Karena Aku Mencintaimu, Raya

Karena Aku Mencintaimu, Raya
BAB 51 Kedatangan Mendadak Asisten Je (REVISI)


__ADS_3

Pukul 07.30 Raya dan Asisten Je telah Bersiap di bandara, mereka dijemput oleh seorang laki-laki kekar tinggi besar yang ternyata bodyguard khusus Asisten Je Ketika bepergian jauh. Di sebelah laki-laki kekas itu juga tampak bersiap seorang laki-laki yang lebih kecil, terkesan feminim sih, karena gerakan tubuhnya yang seperti menahan kesal namun malah terlihat imut. Raya tersenyum lucu menyaksikannya.


Masuk ke dalam jet pribadi, tampak interior jet yang cantik dan elegant. Raya jadi mengingat masa sebelum menikah dulu, ia suka sekali traveling ke beberapa destinasi wisata di seluruh Indonesia, namun sejak ia menikah hobby itu langsung hilang, karena kedua suaminya tidak ada yang suka traveling.


Raya memasang sabuk pengaman, tak lama dua bodyguard juga masuk dan duduk dalam jet, serta ada dua orang pramugara yang melayani mereka.


“Jangan katakan aku satu-satunya wanita di jet ini Tuan” Kata Raya heran. Asisten Je mendesis kesal.


“Kamu lupa panggilanmu sayang?” Ingat Asisten Je menatap tajam Raya, wanita itu hanya meringis malu.


“Ya nona, kau adalah wanita di sarang penyamun” Sahut salah satu bodyguard feminim di belakang Raya. Bodyguard di sebelahnya menyenggol keras lengannya, temannya yang satu ini memang terlalu santai dan tidak ada takut-takutnya terhadap atasan mereka. Asisten Je hanya mendengus kesal tanpa memperdulikan ocehan bawahannya. Ia sengaja memakai jasa pramugara, karena pramugari selalu membuatnya marah, centil, genit, belum lagi kalau ada yang sengaja ingin menyentuhnya, pasti Asisten Je akan di buat repot dengan alergi kulitnya.


“Cabang yang pertama kita datangi adalah Surabaya, saham Tuan Muda Alvero di sana ada 57%, kita datang tanpa mengabari terlebih dahulu, bisa dibilang kita melakukan inspeksi mendadak” Papar Asisten Je panjang lebar yang malah membuat dua pasang mata melotot tak percaya. Bos mereka yang terkenal dengan bos cuek, irit bicara, tegas, kejam, malah berbicara dengan akrab dan panjang pada seorang wanita. Mereka memang belum diperkenalkan oleh atasan mereka dengan Raya, jadi mereka menganggap bahwa Raya sama dengan mereka, sama-sama bawahan Asisten Je.


“Walaupun cabang itu dekat, namun sudah 5 tahun belum di adakan audit lagi di sana, jadi…” Asisten Je menjeda  kalimatnya seraya menoleh ke arah dua bawahannya yang duduk di seberangnya.

__ADS_1


“Kalian berdua temani dan jaga istriku nanti selama mengaudit keuangan perusahaan, sedangkan aku akan rapat dengan dewan direksi. Bekerja keraslah, kuharap untuk cabang Surabaya bisa selesai dalam sehari” Perintah Asisten Je lagi. Kali ini dua pasang mata itu kembali melotot.


“Istri??” Tanya Sammy laki-laki gemulai itu tak percaya pada pendengarannya. Darman hanya bisa menyenggol lengan temannya dengan keras.


“Aduh…sakit Man” Erangnya.


“Aku lupa, dia istriku, jaga dan lindungi dia sama sepertiku” Tegas Asisten Je tanpa memandang kedua bawahannya. Mereka mengangguk tegas tanpa membantah lagi. Sementara Raya hanya bisa menghela nafas ringan, malas untuk berurusan masalah sepele itu.


Dalam waktu 30 menit, pesawat pribadi Asisten Je telah tiba di Bandara Djuanda, kemudian mereka segera menuju ke loby dimana sudah ada 4 bodyguard yang menunggu mereka untuk menjemput dan mengantar ke tempat tujuan.


Kedatangan mereka di sambut secara mendadak oleh seluruh jajaran pejabat dan karyawan, mereka berjajar  di  sepanjang teras sampai pintu masuk. Tanpa menunggu lama Asisten Je dan rombongan langsung menuju ke arah ruang rapat, sementara Raya di perintahkan untuk memeriksa bagian keuangan. Seperti yang diperintahkan Asisten Je, Raya di damping oleh Sammy dan Darman untuk membantu dan melindungi juga.


10 jam Raya berkutat dengan berkas keuangan yang disiapkan selama kurang lebih 5 tahun. Raya mengakui kinerja perusahaan cabang ini sangat bagus, walaupun tidak pernah ada audit selama 5 tahun laporan mereka tetap rapi dan lengkap. Jadi waktu 10 jam itu sudah cukup bagi Raya untuk menelitinya dengan benar dan cepat, karena selama pemeriksaan tidak terdapat sedikitpun penyelewengan dan penyalahgunaan. Perusahaan cabang  Surabaya bisa di acungi jempol dan mendapat apresiasi dari pusat.


Sementara di ruang rapat, semua pejabat juga mampu melaporkan kinerjanya dengan rapi membuat Asisten Je puas dan memastikan tidak perlu memeriksa terlalu lama. Prediksi mereka yang dua hari hanya di selesaikan dalam satu hari, sehingga mereka bisa langsung melanjutkan ke perusahaan cabang selanjutnya.

__ADS_1


Cabang Diamond Jewerly kedua yang di datangi adalah Madura. Kenapa Madura? Ternyata konsumen terbesar di Madura adalah wanita, baik anak-anak, muda, apalagi wanita yang sudah berumur. Di sini, perhiasan merupakan suatu yang berharga yang harus diperlihatkan secara nyata, karena dengan begitu maka mereka akan di anggap sebagai wanita sosialita tinggi.


Mereka ke Madura menggunakan dua mobil karena jarak yang dekat dan bisa ditempuh melalui jembatan Suramadu. Sama halnya dengan cabang Surabaya, kedatangan mereka juga dibuat mendadak tanpa  pemberitahuan lebih dahulu. Kedatangan mendadak Asisten Je di Madura diterima dengan tergopoh-gopoh oleh para pejabat. Mereka tidak menyangka akan mendapat kunjungan mendadak, biasanya kalau akan di adakan audit pasti sehari sebelumnya akan diberikan surat resmi.


Kali ini Asisten Je ingin datang secara mendadak dan memeriksa laporan secara alami tanpa bisa di rekayasa secara mendadak pula. Asisten Je mendengar bahwa cabang Madura juga merupakan cabang yang disiplin dalam pelaporan, tanpa adanya audit, pihak cabang mempunyai inisiatif sendiri melaporkan keuangan mereka secara rutin melalui email, jadi hari ini Asisten Je datang mendadak ingin melihat langsung apakah laporan yang selalu di kirim itu memang riel dan terorganisir.


Karena waktu sudah menunjukkan pukul 22.30 malam, Asisten Je memutuskan untuk memeriksa semua bagian keuangan dan administrasi yang lain mulai besok pagi, tapi semua bagian harus disiapkan malam ini juga dan di serahkan kepada Sammy dan Darman untuk dibawa ke hotel.


Sementara Sammy dan Darman menunggu berkas disiapkan, Asisten Je mengajak Raya untuk menuju ke hotel tempat mereka menginap yang sudah di reservasi ketika di Surabaya. Tempat hotel tempat mereka menginap juga dekat dengan perusahaan cabang, jadi tidak perlu bolak-balik terlalu jauh.


Esok harinya, mereka semua memeriksa administrasi dan keuangan tanpa mengalami kendala sedikitpun. Rumor yang menyebar memang terbukti benar, semua berkas yang teliti dengan kenyataan yang ada benar-benar riel, sama, dan sesuai dengan harapan. Asisten Je memberikan apresiasi kepada seluruh pejabat dan karyawan dengan memberikan bonus di akhir bulan yang membuat semua pejabat dan karyawan merasa senang. Waktu mereka di Madura pun sudah selesai dan sore itu juga mereka melanjutkan perjalanan ke kota berikutnya.


Maaf ya redaers, ada revisi sedikit nih, setelah di pikir-pikir, ingin menuntaskan dulu pemeriksaan yang terdekat baru ke lokasi yang terjauh....


TBC

__ADS_1


__ADS_2