Karena Aku Mencintaimu, Raya

Karena Aku Mencintaimu, Raya
BAB 43 KARENA DIA ISTRIKU


__ADS_3

Raya tidak mau munafik, ia suka berteman dengan banyak orang dan ia sempat punya sedikit rasa pada Aditya,  namun keadaan membuat semuanya berubah. Ia bukannya kegeeran merasa Aditya suka padanya tapi ia sangat paham jenis laki-laki yang menginginkan hubungan yang lebih dari seorang teman dan Raya menyadari apa yang dirasakan oleh Aditya.


“Please… kali ini saja, setelah itu terserah bagaimana sikapmu padaku.” Kata Aditya kemudian.


“Baiklah, hanya 10 menit, di taman depan kantor.” Aditya mengangguk seraya tersenyum lebar, ia bergegas melangkah mengikuti Raya. Sementara itu dari balik pintu Asisten Je keluar dengan mengepalkan kedua tangan nya. Laki-laki itu melangkah mengikuti kedua orang di depannya.


“3 menit” Ucap Raya jengah, karena sejak mereka duduk di kursi taman Aditya hanya diam seraya memandang ke  arahnya.


“Oke-oke…ehm” Aditya berdehem untuk menetralkan perasaannya yang gugup, “Aku…aku…” Entah kenapa lidah Aditya serasa kelu menatap wanita cantik di hadapannya yang terkesan elegan dan dewasa.


“5 menit”


“Aku suka kamu, maukah kamu menjadi kekasihku?” Kata Aditya cepat membuat Raya yang sudah merasakan aura laki-laki itu tetap saja terkejut dengan ucapan terus terangnya.


“Anda tidak salah? Kita tidak pernah bertemu lho selain urusan bisnis” Kata Raya setelah menetralkan perasaan nya yang sempat berdebar tadi. Ia harus sadar posisinya saat ini, walaupun hanya nikah sirri dan hanya demi sebuah pekerjaan, tapi ia sangat menghormati kesakralan suatu pernikahan. Ia senang perasaannya tidak bertepuk sebelah tangan, tapi ia harus semakin sadar bahwa ia telah berubah status.

__ADS_1


“Aku sudah menyukaimu sejak pandangan pertama di pesawat dulu, dan aku selalu berdoa akan bisa bertemu dengan mu lagi.” Laki-laki itu memandang penuh kasih kepada Raya, “Dan aku bahagia, ternyata kita masih di pertemukan dan ini keempat kalinya lho, maka aku menganggap bahwa Tuhan telah mengirimkan jodoh padaku.” Aditya meraih jemari Raya dan menggenggamnya erat namun ia terkejut karena Raya langsung melepaskannya perlahan dengan tersenyum sendu.


“Maaf…saya tidak bisa…” Lirih Raya menunduk.


“Kenapa?”


“Karena dia istriku!” Sergah suara di belakang mereka yang langsung membuat Raya berdiri terkejut. Aditya memandang tak percaya kepada Raya dan Asisten Je bergantian.


“Kalian tidak sedang bercanda kan?” Aditya mundur perlahan dengan hati yang hancur. Asisten Je melangkah mendekati Raya yang hanya bisa terdiam. Di raihnya jemari Raya dan di rangkum menggunakan telapak tangannya yang besar. Raya memandang tak percaya pada tangannya dan wajah Asisten Je yang memandangnya antara senyum dan geram.


“Raya?” Aditya memandang wanita yang disukainya dengan wajah yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata dan wajah itu semakin sendu ketika melihat wanita itu mengangguk. Langkah Aditya mundur perlahan dan tanpa kata ia berbalik untuk pergi meninggalkan kedua orang tersebut. Ia tak percaya dengan apa yang dialaminya, baru saja ia mengalami perasaan yang mendalam terhadap seorang wanita, hanya sebentar, karena sebelum kesampaian sepotong hati itu telah di remas hancur berantakan. Satu-satunya wanita yang baru berlabuh di hatinya ternyata telah memiliki seorang suami. Kapan mereka menikah? Yang ia tahu asisten itu selalu sendiri selama ini dan Raya, ia tahu wanita itu single parent dengan dua putrinya. Apa yang ia lewatkan beberapa bulan ini, kenapa ia bisa tidak tahu kabar pernikahan mereka?


Jedug


Jedug

__ADS_1


Jedug


Hahahaha


“Jadi … kamu ingin bertemu dengan laki-laki itu di luar kantor begitu?” Tuduhnya dengan tatapan tajam.


“Anda salah paham Tuan” Kata Raya sambil berusaha melepaskan genggaman tangan Asisten Je. Kepalanya gelisah menoleh ke sekitar, khawatir ada teman kantornya yang lihat.


“Salah paham ya? Atau…kamu juga suka dengan pria itu?” Raya menghempaskan tangannya dan berhasil lepas kemudian segera berlari untuk kembali ke kantor.


“Tidak menjawab ya…” Lirihnya pelan, hatinya tersengat mendapati kenyataan bahwa hanya dia yang mempunyai perasaan kepada Raya. Ia berharap semua akan berjalan dengan sangat baik, bahkan ia berharap lebih terhadap pernikahannya, suatu saat nanti ia dan Raya akan bisa meresmikan pernikahan mereka secara sah di mata hukum negara dan orang-orang sekitarnya.


Ya, Asisten Je sudah memiliki perasaan sayang dan cinta kepada wanita yang menjadi istrinya itu, jauh sebelum mereka terlibat dalam urusan pernikahan kontrak ini. Hal itu dikuatkan dengan reaksi tubuhnya yang menerima sentuhan dengan Raya dan kedua putrinya. Hal itu membuat ia takjub, karena selama ini, ia selalu menolak wanita manapun yang ingin dekat dengannya karena ia memiliki semacam alergi kulit.


Tenang Asisten Je, walaupun Raya belum mempunyai perasaan cinta dan sayang sama kamu, komitmennya terhadap pernikahan sangat kuat sekali. Jadi, kamu tidak perlu meragukan Raya ya. Tinggal tunggu moment itu dan kamu akan merasakan kebahagiaan seutuhnya bersamanya dan kedua putri instanmu.

__ADS_1


.


.


__ADS_2