Kawin Terpaksa

Kawin Terpaksa
Bintang tiba di kota besar


__ADS_3

Novi telah tiba di bandara,sopir Roni telah menunggu mereka.Roni nampak bicara sebentar.Novi tampak tidak bahagia pergi saat itu,terlihat dari wajahnya yang murung.


Saat pesawat berangkat air mata Novi tak terbendung,Roni yang melihat itu menghapuskan air mata Novi.


"Mengapa kamu menangis,kita pergi tiga hari saja,kamu seperti tidak akan kembali."


Novi melihat pada Roni.


"Saya sekali ini berpisah dengan Bintang,biasanya kalau saya pergi bermalam selalu saya membawa Bintang."


"Kamu harus membiasakan ada kalanya anak kamu tidak ikut,karna ia bukan punya bunda saja tapi ia punya ayahnya,kamu jangan egois dengan anak,yang menginginkan anak bersama kamu saja,buat anakmu nyaman dengan begitu ia tidak begitu merasakan bahwa orang tuanya telah berpisah."


Novi terdiam mendengar ucapan Roni.


Mobil yang dinaiki Remon telah sampai Bandara.Remon tersenyum melihat anaknya senang melihat bandara.


"Wajah kamu senang sekali Bintang?"


Pak Ridwan berkata pada Bintang,Bintang tersenyum malu,Remon melihat itu langsung tersenyum ia teringan senyum itu sama seperti senyum Novi kalau sedang malu.


"Kakek, Bintang akan naik pesawat,setelah pulang akan Bintang ceritakan sama teman teman,bahwa Bintang ke Jakarta."


Lagi lagi Remon tersenyum mendengar ucapan anaknya.


Di ruang tunggu Bintang memperhatikan ruangan itu,ia seperti kagum dengan ruangan itu.


"Ini tempat apa ayah?" Bintang tampak heran.


"Ini ruang tunggu,nanti lewat pintu itu kita menuju pesawat dan kita akan terbang sebentar lagi "


Bintang mengangguk angguk seperti ia mengerti ucapan ayahnya.Melihat itu pak Ridwan dan ibu Ros saling pandang dan tersenyum.


Tak berapa lama mereka masuk ke pesawat Bintang dibimbing ayahnya masuk pesawat


Bintang tercengang melihat isi pesawatnya dan beberapa pramugari dan pilot tersenyum padanya.


Bintang menatap ayahnya.


"Ayah tadi siapa ayah,ia tersenyum pada Bintang padahal Bintang tak kenal orang tadi."


Bintang merasa aneh ada orang asing baginya tersenyum padanya.


Remon tersenyum di usapnya kepala anaknya.


"Yang tadi namanya Pramugara dan Pramugari,yang akan membawa pesawat ini namanya Pilot." Remon coba mwnerangkan.


"Saya mau juga jadi pramugari ayah."


Tiba tiba Bintang berkata.


Remon tersenyum mendengar perkataanya.


"Kalau laki laki namanya pramugara nak,kamu tak usah jadi pramugara kamu jadi Pengusaha saja meneruskan pekerjaaan ayah."


Remon melihat pada pak Ridwan dan ibu Ros,ke duanya tersenyum mendengar ucapan Remon.


"Kakek apa kakek suka saya jadi pengusaha?"


Bintang mengajukan pertanyaan pada kakek.


Kakek tersenyum dan mengangguk.


"Bintang,apa kamu tahu pengusaha itu?"

__ADS_1


Bintang mengeleng,kakeknya tersenyum


"Pengusaha itu seperti papamu."Kakek menunjuk Remon,mendengar itu Bintang tampak senang


"Bintang mau seperti ayah,Bintang mau jadi pengusaha." Bintang tampak berminat seperti ayahnya.


Kalau mau seperti ayah Bintang harus rajin belajar.Ibu Ros ikut juga berbicara.Bintang mengangguk.


Novi telah sampai di kampung Roni ia di sambut baik oleh orang tua Roni.


Rumah Roni besar dan megah.


Novi di kenalkan dengan nenek dan beberapa orang tante Roni.mereka menyambut ramah.Novi di suruh istirahat,malam nanti baru keluarga besar Roni akan datang,


Novi yang letih menuju kamar yang telah disediakan,sedang Roni bercanda dengan Neneknya.


"Nek bagaimana,apa nenek suka dengan calon istri Roni?"


Nenek tersenyum.


"Katanya ia ada anak ,mana anaknya?"


Nenek bertanya.


"Saat mau berangkat tadi anaknya tak mau ikut,sekarang anaknya bersama papanya."


"Roni kamu telah yakin dengan wanita itu."Nenek bertanya serius,Roni mengangguk


Yakin nek,saya sangat yakin saya mencintainya nek." Roni meyakinkan nenek.


"Bagaimana bibit, bebet, bobot,calon istrimu itu nak?" Roni tersenyum.


"Saya kenal dIa sudah lama nek,saya sangat mengenal Novi."


Roni mengangguk


"Nek nanti jangan di tanya mendetil pada Novi,Roni sangat mencintainya,saya tidak ingin ia merasa tidak enak di sini."


Nenek memukul lengan Roni ,ia kelihatan gemes dengan Roni.


"Kamu belum apa apa sangat membelannya,nenek yakin kamu yang bersikeras mau nikah dengan calonmu itu."


Roni mengaruk kepala yang tak gatal.


"Nenek tahu aja." Roni tertawa.


Nenek tersenyum melihat tingkah Roni.Roni di suruh menikah ia tidak mau ada saja alasannya,tapi dengan Novi ia tampak serius dan ingin cepat menikah


"Roni nenek mau istirahat dulu,acara kita nanti malam,lebih baik kamu juga istirahat." Setelah berkata begitu nenek berdiri ia menuju kamarnya.


Remon di jemput oleh asistennya,asistennya tersenyum pada pak Ridwan dan ibu Ros,ia menjabat tangannya.


Ketika melihat Bintang,asisten tersenyum pada Bintang,lagi lagi Bintang terkejut dan tercengang.


"Maaf om om siapa?"


Asisten tersenyum sambil mengusap kepalanya.


Remon mendengar pertanyaan anaknya ia mendekati Bintang.


"Nak ,ini asisten ayah,kalau kamu ke kantor ayah kamu akan bertemu dengan asisten ayah ini." Remon menerangkan.


Bintang mengangukan kepala.

__ADS_1


"Om kenal dengan bunda Bintang." Asisten sengaja berkata begitu agar Bintang menanggapinya.


"Kenal dengan Bunda,nanti akan Bintang sampaikan pada Bunda bahwa Bintang bertemu kenalan bunda."


Mereka semua tertawa,lebih lebih Remon,ia merasa geli ketika anaknya menyebut asistennya teman Novi.


Bintang tampak heran,ia melihat pada ayahnya.


"Mengapa tertawa ayah? "Bintang bertanya.


"Om ini asisten ayah,bukan teman bunda,tapi ia tahu dengan bundamu." Remon menerangkan.


"Ooo..." Bintang berkata tampak mengerti.


"Kita kemana Bos." Asistwn bertanya.


"Ke rumah yang saya beli saat Novi pergi dari rumah." Renon berkata datar.


Asisten mengangguk.


Bintang melihat kota Jakarta ia tampak heran.


"Ramai sekali kota Jakarta,bangunannya tinggi,tidak sama dengan kota kita ya kek?"


Kakek tersenyum ia mengangguk.


"Kota tempat tinggal kita kota kecil Bintang."


Kakek berkata.


"Nanti akan Bintang ceritakan bahwa Bintang telah ke Jakarta." Remon tersenyum.


sampai di rumah Remon pak Ridwan dan istrinya sangat kagum melihat rumah Remon,Rumahnya sangat cantik dan megah,halamannya luas.


Setelah memasuki rumah Bintang bertanya.


"Ini rumah siapa ayah? bagus sekali dan sangat besar." Bintang tampak kagum.


Remon tersenyum pada Bintang.


"Nak ini Rumah ayah,tentu rumah kamu juga nak."


"Sayang bunda tidak bersama kita,kalau tidak tentu bunda akan heran melihat rumah ayah."


"Lain waktu siapa tahu bundamu mau ke rumah ini." Remon berkata.


Saat mereka berbicara datang seorang pembantu rumah tangga.


"Tuan makananya sudah siap,kamar sudah di bersihkan."


Remon melihat pada Pak Ridwan dan ibu Ros.


"Pak Buk,Bintang kita makan saya sudah lapar." Remon tampak kelaparan.


Remon mempersilakan pak Ridwan dan Ibu Ros ,sampai di meja makan Pak Ridwan dan ibu Ros terpana ,ia seperti melihat rumah mewah seperti di dalam tv.


Lama ibu Ros terpana dan berdiri mematung.


"Ada apa buk? kok berhenti" Pak Ridwan bertanya.


"Isi rumah ini sangat mewah seperti melihat rumah mewah di tv." ibu Ros masih melihat dan ia tampak kagum.


Dukung selalu penulis ya teman teman,terima kasih yang telah membaca tulisan ini.

__ADS_1


__ADS_2