
Lintar keluar dari sebuah tempat hiburan malam.. high hell 12 cm miliknya membuat kakinya sungguh terasa pegal. Lintar menoleh ke kanan dan ke kiri mencari rekannya yang bernama Delon
Lintar : "Kamu dimana? aku sudah dapat informasi"
Delon : "Aku sedang makan di warung kaki lima"
Lintar : "Apa kamu gila..!!! kamu tinggalkan aku sendiri? Bagaimana kalau ada lelaki hidung belang yang menawarku?" Lintar merasa kesal pada Delon hingga ubun-ubun nya terasa panas.
Delon : "Apa kamu takut? wanita jahat sepertimu akan membuat para pria itu lari sebelum menawarmu"
Lintar kembali kesal lalu ia masuk lagi kedalam untuk melihat jauh keadaan sekitar, setelah memasukan ponselnya pada gaun yang sudah di modifikasinya. Pakaiannya yang amat sexy malam itu sangat menyulitkannya melangkah. Namun langkahnya terhenti saat melihat segerombolan orang menangkap dan mengamankan para wanita malam dan lelaki hidung belang didalam sana.
Aku harus segera keluar dari sini.. dasar Delon sial, aku jadi harus melarikan diri sendirian.
Lintar mengendap di sebuah lorong hingga menemukan jalan keluar darurat. Ia berlari sekuat dan secepat mungkin di belakang tempat hiburan itu, namun naas semua hanya ada tembok.
Kawat duri.. bagaimana ini?? tembok satu setengah meter tidak masalah bagiku, tapi pakaian ini akan sobek jika tersangkut kawat duri itu.
Akhirnya di putuskan ia menaiki sedikit drum yang ada disana dan melangkahkan kakinya melewati kawat lalu ia melompat dengan cepat
huupp.... sreeeekk
"Waahh.. apa kau keturunan kera, tembok ini berduri dan kau dengan mudahnya melompatinya" seorang pria mengagetkan
Lintar yang baru saja mendarat.
Dress Lintar sobek hingga ke batas pinggang menampakan pakaian dalamnya dan tampak berantakan sekali.
"Apa yang kau lihat, dasar pria hidung belang" teriak Lintar menutup pahanya yang terbuka.
"Tentu saja melihatmu.. dadamu itu sungguh menggoda" pria tersebut menunjuk dada Lintar dengan seringai licik "Ayo ikut saya..!!!!"
***
"Maaf Dantim, team yang bekerjasama dengan pihak kita adalah dia. jadi Lintar ini yang menyamar" jawab Delon menjelaskan saat hari sudah lewat tengah malam.
__ADS_1
"Sungguh pintar caramu untuk menjadi agen penyelidik.. terlalu amatir.. ganti dia..!!!" titah Kapten Jenar Sentanu Rawisrengga.
"Agen wanita yang ada hanya tiga orang Lintar, Dona, dan Lyta. Lyta bergabung dengan team khusus perampokan, Dona ada di team penyelundupan. Hanya Lintar berada di team kita perdagangan manusia juga Narkotika"
"Terserah kau saja, tapi wanita ini akan mencelakai kita" jawab Bang Jenar sambil masuk ke dalam ruangan pribadinya. Lintar yang kesal mengikutinya dari belakang.
"Jangan sembarang bicara..!!!!" suara Lintar mengejutkan Bang Jenar yang sudah ada di dalam ruangannya.
"Keluar kau..!!!!!" ketus Bang Jenar.
"Apa kau tidak melihat pakaianku ini, pakaian ini membuatku sulit melangkah. Kalau aku kena razia juga akan sulit bagiku" Lintar mencoba membela diri.
"Lalu kenapa kau memakainya kalau kau sangat kesulitan, kau sungguh mendalami peranmu" Bang Jenar bersungut kesal karena tau ada team yang sangat ceroboh.
\=\=\=
"Kita harus masuk club itu lagi Dantim, ada sindikat pelacuran disana. kita harus memasukan Lintar pagi ini" Kata Billy menyampaikan infonya pada Bang Jenar.
"Apa peran Lintar?" tanya Bang Jenar.
"Lintar akan menyamar sebagai pelacur dan menjebak sindikatnya Dan, saya dan Delon ikut dari dekat karena Lintar tidak pandai 'minum', sedangkan lainnya menyamar sebagai pengunjung" Bang Jenar berpikir sejenak setelah mendengar penjelasan Billy.
...
Lampu remang berkedip dan musik berdentum membuat jantung yang mendengar seolah ikut berdegub seirama musik yang menggema.
Lintar duduk pada kursi bar sambil menggoyangkan kakinya, baju sexynya yang terbuka membuat decak kagum pengunjung. Seorang pria menghembuskan asap rokok pada wajah Lintar menyentuh bahu dan mengusapnya dengan mesra.
"Kamu Clara?" Tanya pria bernama Robert itu.
"Yes mister Robert" Jawab Lintar yang menyamar menjawab dengan manja.
Bang Jenar memperjelas dan mendengar dari earphone percakapan Lintar yang terhubung pada dirinya.
"Minum ini dulu sayang" Robert memberi Lintar minuman yang di pesannya.
__ADS_1
Dari kejauhan Bang Jenar melihat bartender mengaduk sesuatu pada gelas tequila milik Lintar.
"Tapi aku sudah banyak minum dari tadi" Lintar merajuk pada Robert agar ia tidak minum alkohol itu.
"Kamu pasti suka ini sayang, setiap wanita yang bersamaku suka sekali aku beri minuman ini" Robert menyodorkan minuman itu.
Lintar bersiap meminumnya sampai Bang Jenar berjalan di sampingnya dan menyenggol Lintar hingga minumannya tumpah.
"Heeey.. perhatiakan jalanmu bodoh..!!!" Robert mengumpat melihat Bang Jenar yang lewat. Bang Jenar diam saja dan duduk tak jauh dari Lintar sambil terus mengawasinya.
Di tempat disco ada yang terlibat perkelahian hingga perhatiannya teralihkan. Saat kembali melihat Lintar.. gadis itu sudah meminum alkohol dan menegaknya sampai habis.
Bang Jenar terkejut melihat perubahan sikap Lintar yang menjadi mabuk dan memeluk Robert.
"Ayo Robert.. badanku sangat panas, aku mau pulang..!!"
"Ikut saja denganku.. kita bersenang senang" Robert menggiring Lintar pergi ke luar gedung.
"Kau sungguh bodoh Lintaaarr..!!!!" Bang Jenar membatin.
"Delon.. kamu dan Billy ke parkiran..!! alihkan perhatian Robert. Lintar mabuk, saya akan membawanya pergi setelah dia aman"
***
Mobil Robert menabrak orang yang sedang mabuk. orang tersebut kejang dan mengeluarkan banyak darah. Banyak orang berkerumun membuat orang panik. Billy bertugas menyudutkan Robert yang kebingungan. Bang Jenar mengendap dan membawa Lintar untuk kabur.
"Kamu siapa, mau bawa aku kemana? aku sedang bekerja sekarang..!!" Lintar menggoyangkan lengan Bang Jenar hingga mengganggu konsentrasinya.
"Kamu ingin apa dariku?" tangan Lintar meraba tubuh Bang Jenar dari kepala hingga ke lutut, Tepat tangannya berada di tengah tubuh lelaki itu, Bang Jenar memegang erat tangan Lintar.
"Jangan coba menyentuhku..!!" tatapan tajam Bang Jenar mengarah pada mata Lintar.
.
.
__ADS_1
.
.