Karena Aku Mencintaimu, Raya

Karena Aku Mencintaimu, Raya
BAB 90 Teddy


__ADS_3

Mobil Asisten Je berhenti di depan rumah Raya, hari sudah sangat sore. Seharian tadi anak-anak benar-benar merasa terhibur dengan jalan-jalan dan bonus mall yang diberikan oleh Asisten Je. Kini kedua putrinya memasuki teras berdua dan Hanum langsung berseru melihat ada kotak besar yang berada di ruang tamu. Gadis kecil itu melompat-lompat menemui Raya untuk memberitahu apa yang dia lihat.


“Mama...mama, ada kotak besar dan tinggi di ruang tamu” Serunya girang.


“Oya? Kotak apa?” Raya menggandeng putrinya menuju ruang tamu.


“Entah, sepertinya isinya besar deh” Raya melirik Asisten Je yang berjalan di samping kirinya. Ya, laki-laki itu memaksa untuk ikut masuk. Ia mendapat kabar dari Sammy sebelum kembali ke Malang, mereka mengirimkan semua oleh-oleh yang dibeli Raya menggunakan jasa paket ekspres.


Mereka tiba di ruang tamu dan benar saja ada kotak besar dan tinggi di sana bersama dengan banyak paper bag lainnya di sekitarnya.


“Adek mau buka?” Raya mengelus puncak kepala Hanum.


“Emang boleh?”


“Boleh dong”


Tampak Bu Nanik keluar dari arah dapur dan mendapati Raya bersama dengan seorang laki-laki sedang berdiri di belakang Hanum. Bu Nanik mengangguk sopan. Sementara dilihatnya Titania hanya menatap datar pada kumpulan barang itu. Bu Nanik kembali masuk ke dalam dapur untuk membuatkan minuman tamu.


“Ayo di buka” Kata Raya lagi seraya merobek ujung kotak dibantu oleh Asisten Je. Hanum sudah tidak sabar, tatapan matanya berbinar cerah sekaligus penasaran apa isinya.


Perlahan bungkus kotak itu sudah terbuka, masih ada kotak lagi yang membungkusnya, namun tinggal membukanya seolah ada pintunya. Asisten Je membuka pengait itu perlahan dan menahan pintu agar tidak terbuka. Ia menatap Raya mengerling.

__ADS_1


“Adek bisa dibuka kotaknya?” Raya meraih tangan mungil putrinya. Gadis itu langsung berbinar dan perlahan membuka pintu kotak dengan semangat. Matanya melotot tak percaya, sekejap kemudian pekikan riang meluncur dari mulutnya.


“Teddyyyyy” Gadis kecil itu menghambur masuk ke dalam kotak dan memeluk Teddy dengan erat. Teddy yang selalu diinginkannya telah hadir di hadapannya.


“Adek suka?” Asisten Je jongkok menyamai tinggi gadis kecil itu. Hanum menoleh ke arah Asisten Je, reflek ia memeluk laki-laki itu, tangisnya pecah.


“Terima kasih om ganteng” Lirihnya.


“Sama-sama” Laki-laki itu mengecup puncak kepala Hanum sayang. Semua perhatian laki-laki itu tidak lepas dari pandangan mata Titania, gadis itu sedikit luluh menyaksikan perhatian laki-laki itu kepada adiknya. Baginya, belum pernah ia lihat adiknya itu mau berinteraksi dengan orang lain sedekat itu. Gadis itu menghela nafas pelan.


“Kakak juga dapet lho” Raya bersuara untuk memecah keheningan yang tercipta karena keharuan Hanum. Raya mengambil beberapa paper bag dan diserahkan pada anak gadisnya. Matanya langsung berbinar melihat isi salah satu paper bag. Sepatu yang diinginkan sejak dulu, bagaimana mama bisa tahu padahal ia tidak pernah bilang kepada mamanya. Ia hanya menempelkan gambar sepatu impiannya itu di meja belajarnya, saat tabungannya cukup, ia akan membelinya.


“Ma...” Sisi manja gadisnya itu muncul sejenak. Ia memeluk mamanya senang, Raya tersenyum bahagia melihat putrinya senang.


“Nggak dikamar aja” Semburat malu muncul di pipinya, ia merasa reaksinya kekanakan sekali. Ia segera pamit menuju kamarnya dengan membawa semua paper bag miliknya.Asisten Je hanya menggeleng pada reaksi Titania yang menjadi malu.


“Di minum dulu nak” Bu Nanik meletakkan dua cangkir teh di meja beserta cemilannya. Wanita itu tidak tahu kalau teman Raya adalah bosnya, karena dari penampilannya tidak menunjukkan kalau dia seorang bos.


“Iya, terima kasih bu”


“Bu Arumi kemana bu?” Tanya Raya sambil meminum tehnya. Hanum langsung asyik bermain dengan Teddy di lantai, walaupun tinggi dan besarnya melebihi tubuhnya, tapi dia merasa senang memainkannya.

__ADS_1


Deg


Asisten Je menoleh pada Raya dengan pandangan bertanya. Wanita itu hanya tersenyum.


“Aku punya dua ibu yang membantuku mengurus rumah dan anak-anak, aku sangat bersyukur bisa memiliki mereka” Bu Nanik memandang terharu ke arah Raya.


“Arumi ke supermarket sebentar untuk membeli buah, di kulkas sudah habis” Raya mengangguk mendengar penjelasan Bu Nanik.


“Ibu ke dalam dulu ya nak, masih mau beres-beres” Pamit Bu Nanik.


“Iya bu, oya sekalian tolong bawa ini ya bu, maaf hanya sedikit untuk ibu dan Bu Arumi”


“Waduh...Nak Raya repot-repot saja, terima kasih ya”


“Sama-sama bu”


Asisten Je masih menatap Raya, sepertinya menuntut penjelasan lebih tentang ibu-ibu yang membantu istrinya.


“Bu Arumi seorang wanita yang sebatang kara, ia pernah menjadi TKW selama 30 tahun dan dia ingin berada di tanah kelahirannya di masa tuanya” Asisten Je menghela nafas lega. Sepertinya bukan seperti yang ia pikirkan. Namun penjelasan Raya selanjutnya membuat tubuhnya membeku.


“Dia asli dari Banjarmasin, katanya ia sudah tidak punya keluarga di sana, jadi dia memutuskan untuk hidup di Malang. Kasihan sekali ya, karena itu aku menyuruhnya untuk tinggal di sini juga”

__ADS_1


Asisten Je tidak percaya dengan pendengarannya. Arumi berasal dari Banjarmasin, apakah orang yang sama yang menjanjikan pada dirinya akan menjemputnya ketika dia sudah punya uang yang banyak?


TBC


__ADS_2