Karena Aku Mencintaimu, Raya

Karena Aku Mencintaimu, Raya
BAB 64 Aturan Dalam Novel, Author Adalah Penguasanya


__ADS_3

Rombongan berangkat setelah menunggu Asisten Je dan Raya selesai sarapan. Begitu tiba di kantor PT. Diamond Jewerly, berpuluh karyawan berbaris menyambut kedatangan mereka dalam keadaan menundukkan kepala tak ada yang berani mendongak satu kepalapun, segenap jajaran direksi juga hadir. Dengan gaya khas nya, wajah datar, dingin tak tersentuh, pandangan tajam menusuk. Sepanjang perjalanan menuju ruang meeting, matanya tak lepas dari tiap ruangan yang dilaluinya.


Kali ini Asisten Je memerintahkan Sammy memeriksa keuangan bersama Darren dan Hansen, Aditya dan Andre memeriksa bagian produksi dan pemasaran, sementara Raya ikut mendampinginya melakukan rapat direksi. Sengaja Asisten Je menetapkan pengaturan tersebut agar tidak ada kesempatan bagi pria-pria itu mendekati istrinya.


Rapat dilakukan sampai sore hari, istirahat hanya digunakan untuk sholat dan makan. Selesai rapat keduanya menyusul Sammy dan lainnya ke departemen keuangan untuk mengecek hasil audit tim Sammy. Keduanya ikut bergabung di dalamnya karena ternyata pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh.


Sudah jam 10.30 malam, mata Raya tidak bisa diajak kompromi lagi, tanpa ijin lagi, wanita itu tidur di sofa. Asisten Je yang mengetahui istrinya kelelahan dan tertidur, meminta Sammy untuk mencarikan selimut. Apa yang dilakukan Asisten Je tidak pernah lepas dari pandangan 2 pasang mata yang menatap dengan iri. Kenapa bukan mereka yang melakukan semua itu pada Raya. Mereka sama-sama berucap dalam batin. Bahkan Darren sampai tidak percaya melihat kedekatan Raya dengan Asisten Je, yang ia tahu Ervin sangat protectif dan posesif terhadap istrinya. Sampai sekarang yang ia dengar dari bawahannya adalah berita keposesifan Ervin kepada istrinya. Ia memang tidak mengetahui perceraian Raya dan Ervin, jadi di dalam pikirannya sampai saat ini Raya masih menjadi istri Ervin.


Mereka kembali meneruskan pekerjaan mereka sampai jam 1 malam.


“Boss sudah jam 1 malam, sambung besok aja lagi” Ucap Sammy sambil menguap. Asisten Je memandang 4 pria yang lain yang tampak sama-sama kelelahan.


“Baiklah, kira-kira besok bisa selesai nggak?” Tanyanya.


“Gak bisa deh boss, ini aja baru setengahnya, belum memeriksa laporan yang lain” Jawab Sammy diangguki oleh semua yang hadir.


Asisten Je mengangkat tubuh istrinya sampai ke mobil dan langsung menuju hotel, sesampainya di kamar Asisten Je membaringkan istrinya di ranjang kemudian dia melepas pakaiannya menyisakan boxer dan menyusul Raya menuju alam mimpi. Kelelahan membuat keduanya tidak ada kesempatan untuk sekedar bertatap muka atau berciuman.


Hari kedua lagi-lagi berlalu dengan sangat melelahkan, semuanya memfokuskan pada laporan keuangan tiap tahunnya. Mereka kembali bekerja sampai malam. Raya bahkan tidak sempat menelpon anak-anaknya hanya sekedar untuk menyapa ‘hallo’. Kesibukan di Kota Balikpapan benar-benar menguras pikiran dan tenaga mereka  semuanya.


Hari ketiga Asisten Je hanya memberi waktu bekerja Raya hanya sampai jam 12.00 siang, setelah itu ia memerintahkan Darman dan 4 orang pengawal lainnya mengawal Raya untuk mencari oleh-oleh bagi orang rumah. Tidak ada kesempatan untuk yang lain menemani Raya, karena Asisten Je menugaskan semua laki-laki bekerja seperti romusha. Enak saja kalau ada satu saja yang nganggur, bisa-bisa mereka memanfaatkan moment itu untuk mendekati istrinya.

__ADS_1


(Author: hmm, ternyata kamu seorang asisten yang licik ya…)


(Asisten Je: Sudah ku katakan sejak awal bahwa aku bukan licik, tapi aku memanfaatkan peluang yang ada. Sinis.)


(Author: Hais, jangan macam-macam Je, nasibmu ada di tanganku! Pandangan tajam menusuk menirukan tatapan Asisten Je.)


(Asisten Je memutar bola mata malas: iyain ajalah, aturan dalam novel, author adalah penguasanya)


(Author: itu tahu! Tertawa penuh kemenangan)


(Asisten Je: !!!!)


“Pak Darman, tolong nanti bapak yang bayarin ya” Kata Raya seraya menyerahkan gepokan uang ke tangan Darman.


“Banyak amat nona?” Darman kaget memegang uang sebanyak itu.


“Tahu tuh, katanya di sini alat pembayarannya cash” Sahut Raya angkat bahu.


“Baik nona”


Sampai di tempat yang dituju yaitu ‘pasar wisata pasar bawah’

__ADS_1


(Author: Belajar sejarah pasar bawah dulu ya gaess)


 Pasar Bawah adalah sebuah pasar tradisional yang paling tua yang ada di Pekanbaru. Berdasarkan sejarah yang ada, pasar ini diperkirakan berdiri semenjak tahun 1700-an. Meskipun demikian, Pasar Bawah memiliki popularitas tinggi dikalangan masyarakat. Sehingga pemerintah provinsi setempat menjadikannya pasar wisata.


Pasar tradisional ini dirancang oleh seorang Raja atau Sultan ke-4 dari kerajaan Siak Sri Indrapura. Raja tersebut bernama Sultan Abdul Jalil Alamudin Syah. Kerajaan tersebut berada di daerah Senapelan, yakni nama lawas dari Kota Pekanbaru. Sehingga Saat berkunjung ke tempat ini, suasana tradisionalnya pun sangat terasa.


Meskipun nama pasar wisata ini adalah Pasar Bawah, bukan berarti letaknya ada di bawah tanah. Nama pasar ini berasal dari letak geografis pasar wisata ini. Letaknya yaitu di tepi Sungai Siak, yang mana tepi sungai ini letaknya lebih rendah dibandingkan dengan daerah yang lain. Sebab itulah pasar ini dinamakan Pasar Bawah.


Pasar merupakan tempat terjadinya transaksi jual beli. Hal ini pun berlaku di pasar unik ini. Sehingga Anda tak perlu membayar tiket masuk saat berwisata di tempat ini. Anda hanya perlu membawa uang yang cukup untuk membeli di pasar wisata ini. Sebab pasar ini menjual berbagai macam hal, baik kebutuhan primer maupun sekunder.


Pasar Bawah ini memiliki empat lantai. Lantai pertama menjual aneka kuliner dari berbagi macam rasa. Kuliner tersebut antara lain seperti dodol durian, lempok durian, ikan salai baung, ikan asin, dan aneka hasil tangkapan laut lainnya.


Di lantai dua ada aneka aksesoris yang cocok untuk dijadikan cinderamata. Aksesoris tersebut seperti gelang, kalung, cincin, bross, dompet, guci, dll. Selain itu, bagi Anda yang akan menikah, tempat ini juga menyediakan souvenir pernikahan yang cantik-cantik loh.


Adapun macam-macam konveksi dan keramik yang juga dijual di lantai dua ini. Ada pula aneka makanan kemasan yang diimpor dari luar negeri seperti coklat khas Singapura dan Malaysia.


Sedangkan di lantai ketiga menyediakan aneka tas dan sepatu yang cukup fashionable. Cocok bagi Anda yang suka memadukan ootd (outfit of the day). Dalam hal ini ilmu negosiasi alias tawar menawar sangat diperlukan ya.


Lantai terakhir, yakni lantai empat menyediakan aneka pakaian dan alat elektronik. Diantaranya yaitu velg mobil, songket, bantal, sarung, gorden, dll.


TBC

__ADS_1


__ADS_2