
Novi kuliah telah berjalan satu bulan , telah ada teman yang akrab , Bunga dan Melati. bunga dan pembawaanya periang dan lucu rasa ingin tahunya tinggi,Seperti biasa mereka berbincang sebelum masuk kuliah,
"Novi,kamu selalu di antar Jemput orang tua kamu ya."
Melati menduga,Remon adalah papanya NOVI,karna umur mereka jauh berbeda.
"Iya,saya selalu di antar jemput."
Novi membenarkan,ia sengaja tak memberi tahu temannya, yang mengantar jemput itu suaminya.
"Kalau mereka tahu yang mengantar jemput adalah suami saya,nanti timbul gosip,mereka akan bicara macam macam nanti,apa lagi
mas Remon umurnya berbeda jauh dengan saya."Novi berkata dalam hatinya
.,Novi termenung sesaat ia terdiam karna mendengar ucapan melati,kedua temannya melihat Novi termenung.
"Mengapa kamu termenung Novi,kamu merasa tertekan ya ,merasa tak bebas dan diawasioleh orang tua kamu,apa kamu tak suka ya,diantar jemput mereka?."
Novi menatap temannya,Novi merasa geli,tapi ia tahan supaya temanya tidak curiga ia memalingkan wajahnya,agar temannya tidak salah paham padanya.sedang asik mereka berbicara datang seorang pemuda,pemuda itu ganteng dan imut,ia melihat pada Novi dan tersenyum,Novi melihat pada kedua temannya.Pemuda itu mendekati mereka
"Boleh saya bergabung saya ingin berkenalan dengan kalian,kita sama sama fakultas hukum,saya sering melihat kalian bertiga,apa kalian tidak melihat saya di fakultas hukum?."
Ketiga cewek saling pandang,mereka mengeleng meteka merasa tidak mengenal pemuda itu,pemuda itu tersenyum
"Nanti kalian akan melihat saya di sana tapi Fakultas hukum semester empat."
Pemuda itu tertawa,ketiga cewek terdian melongo, Melati tertawa masam mendengar ucapan pemuda itu,Melati Berbisik pada Bunga."
Tidak kenal berani berbicara aneh,ia mau melucu tadi ,apa kamu merasa lucu yang ia katakan tadi? Bunga?,saya tidak merasa geli.
Melati berbisik pada Bunga dengan gaya yang lucu,Bunga tak mau kala,ia bicara seperti mengejek pemuda itu, dengan gaya yang lucu pula tak mau kalah dengan Melati.Novi terawa geli melihat tingka dua wanita itu,sedang pemuda itu tak mengacuhkan kedua teman Novi,ia menatap Novi.
"kamu cantik,apa boleh kita kenalan?."
Novi terkejur begitu juga dengan temannya, mendengar ucapan pemuda itu,temannya yang melucu tadi mendekati Novi,ia melihat pemuda itu.
"Mas ganteng,kenalanya sama kita juga ya?saya bunga." Mekati berkata sambil bergaya genit.
Novi tersenyum ,laki laki ia melihat pada Novi yang tersenyum,tiba tiba melati nengulurkan tangan pada Pria itu.
"Kenalkan ,nama saya melati,saya jurusan hukum juga,saya termasuk gadis cantik di kampus ini."
Pemuda itu menjabat tangan yang di ulurkan Melati ia tersenyum,ia melirik Novi,ia mengulurkan tangan pada Novi.
"Kenalkan Nama saya Arya."
Novi menerima uluran tangan Arya,ia tak mau di jatakan sombong dansokbjual mahal.
__ADS_1
"Nama saya Novi,"
Novi berkata perlahan sambil tersenyum,Arya tersenyum mata arya menatap tajam kearahnya.
"Nama kamu cantik, secantik orangnya"
Mendengar itu,Novi menatap kedua temanya, Melati bersiul mendengar Arya memuji Novi sedang yang di puji agak merasa agak risih.
"Saya ingin lebih mengenal kamu Novi."
Novi terkejut,ia merasa takut karna Arya begitu berani ,temannya yang melihat tingkah Novi mendekati Arya.
"Mas Arya Novi ini ,untuk sekarang belum boleh pacaran,ia selalu di antar jeput papanya ia dilarang pacaran sama orang tuanya."Melati berkata pada Arya
" Tenang saja Melati,saya hanya ingin berkenalan dengan Novi."
Arya menjelaskan maksudnya sambil tersenyum pada ketiga wanita itu. Novi kelihatan agak legah mendengar prtkataan Arya.
Dirumah wulan, seluruh keluarga besar Remon berada dirumah barunya wulan, mereka menerima famili yang datang menghadiri undangan wulan naik ke Rumah baru.,cukup banyak famili yang datang,kebanyakan keluarga tidak mengetahui Remon telah Punya istri,Tante dan om Remon mendekati mereka.
"Mon,apa benar kamu sudah punya istri.,apa ini istri kamu mon?"
Tante bertanya sambil melirik Novi,Remon mengangguk Novi nampak grogi mendengar owetanyaan tante Remon. Remon tersenyum pada Novi,ia merangkul dengan sebelah tangannyai,Remon merasa Novi kurang percaya diri.
"Ini istri saya tante,kami sudah menikah ,sudah setengah tahun."
Remon memperkenalkan istrinya,tante tersenyum pada Novi,Novi membalas senyum tante."
"Kamu cantik sekali,berapa umurmu nak?."
"Sembilan belas tahun Tante,"
Tante terkejut,ia melihat pad Remon,Remon menatap tantenya,Novi tertunduk menjawab pertanyaan tante
"Istri kamu masih sangat muda Remon,tapi tak apa ia sangat cantik,untung wajah kamu agak dewasa dari umur kamu sayang, saya menyangka umur kamu sekitar dua puluh tiga tahun."tante berkata lagi.
Tante masih tersenyum pada Novi,Remon mendengarkan tante berkata,ia mengusap punggung Nov ia takut Novi akan merasa kurang nyaman,ia nampak sayang pada Novi,Remon tersenyum pada omnya yang berasa tak jauh dari tante. om membakas senyumnya,ia tak berkata ,om hanya diam.
Setelah acara selesai Remon kembali ke rumah ibunya,di rumah Wulan banyak saudara bermalam disana,rumah wulan besar,Remon sengaja tak bermalam disana,ia tahu istrinya merasa risih bergabung dengan Familinya yang belum begitu ia kenal.
Jam satu mereka baru tiba dirumah,setelah sholat berjemaah mereka naik ke tempat tidur.
Ketika suara azan berkumandang Novi terjaga dari tidurnya,ia ke kamar mandi .Setelah mandi dan memakai baju ,ia membangunkan Suaminya.
"Mas bangun,kita sembahyang subuh berjamaah,setelah sholat kita tidur lagi mas,"
Novi membangunkan Remon ia mengoyang goyangkan kaki Remon,Remon terjaga,wajahnya masih tampak mengantuk ia mengusap matanya,ia melihat istrinya menatapnya.,dengan perasaan berat,ia memaksakan diri untuk bangun dan kekamar mandi,tak lama mereka sholat berjamaah ,setelah selesai sholat Remon naik lagi ke tempat tidur,Novi tersenyum melihat tingkah suaminya,Dengan mata yang masih ngantuk Remon melihat pada Novi.
__ADS_1
"Yang ,mas ngantuk sekali,saya mau tidur lagi,mata mas tak taha nih."
Tak lama ia melihat mata suaminya tertutuo,Novi naik ke tempat tidur ia berbaring disamping suaminya, dan ikut tertidur.
Dirumah Wulan keluarga besar sedang berbincang bincang.Anak tante yang sama besar dengan wulan bertanya mengenai Remon
Tante,istri mas Remon muda sekali saya lihat,dimana mereka kenal tante,kok waktu Nikah kami tak diberi tahu tante.
Mendengar pertanyaan anak adiknya, mama Remon mulai berubah wajahnya,rasa tak suka pada menantunya tampak dari wajahnya.
"Tante bingung mau mulai dari mana nengatakannya Dira,mas mu itu tiba tiba pulang ke rumah membawa istri,mana gadis kampung lagi,lihatlah,orang berkumpul semua di sini,mas mu dan istrinya memisahkan diri dengan kita,ia banyak berubah setelah punya istri."
Adik mama Remon hanya diam mendengarkan
"Tapi saya lihat istrinya cantik tante,tapi kayaknya orang baik tante,."
Tante menatap tajam Dira,mama Remon tidak suka anak adiknya memuji Novi
"Saya tidak suka dengan istrinya itu,ia berhasil membuat Remon tidak memberi tahu pada saya tentang pernikahannya,menghasud Remon tak menghargai saya, wanita itu pintar sekali,"
Rita adik mama remon ukut berkata,
"Sudah lah mbak tak busah diperpanjang masalahnya,Novi itu sudah nenjadi menantu mbak,semalam saya lihat Remon sangan menyayangi istrinya,terima saja dia mbak,saya lihat anaknya baik kok."
Mama remon tak suka adiknya berkata begitu
"Kamu berkata begitu karna Rey anak kamu tidak berbuat begitu,coba kalau Rey begitu,kamu pasti lebih dari saya kesalnya."
Mama Remon meninggikan suaranya pada adiknya.Mendengar ucapan kakaknya,tante Remon terdiam.Sedang asik berbicara mereka nelihat Remon dan Novi berjalan ke arah mereka,Remon dan Novi tersenyum pada mereka,Remon melihat muka tegang mama dan tantenya, Remon melirik Wulan,wulan takut menjelaskan apa yang terjadi,akhirnya Remon mendekati mamanya.
"Ada apa ma?,kok muka mama sama tante tegang?."
Mama melirik Remon sesaat,setelah itu mama pergi kekamar tanpa berbicara,Remon melihat pada tantenya,ia mendekat ,ia ingin tahu apa yang terjadi,
"Tante ada masalah apa tante?
Tante tersenyum ,ia melihat Novi Remon bergantian.
"Mama kamu kayaknya kurang suka sama pernikahan kamu dan kurang mentukai Novi,saya katakan pada mama kamu untuk menerima Novi,ia marah sama tante."
Remon tersenyum pada tantenya dan melihat pada istrinya
"Mama memamg marah kalau ada yang menanyakan tentang pernikahan dan Novi tante,untung Novi bisa mengerti mama tante."
Tante tersenyum pada Novi ,ia kasihan pada Novi,karna kakaknya belum menerimanya dan menyukainya
"Kamu sabar ya Novi,suatu hari nanti kamu akan di terima mbak saya menjadi menantunya."
__ADS_1
"Aamiin"Kedua suami istri berkata bersamaan.
Remon dan Novi tersenyum mendengar ucapan tantenya dan mereka berdua mengamininya.