
Sembilan hari kemudian Lintar dan Bang Jenar berangkat bersama para rombongan setelah segala persiapan matang. Mereka pergi seolah tidak saling mengenal. Delon dan Billy tinggal di losmen kecil. Eka dan Surya mengambil tempat di penginapan dekat pegunungan sedangkan Lintar dan Bang Jenar berada di hotel. Anggota bantuan sudah bersiap berjaga disana.
"Kenapa kamu tidur di kamar itu. Masuk kamar Abang..!!" perintah Bang Jenar saat melihat Lintar menarik selimut bersiap tidur sambil memainkan ponselnya. Ia baru saja lapor kedatangan pada kantor Intel setempat.
"Barang Lintar ada disini" jawab Lintar tanpa menoleh ke arah Bang Jenar.
"Tapi barang Abang tertinggal disini..!!" Bang Jenar memanggul tubuh Lintar dengan paksa hingga kaki Lintar meronta ronta.
Bang jenar menurunkan Lintar pada ranjangnya yang masih sangat rapi.
"Apa sich mau Abang? Apa Abang mau minta jatah?" Lintar menantang karena ia yakin Bang Jenar tak akan melakukan apapun sebab sudah di jelaskan bahwa ia tidak boleh hamil selama kontrak kerja.
"Heh..sudah Abang bilang apapun yang kamu lakukan, Abang tidak akan tergoda" ucap Bang Jenar sambil melipat tangannya di depan dada.
"Masa??.." Lintar mengedipkan matanya lalu membuka ikatan piyama miliknya. Lintar memperlihatkan dadanya yang menggoda dan paha putih mulus di hadapan Bang Jenar.
Mata Bang Jenar hampir saja melompat dari tempatnya, tapi ia tetap setenang mungkin menghadapi istrinya yang nakal. Ia bukanlah pria yang mati rasa dan tidak bisa merasakan apapun saat ada wanita yang terang terangan menggodanya seperti ini.
"Cckk.. dadamu itu tidak lebih besar dari tempurung kelapa. Abang tidak berselera jika hanya sebesar itu" ejek Bang Jenar yang menahan mati matian hasratnya yang sudah di atas ubun-ubun padahal ia tau perangkat Lintar lebih besar dari sekedar tempurung kelapa.
Bang Jenar sengaja menelungkup kan badan di atas kasur empuknya padahal ia menutupi alat tempur yang sulit di kondisikan saat ini.
***
Malam di hari berikutnya sebelum misi di mulai.
Lintar dan Bang Jenar ribut mengenai mini dress yang di pakai Lintar untuk bekerja malam ini.
"Sekalian saja jaring ikan yang kamu pakai untuk menutup tubuhmu" kesal Bang Jenar melihat mininya pakaian Lintar.
"Abang tidak berhak melarang Lintar memakai baju seperti ini. Lintar bekerja.. bukan melacur Bang" Lintar berjalan berniat meninggalkan kamar tapi Bang Jenar menarik tangan Lintar dengan kasar.
__ADS_1
"Abang berhak karena Abang suamimu. Dan harusnya hanya Abang yang melihat tubuhmu..!!"
"Lepas Bang..!! Lintar bilang, Lintar hanya bekerja. Lintar tau status kita sudah menikah.. Lagipula mereka menikmati melihat tubuh Lintar juga, malah suami Lintar sendiri tidak tergoda tubuh ini"
Bang Jenar mengangkat tangan seolah akan menampar Lintar. Hatinya merasa sakit mendengar ucapan istrinya.
Ia bukannya tidak tergoda. Malah sangat tergoda, tapi Bang Jenar masih menahan diri, mematuhi peraturan yang ada dalam pekerjaannya.
"Jangan salahkan Abang kalau Abang akan tergoda wanita lain" Bang Jenar pergi dari kamar Lintar dengan perasaan kacau balau karena tak sampai hati mengucapkan hal itu. Tapi ia sungguh tidak rela istrinya mengumbar tubuh yang bisa saja menarik perhatian lelaki lain walaupun tujuannya untuk bekerja.
Lintar menangis di dalam kamarnya. Ia pun merasa jijik dan menyesal melihat dirinya sendiri di dalam kamar.
***
"Hai, aku ikut duduk disini ya?" Sapa Lintar dengan genit.
"Ok baby!" Pria itu ingin sekali mencium Lintar berkali kali dan Lintar masih bisa selalu menghindarinya.
Bang Jenar mendengar semua percakapan Lintar dan target dengan hati yang kesal dan terasa sakit. Matanya merah menahan amarah hingga akhirnya ada seorang wanita menghampiri dirinya.
Sejenak Bang Jenar berpikir. "Ok. Tapi........"
...
Bang Jenar sudah memastikan Lintar mendapatkan informasi sesuai ketentuan setelah target pingsan di dalam kamar. Bang Jenar mengarahkan Lintar segera keluar dari ruangan dan Delon mengantarnya kembali ke hotel lewat lorong samping.
Lintar melihat Bang Jenar mencium leher seorang wanita dengan mesra. Hati Lintar terasa remuk tak bersisa. Ia tak menyangka Bang Jenar tega bermain wanita di belakangnya. Lintar memberikan sesuatu pada Delon kemudian Lintar menangis berlari keluar gedung. Banyak mata memandangi Lintar karena pakaian yang di pakainya terlalu terbuka.
Bang Jenar tau reaksi Lintar dan ia menyudahi acaranya.
"Sudah.. kamu boleh kembali ke tempatmu. Terima kasih..!!" ucap Bang Jenar sambil memberi wanita itu beberapa lembar uang ratusan ribu dari dompetnya.
__ADS_1
Delon melongo tak paham dengan situasi di depan matanya hingga ia mulai sadar Lintar sudah jauh tak bersamanya lagi.
"Ijin Dan.. Lintar pergi. Maaf" sesalnya.
"Sudah..kamu kerjakan saja tugasmu biar saya yang urus Lintar" Bang Jenar meninggalkan Delon yang masih terpaku pada tempatnya.
:
"Pakai jasnya..!! Apa kau mau semua mata pria disana melihatmu berpakaian seperti itu" tegur Bang Jenar sambil memberikan jasnya pada Lintar.
"Biar saja mereka melihat Lintar. Suami Lintar saja menutup tubuh wanita lain" kesal Lintar merebut jas Bang Jenar lalu membuangnya jauh.
Bang Jenar mengambil jas miliknya lalu memakaikan pada tubuh Lintar.
"Jika kamu saja tidak ikhlas melihatnya, bagaimana dengan Abang selama ini? Itu adalah pelajaran agar kamu sadar akan posisimu" Bang Jenar memakaikan jasnya menutup tubuh Lintar. "Kita pulang..!!"
***
Dua hari ini Lintar dan Bang Jenar berdiam tidak bicara seolah ada jarak di antara mereka. Sampai pada rapat hari ini pun mereka masih saling berdiam dan hanya bicara jika ada hal yang perlu di bicarakan dalam pekerjaan.
"Besok kita akan mengepung titik yang akan kita serang. Sebelum itu Lintar harus memancing ketua bandit tersebut"
"Bisakah kita memancing dengan cara lain? mengimingi mereka dengan harga narkotika lebih murah atau sejenisnya dan jangan Lintar yang menjadi umpan. Atau lagi.. sesekali Eka yang maju..!!" Protes Bang Jenar masih tidak terima jika Lintar harus mendekati lelaki lain.
"Kau tidak lihat badan Eka jauh sekali jika di bandingkan dengan Lintar..!!"
Bang Jenar menahan amarahnya karena ia tidak bisa membayangkan istrinya akan memancing dan membuat lengah para predator perusak generasi muda untuk di amankan.
.
.
__ADS_1
.
.