
Bang Zeni terkapar di samping Fia. Tubuhnya sudah sangat lelah tapi sistem tempurnya masih beroperasi dengan baik dan parahnya Fia seakan tidak lelah memadu cinta bersamanya.
Aneh sekali, kenapa Fia bisa seperti ini. Mau laki atau perempuan pasti punya batasan urusan ranjang dan setidaknya berjeda. Ini sama sekali tidak berjeda. Minuman Fia sangat ringan kadarnya. Lalu kenapa Fia seperti ini.
Di sela meladeni tingkah nakal Fia, tangannya masih sempat membongkar isi tas Fia. Dan benar saja kecurigaan nya. "Pil lady??? Darimana kamu dapat benda seperti ini????" Bang Zeni mengarahkan wajah Fia agar bisa menatapnya tapi semua seakan sia-sia. Fia hanya tau menggodanya saja.
"Fia sayang, sabar Neng..!! Abang Nafas dulu..!!" Ucapnya yang tidak lagi di indahkan istrinya itu.
Fia yang sudah seperti terhipnotis sangat lepas mengekspresikan keinginan diri.
Senyum nakal Bang Zeni pun merekah. "Ini kamu lho dek yang mau. Jangan bilang Abang nggak punya perasaan. Abang Nafas saja kamu larang"
Bang Zeni yang sudah gemas akhirnya meladeni tingkah Fia dan mengesampingkan dulu darimana pil lady itu berasal.
-_-_-_-_-
"Siap Danki..!!" Om Wahyu yang sedang piket kesatrian kompi membukakan palang saat melihat Danki pulang bersama ibu. Ia pun kemudian menghubungi seseorang untuk melapor.
~
Bang Zeni mengangkat Fia masuk ke dalam rumah. Ia baru membawa Fia keluar dari tempat karaoke dan pulang setelah kewarasan Fia lumayan stabil.
"Awas saja kalau kamu nggak ngaku darimana pil itu kamu dapat. Abang bukannya nggak senang, tapi Abang lebih senang kalau kamu sadar untuk melayani suamimu" gumam Bang Zeni gemas.
***
"Sukaaa, jelas Abang suka. Istri pintar merayu suami jelas Abang suka, lega dan puas. Tapi lebih baik kamu sadar untuk melakukan hal itu."
"Abang marah sama Fia?" Tanya Fia yang melihat raut wajah cemberut suaminya.
"Abang bukannya marah, tapi lihat dulu apa yang kamu gunakan itu.. lalu darimana kamu dapat pil itu????" Bang Zeni mengintrogasi Fia yang tidak juga mau menjawab darimana istrinya itu mendapatkan pil berbahaya itu.
"Dari..........."
tok..tok..tok..
"Selamat pagi, Ijin Danki" sapa seseorang di luar pintu.
"Nanti kita lanjut lagi. Abang sibuk, ada kegiatan lapangan di luar" meskipun Bang Zeni sedang marah tapi ia tetap mengecup kening, pipi, dan bibir Fia lalu segera keluar menemui salah seorang anggota nya.
__ADS_1
...
"Fiaa.. Abang minta tolong donk..!!"
"Apa Bang?" Tanya Fia melihat ekspresi wajah Bang Cemar yang menemuinya saat ia akan masuk ke dalam ruangan ibu pengurus ranting.
"Ini, pakai caranya sesuai petunjuk..!! Nanti infokan sama Abang ya, ada nomer ponsel Abang khan? nanti Abang kesini lagi kalau sesuai harapan." Jawab Bang Cemar. "Abang ijin ke rumah mu ya, sama ke ruangan bojomu sing ngamukan kaya singo iku"
"Iya Bang"
//
"Yang benar kamu Mar???????????" Setengah mati Bang Zeni kaget, suara littingnya itu terdengar benar-benar begitu cemas.
"Benar Zen, Fia jatuh di kantor kompi. Tadi aku sempat menemuinya sebentar, kamu khan tau aku harus ambil berkas yang salah soal latihan kita .. tapi tadi dari piket kompi mengabari aku kalau istrimu jatuh terpeleset di kamar mandi" kata Bang Cemar menjelaskan.
Pikiran Bang Zeni seketika buntu. Ia segera mematikan sambungan teleponnya dan berlari mengambil motornya di parkiran, tak memikirkan apapun lagi.. dirinya melesat pulang dengan kecepatan tinggi.
...
Piket jaga kesatrian melihat Danki datang dengan kecepatan tinggi. Bahkan para petugas piket belum sempat memberi salam hormat.
Benar saja sesampainya di rumah, sudah banyak tamu.. tenda pun masih setengah berdiri. Jantung Bang Zeni seakan melompat dari raga.
"Sabar Zen.. Fia..............!!!"
Bang Zeni melihat tumpukan kain putih di atas meja. Dadanya mendadak sakit luar biasa, nafasnya sesak. "Istriku mana Maaaarrr???????? Ya Allah...!!!!!" Tanyanya sekali lagi.
"Heehh.. Zeni. Saya juga nggak tau kalau jadinya seperti ini............"
"Fiaaaaaaaaaa...!!!!!!!!!!!!!" Bang Zeni tak peduli apapun lagi. Ia berteriak pilu, hatinya terasa begitu sakit, pikirannya membayangkan hal yang tidak-tidak. "Fi_aa" saking syoknya Bang Zeni meremas dadanya dengan kuat sampai akhirnya Danki tumbang terkapar di lantai.
"Dankiiii..!!"
"Waduuuuuhh piye sih iki??????" Bang Cemar pun ikut cemas dan bingung.
"Bang, sudah boleh keluar?" Tanya Fia lembut dan polos.
"Ya sudah keluarlah. Bojomu malah pingsan ini. Gagal semua"
__ADS_1
"Abaaang???" Fia pun kaget melihat sosok Bang Zeni tumbang.
"Wes Yu.. pasang aja banner nya. Danki mu salah paham, mungkin di kira kain kafan Fia kali ya" gerutu Bang Cemar sambil melonggarkan ikat pinggang Bang Zeni.
:
Tangan Bang Zeni dingin, keringat sebesar biji jagung menetes dari keningnya.
"Jer.. kenapa si Zeni belum sadar juga?" Tanya Bang Cemar pada Jerri littingnya yang juga adalah dokter di Rumah sakit tentara.
"Aku khan sudah bilang, tidak semua orang bisa menerima ambang syok seperti ini. Pasti tadi Zeni mengira ada hal fatal yang terjadi sama Fia. Suami mana yang tidak khawatir mendengar istrinya celaka???" Jawab Bang Jerri.
"Aahhh lemah sekali, dengan jabatannya dan pendidikan yang sudah dia tempuh kok bisa sampai tumbang hanya karena perempuan. Menyebalkan sekali."
"Heeehh Cemar.. memang isi kepalamu itu sudah tercemar ya. Aku sudah bilang ya, jangan pakai ide seperti ini. Pertama kamu melangkahi Zeni, kedua kamu jadi buat masalah besar. Coba tadi ikuti saranku seakan buat rumah ini kebakaran saja dan Fia terjebak." Kata Bang Fabian yang juga adalah litting Bang Zeni.
"Kalian berdua diam. Tidak ada ide yang cemerlang di antara kalian..!!" Tegur Bang Jerri.
"Uhuukk.." Bang Zeni terbatuk dan mulai tersadar. "Fiaa" ucap pertamanya memanggil nama Fia. Perlahan matanya terbuka dan untuk pertama kalinya ia melihat Fia menatapnya dengan sedih.
"Abaang.. Fia nggak tau mau bilang apa"
"Nggak usah bilang apa-apa. Kamu sehat saja Abang sudah bersyukur" jawabnya masih lemah.
"Fia mau kasih benda kecil ini untuk Abang..!!" Tangan Fia gemetar menyodorkan kotak kecil pada Bang Zeni.
"Apa ini??" Tanya Bang Zeni kemudian membukanya. "Allahu Akbar.. Alhamdulillah.. terima kasih banyak Gusti Allah..!!!" Bang Zeni langsung menarik Fia ke dalam pelukannya.
"Ini bukti kalau Fia hamil khan Bang??" Pertanyaan polos Fia begitu menyentuh perasaan Bang Zeni.
Bang Zeni tersenyum penuh haru. "Iya dek.."
"KAMI ANGGOTA KOMPI PENYERANG MENGUCAPKAN SELAMAT ULANG TAHUN LETTU ZENI ELGASH NAROTAMA SEMOGA PANJANG UMUR DAN SUKSES SELALU. KAMI JUGA MENGUCAPKAN SELAMAT ATAS KEHAMILAN IBU NAFIA ZENI ELGASH SEMOGA SELALU SEHAT DAN LANCAR HINGGA PERSALINAN" Ucap para anggota.
"B******n kalian semuaa..!!!!!!!!!" Bentak Bang Zeni mengisi seluruh ruangan. "Terima kasih banyak atas kejutan kalian yang kurang ajar ini dan untuk Nafia istri Abang.. terima kasih banyak sayang, Abang sayang kalian berdua..!!" Bang Zeni tak bisa menyembunyikan perasaannya yang campur aduk. "Yang merasa otak dari masalah ini.. silakan menghadap saya..!! Karena dia saya hampir tabrakan" Lirik Bang Zeni pada Bang Cemar.
.
.
__ADS_1
.
.