
Remon malam itu pergi mengikuti perjodohan yang telah di atur mamanya. mamanya tampak bahagia sekali. Wulan melihat mamanya gembira ia hanya tersenyum.
Setibanya di restoran calon Remon dan keluarganya telah lebih dahulu tiba.Remon terkejut ketika melihat gadis yang akan di jodohkan mirip sekali dengan Novi,melihat Remon tak berhenti menatap gadis itu Mama tersenyum gembira.
"Nak duduklah mengapa kamu berdiri di sana ."
Remon terkejut ,ia agak tersipu karna ia berdiri mematung memperhatikan calon yang akan dijodohkan.Remon duduk di samping gadis itu,wanita itu tersenyum pada Remon,Remon membalas senyumnya.
"Wanita ini mirip dengan Novi,ia sepertinya agak muda dari novi. Remon berkata dalam hati."
mereka berdua bekenalan dan berjabat tangan,Remon masih memperhatikan wanita itu.
"Mon,kamu jangan menatapnya seperti itu,kami izinkan kalau kalian saling mengenal."
Remon menatap wanita itu,wanita tersenyum Manis pada Remon.
"Remon apa kamu mau bicara berdua saja dengan Serly mama izinkan."Mama Serly berkata, Wulan tersenyum meligat masnya.
Mama serly mengizinkan Remon membawa Serly.
"Baiklah kalau di izinkan saya akan membawa serly." Akhirnya Remon berkata.
"Bawahlah nak,kita orang tua telah sepakat menjodohkan kamu dengan Serly."
"Serly pamit dengan orang tuanya,begitu juga dengan Remon."
Diperjalanan mereka hanya diam.Serly yang tak tahan diam ia mencoba bicara dahulu.
Maaf kak,eee...mas,saya ha..harus panggil "apa ya? Serly agak grogi bicara dengan Remon,Remon melirik ia tersenyum."
"Kamu boleh panggil apa saja,mas boleh ,bang boleh, terserah".
"Saya panggil bang boleh,Remon tersenyum ia mengangguk,dilihatnya Serli tidak tersipu lagi."
"Bang kita mau kemana?"Serli bertanya.
"Kamu maunya kemana? Remon balik bertanya.
"Abang kok nanya balik. Remon tersenyum melihat Serly yang tersipu malu."
"Kalau abang mau kita ke pantai bang.Remon menoleh pada Serly."
"Kamu sama dengan Novi,apa Tuhan telah memberikan ia untuk menganti Novi,sayang maafkan aku,ini karna kamu tidak memberikan kabar dimana kamu sekarang".
Remon berkata dalam hatinya.
"Remon tersentak ketika ia hampir menabrak mobil yang ada di depannya.Serly berteriak,Remon melihat pada Serly.Ia menepikan mobilnya."
"Maafkan saya serly,saya membuat kamu tak nyaman pergi bersama saya."
Remon melihat pada Serli,Serly tampak pucat ia kelihatan gemetar.Remon memegang tangan Serly.
"Ma..maafkan saya,kamu kelihatan pucat kamu minum dulu."
Remon memberikan air pada Serly, Serly menerimanya ia meminum air itu.
"Terima kasih Bang airnya."
__ADS_1
"Remon mengangguk ia tersenyum Serly melihat wajah tampan Remon ia kelihatan grogi."
"Bagaimana kita lanjutkan lagi perjalananya,kamu masih mau pergi kepantai serly?"
Dengan malu malu Serly menganggukan kepala,muka sSerly bersemu merah.Akhirnya Remon menjalankan mobilnya menuju pantai.
Setelah Remon memarkirkan mobilnya mereka berdua berjalan ke tepi pantai.
Remon mengingat kembali ketika ia pergi berdua bersama Novi,Novi sangat senang ,ia berlari lari mengejar ombak yang datang.
Remon merasa Serly itu adalah Novi,ia mengandeng tangan Serly dan mengajaknya mengejar ombak,Serly tampak senang melihat Remon menyukainya dan membawanya berlari mengejar ombak.
Ketika ia baru menyadari tidak Novi yang berlari ia melepaskan tangan Serly,serly kaget ia tampak kecewa.Melihat wajah Serly tampak sedih Remon merasa tak enak.
"Maafkan saya Serly,saya telah lancang memegang tangan kamu.Remon berusaha menyenangkan Serly." Remon merasa bersalah.
"Saya kira kamu tidak menyukai saya."
Mata Serly berkaca kaca.Remon semakin tak enak melihat mata Serly sepertinya akan mengeluarkan air mata.
"Saya melepaskan tangan tadi kerna saya takut kamu mengira saya lancang." Remon terpaksa berbohong pada Serly.
Remon memegang tangan Serly,dipegang begitu Serly tampak senang,wajah pucatnya sudah mulai hilang.
Remon melihat ada tempat duduk di tempat itu.Kita kesana tampaknya ada kafe di sana .Mereka berjalan ketempat warung di sana.Setelah duduk Remon melihat pada Serly.
"Kamu mau minum apa Serly,kamu mau minum air kelapa muda?"
Serly mengangguk.
"Jangan cuma mengangguk,jawab dong pertanyaan saya.Remon berusaha mengoda Novi."
Kamu kelihatan manis kalau malu malu begitu.Perasaan Serly terlambung,ia merasa senang Remon mengodanya.
Setelah pesanan mereka tiba mereka makan bersama.
"Kamu suka juga makan mi bang Remon"
Serly bertanya pada Remon.
Remon tersenyum pada Serly.
"Dulu saya tak suka,tapi setelah bertemu istri saya saya menjadi suka karna ia suka makan mie kalau kepantai..Serly tampak tidak suka Remon menceritakan istrinya.
"Bang,apakan abang sering kesini?"
"Remon tanpa berdosa ia menganggukan kepalanya,Tapi kami dulu kearah sana,di warung itu kami dulu sering menghabiskan Waktu bersama."
"Sekarang ia dimana bang" Walau tak suka Serly bertanya juga.
Remon melihat pada Serly.
"Ia pergi dari Rumah karna ia cemburu pada saya,ia mengira saya selingkuh,dia tidak tahu saya sangat menyanyanginya."
Dada Serly tampak perih mendengar ucapan Remon,tapi Remon tak menyadarinya.
"Mula mula saya tidak mencintainya,kamu mungkin tidak percaya,saya menikah dengannya saya masih mempunyai pacar.tapi ia tampak sabar ,mama tidak menyukainya,sampai dia pergi,tapi ia tetap baik pada mama,Novi orangnya baik,ia tak banyak meminta,ia menerima saja apa yang saya berikan,ia tak membawa perhiasan yang saya belikan ketika ia meninggalkan rumah padahal ia sedang mengandung anak saya".
__ADS_1
Remon menceritakan panjang kebar.Remon baru tersadar ketika melihat Novi merasa Bosan ia menceritakan Novi.
"Maafkan saya Serly,saya menceritakan istri saya ketika saya bersama kamu."
Serly berusaha tersenyum .
"NampaknyA abang sangat mencintai istri abang."
"Ya saya mencintainya,tapi ia telah tujuh tahun lebih perginya ia tidak juga kembali."
Remon melihat Serly,ia menatapnya lama.
"Saya akan membuka lembaran baru.kalau saya menikah lagi bukan salah saya,ia yang pergi dari rumah dan tak pulang pulang."
Mendengar ucapan Remon ,muka Serly kembali ceriah.
"Saya akan mencoba berhubungan dengan kamu,tapi kamu bantu saya melupakan Novi.Remon mengatakan itu dengan perasaan perih."
"Saya harus berani melupakan Novi,saya akan mencoba menjalin hubungan dengan seorang wanita,ini bukan salah mas sayang."
Remon berkata dalam hatinya sambil menatap Serly.
"Serli tampak grogi ketika Remon melihat Serly cukup lama,serli tampak salah tingka."
Serly apa kamu bersedia membantu mas,ee "abang melupakan Novi."
Serly mengangguk
"Saya bersedia bang." Serli berkata perlahan.
Remon tersenyum.
"Hari sudah sore mari kita pulang,saya takut kita kemalaman sampai di rumah.Setelah membayar makan dan minuman mereka menuju mobil diparkir.Dijalan mereka bercerita.
"Kata mama kamu meneruskan usaha papa kamu." Serli tersenyum
"Saya anak tunggal,siapa lagi yang akan menolong papa bang,saya memegang cabang perusahaan papa yang baru dirintisnya bang." Remon menganggukan kepala mendengar cerita Remon.
"Oooo, Remon menganggukan kepalanya."
"Kamu hebat,bisa memimpin perusahaan susah lho saya sudah mengalaminya ,kadang kepala kita pusing memikirkannya."
"Saya tidak apa apa dibandingkan abang,perusahaan abang ada di dalam dan luar negeri."
Remon tersenyum pada Serly
"Kamu bicara sangat berlebihan."
Mama abang yang bicara begitu sama saya bang.Remon terdian mendengar ucapan Serly."
"Mama suka berlebihan kalau bicara Serly."
"Saya tahu perusahaan abang banyak cabangnya.tapi abang perlu tahu saya suka abang bukan karna perusahaan abang banyak."
"Kamu suka saya karna apa?" Remon memotong pembicaraanya.
"Saya suka saja melihat abang pertama kali melihat." Serly berkata malu malu,Remon tersenyum.
__ADS_1
"mari kita mencobanya Serly." Tiba tiba Remon berkata
Serly melihat pada Remon ,ada pancaran cinta di matanya,Remon tetap kosentrasi menjalankan mobil.