Karena Aku Mencintaimu, Raya

Karena Aku Mencintaimu, Raya
BAB 5 Mencari Pekerjaan (2)


__ADS_3

Tut


Tut


Tut


Pada dering ketiga nada dering


tersambung.


“Hallo…dengan Malik, ada yang bisa saya


bantu?” Suara khas Jawa terdengar ramah.


“Hallo Pak Malik…ini dengan Raya yang


kemaren naik taksinya Pak Malik, bapak masih ingat kan?” Sahut Raya senang.


“Oh, iya saya ingat Neng, bapak ini


kalau sama cewek cantik susah lupanya hahaha” Canda Pak Malik membuat Raya juga


tertawa.


“Bapak bisa aja, gini pak, Raya hari


ini mau carter taksi bapak bisa nggak?”


“Bisa banget neng…neng mau kemana hari


ini?”


“Saya mau ke toko elektronik pak, mau


beli kulkas sama mesin cuci, bapak bisa antar sampai selesai kan?” Pinta Raya.


“Ok neng, siap saya mah”


“Baik pak, saya tunggu jam 09.00 ya


pak, terima kasih”


“Siap neng!”


Selesai menelfon Pak Malik Raya


bergegas mempersiapkan diri dengan mengganti bajunya yang lebih simpel dengan


atasan coklat muda dan bawahan celana lebar warna salem serta hijab warna


senada dengan atasannya. Dia keluar dari kamarnya dengan mencangklong tas yang


senada dengan celana bawahannya. Ia mencari keberadaan Bu Nanik dan Hanum yang


ternyata berada di ruang tengah.


“Bu Nanik, Raya berangkat dulu ya,


mohon maaf kalau hari ini harus merepotkan ibu”


“Iya Nak Raya, tenang saja, Hanum aman


sama ibu”


“Iya, bu, terima kasih…Hanum, mama


berangkat dulu ya, baik-baik sama Eyang ya, jangan nakal…”


“Iya mama, cip” Sahut Hanum mengangkat


jempolnya seraya berkedip-kedip matanya. Raya tersenyum mengelus kepala


putrinya kemudian mencium kedua pipinya.


“Assalamu’alaikum”


“Wa’alaikumussalam/Ikumcalam mama”


Jawab dua perempuan beda generasi itu.

__ADS_1


Raya melangkah keluar menuju ruang tamu


kemudian membuka pintu, terlihat taksi Pak Malik telah menunggu di depan rumah.


“Mau kemana ini neng cari kulkas sama


mesin cucinya?” Tanya Pak Malik begitu Raya sudah masuk ke dalam taksi.


“Bapak tahu toko elektronik yang bagus


pak?”


“Tahu neng, biasanya pelanggan saya


minta di antar ke toko Santoso Elektronik, di situ lengkap dan harga


terjangkau, kualitas terjamin neng, T O P B G T deh neng” Jelas Pak Malik


seraya mengeja TOP BGT dengan jenaka. Raya tertawa lucu.


“Bapak bisa aja, ya deh pak, bawa saya


ke sana ya”


“Siap neng” Pak Malik menjalankan


mobilnya dengan kecepatan sedang.


“O iya neng ini mau yang di Blimbing


atau di Klenteng neng?”


“Waduh…kalau masalah itu terserah bapak


aja deh, saya baru satu minggu di sini pak”


“Oooo beres neng, kita yang di Blimbing


aja ya neng lebih lengkap”


“Siap pak” Raya menirukan gaya Pak


“O ya neng, emang eneng pindahan dari


mana?”


“Saya dari Jakarta pak”


“Wah…kota besar ya neng, kalau boleh


tahu kenapa pindah neng, terus sepertinya neng hanya bertiga dengan putrinya


ya”


“Iya pak, ini mau cari suasana baru,


suami saya meninggal setahun yang lalu dan bayang-bayangnya tidak bisa hilang


bahkan membuat semangat saya terus down pak, jadi saya mengajak kedua putri


saya untuk pindah sejauh mungkin”


“Waduh, maaf neng, saya nggak tahu…”


“Iya pak gak papa”


“O ya neng, neng masih minat cari kerja


tidak?” Tanya Pak Malik mengalihkan pembicaraan untuk menghindari kecanggungan.


“Masih sih pak, tapi bingung ini mau


kerja apa, masih belum kepikiran juga pak”


“Neng bisa bahasa Inggris sama ngetik


neng?”


“Ya bisalah pak, saya jadi sekretaris

__ADS_1


selama 10 tahun, tiga tahun terakhir itu jadi asisten suami pak, emang kenapa


pak?”


“Neng mau nggak ngelamar kerja di toko


emas kemaren neng, mereka lagi cari sekretaris untuk sang asisten neng, gajinya


gede lho neng” Tawar Pak Malik.


“Kata Pak Malik Raya gak boleh melamar


ke sana karena asistennya galak…”


“Iya sih neng, tapi gajinya gede neng,


sayang kalau dilewatkan”


“Hmmm, ya lihat nanti ya pak”


“Tapi ada syarat yang rada aneh sih


neng”


“Aneh gimana pak, jangan nakut-nakuti


lho pak”


“Ini neng baca aja wa teman saya” Ucap


Pak Malik seraya menyerahkan hpnya, Raya menerima kemudian membacanya.


“Dibutuhkan seorang sekretaris


asisten, berpengalaman, dengan syarat, wanita usia 27 tahun ke atas, single,


wajah cantik natural, mahir mengetik, mahir bahasa inggris, tinggi min 160 cm


berat max 65 kg, tidak boleh banyak bicara,,tidak boleh bersentuhan, tidak


boleh genit, cukup bawa KTP sama KK”


“Mau cari sekretaris apa seleksi wanita


penggoda ya pak, aneh bener syaratnya, gak ada ijazah lagi, ckckck…pasti


asistennya belok ya pak hihi”


“Hah, belok neng, maksudnya neng?”


“Itu lho pak penyuka sejenis…”


“Oooo eneng ini bisa aja cari istilah…tapi


emang tidak pernah ada gossip sih tentang asisten itu kalau pernah dekat sama


wanita neng, tapi gajinya gede lho neng, 20 juta perbulan tapi harus mengikuti


kemanapun asisten pergi” Jelas Pak Malik panjang lebar.


“Hmmm, lumayan sih pak, saya pikir dulu


aja ya pak”


“Iya neng, kalau memang tertarik,


segera aja neng, soalnya waktunya cuma sehari”


“Sehari, kapan itu pak?”


“Besok neng”


“Wah…ya sudah saya coba dulu aja ya


pak, siapa tahu rezeki anak-anak saya”


“Aamiin, mudah-mudahan neng.”


To Be Continued

__ADS_1


__ADS_2