
Assalamu'alaikum readers...
Maaf yaaa, readers baru up, soalnya ibu mertua lagi sakit jadi harus fokus ngrumati hehe ....
Urusan audit di Madura selesai, rombongan Asisten Je langsung melanjutkan perjalanan menuju Bandung. Kali ini mereka menggunakan pesawat pribadi untuk mempercepat urusan mereka. Tak lama, pesawat mereka sampai di landasan khusus milik Tuan Alvero yang memang sengaja membangun landasan pesawat di Bandung, hal itu dilakukan karena keluarga besar Meili berasal dari Bandung, sehingga apabila mau berkunjung akan menjadi mudah.
Lagi dan lagi, kunjungan mereka lakukan dengan mendadak. Tiba di perusahaan cabang Diamond Jewerly, para pejabat penting sudah menunggu kedatangan rombongan Asisten Je dengan cemas. Pasalnya, dalam dua tahun terakhir ini mereka belum melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, di khawatirkan terjadi kecerobohan pada laporan dari bawahannya.
Dalam waktu singkat semua bagian disuruh mempersiapkan berkas yang diminta, kali ini Asisten Je ingin mereka yang mempresentasikan hasil pelaporan mereka bukan lagi rombongannya. Waktu demi waktu berjalan secara lambat bagi mereka, karena tiap bagian akan mendapatkan revisi yang banyak dari Asisten Je. Untung saja pelaporan dua tahun terakhir sudah di rancang sedemikian rupa oleh tim sekretaris sehingga pembenahan tidak terlalu banyak.
Menjelang pukul 22.00 semua berkas telah selesai di sidak, banyak pihak menghela nafas lega. Terbukti dari pemeriksaan tim dari Asisten Je langsung, tidak terdapat kecurangan dan penyelewengan, sehingga pemeriksaan segera di akhiri. Tanpa basa basi lagi Asisten Je memerintahkan untuk kembali melanjutkan perjalanan menuju cabang terjauh.
Medan.
Dalam hitungan jam jet sudah mendarat di Bandara Kualanamu. Darman dan Sammy memeriksa mobil mewah yang mereka sewa selama berada di Medan, ternyata Sammy juga sangat cekatan dan profesional dalam bekerja. Ada dua mobil yang mereka sewa, khusus yang di naiki Asisten Je dan Raya adalah mobil anti peluru, sementara satu mobil lainnya di isi oleh empat bodyguard lain yang sudah stand by sejak kedatangan mereka di Medan ini. Mereka bodyguard khusus yang di miliki oleh Asisten Je di luar pekerjaannya sebagai asisten, karena dia ternyata juga seorang CEO yang bergerak di bidang perhotelan dan resort wisata, tentu pesaingnya juga banyak.
Darman mempersilahkan Asisten Je dan Raya memasuki mobil, sementara Sammy duduk di depan bersama Darman sebagai drivernya. Iring-iringan dua mobil itu melaju membelah jalan Kota Medan yang padat, mereka langsung menuju ke lokasi pertama di Kantor PT. Diamond Jewerly cabang Medan. Di sana mereka akan bertemu langsung dengan beberapa audit dari investor yang bergabung dengan mereka, salah satunya Aditya. Kini, Asisten Je tenang saat berhadapan dengan laki-laki itu, karena ia tidak mungkin lagi untuk berusaha mendekati istrinya lagi. Sementara Darren dan Hansen asistennya dari PT. Nusa Permata akan menyusul di kota berikutnya.
5 menit sebelum sampai Sammy sudah menelepon direktur bahwa rombongan audit akan segera sampai. Begitu mendengar berita tersebut, langsung terjadi kehebohan di dalam kantor. Semua mempersiapkan diri menyambut kedatangan big boss mereka, bahkan sampai dewan direksi juga segera diharapkan berkumpul. Tidak tahu saja mereka, bahwa yang datang bukan Tuan Muda Alvero tapi Asisten Je yang ternyata pamornya lebih menakutkan dari pada Tuan Muda Alvero. Kenapa Sammy yang menelepon direktur? Karena ternyata Sammy juga merangkap sebagai asisten dari Asisten Je. Haha…asisten memiliki asisten. Hadew!!!
Mobil sudah sampai di pintu masuk, Darman membukakan pintu untuk Raya dan Asisten Je. Direktur dan para karyawan menyambut mereka dengan berbaris di sepanjang pintu masuk.
“Selamat datang Asisten Je…mengapa Anda tidak mengabari sebelumnya…ayo silahkan masuk” Direktur sangat terkejut ketika mengetahui yang datang adalah Asisten Je bukan Tuan Muda Alvero. Walaupun hanya asisten tapi pamor Asisten Je lebih kuat dari pada big boss mereka. Salah sedikit saja, imbasnya adalah pekerjaan mereka. Direktur sangat gugup mendapati wajah dingin Asisten Je, tanpa menjawab sapaan direktur tersebut Asisten Je langsung masuk tanpa basa-basi lagi diikuti Raya di belakangnya dan Sammy serta Darman yang mengiringi di belakang mereka berdua.
__ADS_1
Keempatnya memasuki kantor dengan langkah tegap dan elegan, semua mata menatap kepada Raya. Setelah sekian tahun baru kali ini mereka melihat ada rombongan wanita yang menemani Asisten Je. Yang mereka dengar, semua yang berhubungan dengan asisten arogan itu harus berjenis lelaki, tidak boleh satupun perempuan. Bahkan di rumorkan semua pekerja di rumahnya termasuk kokinya adalah laki-laki. Tidak ada yang tahu alasan pastinya, yang mereka pahami, asisten itu anti terhadap sentuhan.
Raya, Sammy, dan Darman langsung mengarah ke bagian keuangan sedangkan Asisten Je ke ruangan meeting untuk melaksanakan rapat direksi. Sebelum berpisah urusan, Asisten Je menyempatkan diri untuk meraih pinggang Raya membuat wanita itu melotot antara marah dan malu. Tanpa menghiraukan protes Raya, laki-laki itu mendekatkan wajahnya dan berbisik pelan, “jaga pandangan” kemudian mengecup pipinya sekilas dan berlalu dengan tersenyum. Semua mata yang memandang moment itu sungguh tak percaya, asisten yang terkenal arogan, sombong, dingin, bisa bersikap lembut dan apa tadi…kalian lihat kan? Dia tersenyum. Seorang Asisten Je tersenyum, itu suatu kejadian yang sangat langka.
.
.
Sudah jam 17.30, Asisten Je memutuskan untuk beristirahat sejenak dan akan memulai lagi jam 19.00. Asisten Je menelepon Sammy untuk membawa Raya keluar istirahat. Keempatnya melaju ke hotel setelah bertemu di lantai bawah dan diantarkan oleh direktur. Asisten Je sengaja mengambil hotel yang bersebelahan dengan Gedung PT. Diomond Jewerly, jadi mereka tidak akan repot untuk bolak-balik kantor hotel.
Asisten Je masuk ke kamar vvip, sesuai perjanjian mereka tinggal sekamar untuk menghilangkan rumor yang mengatakan Asisten Je gay atau tidak penyuka wanita.
“Tuan nanti aku tidur di mana?” Tanya Raya begitu melihat di kamar itu hanya ada satu bed ranjang yang super besar, bahkan muat untuk tidur 4 orang.
“Maksudku sa..yang, aku tidurnya di sofa aja ya” Pinta Raya agak terbata.
“Aku tak akan melakukan apapun padamu, lagipula body tertutup begitu, apa yang mau dilihat” Ketusnya, walaupun sempat ada desiran di hatinya mendengar panggilan tersebut.
“Pokoknya aku tetap tidur di sofa, titik” Sergah Raya gerah segera berlalu ke kamar mandi, terlebih dahulu membongkar koper untuk mengambil handuk dan seperangkat pakaian ganti.
“Terserah” Asisten Je duduk di sofa kembali membuka laptopnya dan menekuni pekerjaan yang sempat tertunda.
20 menit kemudian Raya keluar sudah dengan pakaian yang lengkap dan rapi, potongan blouse dan rok yang simpel namun terlihat trendy di tubuhnya.
__ADS_1
“Anda tidak mandi?” Raya mempersilahkan Asisten Je untuk bergantian mandi.
“Selesai mandi, kalau kamu masih memanggil tuan atau anda, awas saja…aku akan menghukummu” Kata Asisten Je dengan seringai smirk. Mau tidak mau Raya mengangguk namun dalam hatinya mendesis kesal.
Setelah mandi keduanya turun ke restoran, sebenarnya Raya lebih senang makan di kamar saja tapi ternyata Asisten Je pilih di restoran. Seperti sudah paham akan pikiran Asisten Je, Sammy dan Darman sudah siap menunggu di depan pintu kamar mereka.
“Lho…kalian kok di sini?” Tanya Raya heran.
“Hehe biasa Nyonya, insting bawahan” Jawab Sammy sambil kemayu membuat Raya hanya geleng-geleng kepala.
Keempatnya sampai di restoran, Raya dan Asisten Je hanya duduk berdua sementara Sammy dan Darman dengan beberapa orang lagi nampak berkumpul satu meja tak jauh dari mereka duduk.
Pesanan datang dengan sigap dan mereka menikmati makanannya dengan santai. Sekali-kali Raya menerima suapan dari laki-laki itu paksa dengan alasan agar sandiwara mereka sebagai pasangan kekasih benar-benar normal dan tidak akan ada siapaun wanita yang mendekati mereka. Terbukti, banyak pasang mata yang menatap ke arah mereka, ralat, tepatnya ke arah Asisten Je, terutama wanita-wanita mata genit. Namun begitu mereka melihat Asisten Je menyuap ke mulut Raya, pandangan mereka beralih dengan kecewa.
Selesai makan malam, Asisten Je dan rombongan Kembali ke PT. Diamond Jewerly untuk melanjutkan pemeriksaan mereka.
Jam 22.00 tepat…
Raya sudah berulang kali menguap, matanya pun sudah sesekali berair saking tak bisa diajak kompromi lagi. Asisten Je yang melihatnya menghentikan aktifitas mereka.
“Darman, antar Raya ke hotel dulu, nanti aku dan Sammy akan menyusul” Titahnya.
“Baik Tuan Muda, mari Nyonya” Ajak Darman sopan.
__ADS_1
“Terima kasih tu…sayang, aku duluan yaaa” Ucap Raya hampir lupa dengan panggilan ‘khusus’nya. Asisten Je hanya menggeram kesal.