalau boss nya tidak berkenan, Darman dan Sammy mencekal Bagus Yuwana untuk menghindar dan Asisten Je melangkah tanpa menghiraukan lagi keributan yang terjadi.
Bagus Yuwana tidak sadar bahwa Asisten Je adalah anak sambungnya yang ternyata selama ini terus ia cari keberadaan istri dan anak sambungnya itu.
Selama ini perceraian dengan istrinya tidak benar-benar terjadi karena tidak pernah ada surat resmi dari pengadilan, hanya lisan yang diucapkan suami karena emosi sesaat, setelah itu penyesalan yang ada dan berusaha menebusnya dengan mencari keberadaan istri dan anaknya. Apalagi anak gadisnya yang selalu menangis mencari ibunya.
Bagus tidak mempunyai istri lagi sejak kepergian istrinya, karena ternyata ia sangat mencintai istrinya, ia hidup hanya berdua dengan putri semata wayangnya yang dilahirkan dari rahim istrinya.
__ADS_1
Bagus sangat mengagungkan istrinya dan menyalahkan dirinya di depan putrinya, sehingga putrinya juga merasa merindukan ibunya dan kakaknya yang seperti hilang di telan bumi.
Kasus pencucian uang dan penggelapan ini, ia merasa ada orang yang tidak suka dengan kinerjanya selama ini. Ia merasa sudah melaksanakan semua tanggung jawabnya sesuai prosedur yang berlaku.
Namun, ia menyadari mungkin musibah ini merupakan karma baginya karena telah dengan tega mengusir istri dan anaknya yang tengah sakit. Dia tidak tahu apa anaknya tersebut tertolong atau tidak, karena golongan darah mereka yang berbeda langsung membuat Bagus marah dan tidak mau menerima alasan apapun.
Golongan darah yang dimilikinya adalah golongan darah B yang sangat umum, tapi dia tidak menyangka ketika akan mendonorkan darahnya, golongan darah anaknya adalah golongan darah A+. Golongan darah A+ adalah jenis yang paling mudah ditemukan dengan jumlah sekitar 27,42 persen dari populasi dunia. Namun begitu jenis golongan darah ini hanya dapat memberi transfusi ke A+ dan AB+, serta hanya menerima transfusi dari A+, A-, O+, dan O-.
Karena pengetahuan itulah Bagus akhirnya menolak putranya karena bukan anaknya. Jadi saat itu juga Bagus mengusir istri dan anaknya tersebut tanpa sempat di beri donor darah.
Asisten Je kembali ke hotel dan mendapati Raya yang sedang malas-malasan di sofa dengan tidur telentang dan kakinya sebelah kiri menjuntai ke bawah menyentuh lantai. Ia tidak sadar jika suaminya sudah berada di dalam kamar. Baru ketika terdengar bunyi ‘klik-klik’ ia terjingkat bangun dan mendapati Asisten Je yang memotret dirinya pake hp.
“Sayang, kok nggak kedengaran masuknya” Rajuknya cemberut. Asisten je tersenyum seraya mencubit pipi istrinya gemas. Melihatnya membuat semua masalah yang baru dihadapinya seakan lenyap menguap. Ia memeluk istrinya dan menciumi rambut istrinya yang sangat wangi.
“Kamu bosan?”
__ADS_1
“Iyalah, kamu tidak mengijinkanku keluar” Protesnya seraya mengelus dada suaminya membuat laki-laki itu menggeram pelan.
“Jangan memancingku sayang” Raya tertawa melihat suaminya gelisah, ia segera berlari menghindar ke dapur mini, menyiapkan secangkir kopi hitam pahit. Ia seperti melihat raut suaminya yang seperti menahan beban. Ia tidak akan menanyakan apa-apa, hanya ingin meredakan sedikit masalah itu dengan secangkir kopi. Biasanya manjur sih.
Asisten Je menerima kopi yang dibuat oleh istrinya, ia meminumnya sedikit-sedikit sampai habis setengah cangkir. Raya dengan sabar mengamati dan menunggu suaminya menikmati kopi racikannya sambil menopang dagu pada kedua tangannya, moment inilah yang membuat Asisten Je ketagihan dan laki-laki itu akan dengan betahnya dipandangi mata indah itu.
“Mandilah, sepertinya kamu butuh kesegaran air” Kata Raya menarik lengan suaminya. Ia menutup hidungnya pura-pura bau dengan tubuh suaminya.
“Masak aku bau sih?” Tanya Asisten Je seraya mengendus ketiaknya. Perasaan masih wangi deh.
“Iya, sudah sana mandi dulu, biar wangi nanti kalau diendus-endus” Raya tersenyum menggoda seraya menutup pintu kamar mandi.
“Kamu mulai nakal ya…sayang” Raya hanya tertawa.
“Hush…hush, sana mandi”
__ADS_1
TBC