Kasih Di Timur Negeri.

Kasih Di Timur Negeri.
S 2. 3. Kenyataannya.


__ADS_3

Bang Jenar memerintahkan anak buahnya untuk mematikan cctv lalu mendobrak pintu kamar yang di gunakan Lintar dan Robert. Bang Jenar melihat Robert dalam keadaan tidak sadar sedang menindih Lintar. Baju Lintar pun sudah tersingkap dan banyak tanda di tubuhnya, perasaan Bang Jenar tiba-tiba merasa geram. Di baliknya tubuh Robert dan di tamparnya dengan keras lalu Bang Jenar mengangkat tubuh Lintar secepat mungkin keluar dari discotic itu.


"Kalian urus di dalam, saya mendahului membawa Lintar, dia tidak sadar..!!!" Kata Bang Jenar. "Lihat umpan pancingmu sudah dapat hasil yang besar" bentak Bang Jenar dengan geram pada Billy dan Delon. Billy cukup terkejut melihat kemarahan Bang Jenar.


Bang Jenar menidurkan Lintar pada jok depan lalu dia melepas jas nya untuk menutup tubuh Lintar lalu pergi meninggalkan Delon dan Billy dengan kesal.


***


"Bi, bantu saya lagi bi" perintah Bang Jenar di dalam kamar.


"Aduuhh pak, ini kenapa mabuk lagi?" tanya Bi Sumi dengan heran. Bi Sumi melihat banyak tanda merah pada dada dan leher Lintar. Bibi mengira itu perbuatan Bang Jenar dan Lintar adalah calon istri Bang Jenar. Memang bibi tidak pernah memahami tugas khusus tuannya, juga tidak pernah tau calon istrinya karena Bang Jenar memang jauh dari kebisingan para wanita.


Bang Jenar memperhatikan tubuh Lintar.. kesal sekali melihat tubuh perempuan itu banyak stempel yang membuat hatinya terasa terpukul dan luar biasa sakit hati.


"Biasa bi......" belum selesai Bang Jenar bicara ada yang mengetok pintu rumahnya


tok..tok..tok..


"Ijin Kapten, Selamat malam.. Komandan ingin bertemu Kapten" ucap seorang anggota Bang Jenar.


...


"Billy melapor kamu membawa gadis dari team kamu untuk pulang ke rumah dinas?" tanya komandan pada Bang Jenar yang baru pagi ini pindah di rumah dinas karena rumahnya terlalu jauh dari tempat dinas.


"Siap Komandan"


"Kamu tidak di perkenankan membawa wanita ke rumah ini. Anggota harus disiplin, tidak melanggar etika"


"Siap salah komandan. Dia calon istri saya" Jawab Bang Jenar tegas


"Hmmm.. kalau begitu segera selesaikan ke kantor dengan segera. Jangan bertele-tele" Jawab komandan.


...


"Jadi benar ya pak.. non Lintar ini calon istri bapak" tanya Bi Sumi


"Iya bi" Jawab Bang Jenar singkat


***


"Apa sich kamu kok asal bicara begitu, jangan main-main dengan pernikahan, aku nggak cinta kamu" ketus Lintar marah setelah mendengar perkataan Bang Jenar.


"Yang sopan kalau bicara sama yang lebih tua, bocah urakan, ingusan..!!!! Kita sudah dalam keadaan terjepit, kemarin saya juga tidak punya pilihan." Nada suara Bang Jenar sedikit meninggi. "Memangnya kamu pikir.. saya cinta sama kamu? Kalau saya mau, saya juga bisa cari perawan di luar" bentak Bang Jenar.


"Kamu meremehkan aku dan pekerjaanku??? ok.. lebih baik kita menikah saja. Aku akan menyusahkanmu setiap hari" Tantang Lintar.

__ADS_1


"Kamu lagi... ubah panggilan mu itu..!!!!!! Besok ikut saya!!!" ucap Bang Jenar datar. "Sekarang sudah tengah malam.. saya harus antar kamu kemana?"


"Jalan Mandiri saja..!! Turun di gang. Jalan disana nggak bisa masuk mobil..!!"


"Oke.. cepat..!!"


:


Baru saja naik ke dalam mobil. Lintar langsung memejamkan mata dan tidak melihat keadaan sekeliling. Bang Jenar hanya tersenyum tipis melihat tingkah Lintar yang semaunya sendiri bahkan sampai menarik kaki di atas dashboard untuk menyamankan tidurnya.


***


"A_bang bukan agen rahasia sepertiku? Abang tentara?" Lintar terkejut saat Bang Jenar membawanya ke sebuah kantor pusat khusus pasukan elit apalagi saat Bang Jenar membuka jaketnya dan terlihat pangkat Kapten di pundaknya. Lintar hanya bisa menelan Saliva dengan kasar.


"Kenapa?? Kamu nggak bisa mundur..!!" Kata Bang Jenar. "Matikan ponselmu selama dua minggu kita mengurus berkas ini. dan sebelum itu kamu harus memberi alasan yang tepat pada Robert" perintah tegas Bang Jenar.


"Abang melarangku berhubungan dengan orang luar?" tanya Lintar kesal.


"Hanya orang tuamu yang bisa kamu hubungi" tegas Bang Jenar.


"Aku takut orang tuaku akan menolak pernikahan kita, Papaku.. seorang anggota sepertimu Bang" Lintar berucap meskipun sedikit ragu.


"Oya?? Siapa papamu?? Kenapa beliau malah punya putri yang pintar menggoda pria seperti mu??" tatapan tajam juga perkataan Bang Jenar sangat menusuk hati Lintar.


Aku terima apapun keadaanmu. Aku akan mencoba menghapus masa lalumu dan menggantinya denganku.


Sedetik kemudian Bang Jenar tertegun pada hatinya sendiri. mengapa dia bisa memikirkan hal itu.


-_-_-_-


Lintar sudah pulang ke kontrakannya dengan di antar oleh Bang Jenar. Setelah masuk, Lintar menangis sekuatnya. Nasibnya begitu buruk hingga harus menikah dengan orang yang tidak dia cintai. Lelaki yang sangat kasar. Lintar menangis dan tertidur karena lelah.


\=\=\=


Di sebuah cafe, Lintar segera menghubungi Robert untuk memberi alasan tidak bisa menemuinya karena ada pekejaan. Setelah itu ponsel d ambil alih oleh Bang Jenar.


"Setelah menjadi istri saya, kamu harus menuruti semua perkataan saya" Bang Jenar berjalan pergi ke ruang tamu.


~


"Ibu kenapa sedih, bapak hanya khawatir saja dengan ibu, bapak penyayang dan perhatian kok. Bibi kenal bapak sejak dulu" ucap Bibi menenangkan kesedihan Lintar.


"Masa sih bi, dia selalu bernada kasar padaku"


Bibi hanya tersenyum pada wanita yang sebentar lagi akan menjadi nyonya di rumah itu.

__ADS_1


***


"Selamat malam. Kapten Jenar Sentanu Rawisrengga.. ijin menghadap" sungguh jantung Bang Jenar nyaris terlepas karena Lintar ternyata putri dari komandan besar.


"Untuk apa kamu mencari saya?" Basa basi Papa Rakit padahal dirinya sudah tau maksud kedatangan Bang Jenar.


Bang Jenar semakin salah tingkah apalagi Bang Arsene dan Bang Panji menatapnya tajam.


"Siap.. Ijin.. saya berniat meminang putri komandan."


"Meminang.. pengajuan nikahmu sudah saya terima. Bagaimana kamu ini Kapten. Melamar adik saya.. tapi tidak tau silsilah keluarga. Push up kamu..!!!!!!" Perintah Mayor Arsene yang kini menjabat sebagai Wadanyon di kesatuannya.


"Siaap..!!" Bang Jenar pun mengambil posisi dan segera push up.


"Rahasiakan identitas Lintar, dia masih ada kerjasama dengan kita..!!" Pinta Bang Panji.


"Siap Abang"


\=\=\=


2 minggu berlalu pernikahan pun di laksanakan.


"Saya terima nikah dan kawinnya.. Reradihan Inggil Gitarja binti Senopati Rakit........."


:


Bang Jenar dan Lintar sudah resmi menjadi suami istri.


Kedua Abang Lintar segera memeluk adiknya itu, terlihat Bang Arsene paling bersedih melihat pernikahan adik perempuannya.


"Lintar takut Bang. Lintar takut Bang Jenar tidak cinta sama Lintar" Lintar berbicara lirih pada Bang Arsene dalam tangisnya.


"Percaya sama Abang, Abang kenal siapa Jenar. Kamu pasti bahagia bersama Jenar " Bang Arsene menenangkan hati Lintar. "Jika sampai Jenar membuatmu menangis, Abang yang akan turun tangan..!!"


...


Di dalam kamar, Lintar tertunduk lesu. Bang Jenar pun masuk ke dalam kamarnya, di lihatnya sang istri belum berganti pakaian setelah akad nikah tadi.


"Kamu nggak mandi?" tanya Bang Jenar.


"Iya, sebentar lagi" jawab Lintar tanpa menoleh. Penampilan Lintar hari ini membuat hati Bang Jenar cukup gelisah. Dirinya bingung menempatkan diri, jantungnya sudah tidak kuat melihat kecantikan Lintar dalam balutan kebaya pengantin.


.


.

__ADS_1


__ADS_2