Kasih Di Timur Negeri.

Kasih Di Timur Negeri.
34. Awal lagi demi kamu.


__ADS_3

Nikmati dulu ceritanya sampai paham alurnya..!!


🌹🌹🌹


Mata Fia nanar menatap Bang Zeni yang berjalan ke arahnya.


"Assalamualaikum..!!" Sapa Bang Zeni dengan senyum tipis karena terlalu di paksakan.


"Wa'alaikumsalam..!!" Jawab Fia terbata ketakutan.


Fia terlihat gelisah dan cemas karena sesaat tadi ia baru mengetahui bahwasanya dirinya tidak lagi mengandung buah hati pria yang ada di hadapannya itu.


Bang Zeni membungkuk kemudian mengecup sayang bibir Fia. Penuh rasa rindu, sedih, haru dan sayang yang bercampur aduk menjadi satu. "Apa kabar? Rindu Abang nggak?" Tangan itu pun membelai rambut Fia.


"A_bang.. nggak marah" tanya Fia dengan kebiasaan polosnya.


"Marah.. marah sekali pada diri Abang yang tidak bisa menjagamu" jawab Bang Zeni.


"Fia minta maaf, gara-gara Fia.. anak kita........ Sungguh Fia nggak sengaja..!!"


Bang Zeni kembali mengecup bibir Fia. "Sudahlah.. kehilangan anak memang sangat sakit, nanti dia akan membimbing kita ke surgaNya. Kamu tidak salah, Abang yang salah" Ucapnya kemudian memeluk Fia. Terdengar isak tangis sang istri dalam peluknya dan itu membuat hatinya ikut merasakan sakit. Ia pun tidak bisa lagi menahan air matanya.


"Fia nggak mau hamil lagi Bang, Fia takut"


"Kenapa??" Tanya Bang Zeni lembut.


Perasaan Bang Zeni semakin terpukul, tapi saat ini dirinya pun tidak boleh egois. Ia harus menguatkan mental Fia lebih dulu.


"Fia hanya gadis yang bodoh. Baru hamil saja Fia sudah membunuh anak kita. Fia hanya bisa mempermalukan Abang saja..!!"


"Huusstt.. nggak boleh bicara begitu. Nggak baik. Jika Allah mengambilnya lagi, berarti Allah memberi teguran pada Abang.. agar Abang menjadi pribadi yang lebih baik lagi, agar Abang bisa lebih bijaksana membawa arah rumah tangga kita" jawab Bang Zeni menenangkan Fia.


"Fia juga nggak selingkuh sama Om Wahyu. Sungguh Bang..!!" Kata Fia ketakutan.


"Iya.. iyaa sayang.. Abang tau. Sudah jangan di bahas lagi..!! Jangan bicara macam-macam"


"Abang ceraikan Fia saja.. Abang nggak akan malu punya istri seperti Fia. Abang bisa cari istri yang tidak bodoh..!!" Kata Fia mendadak berucap dengan pikiran kacau. Ucapnya terdengar panik.


"Tenang dulu dek..!!"


"Cepat ceraikan Fia Bang..!!!" Pinta Fia menggoyang lengan Bang Zeni.

__ADS_1


"Deekk..!!!!!!"


"Ayo Bang, Abang nggak akan malu lagi karena Fia..!!!"


"Fiaaaa.. nggak ada wanita yang kuat di duakan..!!!!!!" Bentak Bang Zeni menyentak hati Fia. Fia pun menangis histeris. Secepatnya Bang Zeni memeluk Fia "Kenapa kamu jadi begini??? Hati Abang sakit sekali dek. Cepatlah sehat.. Abang nggak kuat lihat kamu seperti ini..!!"


:


Fia sudah lebih tenang. Tinggal Bang Zeni sendiri terjaga, terpaku memikirkan cara terbaik untuk memulihkan keadaan. Sesaat tadi Bang Zeni mendengar keterangan dokter tentang kondisi kejiwaan Fia. Bang Zeni sempat merasa curiga dengan segala ucap Fia.


Bang Zeni menerima semua laporan kerja Fia serta rekaman dua rekaman CCTV yang menjadi akar masalah melalui pesan singkat.


Ada perbedaan mencolok dari rekaman CCTV tersebut. Terlihat suatu rekayasa digital saat Fia terjatuh di kebun karena takut sambaran petir menjadi Fia melakukan hubungan terlarang. Om Wahyu pun telah mengakui, dirinya menerima bantuan karena mengira ibu Najib tulus membantu menyelesaikan masalahnya dan kini ia begitu kesal dan sangat menyesal karena merasa di khianati.


"Pekerjaan mu rapi sekali sayang. Kamu pasti sudah bekerja sangat keras" Bang Zeni mengusap lengan Fia saat tak ada satupun kesalahan saat Fia mengerjakan tugas kantor.


...


"Hapus semua memori buruknya, tapi kamu harus memaklumi apa yang terjadi nanti dan pastinya kamu harus lebih sadar.. memory ini hanya akan ada dua kemungkinan. Dia menjadi sangat dewasa.. atau kembali pada keadaan saat dia belum mengenalmu. Semua bisa saja mengulang dari awal.. atau memang masih ada rasa sama kamu. Apa kamu siap??" Tanya dokter Adam.


Bang Zeni berpikir sejenak, tapi ia pun tak ingin masalah ini berlarut-larut. Yang jelas ia ingin memperbaiki mental Fia.


"Saya yakin.. Fia tidak akan pernah melupakan saya"


Fia berjalan bergandengan dengan Gina yang hanya Fia ingat sebagai kakaknya saja dan Bang Cemar sebagai kakak iparnya.


Batin Bang Zeni terasa sakit dan terpukul karena ternyata Fia kembali pada ingatan saat belum mengenal dirinya. Berubah menjadi pribadi berbeda seperti saat pertama ia kenal.


Dengan mengucap Bismillah dan menarik nafas panjang untuk menguatkan hatinya. Bang Zeni melangkah mendekati Fia.


"Selamat pagi" sapa Bang Zeni lebih formal pada Bang Cemar.


"Pagi Kang. Ambil obat?" Tanya Bang Cemar basa basi.


"Iya" jawab Bang Zeni sambil terus menatap mata Fia.


"Kenalin nih. Adik ipar saya..!!" Kata Bang Cemar.


Bang Zeni mengulurkan tangannya tapi Fia memalingkan wajah dengan angkuhnya. "Maaf, saya nggak bisa kenalan dengan sembarang pria" jawab Fia.


Seketika Bang Zeni melepas kacamata hitam yang bertengger di atas hidung mancungnya.

__ADS_1


Bang Cemar pun terkikik. Memang tak ada yang menyangka reaksi Fia akan seekstrem itu.


"Kenalan saja nggak mau, memangnya saya ini barang najis????" Kata Bang Zeni terbawa gemas meskipun sebenarnya ia tau resiko yang akan di hadapi.


Pak Jefri menepuk bahu Bang Zeni lalu berbisik. "Sabar Komandan. Jangan terbawa emosi. Anggap saja komandan sedang pacaran. Bukankah komandan dan ibu tidak pernah pacaran? Buat saja situasi ini menjadi hal untuk membangun kedekatan yang baru bersama ibu. Biar nanti saya dan Wahyu membantu komandan di belakang layar..!!"


"Ehmm.. saya juga tidak mau berkenalan dengan gadis mungil, sombongnya nggak kira-kira" ejek Bang Zeni dengan sengaja dengan wajah datar tak berekspresi.


Bang Cemar menahan rasa gelinya. "Kang, tolong antar Fia pulang ke rumahku ya..!!"


"Apaaa????? Kenapa harus pulang ke rumahmu????" Rasanya Bang Zeni begitu kesal karena Bang Cemar seakan aji mumpung menyulitkan dirinya.


"Ya masa ke rumahmu?? Fia khan adik iparku" kata Bang Cemar semakin menggoda Bang Zeni.


Dengan polosnya Fia mengangguk membenarkan ucapan Bang Cemar.


"Kamu pulang di antar Bang Zeni ya dek. Abang mau periksa kandungan mbak mu dulu..!!" Kata Bang Cemar sok pahlawan.


"Ada cowok yang lain nggak?" Tanya Fia.


"Nggak ada. Hanya ada saya disini.. Ayo pulang..!!"


"Nggak mau" tolak Fia sambil memalingkan wajahnya.


"Kamu baru sembuh dari kecelakaan, jangan sampai ngilu di badanmu buat repot semua orang. Ayo pulang..!!!"" jawab Bang Zeni tak kalah ketus.


"Iiiihh.. dasar sok tau. Pasti cuma om-om modus..!!"


"Hahahaha.. benar tuh Fi, kamu harus pandai menjaga diri apalagi sama om-om semacam Zeni ini" sambar Bang Cemar.


Fia kembali mengangguk tegas karena memperoleh dukungan.


"Kau jangan macam-macam. Tugasmu hanya membantuku dekat sama Fia. Bukan mau ribut seperti anak ABG..!!!!!" Bisik Bang Zeni.


"Fia harus di rumahku minimal empat puluh hari dan tidak kurang. Itu bantuan khusus dariku. Aku tau kau ini rajanya pikiran kotor..!!"


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2