Kawin Terpaksa

Kawin Terpaksa
Cinta itu telah pergi


__ADS_3

Wulan dan mama telah sampai di rumah sakit mereka telah menemukan kamar rawat Novi.Wulan membuka pintu ia melihat masnya tertidur duduk di kursi,kadang ia terangguk angguk,Wulan kasihan melihat mas nya .


Wulan melihat Novi,Novi tampak tertidur nyenyak mungkin pengaruh ia sudah tidak bisa tidur nyenyak beberapa hari ini.


Mama melihat pada Remon dan Novi.


"Wanita ini hanya membuat anakku susah saja."


Mama bicara perlahan.Wulan mendengar ucapan mamanya ia hanya mengelengkan kepalanya.


Remon terbangun,dengan wajah khas bangun tidur ia melihat mama dan Wulan ,ia meregangkan badannya,setelah beberapa saat ia baru tersenyum pada mama dan adiknya.Mereka berdua membalas senyum Remon.


"Saya ketiduran ma,saya tak tahu mama dan Wulan datang."


Remon masih tampak mengantuk,ia kelihatan letih.


"Mas tidur saja dulu,biar Saya yang gantikan,mas kelihatan lelah."


"Istri mas sakit mana mungkin mas bisa tidur nyenyak dek"Remon berkata perlahan.


Remon melihat istrinya,ia sedih meligat istrinya begitu


"Novi dari tadi tertidur,ia sudah beberapa hari ini tak tidur,ia tak mau makan dan sering muntah,itu makannya ia tak bertenaga,tensi dan hb nya rendah."


Remon menjelaskan keadaan Novi pada Wulan dan ibunya.Sedang asik mereka berbicara Novi membukakan matanya,ia melihat keliling kamar


Remon melihat Novi membuka matanya,dan masih tercengang melihat sekelilingnya,Remon tersenyum pada Novi,ia menegang tangan Novi dengan kedua tangannya,ia tampak gembira sekali.


Sayang,kamu tidak bangun? mas senang sekali sayang. "


Novi tersenyum di paksakan


"Mbak,makan dulu ya ,saya tadi membeli bubur untuk mbak,saya suapkan ya mbak?"


Novi hanya menatap Wulan.Remon yang mendengar Wulan membawakan bubur untuk istrinya nenoleh pada Wulan.


"Kamu bawa bubur dek,mana?biar mas yang akan menyuapi mbak mu."


Wulan mengambil rantang yang telah berisi bubur,ia juga membawa roti dan beberapa buah.


Novi tanpa sadar ia melihat pada mama mertuanya,mama melihat tak suka padanya,cepat cepat Novi mengalihkan pandangannya ke arah Remon.Remon tersenyun padanya dan menyuapi Novi,Novi makan dengan perlahan.


"Sayang,kamu harus banyak makan,kamu tidak sendiri sekarang,ada anak kita,kalau kamu lemah dan sering sakit kasihan anak kita yang.Remon berkata sambil menyuapi Novi


Novi diam saja mendengar ucapan Remon ia tetap mengunyah bubur pemberian Remon.


"Apa kamu suka anak kita sakit sakitan kakau ia sudah lahir nanti karna kurang gizi?"


Novi melihat pada Remon ia mengelengkan kepala.


"Saya ingin anak ini sehat mas"

__ADS_1


Akhirnya Novi berbicara pada Remon,Remon senfat senang mendengar suara istrinya kembali.


"Kalau ingin sehat kamu harus paksakan makan.kamu sehat anak kita pun akan sehat sayang.Remon menambahkan,Novi tersenyum ia menganguk."


"Saya akan selalu sehat mas saya tak ingin anak kita menjadi lemah dan sakit- sakitan setelah ia lahir nanti mas."


Novi berkata perlahan Remon tersenyum ,diusapnya wajah istrinya,lalu ia mencium kening istrinya.


Mama melihat pada Remon,anak gantengnya berubah ,ia tampak kusut,rambutnya tidak Rapi lagi,mama melihat tajam pada Novi.


"Novi! lihat suamimu,karna kamu sakit dirinya tak terurus lagi,kamu selalu membuat anak saya susah."


Remon terkejut mendengar ucapan mamanya, ia tak menduga mama akan bicara begitu pada Novi..


"Ma,mengapa mama bicara begitu pada Novi ,ia sedang sakit ma!! "


Novi diam mendengar ucapan mama.


"Sakit si buat buat,mama hamil kalian berdua dulu tak ada sampai di rawat di rumah sakit,istrimu ini sok manja."


"Mama berhentilah bicara begitu,kalau mama bicara lagi lebih baik mama pulang saja!!"


"Apa, kamu berani mengusir mama Remon!!"


Mama marah pada Remon,mendengar suara tinggi mama Remon diam,ia tak ingin berdebat dengan mamanya di rumah sakit. Novi memegang tangan Remon ,ia mengisyaratkan agar Remon tak menjawab perkataan mamanya


Wulan berusaha menenangkan mamanya ,ia bawa duduk mama duduk di kursi yang ada disana.ia masih saja mengomel


"Remon berusaha menahan emosi nya ketika mendengar mama masih mengomel.Tangan Novi masih memegang tangan Remon.Remon melihat pada Novi,emosinya mereda ketika melihat pada Novi,"


Wulan mendekati masnya,


"Mas pergilah mandi,saya tadi membawa baju ganti mas,Wajah mas sudah berantakan sekali,bisa bisa mbak Novi bertambahvpusing melihat mas kacau begini."


Wulan bicara sambil tersenyum pada Novi,Novi membalas senyum Wulan,Remon melihat tingkah keduanya ia pun berdiri .


"Mana handuk ,sabun dan pakaian ganti mas,mas mau mandi,mas rasa bauk badan mas pun tidak enak."


Remon berbicara sambil melihat pada mama,mama menatapnya.Wulan mengambil baju ganti dan perlengkapan mandi,ia juga membawa baju ganti untuk Novi .Remon masuk ke dalam kamar mandi .Wulan mendekati Novi


"Mbak, tadi yang bersihkan mbak perawat ya?


Novi mengeleng


"Mas Remon,ia tak suka perawat yang membersihkan mbak,ia ingin mas sendiri yang melakukannya ,ia tak ingin tubuh saya di lihat orang lain katanya katanya."


Wulan tersenyum pada Novi


Tak lama Remon keluar,ia sudah kelihatan segar kembali.


Wulan mendekati Remon .

__ADS_1


Kalau seperti ini mas kelihatan segar dan ganteng,mama pasti merasa senang dan bangga melihat anak gantengnya ini .


Wulan melihat pada mamanya,mama membuang muka,Wulan dan Remon saling pandang .


Wulan dan Remon mendekati mama,mereka berdua bergantian memeluk mamanya,


Mama jangan begini dong cemberut terus,percuma dong mama perawatan tak ada gunanya,mama apa mama tak takut keriput ma?


Mama melirik mereka,ia bergegas mengambil cermin di dalam tasnya ,ia memantut dirinya di cermin tingkah mama lucu,kedua anaknya tersenyum,mama melihat ke dua anaknya.


Apa yang kalian tertawakan,kalian berdua senang kalau keriput mama kembali terlihat?


Remon dan Wulan tertawa berderai.


Jangan kwatir mama ku yang cantik,wajah mama belum berubah,masih kelihatan cantik seperti ABG.Mama mencubit Wulan


Kamu kira mama ini ABG ! dasar anak nakal kalian.


Meteka bertiga tertawa,Menyadari di rumah sakit mereka menutup mulut,Novi tersenyum melihat tingkah mereka bertiga.


Pintu di ketuk,nereka semua melihat ke pintu


Tak lama muncul Dokter Vita dan beberapa orang perawat.Setelah tersenyum pada mereka,Dokter memeriksa NoviRemon mendekati dokter.Setelah selesai Dokter melihat pada Remon dan Novi,ia twrsenyum


"Ibu Novi sudah boleh Pulang,usahakan makan,ini saya kasih vitamin,jangan bekerja berat dulu dan satu lagi jangan banyak pikiran,istirahat yang cukup ya buk.."


Novi tersenyum dan mengangguk


Setelah berkata pada Remon Dokter keluar ruangan itu Remon sangat senanf ,ia mendekati Novi.


"Kamu sudah sehat sayang ,kamu sudah boleh pulang,mas senang sekali mendengarnya yang,kamu dengar kan apa kata Dokter,jangan banyak pikiran,usahakan makan ,dan tidur cukup,pikirkan anak kita,jangan sanpai anak itu kurang gizi dan sakit -sakitan ya? "


Mam mendekati mereka.


"Kamu cerewet sekali Remon,istrimu itu ada telinga,ia mendengar apa yang dikatakan Dokter tadi."


Remon hanya menatap mamanya ia malas berdebat dengan mamanya


Remon meligat pada Wulan


"Dek, Tolong mas menbereskan Barang barang,sebebtar lagi kita pulang mas mau mengurus administrasi nya."


Setelah berkata Remon berlalu dari hadapan mereka.Mama mendekati Novi.


"Senang ya kamu ,kami yang menjadi pelayanmu sekarang!. "


Novi diam ia tertunduk sambil memegang bajunya melihat hal itu Wulan mendekati mamanya


"Sudahlah ma,nanti di dengar Dokter,apa mama tak malu?"


Mendengar ucapan Wulan mama kembali lagi duduk di bangku yang ada di sana,sedang Wulan berkemas..

__ADS_1


__ADS_2