Kasih Di Timur Negeri.

Kasih Di Timur Negeri.
58. Menyelesaikan dengan kepala dingin ( 1 ).


__ADS_3

Bang Rakit terkapar di pinggir pantai sampai pakaiannya basah. Terlihat botol minuman masih dalam genggamannya. Persis seperti dugaan Bang Ervan.


"Itu Danki mu khan?" Bang Cemar mengkode Bang Ervan dengan ekor matanya. Ia pun langsung duduk dan sibuk memasang cacing sebagai umpan di kailnya.


Hanya Bang Ervan dan Om Alvin yang kelabakan melihat Dankinya muntah sampai terkapar.


"Bawa kesini boy..!!" Perintah Bang Cemar.


Bang Ervan dan Om Alvin segera membawa Bang Rakit di hadapan Bang Cemar.


"Kowe iki ngopo patah hati sampai koyo ngene???" Tegur Bang Cemar.


Ternyata Bang Rakit masih berada dalam alam bawah sadar meskipun tidak sepenuhnya. Wajah itu terlalu penuh dengan tekanan.


"Teriak saja sekencangnya, sekuat tenagamu, luapkan amarahmu dan keluarkan air mata itu..!!!!!" Perintah Bang Cemar.


Seketika itu juga Bang Rakit berteriak sekuatnya sangat kencang. Ia meluapkan segala perasaan. Tangis, marah, sakit hati, kecewa semua ia tumpahkan.


"Hatiku sakiit Fiaaaaaaaaaa..!!!!!!!!!!!!!!!" Teriaknya sekencang mungkin.


Akhirnya Bang Cemar berdiri dan melayangkan tendangan. Bang Rakit menyambutnya, keduanya pun kini beradu skill beladiri.


Bang Ervan dan Om Alvin berusaha mendekat tapi Bang Cemar melarangnya sampai akhirnya Bang Cemar benar-benar dapat menumbangkan Bang Rakit dengan bantingan terakhirnya.


"Ayo luapkan semuanya..!!!" Kata Bang Cemar.


buuugghhh...


Satu hantaman saling mengarah dan tidak ada yang kalah ataupun menang.


"Fia terus menolak ku pot" ucapnya lirih dalam kepedihan. Bang Rakit mulai lelah dan tumbang.


Bang Cemar menarik nafas dalam lalu membuangnya.


"Tumben kamu sampai seperti ini. Betul-betul jatuh cinta??" Tanya Bang Cemar.


"Aku menikah bukan untuk main-main" bentak Bang Rakit dengan emosi.


"Yang bilang kamu main-main itu siapa?? Kurangi itu sifat batu. Kamu sendiri yang sudah mencari tau segala informasi tentang Fia.. setidaknya sudah tau bagaimana Fia. Tidak ada perjuangan yang mudah untuk di jalani. Termasuk masalah hati." Kata Bang Cemar. "Ingat kang, kalian beda kasus. Kau berpisah karena perselingkuhan dan pengkhianatan sedangkan Fia di tinggalkan begitu saja dalam keadaan sangat cinta. Aku paham.. kita sudah terbiasa dengan sikap keras. Hati istrimu selembut kapas dan yang harus kamu pahami. Fia itu polos nya sundul langit"


"Aku nggak bisa menguasai diri" ucap jujur Bang Rakit.


"Pulanglah.. bujuk istrimu baik-baik." saran Bang Cemar lalu memberikan sebotol susu untuk Bang Rakit.


Bang Cemar merasa ada yang menarik kailnya. Ia pun berdiri dengan gaya gagahnya. "Strike...!!!!!" Teriaknya dengan penuh percaya diri.


"Laahh Dan.. sandal jepit..!!!" Kata Om Alvin.

__ADS_1


"Ya salaaam..!! Di laut begini bersih kenapa masih ada sampah?????? Nggak ada otak nih orang yang buang sampah ke laut. Bisa-bisa kita makan racun karena sampah manusia" omel Bang Cemar.


...


"Baaang.. baju Abang kenapa basah?" Fia sangat kaget melihat tubuh Bang Rakit setengah basah.


"Kehujanan" jawab Bang Rakit singkat.


"Hujan dimana Bang. Sehari ini nggak ada hujan"


Bang Rakit tak sanggup menjawab, ia merasa mual, sampai tidak sengaja mendorong Fia lalu berlari ke kamar mandi dengan sempoyongan.


~


"Abang mabuk ya?????"


"Nggak.." jawab Bang Rakit.


"Bohong..!!"


Bang Rakit tak kuat lagi sampai akhirnya kembali muntah. Badan Bang Rakit panas dingin.


"Abang berenang dimana??" Tanya Fia.


Kecemasan Bang Rakit perlahan memudar padahal ia sempat mengira Fia tau dirinya mabuk minuman keras.


"Di kolam anggota situ lho dek" jawab Bang Rakit.


"Nggak begitu dek.."


"Kalau nggak begitu kenapa Abang selalu marahi Fia? Ketus sama Fia? Jangan pura-pura suka kalau memang nggak suka, ceraikan saja Fia. Fia nggak mau jadi beban siapapun" teriak Fia dengan kekesalannya.


"Fiaaaaa..!!!!!" Bang Rakit sedikit membentak Fia. "Cerewet sekali bibir mungil ini, kepala Abang sakit. Bertengkar nya di tunda dulu ya..!!" Suara Bang Rakit terdengar lebih lembut dan ini pertama kalinya Fia mendengar suara itu. Tapi rasa herannya itu pudar karena suaminya sedang masuk angin.


"Fia tunggu di kamar, cepat ganti pakaian basahnya..!!" Ucap ketus Fia sambil membanting pintu kamar mandi.


"Dek..!!" Sapa Bang Rakit.


"Tolong ambilkan pakaian..!!"


"Hmm.." Fia pun melangkah.


"Dek..!!" Panggil Bang Rakit lagi.


"Apalagi sih Bang???????"


"Jangan minta cerai" ucap Bang Rakit lirih.

__ADS_1


"Tergantung amal dan perbuatanmu Bang..!!" Jawab Fia malas.


Bang Rakit menepuk dahinya.


Aduuhh cilakaa.. pakai acara ngambek lagi.


Tak butuh waktu lama Fia membawakan pakaian Bang Rakit. Ternyata tanpa sungkan sang istri sudah mau mengambilkan kaos dan perlengkapan pria.


"Dek.. bisa tolong buatkan Abang teh hangat??" Bang Rakit berpegangan pada sisi bibir pintu.


Fia pun sok menyangga langkah Bang Rakit untuk masuk ke dalam kamar. "Cepat jalan.. tentara kok lemas" ledek Fia.


"Kamu kuat nggak?? Jangan sampai kita sujud di lantai" kata Bang Rakit meragukan.


"Ku_at" Fia terlihat sedikit memaksakan diri.


Bang Rakit menarik nafas panjang lalu menggendong Fia sampai ke kamar. "Lhoo Bang.. katanya nggak kuat jalan????" Protes Fia.


Sesampainya di kamar, Bang Rakit sedikit kasar merebahkan Fia karena ia pun terbanting kasar di samping Fia.


"Abaaaanngg..!!" Pekik Fia.


"Dek, tolong panggilkan Ervan, Alvin atau siapapun yang ada. Abang sudah nggak kuat" pinta Bang Rakit yang mendadak.. membuat Fia terlonjak, panik dan ketakutan setengah mati.


Fia berlari keluar dalam kepanikan. Masih untung ada Om Alvin sedang melintas. "Om Alvin.. tolong saya..!!!" Teriak Fia.


"Siap Ibu.. Ijin.. ada apa??"


"Bang Rakit kesakitan. Tolong Om..!!!!"


"Ya Allah.. Dankiiiiiiii..!!!!!!!!"


//


"Abang yakin tadi sudah taruh disini"


"Yakin nggak Bang?? Nanti kalau terminum bagaimana??"


"Hahaha.. nggak lah, masa Abang mau minum tuba ikan??" Jawab Bang Cemar.


"Kalau begitu ini apa Bang, sisa setengah. Bau susu??" Tanya Gina sambil menyodorkan botol tersebut ke hidung Bang Cemar.


"Lah iya ya. Ini susu? Kemana tuba ikan nya?" Bang Cemar celingukan di mess transit kompi Bang Rakit karena dirinya sedang jalan-jalan bersama keluarga.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2