Kawin Terpaksa

Kawin Terpaksa
Pendekatan Roni


__ADS_3

Remon mulai menerima keputusan Novi untuk tidak menerimanya kembali bersamanya .Ia tidak lagi mabuk mabukan ucapan Wulan masuk dihatinya.


Seperti hari itu Remon sibuk dengan pekerjaaannya,Ia semangat bekerja, pulang ke rumah tengah malam,tapi ia tidak lagi mabuk.


Mamanya senang melihat Remon.Remon tidak menyadari mama duduk di ruang tamu menunggu Remon pulang .


Saat ada orang yang duduk sendiri lampu pun remang remang membuat Remon terkejut.Ketika ia menghidupkan lampu lebih terang, Remon mengelengkan kepalanya mengetahui siapa yang duduk.


"Mama,mengapa mama duduk sendiri di sini?"


Mama tersenyum dan tertawa geli.


"Kamu terkejut ya,mama suka melihat reaksi wajah mu tadi." Remon tampak tidak suka dengan tingkah mamanya.


"Mama seperti tak punya kerjaan."


"Mama memang tak punya kerjaan,mama hanya ibu rumah tangga." Mama mengoda Remon.


Remon tersenyum mendengar ucapan mamanya.


"Mama menunggu saya ma?"


Mama menganggu.


"Mama takut kamu mabuk lagi,mama tak bisa tidur nak." Mama menjelaskan dengan wajah memelas,Remon tersenyum


Remon mendekati mamanya ia mengecup kening mamanya.


"Jangan kawatir ma,Remon tidak akan minum ,apa lagi mabuk,Remon sekarang akan bekerja saja,tak akan melakukan pekerjaan yang sia sia ma."


Mama tersenyum senang.


"Mama senang mendengarnya,kalau begitu mama mau tidur,mata mama mulai mengantuk." Mama tersenyum.


Mama berdiri,Remon tersenyum melihat mamanya.


Setelah mamanya masuk kekamarnya,Remon masuk juga kekamarnya.Remon duduk melihat hp ,dilihatnya foto anaknya.


"Bintang maafkan ayah,ayah sangat sayang padamu,kamu adalah nyawa ayah nak,mudah mudahan kamu tidak tertekan dan marah pada ayah karna ayah saat ini belum bisa menemuimu."


Diusapnya foto Bintang,wajahnya sangat sedih sekali.Sedang asik melihat foto Bintang hp Remon berdering.Dilihatnya Pak Ridwan meneleponnya .Remon membiarkan saja pangilan dari pak Ridwan,setelah beberapa kali dihubungi akhirnya Remon mengangkat teleponnya,terdengar suara anaknya menangis.


"Ada apa nak,mengapa kamu menangis malam begini." Bintang masin terisak ia melihat ayahnya.


"Ayah Bintang rindu sama ayah,bunda tidak sayang lagi sama Bintang,apakah ayah jahat juga sama Bintang?"


Bintang berbicara sambil terisak.


"Bintang kamu jangan bicara begitu,bunda kamu itu sangat sayang sama Bintang."


"Sejak ayah tak datang bunda sering marah sama Bintang ayah."


"Nak ayah saat ini sangat sibuk,kalau ayah tak sibuk lagi ayah pasti menemui Bintang."


Remon membujuk bintang.


"Bintang mulai tersenyum." bujukan Remon berhasil


"Ayah janji ya,ayah tak boleh bohong." Bintang nenunjukkan jari kelingking pada Remon Remon tersenyum haru.

__ADS_1


"Ayah janji Bintang ,ayah sangat merindukan dan menyayangimu."


"Saya juga ayah,jangan lama lama ke sini ayah."Bintang bicara sesekali masih terisak.


"Iya kamu tunggu ayah ya nak?"


Bintang mengangguk senang air matanya telah berhenti mengalir..


"Nak,kamu jangan nangis lagi,kamu harus patuh dan mendengarkan perkataan nenek dan kakek ya nak..."


Bintang mengangguk.


Pak Ridwan tersenyum melihat cucunya yang telah berhenti menangis.


"Sekarang kamu tidur hari sudah malam nak."


Bintang mengangguk,ia langsung berbaring.


Remon tersenyum haru melihat anaknya.Remon berbincang dengan pak Ridwan.


"Sejak kapan ia menangis seperti tadi pak?"


"Sudah satu jam ia mengis,Novi memarahinya,ia bilang jangan biasakan menuruti keinginannya,ibunya marah pada Novi karena membuat Bintang menangis sampai anak itu terisak cukup lama,entah mengapa akhir akhir ini ia sering marah pada anaknya,mungkin anaknya ini tempat melampiaskan marahnya karna bintang yang menanyakan ayahnya setiap saat.


"Saya minta maaf pak,saya sudah lama tak menemui Bintang,setelah saya pulang dari luar negeri nanti saya akan ke sana."


Ya,kamu jangan lama lama ya kasihan Bintang,ia tak ada hubungan dengan masalah kalian."


"Ya pak saya tahu,jangan kwatir pak saya sangat menyanginya,Bintang adalah segala galanya bagi saya pak."


"Baguslah kalau begitu,bapak senang mendengarnya nak Remon." pak Ridwan nampak legah.


"Ibu sehat,semuanya sehat ,alhamdulillah berkat doa nak Remon."


"Saya senang mendengarnya pak."


Bapak tersenyum,dibalas oleh Remon,mereka tampak senang saat itu.


Hari minggu Roni membawa Novi dan bintang berjalan jalan dengan mengendarai mobilnya .Bintang tampak senang pandangannya lurus ke depan,ia memperhatikan jalan,kadang memperhatikan pohon dan apa saja yang tampak. Roni melihat bintang dari sepion,ia tersenyum,melihat Roni tersenyum sendiri Novi heran ia menyenggol tangan Roni yang sedang menyetir.Roni menoleh sesaat,ia tahu maksud Novi,ia memberi kode menunjuk pada Bintang.Novi melihat Bintang,ia tersenyum.


"Nak kamu sedang memperhatikan apa nak?"


Bintang tersenyum malu.


"Tidak ada ma,Bintang hanya nemperhatikan jalan saja,Bintang kan sendiri di belakang."


"Roni dan Novi saling pandang."


"Apa kamu ingin bunda duduk di sana sayang?"


"Tidak usah bunda,bunda biar duduk depan saja."


Novi tersenyum


"Ya baiklah ingat, jangan kamu keluarkan kepala dan tangannya,nanti bisa putus kena mobil yang lewat.."


"Iya bunda." Bintang tersenyum pada bundanya.


Roni mengajak Novi dan Bintang ke kebun binatang.Bintang sangat senang sekali melihat binatang yang ada di sana.ia berlari kesana ke sini melihat binatang disana.

__ADS_1


"Bintang kamu jangan dekat dekat nak,nanti kamu di tariknya.'


Novi berteriak ia cemas ketika Bintang agak dekat dengan monyet.


Bintang melihat sebentar pada Novi.


"Bintang tidak dekat dekat bunda."


"Nak kamu bersama bunda saja nenberi makannya" Novi tampak cemas,Melihat Novi cemas. Roni bergegas ke tempat bintang,di tinggalkannya saja Novi di belakangnya.


Roni memegang tangan Bintang.


"Jangan dekat dekat,hati hati tanganmu nanti di tariknya, Bintang."


Bintang menjauhkan tangannya.


"Om,monyetnya lucu,binatang yang lain juga lucu."


Roni tersenyum.


Kita lihat burung ,om suka burung,apa kamu suka juga bintang?


Bintang mengangguk.


"Roni melihat Novi yang baru berdiri di samping anaknya.


"Bunda,apa bunda juga suka melihat burung?"


Novi melihat pada Roni ,Roni tersenyum genit,Novi memanyunkan mulutnya.Bintang memperhatikan mereka,


"Saya mau melihat binatang yang lainnya bunda." Bintang nampak tidak suka melihat pandangan Roni ke Bundanya


Bintang langsung berjalan melihat binatang yang lain yang ada di kebun binatang.


Ke dua orang itu menuruti Bintang.


Pak Ridwan duduk bersama buk Ros,hari itu mereka hanya berdua.


"Lain rasanya ya pak,terasa sepi kalau tak ada Novi dan Bintang.


"Iya,bagaimana kalau ia nanti menikah tentu ia akan mengikuti suaminya,kita akan kesepian buk." Kedua orang tua itu kelihatan sedih.


Pak Ridwan melihat wajah istrinya tampak lebih sedih dari padanya.


"Kamu jangan sedih seperti itu,sebelum ada Novi kita kan berdua saja."


"Tapi saya sudah terbiasa ada mereka pak".


"Biar kita minta ke Novi,Bintang biar tinggal saja sama kita kalau ia sudah menikah..Saya rasa Novi tidak akan mau buk."


"Kita coba saja pak Siapa tau mau."


Buk kalau Novi mau saya rasa Remon pasti akan menjemput Bintang kerumah kita kalau Bintang bersama kita.


"Kita minta juga sama Remon,Biar Remon mengizinkan Bintang tinggal dengan kita"


Saya rasa mereka tak mengizinkannya pak.


"Novi dan Remon menyayangi kita,kita coba saja nanti membicarakan dengan mereka."

__ADS_1


Istri Pak Ridwan tersenyum ia mengangguk dan dibalas senyuman dari pak Ridwan.


__ADS_2