
Pagi itu melati bangun seperti biasa,ia langsung solat subuh,ia tak membangunkan Remon,ia masih kesal dan marah dengan Remon,seperti biasa ia mengaji,waktu mengaji air matanya jatuh menetes,ia bekali kali mengusap air matanya,kesedihan dan kepedihan hatinya tak bisa ia lupakan,setelah mandi ia keluar dari kamar,Novi berjalan sendiri keluar dari rumahnya,ia berjalan sambil mengelap matanya,untung pagi itu hari masih sepi.Remon heran melihat istrinya tidak ada di kamarnya,dipanggil panggilnya istrinya,tapi tak ada jawaban,Remon keluar kamar dilihatnya ada bik Ijah di sana,ia menanyakan istrinya pada bik Ijah.
"Bik,tampak istri saya bik,dari tadi tak afa dipanggil panggil tak menyahut."
Bibik merasa heran karna tadi Novi bicara padanya mau keluar,mana mungkin ia tak bicara pada Remon.
"Tadi mbak Novi keluar Pak,ia bicara pada saya katanya mau keluar "
Remon heran Novi tak biasa ,kalau ia keluar kamar saja ia akan bicsra,ini keluar runahvia tak bicara.
"Aneh!, ada apa dengan dia,tingkahnya aneh sekali"Remon berbicara sambil berjalan ia meninggalkan bik Ijah,ia kekuar rumah Mencari Novi,sat ia melihat Novi pulang kearah rumah dengan keadaan lesuh ia terkejut,ia nendekati Novi,matanya bengkak ia tampak tak ada gairah,Remon sangat cemas
Sayang,ada apa,aoa yang telah terjadi kepada mu?."
Novi hanya diam ia seperti orang linglung,Remon langsung mengangkat istrinya di bawah kerumahnya,setelah sampai di rumah ia membaringkan istrinya di tempat tidur,ia melihat pada istrinya ia melihat istrinya masih berlinang air mata..
"Sayang ada apa apa yang terjadi padamu,ayo ceritakan pada mas.."
Novi melihat tak semangat pada Remon,ia diam saja.
"Kamu jangan sedih begini sayang kamu sudah makan?,
Bibik yang berada disana cepat keluar mengambil minum dam makanan.Remon memberi minum,Novi hanya diam saja,Remon makub cemas dibuatnya,ia menelepon Dokter.
"Sayang,jangan mencemasjsn mas dong kalau kamu begini mas kwatir,kamu harus ingat ada anak kita di perutmu,kalau kamu begini anak kita akan sakit dan kelaparan jarna kamu tak mau makan."
Mendengar ucapan Remon Novi tersisak- isak,tak lama Dokter pribadi mereka datang.
Dokter memeriksa novi,cukup lama akhirnya dokter keluar sari kamar.Dokter duduk berdua dengan Remon.
"Ada apa dengan istri saya dok?."
Remon bertanya dengan perasaan cemas
"Nampaknya istri bapak depresi,ada masalah yang membuat ia tertekan dan sedih,atau ada peristiwa yang menbuat ia terkejut dan membuatnya sedih,ada pencetusnya,tapi kalau lama seperti ini kita kasihan pada bayinya pak,."
Setelah memberikan resep obat Dokter itu pergi meninggalkan Rumah Remon.
__ADS_1
Remon masuk kekamar dilihatnya istrinya tertidur,ia mendekat dan mengecup istrinya,dipandanginya istrinya lama,ia merasa kasihan melihat keadaan Novi
Remon menelepon Asistenya,ia tak menyadari bahwa Novi yang membawa teleponnya pulang.
"Halo Heri,saya tidak kerja hari ini,istri saya sakit,ia tak bisa di tinggalkan,saya serahkan pekerjaan pada kamu,kalau ada yang penting laporkan pada saya."
Heri merasa heran mendengar istri bosnya sakit.
"Kenapa ibu sakit ya,apa ada hubungannya dengan kedatangan ibu kesini kemarin."
Heri berkata perlahan sendiri.
Setelah tidur cukup lama
Novi terbangun,ia tidak sedih seperti tadi, hanya berubah pendiam,ia tak banyak bicara.saat Remon mau menyuapinya ia menolak, ia mau makan sendiri.Remon terpaksa menuruti istrinya itu.Novi hanya berbaring di dalam kamar,ia makan dan minum di dalam kamar.Remon mendekatinya ia hanya diam saja.
"Sayang,kita keluar jalan jalan,mas ingin jalan berdua dengan mu sayang,sudah lama kita tak pergi bersama,ayolah sayang."
Novi mengacuhkan Remon,Remon mengulang membawanya lagi
"Ayolah sayang,temani mas jalan ya?"
Novi bicara agak tinggi nadanya,Remon terkejut mendengarnya,Novivtak pernah berkata kasat dan bernada tinggi kalau bicsra dengannya,ia berusaha berkata lembut
"Sayang kamu tak perna berkata tinggi seperti tadi sama mas,kok sekarang kamu meninggikan suara pada mas.?.Novi melihat sesaat pada Remon setelah itu ia membuang muka,Novi hanya diam.Remon pusing melihat Noci bertingkah seperti itu,sudah tiga hari Novi begitu,tiga hari juga remon tak kerja.
Setelah melihat Novi yang malas bicara ,Remon memutuskan akan pergi kerja ia bicara psda Novi.
"Sayang mas besok mau pergi kerja ,sudah lama mas tidak bekerja,pekerjaan mas menumpuk,kamu tak apa apa di rumah kan?
"Saya juga mau kuliah ,tapi mau pergi sendiri,saya tak mau diantar saya mau naik angkutan umum atau naik ojek."
Remon terkejut mendengar ucapan Novi,emosinya terpancing mendengar ucapan Novi yang ketus.
"Kamu ini ada apa,apa kamu tidak memikirkan anak kamu,mau naik ojek lah,mau naik angkutan umum lah,nanti kalau terjadi apa apa sama kandungan kamu baru tau rasa,kalau kamu tak mau diantar kamu tidak boleh kuliah ,bila perlu tak boleh keluar dari rumah ini." Remon berjata dengan bada tinggi
Remon melepaskan kekesalanya pada Novi,ia lupa pesan Dokter,agar bersabar dengan Novi
__ADS_1
Novi naik ke tempat tidur ,ia tutupi dirinya dan berbaring ia ,ia menutupi mukanya dengan bantal,Remon memperhatikan saja tingkah Novi,ia menarik nafas dan melepaskannya lagi.Esoknya Remon pergi bekerja tidak memberi tahu Novi,ia kesal ia pergi begitu saja sat Novi masih tidur tiduran di tempat tidur .
Saat Remon sibuk bekerja,ia mendengar setukan pintu,ketika ia menyuruh masukvdi lihatnya Heri masuk keruangannya,Heri mendekati bosnya,Remon melihat padanya.
"Ada apa" Heri nampak Ragu ragumenjawab.
"Apa ada yang ingin kamu katakan?
Remon mengulang pertanyaan lagi,ia melirik asidtennya itu,Remin agak heran melihat Heri.
"Pak,ibu sakit apa pak,soalnya waktu kesini sehari sebelum ibu sakit, ibu kelihatan sehat".
Remon terkejyt,ia menatap Heri
Novi kesini?,mengapa ia tak memberi tahu ia kekantor"
Tiba tiba Remon teringat sesuatu,
"Hari itu saya Novi ingin kekantor,tapi tibatiba ia membatalkan karna ia mauvkuliah,saya menyuruh ia ke sini bersama pak,pasti pak Ujang tahu apa yang terjadi pada Ujang Novi,mengapa saya sampai melupakan itu."
Remon meremas rambutnya,ia kesal mengapa ia melupakan janji dengan istrinya.
"Pak,ibu nenelepon bapak tapi tak bapak angkat,ternyata hp bapak tinggal dikantor,ibu yang membawa pulang hp bapak."
Remon melihat Heri sesaat,akhirnya ia berdiri.
"Saya mau menemui Pak Ujang,saya ingin tahu apa yang terjadi"
Setelah berkata begitu Remon meninggalkan kantornya pulang ke rumah.Sesampai di rumah Remon menemui pak Ujang mereka bicara di taman yang ada di rumah itu.
"
Pak ujang,coba kamu ceritakan kemana saja bapak bersama Novi hari itu,Pak Ujang nenceritakan mulai dari menunggu Novi dari kampus,kekantir,kerestoran tempat mereka biasa makan,saat mendengar restoran dan jamnya muka Remon merah padam,ia sangat terkejut,ia mengerti mengapa Novi bersikap begitu.
"Pasti novi telah melihat ia makan dengan Ira,itu makanya ia tak mau bicara dengannya"
Remon berkata dalam hati sambil mendengarkan keterangan pak ujang,ia juga terkejut ketika ia mendengar malam itu Novi menangis sendiri di taman,is merasa bersalah,ia menyadari kesalahannya.
__ADS_1
Tiba tiba is mendengar Bik Ijah berteriak mendengar,hal itu Remon bergegas masuk bersama Pak Ujang,ia terkejut melihat istrinya terbaring di lantai karna,terjatuh dari tangga.
Remon berteriak memanggil manggil nama istrinya,ia menangis melihat istrinya tak bergerak,cepat cepat ia gendong istrinya untuk dibawah ke rumah sakit,ia memangku istrinya Pak Ujang yang memajukan mobinya,mobil melaju dengan kencang.