
Remon senang Novi hamil lagi,ia sangat perhatian pada Novi,Novi dilarangnya untuk nengerjakan pekerjaan Rumah,ia melarang Novi kuliah,ia menyuruh Novi mengambil cuti kuliah.
Saya tak mau mengambil cuti kuliah,saya tak mau di kurung di rumah ini.
Remon kaget mendengar Novi bicara begitu,
Siapa yang akan mengurungmu sayang? ini demi anak kita,mas tak ingin kejadian seperti anak kita yang pertama terulang lagi.
Remon nampak trauma dengan kejadian meninggalnya anak pertama mereka
Novi diam,wajahnya terlihat sedih.Remon memegang kedua pundak Novi mereka saling tatap.
"Sayang,mas hanya ingin anak kita selamat sampai lahir,mas sudah tua sayang,mas ingin mengendong anak sayang,pahami diri mas ya sayang,setelah kuat nanti kandunganmu mas akan izinkan kamu kuliah lagi,tapi saat ini mas harap kamu mendengarkan mas ya?"
Novi menatap suaminya,ia berkata dalam hatinya,
Mas setelah kandungan ini kuat saya akan pergi jauh dari mu mas,saya tak tahan hidup bersama mu mas,saat ini saya akan menuruti kemauan mu mas."
Remon agak heran melihat Novi tampak sedabg memikirkan sesuatu.
"Sayang kamu jangan banyak berpikir,percayalah mas melakukan ini untuk kebaikan anak kita ,mas sangat nencintai kamu dan calon anak kita"
Setelah berkata begitu,Remon mencium Novi.Mendengar itu Novi tersenyum yang di paksakan,Melihat itu Remon memeluk Istrinya
"Sayang jangan jangan marah terus sama mas,nanti anak kamu miri mas lho."
Remon berusaha supaya Novi ceriah damnmau bicara lagi,ia menunggu reaksi istrinya.Benar saja Novi melihat padanya,
Mas yang menanam saham,tentulah ia akan mirip mas,emangnya ada orang lain selain mas!."
Remon tertawa,pancingannya mengena,istrinya sudah mau bicara,walau bicaranya agak ketus.
Mas tak mau bicara sendiri terus sayang ,kamu marah sama mas kok lama sekali yang,kanuvtak kasihan sama mas sayang,Remon memasang muka memelas
Tiba tiba Novi ingin muntah,ia bergegas kekamar mandi Remon mengikutinya,ia mengosok punggung Istrinya ketika Novi muntak,Novi tampak lemas.
Remon memapah Novi ke tempat tidur,ia baringkan istrinya di sana.Wajah Novi pucat ia tampak lemah.Remon menatap istrinya.
Sayang, mas panggilkan Dokter ya?"kamu tampak pucat sekali sayang."
Novi hanya diam,ia tak punya tenaga untuk bicara.Remon menelepon Dokter keluarganya.
Setelah mebelepon Dokter Remon duduk di samping Novi.
Sayang, kamu sabar ya? sebentar lagi Dokter datang.
__ADS_1
Remon mengusap- usap kepala Novi,Novi diam menatap Remon matanya sayu,Remon mengecup kening Novi
Bunyi ketukan menghentikan kegiatan Remon.
"Tok..tok. rok." Remon menoleh ke pintu
"Masuk"
Masuklah Bik Ijah bersama seorang dokter Wanita,Dokter itu tersenyum,bibik tampak kasihan melihat Novi.
Dokter Vita, istri saya ini awalnya tak mau makan,ia hamil,tapi makin hari ia makin lemah,tolong periksa agar ia sehat kembali Dok
Dokter mengangguk ia mendekati Novi,ia memeriksa Novi ,Ketika ia mebgukur tensinya tensi Novi rendah sekali .Dokter melihat pada Remon.
"Pak Remon,sebaiknya istri bapak di rawat saja ,tensinya sangat rendah,hb nya pun rendah,itu makanya ia tampak lemah,untung ia tak pingsan Pak." Dokter bicara pada Remon
Saya serahkan saja sama dokter,lakukanlah yang terbaik Dok,saya tidak mau istri dan anak saya kenapa napa Dokter.
Remon sangat kwatir sekali,ia tampak neremas remas rambutnya
"Ayo pak ,lebih baik sekarang kita bawa istri bapak ke rumah sakit,lebih cepat lebih baik pak"
Remon bergegas mengendong istrinya ,Bibik berlari keluar memberi tahu Pak Ujang untuk siap siap mengantarkan majikannya
Remon memangku Novi,ia menitikan air matanya,melihat Novi tak bicara menatapnya.
Remon sangat kwatir ia takut terjadi yang tidak ia inginkan pada Novi.Novi melihat Remon ia menitikkan air matanya.
Remon membelai pipi Novi.ia sesekali melihat ke jalan,
Pak cepat sedikit pak,mengapa lama sekali sampainya.
Ini sudah hampir masuk halaman Rumah sakit pak.Setelah dilakukan pemeriksaan Novi di masukan ke Ruang VVip.Novi dipasangi infus dan oksigen karna sesampainya di rumah sakit Novi sesak nafasnya.
Remon termenung sendiri menunggu Novi,ia berdiri nenatap istrinya,istrinya itu tertidur setelah di beri obat.
"Sayang,kenapa gara gara mas menegur kamu di depan Friska kamu jadi seperti ini sayang,kamu tak perlu cemburu padanya ,mas sangat mencintaimu ,tak ada yang lain sayang."
Tak ada jawaban dari Novi,karena saat Remon bicara Novi tertidur.
Remon menelepon Wulan.
"Dek,mas sekarang sedang di rumah sakit,mbakmu masuk Rumah sakit, hamil kali ini sangat lemah ,mbakmu ini tak mau makan ,hb nya rendah,sekarang ia tertidur setelah di beri obat."
Remon bicara melalui telepon.
__ADS_1
Saya akan kesana mas,sabar ya mas?,semoga mbak dan bayinya tak kenapa napa ya mas.Wulan menjawab dari rumahnya.
"Yaa, doakan mbak dan keponakan mu ya dek?"Remon menjawab lagi dan mengakhiri bicaranya di telepon.
Wulan bergegas,ia mencari ibunya,ibunya heran qulan bergegas berjalan kearahnya.
Wulan ada apa,kamu kelihatan cemas,mengapa kamu tergesa gesa seperti itu?.Wulan menatap mamanya.
"Mbak Novi ma,ia masuk rumah sakit,keadaanya sangat lemah ,mas Remon ada disana, ia sangat mengkwatirkan Mbak Novi ma.."
Mama yang tadi agak cemas berubah biasa biasa saja wajahnya ia tersenyum,wulan heran melihat mamanya
Kok mana tersenyum ma,tidak kwatir debgab jeadaan menantunya.
Mama menatap Wulan
Untuk apa kwatir Wulan,itu hanya gejala hamil saja,wanita kampung itu sok manja,sok ingin di perhatikan oleh Remon saja.
Wulan tidak suka mama bicara begitu.
"Kalau sok minta diperhatikan tak mungkin Mbak Novi di infus dan di pasang oksigen ma."
Mama tersenyum mengejek,Wulan tampak kesal,mama marah pada Wulan.
"Mama tak suka kamu menatap mama seperti itu,gara gara wanita kampung,kamu berani bersikap seperti ini pada mama".
Wulan terdian mendengar teguran mamanya,lama mereka terdiam.
"Ma,saya mau meligat Mbak Novi,mama mau ikut atau tidak." Akhirnya Wulan bicara pada mama.
"Baiklah mama ikut,kalau mama tak ikut Remon akan marah pada mama,kalau dia marah dan berpihak pada wanita kampung itu,mama akan rugi,Remon nanti memberhentikan mengasih uang untuk mama belanja nanti,bisa bisa mama malu sama teman mama nanti"
Mendengar ucapan mamanya Wulan hanya mengelengkan kepalanya,ia menarik nafas panjang.
"Ayolah ma,kita berangkat sekarang,kasihan mas Remon sendiri di sana."
Wulan dan mama pergi ke rumah sakit.Wulan menyopir sendiri mobilnya.Mama berbincang dengan Wulan di dalam mobil.
Anak kamu nanti siapa yang jemput Wulan?"
"Saya sudah telepon papanya tadi ma."Wulan bicara sambil menoleh ke mamanya.
"Jangan sampai gara gara kita di rumah sakit nanti,kamu lupa menjemput anakmu."
Wulan tersenyum pada mamanya.
__ADS_1
"Waktu mendengar kabar mbak Novi masuk rumah sakit saya langsung menelepon papanya ma."
Mereka berdua terdiam Wulan menghidupkan musik,mama memperhatikan mobil yang berjalan di jalan raya.