Kawin Terpaksa

Kawin Terpaksa
Akan mengurus cerai


__ADS_3

Roni memperhatikan Novi yang hanya diam mengambilkan nasi tambah dari dapur.ibu Ros yang memperhatikan itu memandang pak Ridwan,pak Ridwan hanya terbatuk batuk,melihat hal itu Novi melihat pada pak Ridwan.


"Pak perlahan saja makannya jangan tergesa gesa."


Pak Ridwan tersenyum ia melihat pada Novi.


"Kalau keselek bapak susah makannya.Novi bwrkata lagi.


"Ya Nak,duduklah sekarang,lihat tu nak Roni ia terganggu makannya." Ibu Ros berkata.


Novi melihat pada Roni,mata mereka beradu.


"Saya tidak terganggu bu,pak."


Roni berkata pada ibu dan bapak Ridwan.


Akhirnya Novi duduk makan bersama.setelah makan mereka menuju ruang keluarga sedang Novi membersihkan meja makan dan langsung mencuci piring setelah selesai dan bersih, Novi gabung ke ruang keluarga


Roni sepertinya ingin melihat seseorang.


"Kamu sepertinya mencari sesuatu." Bapak bertanya.


Roni tersenyum.


"Saya dari tadi tidak melihat Bintang padahal hari ini libur."


Pak Ridwan tersenyum.


"Bintang tadi pergi kesekolahnya ditemani kakaknya anggota toko,karna Bintang ada acara di sekolahnya."


"Pantas saya tidak melihatnya dari tadi."Roni berkata.


Setelah sekian lama berbicara,Roni mulai nampak ingin mengutarakan maksudnya.


"Maaf buk, bolehkan saya mengutarakan maksud saya kesini?" Pak Ridwan saling pandang mereka akhirnya tersenyum.


"Memangnya nak Roni ingin berbicara apa."


Novi melihat pada Roni,


"Mas mau bicara apa mas."


Novi bertanya,Roni memandang Novi,ia tampak gugup.


"begini pak."


Roni berhenti sejenak,ia tampak menguatkan dirinya untuk berbicara.


"Saya datang ke sini untuk melamar Novi."


Remon berhenti berkata ditatapnya wajah orang yang ada satu persatu,ketika ia melihat Novi,Novi sedang melihat pada Roni Roni manatapnya.


Pak Ridwan melihat pada Roni,ia tersenyum.


"Nak Roni,kalau bapak siapapun jodohnya Novi bapak terima saja tergantung sama Novi pada siapa ia menentukan pilihan."


Roni melihat pada Novi yang hanya diam menunduk ketika pak Ridwan berbicara.


Pak Ridwan melihat pada Novi.

__ADS_1


"Nak bagaimana,apa kamu menerima lamaran nak Roni."


Novi melihat satu persatu yang ada di sana,Roni sangat berharap Novi menerimanya,Novi hanya terdiam.


"Pak untuk pertama ini maaf hanya saya yang datang,orang tua saja sedang pergi haji,setelah mereka kembali ,saya akan membawah mereka ke sini."


Pak Ridwan tersenyum pada Roni.


"Tak apa Nak,kami sudah mengenal nak Roni bagai mana Novi,jawablah,nak Roni butuh jawabannya."


"Apa betul mas Roni bersedia menerima saya sebagai istri,saya tidak mau setelah saya menerima lamaran mas ada wanita yang mengaku pacar mas,dan saya tak ingin orang tua mas tidak menerima saya jadi menantu."


"Saya mencintaimu itu makanya saya melamar kamu tahukan,sebelum kamu menikah kita sudah berhubungan,cinta saya hanya untuk mu,mengenai orang tua ,mereka telah setuju."


Pak Ridwan yersenyum.


"Nak ,Roni telah mengatakan yang ingin kamu ketahui,bagai mana nak?"


Novi melihat pada ibu Ros dan pada Roni yang sangat mengharapkan jawaban dari Novi.


Setelah menarik nafas panjang Novi menjawab.


"Baiklah saya menerima lamaran mas Roni,tapi saya akan mengurus cerai dulu pada mas Remon.


Pak Ridwan terkejut.


"Maaf saya hampir lupa,Novi kamu belum cerai dari Remon,kamu tidak bisa menerima lamaran dari nak Roni,kamu harus selesaikan urusan kamu baru bisa melangkah ke acara lamaran.Roni terdiam mendengar ucapan pak Ridwan."


"Maaf nak Roni ,saya tidak berpihak pada siapapun tapi saya tidak ingin orang yang masih terikat perkawinan di jodohkan pada orang lain itu salah nak."


Roni diam tertunduk.


"Masalah ini bapak serahkan pada kalian berdua,tapi ingat kalau kamu mau nikah sama Roni kamu urus dulu surat cerai dengan Remon,setelah menjalani idah kamu baru boleh memikirkan pernikahan dengan Roni.Tapi ingat bapak tak menganjurkan kamu untuk bercerai,semua itu keputusan kamu Novi tapi sebelum mengambil keputusan pikir dahulu masak masak."


"Mas kamu dengarkan apa kata bapak."


Roni tersenyum.


"Besok uruslah perceraianmu,saya akan mempersiapkan pernikahan kita."


"Mas jangan dipersipkan dulu,cerai saja belum,ini prosesnya lama."


"Saya ingin kamu secepatnya mengurus surat cerai kamu , baru saya merasa legah."


"Sekarang kami mau kedalam kamar dulu ya,urusan kalian berdua,biar kalian yang menyelesaikannya."


Setelah berbicara begitu ,pak Ridwan dan ibu Ros masuk kedalan kamar.


Setelah orang tua itu masuk kedalam kamarnya, mereka bedua diam membisu.


Mereka di kejutkan dengan suara Bintang.


Bintang berlarian masuk langsung memeluk bundanya,setelah ia menyadari ada Roni bintang pun memeluk Roni.Roni tersenyum ia menciun Bintang.


"Kamu ganteng sekali Bintang hari ini."


Bintang yang mendapatkan pujian langsung tampak senang,Novi dan Roni tersenyum melihat Bintang.


"Kakak kamu tadi mana?"

__ADS_1


"Kakak lansung pulang Bunda,katanya ada yang mencarinya di rumahnya."


"Ooo begitu,.Kata kakak,ia tak mau masuk karna ada tamu."


Novi tersenyum pada Bintang.


"Kakak kamu itu besok bunda kasih tahu kalau mengantar kamu harusnya ada yang melihat bahwa ia yang mengantarnya."


"Bunda kakak itu jangan di marahi,ia sangat sayang sama Bintang bunda."


"Novi tersenyum pada Bintang.Kamu tenang saja nak,bunda tidak akan marah sama kakak mu itu,tapi bunda hanya memberi tahu."


Bintang tersenyum pada Bundanya.


"Bintang bagainana kalau kita jalan jalan bertiga sama bunda,kamu mau ngak."


Bintang melihat pada Ibunya.


"Mas mau jalan kemana. " Novi bertanya.


"Saya kota ini belum begitu tahu,kalau kamu bersedia saya mau melihat kota ini bersama kalian berdua."


Novi melihat jam.


"Kamu ada janji dengan orang lain Novi?"


Novi tersenyumpada Roni.


"Tidak saya tidak ada janji dengan siapapun.Kalau tidak ada janji oyo kita pergi."


saya ganti baju dulu.


Roni tersenyum ia mengangguk.


"Ayo Bintang kamu mau ikut tak mari bunda mandikan."


Roni menunggu dengan sabar,setelah Novi dan Bintang siap berdandan mereka pamit pada bapak dan ibu Ridwan.


Remon sedang berbincang dengan Wulan berdua.


"Mas bagaimana kabar Bintang sama mbak Novi." Remon tersenyum.


"Bintang makin dekat dengan mas,mudah mudahan dengan dekatnya Bintang dengan mas membuat Novi mau kembali pada mas."


"Saya berdoa selalu mas,mbak Novi itu sangat baik,sayang mama tidak menyukainya."


"Mas telah banyak mengenal wanita mbak kamu lah yang mas rasa yang terbaik untuk mas jadikan istri,semua yang mas inginkan ada padanya."


Wulan tersenyum


"Mas harus sabar menghadapi mbak Novi kalau mau mau kembali padanya,kadang kamu walau masih cinta kadang keras hati sok menolak .."


"Kamu ini ada ada saja,kamu itu wanita kok bicara begitu."


Wulan tersenyum.


"Mas mas harus melunakan hati mama agar mama mau menerima Novi menjadi menantunya,kalau mama masih bersikap seperti dulu mbak Novi tidak mau kembali rujuk sama mas,mana mau orang kembali dengan suami untuk menderita mas."


"Kamu harus bantu mas supaya mama mau menerima Novi."

__ADS_1


"Saya akan usahakan mas."


Remon tampak mengaruk kepala yang tak gatal.Ia bingung bagaimana mama menyukai Novi,istri yang sangan ia sayangi.Wulan tersenyum melihat masnya.


__ADS_2