
Novi gelisah karna pak Ridwan,istrinya dan Bintang tidak ada kabar ia menelepon ibu Ros.
"Ibu,ibu di mana,dari tadi belum sampai,apa tidak terjadi apa apa buk?" Novi bertanya,ia tampak cemas dan gelisah.
"Tidak nak,kami baik baik saja,kami singgah dulu ke rumah nak Remon." Ibu Ros menjelaskan.
Novi tampak heran,ia tampak tak percaya.
"Rumah? memangnya mas Remon ada rumah di sini,ia kan tidur di hotel selama ini buk."
"Panjang ceritanya,nanti ibu ceritakan."
Ibu Ros membuat Novi penasaran.
"Ya,cepat pulang ya buk jangan lama lama di sana,saya kesepian sendiri di sini." Bovi berkata dengan manja.
"Ya tunggu saja kami di rumah."
"Iya buk." Novi mematuhi ibu Ros.
"Lain rasanya tinggal sendiri,saya rindu dengan Bintang,dengan celotehnya yang selalu ingin tahu,saya rindu juga dengan bapak dan ibuk."
Novi bicara sendiri.ia kembali ke tokonya.
Sementara itu Bintang telah berenang dengan ayahnya.ia tampak gembira sekali,bapak juga ikut berenang bersama mereka,ibu Ros hanya duduk melihat mereka.
Sidang perceraian di mulai,Novi hanya diam ia tak berani melihat dan menegur Remon di tempat sidang,walau ia marah dengan Remon,tapi ia masih menghormati Remon karna Remon dulu menjadi orang yang pernah ia cinta dan sayangi dan ayah dari anaknya.
Ketika akan pulang Remon menghampiri Novi.Novi menatap Remon,pandangan mereka beradu.
"Novi mas ingin bicara." Akhirnya Remon bicara
"Tidak ada yang harus kita bicarakan."Novi menjawab dingin,Remon tersenyum.
"Ada,kita punya anak,saya ingin membicarakan tentang Bintang anak kita."
"Saya tidak ada waktu saya mau pulang."
Novi bergegas ingin pergi,Remon memegang tangan Novi.
"Tunggu dulu,saya mintak waktu untuk bicara,sekali ini saja."Remon menatap Novi.
Remon berharap sekali.,Novi masih ingin pergi.
"Saya akan pulang saya mohon." Novi masih bersikeras mau pergi.
"Saya mohon Novi,saya ingin membicarakan tentang anak kita setelah kita cerai nanti.."
Setelah Remon berharap akhirnya hati Novi melunak.Rwmon tampak senang.
"Baiklah kita bicara di taman saja,saya ada bawa honda saya akan keluar mas ikuti saja saya." Novi berkata perlahan.
"Baik mas akan mengikuti kamu." Remon menyetujuinya.
Setelah sampai di taman Novi lebih dulu memarkir mobilnya, ia mendekati taman yang ada bangkunya.
Remon mengikutinya dari belakang,setelah sampai ia pun memarkir mobilnya.
__ADS_1
Belum sempat Remon duduk Novi sudah bicara padanya.
"Bicaralah mas mau bicara apa,saya ada waktu sedikit untuk mas.." Novi bicara ketus.
Remon menatap Novi,ia tersenyum kecut.
"Kamu sudah berubah Novi." Remon berkata perlahan.
"Bukankah mas yang telah merubah saya."Novi menjawab ucapan Remon.
"Novi,kamu katakan mas yang merubah kamu,apa yang mas rubah Novi."
"Kehidupan saya." Novi berkata sambil menatap Remon,Remon pun juga menatap tajam Novi.
"kehidupan bagaimana,mas tidak mengerti maksudmu Novi?" Remon tampak heran.
"Diri saya,kehidupan saya,setelah kejadian saat itu,dan setelah saya hamil mas selingkuh saat perut saya besar,sekarang seperti orang yang sangat sayang pada anak dan istri." Novi berkata sambil mengejek Remon.
"Kamu yang lari dari rumah Novi,kamu yang terlampau cemburu kepada mas,kamu salah paham terhadap mas." Remon berusaha menjelaskan keslah pahaman Novi.
"Pembohong! orang pembohong tetap pembohong." Novi tampak tak percaya ucapan Remon.
"Kalau kamu tidak percaya terserah kamu,yang penting mas tidak melakukan kesalahan padamu,kamu saja yang terlampau tinggi cemburu dan curiga." Remon tampak kesal.
Novi menatap tajam Remon.
"Katanya ada yang mau di bicarakan mengenai Bintang,apa! malahan membawa berantem." Novi berkata lagi.
"Mas mau membicarakan mengenai Bintang kalau kita jadi bercerai." Remon berkata perlahan.
Novi diam ia menunggu perkataan Remon.
"Coba saja kalau berani mengambil Bintang! "
Novi berkata dengan suara agak tinggi,Remon menatap tajam Novi.
"Kamu bicara apa?" Novi mengangkat bahunya dan membuang muka.
"Mas tak mungkin mengambil Bintang,mas ingin Bintang bersama bundanya,tapi ingat.."
pembicaraan Remon terhenti,
"Ingat apa! saya tak akan mau berpisah dengan Bintang,saya yang mengandung dan melahirkannya dan perlu di ingat saya yang membesarkannya."
Belum jadi Remon selesai bicara Novi telah memotong pembicaraannya.
"Saya tahu,saya tak akan memisahkan kamu dengan anak mu,kamu yang telah memisahkan Bintang dengan saya." Remon balas menjawab.
"Mas berpisah dengan Bintang karnah ulah mas sendiri." Novi bicara seenaknya.
Remon tampak heran.
"Memangnya apa yang mas lakukan pada kamu? kamu yang berlebihan cemburu pada mas." Remon agak kesal pada Novi.
"Mas berulang kali selingkuh,sepandai tupai melompat akhirnya jatuh juga." Novi menyindir Remon.
Kamu samakan mas dengan tupai." Remon berkata lagi
__ADS_1
"Jangan sok bloon mas,jangan pura pura tidak tahu maksud saya." Novi tampak kesal.
"Novi ,mas ingin kapan pun mas mau membawa Bintang mas harap kamu tidak menghalangi atau mempersulit yang akan membuat kita ribut." Akhirnya Remon berkata.
Novi diam ia menatap Remon.
"Saya ingin Bintang tak melihat pertengkaran kita,kasihan dia,saya ingin ia nyaman walau orang tuanya berpisah. Remon berkata lagi
"Saya menginginkan Bintang tidak menderita kerna perpisahan orang tuanya." Novi diam mendengar ucapan Remon.
"Yang mas inginkan adalah kalau Bintang ingin bertemu dengan mas,atau mas ingin bertemu Bintang kamu tidak keberatan dan satu lagi saya ingin membiayai Bintang sampai perguruan tinggi,karena saya ingin Bintang meneruskan perusahaan mas."
Remon berkata perlahan.
"Saya tahu ibu sudah menceritakannya."
Novi berkata,Remon memperhatikan Novi.
"Rumah yang mas buat itu sebetulnya untuk kita tempati bertiga,kalau bapak dan ibu mau tinggal bersama saya juga tidak keberatan,tapi keinginan tinggal keinginan ,Tuhan berkata lain." Remon berkata dengan nada sedih.
Novi terdiam mendengar ucapan Remon
"Hanya itu saja yang ingin mas katakan,kita harus memikirkan perasaan Bintang,dan satu lagi kamu jangan sering memarahi Bintang,nanti ia tertekan."
"Apa Bintang mengadu pada mas.sudah pandai mengadu ia rupanya." Novi tampak marah.
"Kamu tahu,Bintang sering iri dengan teman sekolahnya dan temannya sering memamerkan kemesraanya bersama papa dan mamanya,mas tak ingin ia tertekan dan merasa sedih karna perceraian orang tuanya."
Novi hanya diam menunduk mendengar ucapan Remon.
"Apa kamu mendengarkan saya bicara? dari tadi menunduk saja." Remon heran dengan Novi.
"Ya, saya mendengarkan ucapan mas." Novi berkata.
Remon menatap Novi,Novi merasa grogi saat mata mereka beradu,Novi cepat membuang pandangannya.
"Novi mas tak ingin perpisahan kita membuat Bintang bersedih,jadi kita usahakan kita tidak pernah bertengkar di depan BintangRwmon tampak menkwatirkan Bintang.
"Saya akan mendengarkan mas,saya berjanji kita akan bekerja sama membesarkan Bintang walaupun kita bercerai."
Novi Berkata perlahan.
"Itu saja yang ingin mas katakan,kamu sibuk kan,terima kasih kamu telah memberikan mas waktu."Akhirnya Remon berkata.
Remon mengulurkan tangannya ia menyalami Novi.dan menatapnya tajam.
"Maafkan kesalahan mas selama hidup bersamamu,tanpa mas sadari mungkin mas menyakitimu,tapi yakinlah selama mas berumah tangga denganmu mas sangat menyayangimu dan mencintaimu." Remon berkata perlahan.
Novi terharu mendengar ucapan Remon,Remon pun matanya tampak memerah dan berkaca.
"Saya juga minta maaf,tanpa saya sadari saya mungkin melakukan kesalahan selama berumah tangga dengan mas,saya pun ingin Bintang tidak sedih dan menderita karna perpisahan kita,mari kita Besarkan Bintang bersama.Saya tidak akan menekan Bintang,saya juga tidak akan marah kalau ia bersama mas sekali kali."Novi juga berkata perlahan.
Remon memeluk Novi,Novi mendiamkan saja ketika Remon memeluknya erat.
...****************...
Hari berganti bulan akhirnya perceraian antara Remon dan Novi terjadi,di tempat sidang Remon memeluk Novi,walau hatinya pedih ia merelakan Novi untuk berpisah dengannya,ia tidak ingin pertengkaran mereka yang terus menerus akan mempengaruhi Bintang.Remon merasa iba pada Bintang yang harus menerima perpisahan orang tuanya.
__ADS_1
Terima kasih pembaca yang telah membaca tulisan saya ini,semoga tidak ada yang tersinggung dengan cerita saya ini karna cerita ini hanya sebuah cerita saja.semoga pembaca sehat selalu,salam dari saya.