
Novi telah bangun,sebelum azan subuh,ia sembahyang sunat ,Remon masih tidur,menunggu azan subuh ,Novi membaca alquran ,Novi selalu membawa alquran,yang ia simpan di tasnya .setelah azan terdengar ,Novi membangunkan Remon,ditepuknya kaki Remon dan digoyangkanya,Remon masih tidur,Remon susah bangun subuh,dan sering terlambat sembahyang.
"Mas bangun mas,kita sholat subuh mas,ayolah mas,kita berjemaah bersama."
Remon malah nebarij selimutnya.
Novi mengelengkan kepala,tanpa menunggu lagi ,Novi lekas melaksanan ibadah sholat subuh.setelah sholat ia mengulang lagi membangunkan Remon.
"Sayang bangun!,nanti terlambat dan habis waktu sholatnya."
Remon terkejut mendengar Novi memanggil sayang padanya,dibukanya matanya ,mata nya bwradu pandang dengan Novi,ia melihat pada novi,
"Apa saya tidak mimpi tadi,kamu panggil apa tadi?.",Novi kurang senang Remon bahas yg lain,yang ia inginkan Remon langsung pergi sembahyang."
Mas jangan bahas yang lain dulu,pergilah sholat nanti waktunya habis,tak baik lalai dalam sholat."
Tanpa berkata lagi Remon langsung ke kamar mandi ,setelah ambil wudhu Remon sholat subuh.Setelah sholat, Remon minum air kopi yang telah dibuat Novi.Remon menatap Novi yang duduk di tempat tidur.
"Novi saya ingin kamu memanggil ,dan membangunkan saya dengan sebutan seperti tadi,buktinya saya terbangun,Novi memonyongkan mulut dan tertawa
"Kalau mas,ingin saya panggil sayang ,mas jangan tinggal,dan lalai sholat,itu yang akan di tanya terlebih dahulu,Mas pemimpin saya."
Remon terdiam mendengar ucapan Novi,ia sadari ,dalam mengerjakan sholat ia selalu lalai bahkan sering meninggalkan sholat,sejak menikah dengan Novi,ia terpaksa sholat ,karna Novi akan ribut pagi pagi membangunkannya kalau ia belum sholat.
"Mas,saya ingin mas jangan lalai sholatnya,saya ingin kita berdua masuk sorga bersama,mas pemimpin bagi saya,jadi pemimpim yang harua memberi contoh yang baik."
Remon menatap Novi,ia mengecup pundak Novi.
Novi mas akan usahakan, kalau membawakan sholat mas kurang percaya diri,karna mas lalai selama ini,untung kamu mengingatkan mas,nanti mas akan belajar lagi supaya mas bisa jadi imam kamu, kalau kita bwrdua sholat.
Novi tersenyum ,di peluknya suaminya,begitu juga suaminya,ia peluk erat istrinya,hingga Novi terasa susah bernafas,menyadari hal itu Remon melonggarkan pelukannya.
Mas,saya tidak akan banyak yang saya inginkan,mas sholat ,tidak tinggal sholatnya,murah rezki mas dan mas sehat selalu,itu saja yang saya inginkan,kalau materi,jalau ada alhamdulillah kalau belum ada rezki,kita berdoa terus supaya ada rezki.,"
"Ya, akan mas usahakan keinginan kamu,doakan selalu mas ya dalam sholatmu,"
Novi mengangguk ia tersenyum manis pada Remon.
"Saya selalu,mendoakan mas diberi yang terbaik,di jaukan dari hal yang tidak baik."
Remon memelukNovi lagi ia terharu
"Kamu memang istri yang baik,beruntung saya mendapatkan kamu,walau kita bertemu dengan suasana tidak baik,tapi semua itu terjadi kerna telah di rencanakan yang di atas.."
"Orang boleh berkata apa saja tentang kita di kampung, tapi yang jelas kita tak melakukan apapun mas ,kita bisa mempertanggung jawabkan pada Sang pencipta.
__ADS_1
Remon tersenyum ,dan kagum pada pemikiran istrinya.
"Sekarang kita bersiap siap ,hari ini kita akan jalan jalan."
Mereka lalu bersiap siap untuk pergi.
kedua suami istri telah makan,mereka makan nasi lemak lauk ayam goreng, nampak lahab mereka makan nasi lemak.
"Mas suka nasi lemak ?,saya suka juga rasanya enak,hampur sama dengan rasa nasi uduk."
"Mas tadi berfikir,rasanya ada nasi ini yang hampir sama dengan nasi yang pernah mas makan di Jakarta,memang rasanya sama dengan nasi uduk nasi lemak ini.
Setelah makan mereka menuju sentral market,Mereka berfoto sebentar di sekitar sentral market,setelah puas berfoto,mereka melihat pernak pernik yang akan mereka bawah pulang untuk oleh oleh.
"Mas,mama sama adik, bagus nya kita belihkan apa ya?."
Rwmon melihat benda yang menarik perhatiannya,ia menunjuk benda itu
"Ini nampaknya mama suka,dan yang itu mama suka juga,dan belikan juga juga beberapa gantungan kunci."
Novi mengangguk ia memberi tahu pada karyawan di sana,apa saja yang akan di beli.
Sebelum sholat zuhur mereka pergi ke putra jaya mereka sembahyang di mesjid putra jaya,setelah sholat mereka duduk di taman dekat Putra Jaya.
"Novi,sengaja mas bawa kamu kesini,ivadah kamu baik,mas merasa kamu akan senang kalau mas bawah ke sini."
"Saya senang sekali mas,waktu ada orang di kampung yang bercerita tentang mesjid ini,saya ingin kembali kesini saya selalu berdoa,alhamdulillah dikabulkan mas."
Remon tersenyum,ia senang melihat istrinya bahagia.
"Sayang,kita dusuk di sini dulu sebentar,enak sekali merasakan angin berhembus di sini,rasanya di sini sejuk."
"Ya mas,terserah mas saja ,saya mengikut saja,kemana mas bawa,kakau mas letih kita kembali ke hotel."
"Kita belum Kedataran Merdeka,kamu kan belum ke sana sayang."Remon berkata.
"Kan bisa lain waktu ,siapa tahu mas akan bawa saya ke sini lagi."Novi bicara sambil tersenyum.Remon menatap Novi.
"Kamu ingin lagi kesini,kamu suka negara ini?,kalau mau,nanti kuta jalan lagi kesini."
Novi tersenyum,ia tersenyum mengoda.
"Saya mau kalau ada orang yang bersedia membawa saya."
Remon tersenyum dan memegang tangan istrinya dan tak lama ia merangkul bahu istrinya,ia pun tersenyum.
__ADS_1
"Mas akan selalu bersedia membawa kamu sayang,kemanapun."
Mereka saling pandang dan tersenyum bersama.mereka memperhatikan orang yang banyak di sekitar Putra Jaya.
Sore hari ,mereka telah berada di Dataran Merdeka,Novi melihat banyak orang di sana,tempat itu seperti tanah lapang.
"Mas tempat ini seperti gelora bung karno.'
Remon mengangguk.
"Saya membawa kamu jalan jalan ,supaya kamu tahu,kalau orang cerita nanti,kamu sudah pernah kesana,dan bisa nyanbung cerita sama orang lain ."
"Berarti,kalau mas kerja ke luar negeri ,saya di ajak dong,gunanya untuk menambah wawasan istrimas ini."Novi berkata sambil tersenyum mengoda."
"Kalau mas tak sibuk bekerja kamu mas bawa,ini mas bawa kamu kerna kita belum bulan madu,kalau sudah ,mas tinggal saja kamu di rumah."
Novi langsung cemberut mendengar ucapan Remon,Remon tertawa melihat Novi cemberut,ia gemes dengan istrinya.
'Sayang, sebetulnya pertanyaan ini sudah lama ingin mas tanyakan,kamu sebelum nikah sama mas,apa kamu ada pacar?."
Novi melihat Remon lalu ia tertunduk,ia seperti meninbang nimbang yang akan ia katakan pada suaminya.Remon tampak menunggu jawaban Novi.
"Ada".Remon kurang puas jawaban Novi.
"Kok singkat jawabanya,apa kamu sekarang masih berhubungan?".Remon bertanya lagi.
"Tidak,kami telah lama tidak berhubungan,nomor teleponnya tidak ada ,karna nomor tersebut ada di hp saya yang hilang,saya tidak hafal nomornya,lagi pula keluarganya tak setuju,Roni berhubungan dengan saya,status kami berbeda,Roni tidak mau kami putus "
"Roni, namanya,"
Ada nada cemburu dari perkataan Remon,Novi melihat suaminya ia tersenyum.
"Saya sudah menjadi istri mas,saya tidak akan memikirkan orang lain lagi,takdir saya sekarang bersama mas,saya tak bisa dan tak mau ,berhubungan dengan dua orang,kalau dengan yang ini tak mungkin dengan yang itu."
Remon terdiam,ia merasa tersindir dengan ucpan istrinya,ia merasakan,ia belum memutuskan Friska.,ia menatap Novi.
"Sayang, kalau kamu bertemu dengan Roni bagaimana?."
Biasa saja,ia sudah masa lalu,mas adalah masa depan saya."
Novi tertawa mengoda,Remon tersentum mendengar ucapan Novi,
"Kamu sudah pintar berkata sekarang".
Remon memencet gemas hidung Novi,novi kesakitan,ia memukul tangan Remon, Remon tersenyum gemes.
__ADS_1
Setelah cukup lama mereka duduk di sana mereka kembali ke hotel.