Karena Aku Mencintaimu, Raya

Karena Aku Mencintaimu, Raya
BAB 108 Rarw…Miaw


__ADS_3

“Raya… iya benar kamu Raya kan sekretaris Nero?” Suara seseorang menghentikan aktifitas makan mereka. Raya menoleh melihat orang yang menegurnya.


“Daliya” Lirih Raya. Mantan tunangan Asisten Je yang batal menjadi brand ambassador kerjasama Diamond Jewerly dan Panada Diamond karena insiden pelukan paksa di restoran waktu itu. Karena insiden itu, pamor Daliya sedikit menurun karena berani memprovokasi seorang Asisten Je yang walaupun hanya sebagai nomor dua di perusahaan berlian itu tapi semua keputusan dan tanggung jawab lebih di bebankan pada bahunya sehingga di luaran ialah sebagai Singa perusahaan.


“Iya benar, ada apa ya?” Tanya Raya pura-pura lupa.


Daliya memandang sinis ke arah Raya seolah berusaha mengintimidasi dengan aura ketenarannya. Ia ditemani oleh dua orang gadis lainnya. Daliya mencari tahu tentang identitas sekretaris yang mengawal Asisten Je karena saat itu sepertinya sekretaris itu tampak istimewa bagi Asisten Je.


“Hai janda gatel… sepertinya hidupmu mewah sekali ya setelah di topang oleh Nero” Ejek Daliya dengan suara yang sengaja di keraskan.


“Jaga mulut Anda nona… jangan berani menghina teman kami” Bentak Teja menegur Daliya.


“Oh jadi janda gatel ini sudah memiliki pembela nih, jadi lelaki kok bodoh banget, paling-paling kau sudah merasakan nikmat tubuhnya ya, hahaha” Lagi-lagi Daliya menghina Raya dengan sadis. Dua teman Daliya ikutan tertawa seraya memandang Raya remeh.


Teja mengepalkan kedua tangannya dan berusaha maju untuk memberi pelajaran pada Wanita takt ahu diri itu. Raya menahan tangan Teja dan menggeleng.


Raya tersenyum simpul menanggapi hinaan itu, baginya hal ini terlalu sering dia terima saat menjadi istri dari Revian.


“Bagaimana kabarmu juga wanita penghibur atau pelakor? Sudah berapa laki-laki yang kau puaskan dengan tubuhmu?” Raya balik menghina Daliya dengan suara lembut.


“Kau! Berani sekali kau menghinaku!” Bentak Daliya seraya tangannya terangkat hendak menampar Raya namun gerakan Raya lebih gesit. Di tangkapnya tangan itu kemudian dipelintir ke belakang sehingga tubuh Daliya pun ikut tergerak ke belakang.


“Au…lepaskan, sakit bodoh!” Teriak Daliya kesakitan.


“Apakah begini sikap seorang model internasional yang sudah melanglang ke manca negara? Atau kamu ke luar negeri hanya dalam rangka menyenangkan mereka saja?” Tandas Raya semakin menyudutkan Daliya. Gadis itu masih berontak kesakitan.


“Jangan asal fitnah kamu ya, aku bisa laporkan kamu ke Nero kalau kau coba memfitnahku” Suaranya sudah bergetar karena menahan sakit dan kesal.


“Emang aku takut, paling juga kamu yang di usir” Raya mendorong Daliya hingga ia menimpa teman temannya, untung saja teman-temannya menangkap dengan cepat hingga ia tidak sampai jatuh.

__ADS_1


“Aku tunangan Nero, jangan jadi pelakor di antara kami ya” Serunya sombong dengan mengelus pergelangan tangannya yang terasa sakit. Tampak beberapa pengunjung yang hadir memandang ke arah Raya dengan pandangan mengintimidasi


“Hanya mantan saja bangga” Sindir Raya cuek.


“Apa maksudmu? Sebentar lagi kita akan kembali bertunangan, jadi jangan ganggu hubungan kami” Kata Daliya dengan nada yang angkuh bahkan dagunya naik ke atas dengan pandangan mencemooh. Lupa dia dengan cengkeraman Raya tadi, dia pikir Asisten Je pasti akan membelanya dari sekretaris ini.


“Hmm, seperti yang aku katakan tadi, kamu hanya mantan tunangan Jenero… berarti aku boleh dong berbangga diri” Sombong Raya juga.


“Maksudmu?”


“Aku istrinya” Suara mantab Raya membuat gadis itu membelalak tak percaya.


“Tidak mungkin, jangan bohong kamu” Teriaknya frustasi.


“Buat apa aku berbohong, tidak ada untungnya juga buatku dan perlu kamu ingat baik-baik… aku menang selangkah dari mu” Raya tersenyum mencemooh Daliya yang menahan marah tak percaya dengan ucapan Raya.


“Di sini sudah jelas siapa yang istri sah dan siapa yang pelakor, jadi jangan seenaknya kamu berteriak membenarkan dirimu. Sekarang pergilah sebelum suamiku datang untuk mengusirmu” Tegas Raya dengan pandangan tajam menusuk.


“Itu tidak mungkin!” Teriak Daliya masih berusaha mengelak, ia ingin kembali maju melukai Raya, namum…


“Hentikan!” Seru seseorang di belakang mereka.


Bersamaan dengan teriakan Daliya terdengar beberapa langkah kaki mendekati mereka. Mereka menoleh bersamaan dan melihat Asisten Je sedang berjalan mendekati mereka di ikuti oleh Lani dan Leon.


“Sayang, ada apa? Kenapa lama sekali?” Tanya Asisten Je seraya meraih pinggang Raya untuk merapat dan mencium pelipisnya lembut. Pandangannya hanya lurus pada satu pusat. Raya.


Daliya terbelalak menyaksikan adegan itu, tangannya terkepal kuat.


“Maaf… ada sedikit masalah, tapi sudah selesai kok” Sahut Raya tersenyum. Tampak semua yang menyaksikan adegan itu mematung tak percaya, asisten yang dirumorkan galak, garang, cuek, dingin, tidak suka di sentuh kini malah memeluk seorang wanita tanpa marah-marah, bahkan wanita itu dengan beraninya memeluk lengan asisten itu.

__ADS_1


“Nero sayang, kau tahu dia itu janda kan dan lagi katamu kamu tidak bisa di sentuh…” Daliya berusaha menghampiri Asisten Je tapi langkahnya langsung membeku ketika mendapat penolakan laki-laki itu berupa kibasan tangan untuk berhenti.


“Raya wanita terhormat tidak seperti mu, menurutmu aku tidak tahu bagaimana sepak terjangmu di luar negeri? Atau kamu lupa tentang kejadian 6 tahun lalu di apartemenku? Aku punya semua bukti videonya, kalau kamu inginkan aku bisa menyebarkannya ke media” Asisten Je menatap tajam Daliya dengan kilat kebencian dan jijik membuat gadis itu mundur beberapa langkah karena tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.


“Tidak, Nero… jangan…”


“Leon” Panggil Asisten Je, pemuda itu segera tanggap, ia mendekati Daliya dan teman-temannya untuk menyingkir dari mereka. Walaupun mendapat pemberontakan dari Daliya, Leon dan Lani dengan cara paksa membawa para wanita itu keluar dari restoran.


“Kamu sudah selesai kan dengan teman-temanmu?” Tanyanya lembut.


“Iya sudah, ini sudah mau pulang kok” Asisten Je menarik Raya dalam pelukannya dan membawanya keluar dari restoran, Raya menoleh tersenyum seraya melambai pada teman-temannya yang masih mematung tak percaya.


Raya menggenggam tangan kanan Asisten Je dan sedikit berjinjit untuk membisikkan sesuatu di telinga suaminya.


“Terima kasih…” Ucapnya pelan.


“Untuk?” Tanya Asisten Je seraya membuka pintu mobil belakang, Raya masuk dengan tersenyum diikuti oleh Asisten Je.


“Untuk menjaga harga diriku di depan Daliya”


“Kau tahu kan itu tak gratis, kau bisa membayarnya dengan servis supermu” Kata Asisten Je tersenyum menyeringai.


“Hah… dasar kau tetap aja Singa Galak” Gerutu Raya membuat Asisten Je tertawa.


“Rarw” Asisten Je menggeram dengan membuat kedua tangannya hendak menerkam Raya, membuat Raya yang hendak marah jadi tertawa lepas melihat raut muka suaminya yang lucu.


“Dan kau akan selalu menjadi Kucing Mungilku” Asisten Je mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya dan tanpa persiapan ia langsung mengeksekusi istrinya.


“Miaw” Jawab Raya manja yang di sambut dengan tawa berderai dua insan yang sedang di mabuk asmara itu.

__ADS_1


Untung saja mobil Asisten Je memiliki kaca tebal dan gelap sehingga tidak akan bisa di lihat dari luar, karena setelah adegan Singa dan Kucing itu adegan selanjutnya adalah pertunjukan 21+ yang harus kita sensor yaaa.


__ADS_2