
Rapat kembali dilanjutkan tanpa ada lagi ketegangan. Untuk mengusir kebosanan tanpa melakukan apa-apa, Raya mulai membuka hpnya. Aplikasi fb dibukanya dan ia berselancar riang di dalamnya tanpa peduli dengan suasana rapat. Sesekali ia tersenyum sambil men-scrool berbagai tampilan gambar. Namun…
“Sudah puas…?” Tanya Asisten Je kesal.
“Hei, kembalikan say….” Ucapan Raya terputus ketika menyadari suasana masih berada di ruang rapat. Ia langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan terkejut.
“Tidak!” Asisten Je meletakkan hp Raya di sebelahnya.
“Kembalikan sayang” Bisik Raya sangat pelan penuh tekanan seraya menggoyang lengan suaminya.
“Raya kita sedang rapat, kamu malah enak-enakan main hp. Sekarang duduk dan fokus” Titahnya tegas, namun ada senyum tipis di wajahnya melihat bibir istrinya mengerucut kesal.
Fokus peserta yang hadir rapat tidak percaya pada apa yang mereka lihat, terutama Aditya yang sudah meringis dalam hati melihat interaksi mesra mereka. Dalam pandangan mereka asisten yang terkenal dingin, tegas, tidak mau disentuh apalagi menyentuh, anti wanita. Tapi sepertinya kejadian di depan mereka seolah menepis semua rumor itu.
Raya berusaha meraih hp di sebelah tangan Asisten Je hingga aksi berebutan hp tidak terelakkan dari pandangan semua yang hadir rapat, kembali sepotong hati yang tersenyum kecut dengan irisan sakit di hatinya.
Asisten Je menyimpan hp Raya di kantong celananya, laki-laki itu tersenyum menyeringai menatap wajah Raya yang marah.
“Kembalikan hpku sayang…” Rengeknya tanpa sadar membuat semua yang hadir membelalak.
“Cium dulu…” Bisik Asisten Je mendekat ke telinga Raya membuat wanita itu tanpa sadar menggeplak lengan laki-laki itu.
“Wah…berani sekali wanita itu menyentuh bahkan memukul Asisten Je, apa ia tak sayang dengan nyawanya?” Bisik salah satu peserta rapat di seberang mereka.
__ADS_1
“Iya, kita saja diomel berjam-jam tak berani bersuara, eh dia baru datang malah berani memukul Asisten Je” Bisik direksi lainnya.
“Ssst, sudah, kau ingin diusir dari ruang rapat ini? Mending kalau di usir, kalau di depak dari perusahaan, baru mampus kau” Peringatan dari teman di sebelahnya, membuat mereka pun hanya bisa diam sambil memandang drama di depan mereka.
“Duduk, sebentar lagi kita selesai” Perintah Asisten Je pada Raya yang sudah memerah wajahnya karena marah. Wanita itu mendecak marah sambil menghentakkan kakinya keras.
“Aku butuh pelampiasan!” Gumamnya marah yang di dengar oleh Sammy.
“Tidak usah di lawan si boss mah Ray, kamu pasti kalah” Nasehat Sammy pelan.
Tak disangka, Raya melampiaskan kemarahannya pada Sammy dengan menggeplak dan mencubit lengan laki-laki gemulai itu dengan keras.
“Au..au..Ray sakit Ray, woi..kamu udah gila ya” Protes Sammy seraya mengusap lengannya dengan wajah meringis menahan sakit.
“Ampun bos…tolong tuan…” Teriak Sammy kesakitan seraya memegang kepalanya yang masih di jambak oleh Raya.
“Bwha ha ha ha” Tanpa sadar Asisten Je terbahak melihat penderitaan Sammy, sementara peserta rapat hanya bisa melongo dikejutkan dengan tawa berderai asisten itu yang sangat langka, hingga membuat beberapa wanita yang hadir terpesona tanpa berkedip. Hanya sebentar, wajah dingin itu kembali datar dan tak berekspresi seperti semula, seolah tidak pernah terjadi adegan tertawa terbahak Asisten Je.
Rapat dilanjutkan kembali tanpa ada adegan marah sehingga rapat segera selesai dengan nyaman. Walaupun aksi kedua orang di sebelahnya masih epic, satunya cemberut, satunya meringis menahan sakit.
Rapat akhirnya selesai dengan pencapaian dari anak cabang di Medan. Keempatnya kini sedang berada di dalam lift hotel. Nampak Raya yang masih cemberut dan Sammy yang masih meringis. Cubitan dan jambakan Raya bukan main-main, sungguhan oi, bahkan rambutnya Sammy ada beberapa yang rontok. Ia sempat menangisi rontoknya rambut yang ia rawat dengan sangat sayang.
Asisten Je memandang wajah Raya dengan tersenyum, menurutnya kemarahan Raya membuat wajahnya tampak seksi dan menggemaskan.
__ADS_1
Hp Raya yang dikantongi Asisten Je berbunyi, laki-laki itu mengeluarkannya dari kantongnya.
“Berikan padaku!” Ucap Raya, tapi Asisten Je malah mengangkatnya tanpa menghiraukan protes Raya.
“Hallo…” Asisten Je memulai menyapa.
“Kok hp mama ada di tangan anda, siapa anda?” Tanya suara perempuan, ralat, remaja terdengar di telinga Asisten Je membuat laki-laki itu menoleh kepada Raya.
“Hmm, ini Tita ya…” Raya melebarkan matanya berusaha meraih hpnya, tapi Asisten Je malah mengangkatnya tinggi-tinggi. Wanita itu mendelik tanpa berani mengeluarkan suara.
“Kamu siapa? Di mana mamaku?” Tajam suara di sana.
“Mamamu baik-baik saja” Jawab Asisten Je seraya tersenyum memandang Raya. Hiburan tersendiri baginya melihat wajah panik istrinya.
“Berikan padaku” Pinta Raya tanpa suara dengan menadahkan kedua tangannya. Wanita itu mendelik melihat suaminya memonyongkan mulutnya minta di cium. Telunjuknya mendorong wajah Aisten Je yang terlalu dekat dengan wajahnya.
“Jawab dulu pertanyaanku, siapa anda? Kenapa hp mama ada pada mu” Ketus suara di telinganya kembali terdengar.
“Ok, aku atasan mama mu, ada yang ingin aku sampaikan…” Raya merangsek maju dengan marah, reflek Sammy menghindar dan mendorong bosnya menghadap Raya. Kilat Raya mencium pipi laki-laki itu yang mematung seketika, secepat kilat pula hp sudah berpindah tangan.
“Sayang…” Sapa Raya tanpa menghiraukan suaminya yang mengelus pipinya sambil tersenyum.
Mereka keluar dari lift dan berjalan menuju kamar hotel, Sammy dan Darman masuk ke kamar yang lain.
__ADS_1
TBC