Kasih Di Timur Negeri.

Kasih Di Timur Negeri.
S 2. 2. Penyamaran.


__ADS_3

"Aku tidak menyentuhmu, aku hanya pastikan kamu pria seperti apa, aku ini sedang bekerja" Lintar terus menyentuh Bang Jenar hingga membuat pria itu jengah. "Kepalaku pusing, minuman apa itu?"


Bang Jenar melihat Lintar yang terus bicara membuatnya bingung harus membawanya kemana. Ke kantor tidak mungkin. jika harus ke Rumah Lintar.. dirinya belum tau apapun tentang wanita itu.


Terpaksa Bang Jenar memutuskan untuk membawa Lintar pulang ke rumah pribadinya.


***


"Bi tolong bantu saya" Kata Bang Jenar sambil mengeluarkan Lintar dari dalam mobilnya. Suara Lintar di dalam rumah begitu ribut memekakan telinga Bang Jenar.


"Ini siapa Pak?" tanya bi Sumi pada tuannya yang berjalan cepat menuju kamar. Bi Sumi terkejut, tak Biasanya Pak Jenar pulang membawa seorang gadis berpakaian minim karena tuannya itu tidak pernah sekalipun membawa wanita ke dalam rumahnya kecuali dirinya yang hanya sebagai assisten rumah tangga.


"Nanti saja bi tanyanya. Tolong bantu saya carikan pakaikan, pakaian yang sekiranya pas dia pakai, dan tolong pakaikan sekalian bi" titah Bang Jenar pada bi Sumi.


Bi Sumi menatap gadis yang tak hentinya bergerak dan mengoceh membuat Bang Jenar kelimpungan. Bibi tersadar dan segera membantu membawanya ke kamar Bang Jenar. Diraihnya tangan gadis itu dan di peluknya. Ajaib.. Lintar bisa tenang dalam pelukan bi Sumi bahkan berhenti bicara.


"Dia gadis yang tenang pak tapi wajahnya penuh beban" kata bi Sumi.


"Bi, tolong jangan sampai ada yang tau ada wanita yang kubawa ke rumah ini, bibi tau khan resiko pekerjaan saya..!!"


"Iya pak" jawab Bi Sumi menuruti tuannya. Bang Jenar keluar kamar agar bibi bisa mengganti pakaian Lintar.


...


Bang Jenar mendengar Lintar sedang muntah dan ada bibi yang sedang membantunya.


"Cckk..hanya sedikit minuman dan PC saja kamu bisa begini. Bagaimana besok??" Bang Jenar pusing memikirkan Lintar hingga bibi keluar dari kamar.


"Pak, bibi mau buat susu untuk teman bapak, sepertinya dia mabuk parah" kata bibi


"Kami hanya sedang bertugas dan Lintar sedang menyamar, dia tidak bisa minum alkohol, tugas kami jadi gagal" jawab Bang Jenar sambil menyalakan rokoknya.


Bibi hanya diam mendengarkan penjelasan Bang Jenar. Setelah membuatkan susu, bibi berdiri di hadapan Bang Jenar lalu mengambil sesuatu dari dalam sakunya.

__ADS_1


"Pak, Non Lintar menggenggam ini" bi Sumi menyerahkan chip yang sebenarnya di cari Bang Jenar dalam tugasnya.


Bang Jenar menerimanya lalu mengecek dalam laptopnya. Semua adalah data perdagangan manusia dan narkotika beserta pergerakan penjualannya. Bang Jenar terkejut dengan kecepatan Lintar dalam bekerja. Ia segera menghubungi Adi sahabatnya untuk meminta penjelasan kejadian ini pada Delon dan Billy.


...


"Kamu wanita yang berbahaya, Kamu menelan sesuatu yang tidak pernah kamu minum. Kamu berusaha sadar untuk mengambil chip ini dari lipatan sabuk Robert" gumam Bang Jenar.


Permen Cinta yang Lintar minum belum membuatnya sadar tapi bibi sudah bisa menenangkannya dengan membasahi wajah Lintar terus menerus.


Ponsel Bang Jenar berdering.


"Kamu lacak kode koordinat yang baru saja saya kirim. Besok kita kembali ke discotic..!!"


***


"Cepat bangun kalau sudah sadar" Ucap dingin Bang Jenar pada Lintar.


"Kamu mau apa kalau aku sudah sadar" jawab Lintar dengan senyum genit dan memainkan rambutnya. Bang Jenar menatap Lintar tajam lalu bergegas keluar.


"Kau kemanakan mukamu Lintaarr..!! kalau tidak karena butuh gajimu jangan lakukan hal ini..!!!!" Lintar menghentakan kakinya dan menutup wajahnya yang memerah karena malu. tapi Bang Jenar menangkap ekspresi itu sebagai kegagalan dalam merayunya.


Bang Jenar tersenyum sinis memperhatikan tingkah Lintar yang berbeda jauh dari yang dia lihat.


Wanita ini pintar sekali akting.


-_-_-_-


"Apa kau yakin aku akan memakai pakaian ini?" tanya Lintar pada Billy saat Lintar keluar dari sebuah ruangan untuk berganti pakaian. Lintar menutupnya dengan cardigan panjang


"Jangan memakai dress yang mengundang bahaya kalau kamu tidak nyaman" Jawab Bang Jenar.


"Tenang Dantim, dia Pasti baik-baik saja. Hanya lelaki bodoh dan cari mati yang akan tertarik pada Lintar.

__ADS_1


Bang Jenar hanya melotot mendengar perkataan Billy yang membuatnya kesal.


"Cepat pasang ini seperti kemarin agar saya bisa mendengarnya" Bang Jenar tidak mau mengulur waktu.


Bang Jenar, Lintar, Billy dan Delon berada dalam satu mobil sedangkan lainnya di mobil yang lain.


...


Lintar turun jauh dari discotic itu, dari sesaat hendak turun dari mobil tadi, ia sudah membuka Cardigannya. Tampak tubuhnya yang sexy menggoda. Kedua temannya memberi semangat dan mengoloknya, tapi beda dengan Bang Jenar.. dia diam tanpa berbicara sepatah katapun. jantungnya berdegup kencang. Hatinya mendadak menjadi gelisah.


:


"Kemarin kamu kemana sayang, aku tak bisa menghubungimu" kata Robert sambil menciumi pipi dan leher dengan gemas. tangannya memeluk dan meraba Lintar.


"Saat ada keributan aku takut, aku lari pulang..ponselku jatuh dan mati, kamu kenapa cemberut saat bersamaku?" Lintar mendekati Robert tapi melepaskan tangan Robert dan ia berbalik merayu manja.


"Barangku hilang saat kejadian kemarin. itu penting bagiku" Robert terlihat kesal.


"Oowwhhh.. kalau bersamaku semua keresahanmu akan hilang" kegenitan Lintar itu sangat di sukai Robert.


Bang Jenar mendekati mereka secara tersembunyi.


"Minum ini lagi ya sayang, kemarin khan nggak jadi. Khusus untukmu tidak akan aku kirim ke tempat hiburan lain. kamu akan menjadi simpanan kesayanganku" Robert mencium sela leher Lintar, dan itu membuat Lintar tak nyaman.


Bang Jenar memalingkan wajahnya, hatinya sedikit sakit dan tidak suka melihat pemandangan ini. Lintar tak punya pilihan lain selain meminumnya karena Robert menungguinya. Tapi Lintar juga meminta Robert untuk memakan sesuatu


"Kamu ingin kita sama-sama enak khan honey, ayo makan ini" Tak butuh waktu lama Robert segera menelannya. Mereka bersama berjalan dengan sempoyongan dan masuk dalam sebuah kamar.


Bang Jenar merasakan dadanya semakin terasa panas, ia pun membuntuti Lintar. Samar terdengar Lintar menanyai hal penting dengan cara caranya.


"Kamu akan sungguh menjadikanku simpananmu khan? aku tidak mau di buang ke kota P" Rayu Lintar dalam setengah sadar


"Tidak ada yang di buang kesana, semua akan di lempar ke kota Y melalui pelabuhan. kamu tenang saja" Robert menciumi Lintar sampai akhirnya dia ambruk menimpa gadis itu.

__ADS_1


.


.


__ADS_2