Karena Aku Mencintaimu, Raya

Karena Aku Mencintaimu, Raya
BAB 56 Kau Harus Memuaskanku (Revisi: Ganti judul yaaa)


__ADS_3

Assalamu'alaikum readers....


Lanjut lagi ya up nya, aku usahakan setiap hari up, asalkan tidak ada kesibukan pasti akan langsung up...


Oke readers selamat membaca....


Jangan lupa dukungannya, like, koment, and voteeee yaaaa


Kilat Raya mencium pipi laki-laki itu yang mematung seketika, secepat kilat pula hp sudah berpindah tangan.


“Sayang…” Sapa Raya tanpa menghiraukan suaminya yang mengelus pipinya sambil tersenyum.


Mereka keluar dari lift dan berjalan menuju kamar hotel, Sammy dan Darman masuk ke kamar yang lain.


“Mama habis dari mana? Kenapa hp nya di pegang sama orang lain?” Protes Titania kesal.


“Sayang, nggak boleh marah ah, mama beli camilan barusan”


“Mama nggak sekamar kan?” Tanya putrinya curiga.


“Ng...nggaklah, mama ini di lobbi…” Raya mendelik pada suaminya yang masih senyum-senyum.


“Hmm, Hanum marah-marah nih ma, minta telpon terus”


“Sini, berikan sama putri mama itu”


“Hiks…hiks…mama bohong, katanya telpon tiap pagi, siang, sore, malam, tapi ini…” Rengek suara manja putri kecilnya.


Raya menghela nafas menyesal melupakan janjinya.


“Iya sayang, maafin mama ya, waktu mama benar-benar mepet, biar urusan segera selesai dan mama bisa cepat ketemu princess lagi” Hibur Raya dengan memanggil gadis kecilnya itu princes, pertanda bahwa ia merasa bersalah dan sangat menyesal. Ia duduk di sofa sambil melepas sepatu high hillnya. Matanya melotot menatap Asisten Je yang tiba-tiba memijit kakinya perlahan. Raya hendak protes dengan menarik kakinya, tapi genggaman  kuat tangan kiri suaminya dengan telunjuk kanan yang menempel di bibirnya membuat ia diam kaku. Perlahan ia merasa rileks dengan pijatan lembut suaminya.


“Mama masih lama ya?” Rengeknya lagi.


“Sabar ya sayang, mama beliin oleh-oleh yang banyak nanti ya?”

__ADS_1


“Janji lagi? Nanti lupa”


“Nggak dong sayang, untuk princess mama nggak akan lupa”


“Asyik, yang banyak mama, macem-macem”


“Siap princess, sekarang bobok dulu ya, udah malam kan?”


“Iya, met bobok mama, dadah muah, sayang mama”


“Sayang banyak-banyak untuk princess dan Kakak Tita…” Raya mengakhiri panggilan dengan salam kemudian  mematikan hpnya.


Ia menghindar dari pijatan lebih lama, bisa-bisa ia terlena, bisa ba ha ya.


“Maaf sayang, aku ke kamar mandi dulu ya” Pamit Raya seraya berdiri cepat dan setengah berlari masuk ke kamar mandi.


20 menit kemudian bergantian Asisten Je yang berada di dalam kamar mandi. Raya menyelinap keluar sementara suaminya berada di kamar mandi. Ia mengetuk pintu kamar Sammy.


“Ya?” Pintu terbuka menampakkan wajah Sammy yang sudah seperti bantal, terkejut dan reflek mundur.


“Huh, kamu bar-bar sekali Ray, aku sampai kesakitan ini” Keluh Sammy cemberut.


“Iya-iya, di maafin nggak?” Sammy tersenyum smirk.


“Di maafin…asal ada syaratnya…” Laki-laki yang diperkirakan berusia 25 tahunan itu mengedipkan matanya.


“Apa?!” Raya mendelik curiga.


“Minta pada tuan bos untuk keliling Medan”


“Mana bisa?”


“Ayolah Ray, dari dulu aku tuh pingin tahu Kota Medan dari dekat, ya..ya..ya..” Mata Sammy berkedip-kedip lucu. Raya menghembuskan nafas panjang, pasrah.


“Okelah, tunggu sebentar”

__ADS_1


“Yess” Kedua tangan Sammy mengepal ke udara dengan binar di matanya.


Raya memasuki kamarnya dan melihat Asisten Je sudah siap dengan pakaian rapi. Laki-laki itu sedang memasukkan barang ke kopernya.


“Dari mana saja kamu? Bukannya menyiapkan baju suami…” Omel Asisten Je.


“Aku ke kamar Sammy…”


“Apa!” Asisten Je terjingkat kaget spontan berdiri.


“Eh, hanya minta maaf, nggak masuk kok” Bela Raya sama kagetnya dengan respon suaminya, “lagian itu kan gara -gara ulahmu yang nyimpen hp ku” Lanjutnya dengan mencebikkan bibir kesal, tanpa sadar sudah menggunakan bahasa santai aku-kamu.


Asisten Je hanya menggeleng pasrah.


“Sudahlah, sekarang bersiaplah, malam ini kita berangkat ke kota berikutnya” Titahnya.


“Apa? Aku bahkan belum mengenal Medan masak sudah harus pergi saja sih” Protes Raya. Ia harus bisa meluluhkan Asisten Je untuk bisa mendapat maaf dari Sammy.


“Kita ini bekerja bukan liburan, enak sekali kamu mau jalan-jalan, pekerjaan kita baru saja mulai, dan masih banyak  di beberapa kota lainnya” Omel laki-laki itu panjang kali lebar.


“Lagian kamu pingin cepat selesai dan pulang kan?” Kata Asisten Je lagi memicingkan matanya.


“Iya…tapi aku sudah janji sama Hanum untuk membelikan oleh-oleh di tiap kota yang kita singgahi” Rayunya dengan menggunakan nama anaknya. Tapi memang iyakan, Hanum minta oleh banyak-banyak dan macam- macam.


Asisten Je terdiam seraya tangannya mengelus dagu, tampak berpikir. Sejenak kemudian seringai muncul di bibirnya.


“Boleh saja, tapi… tidak ada yang gratis” Ucapnya sambil tersenyum licik, wanita di depannya hanya memutar bola  mata malas. Tidak Sammy tidak suaminya, semua selalu ada maunya.


“Huh, iya cepat katakan!” Ketus Raya akhirnya. Laki-laki itu tersenyum lebar.


“Malam ini kau harus memuaskanku” Kata Asisten Je santai sambil duduk bertumpang kaki di sofa. Raya mendelik tak terima. Ia sudah masuk dalam jebakan pria licik itu.


“Kau memang atasan yang licik” Marahnya.


“Tidak sayang, aku bukan atasan yang licik, aku atasan yang pandai membaca peluang. Bagaimana? Waktumu 5 detik untuk menjawabnya” Asisten Je mengamati jam tangannya seraya menghitung dengan mulutnya.

__ADS_1


TBC


__ADS_2