Kawin Terpaksa

Kawin Terpaksa
Bintang memancing


__ADS_3

Untung tempat biasa pak Ridwan memancing belum ditempati orang lain.Bintang tampak senang sekali ketika pak Ridwan meletakan umpan di pancing.


Sambil menunggu umpan dimakan ikan pak Ridwan mengajak ngobrol Bintang.


"Bintang,mengapa kamu marahan sama Bunda kamu,apa kamu tidak kasihan padanya,kamu tidak lihat matanya bengkak."


"Saya sangat sayang pada bunda kakek,tapi bunda tidak sayang pada Bintang lagi."


"Tidak sayang bagaimana Bintang jangan beranggapan begitu?" Pak Ridwan mencoba menasehati Bintang.


"Bunda pergi dengan om Roni,ia tidak mengabari kita,bagaimana kalau ibu menikah dengan om Roni,Bintang akan dilupakan bunda." Bintang membwri tahu isi hatinya pada kakek.


"Kamu jangan berkata begitu,bunda hari itu lupa menelepon kekek." kekek menjelaskan.


"Bunda biasanya tidak begitu,sejak kenal om Roni bunda berubah,waktu bintang pergi bertiga bunda dan om Roni bercanda, mereka tidak mengacuhkan Bintang kakek."


"Ah!..Itu perasaan kamu saja,bunda sangat menyayangi kamu.."


"Kakek,Bintang malas membicaraakan itu lagi!." Bintang bicara ketus


"Ya sudah kita perhatikan ikan saja,tu lihat! pancing kamu bergerak ayo tarik cepat" Benar saja Bintang dapat ikan,ia bersorak gembira.


"Kakek,Bintang menang,seperti biasa nanti traktir Bintang belanja yang bintang inginkan.'


Oke tenang saja,kakek yang teaktir,kakek selalu kalah dari kamu kalau memancing."


Kakek sengaja cemberut seperti orang kecewa,Bintang tampak geli melihat kakek.


Bintang tampak senang saat kakek mengambil ikan dari kail dan meletakannya ke ember.


"Bintang kita makan dulu,biarlah pancing di sana ."


Merekapun membentang tikar dan duduk bersama.


Bintang mengambil paha ayam goreng tentu terlebih dahulu kakek menyuruh Bintang cuci tangan.


Bintang makan dengan lahab,ia nampak terlihat lapar terbukti ia menghabiskan tiga buah potong paha ayam goreng.


Pak Ridwan tersenyum melihat cara Bintang makan dengan lahab,ia memotret tanpa sepengetahuan Bintang dan mengirimkannya pada Novi .


Novi tersenyum melihat foto Bintang,ibu Ros memperhatikan Novi tersenyum sendiri melihat hp,tanpa sengaja pandangan mereka berdua beradu,mereka tersenyum


"Bu ini bapak mengirim foto Bintang sedang makan ia makan lahab sekali,ia tidak makan kemarin seharian bu."


"Itu harus jadi pelajaran buat kamu,Roni itu bukan ayahnya,ibu tahu ia ingin kamu rujuk dengan ayahnya,.


"Saya tahu bu,saya tidak mungkin rujuk lagi dengan ayahnya,neneknya tidak menyukai saya,saya tersiksa batin ketika tinggal bersamanya,Mas Remon itu tidak tegas bu,ia orangnya plin plan,dan dengan wanita murah terpengaruh ." Novi menjelaskan alasan ia tak ingin rujuk.


"Walau begitu,kamu haris hati hati menjaga perasaan Bintang,kejadian yang kemarin jangan kamu ulang lagi,itu harus kamu ingat.!"


Novi menganguk.


"Saya tidak akan mengulangi lagi buk,Bintang itu segalanya bagi saya,saya rela kehilangan segalanya,asal jangan kehilangan anak saya buk."


"Ya semua ibu tentu begitu nak,anak adalah segalanya bagi mereka."


Bintang dapat lagi ikan,ia sangat gembira ,ia melompat lompat dan berteriak ketika ikan masuk kedalam ember yang mereka bawa.

__ADS_1


Ketika ikan yang ketiga di dapat,Bintang melarang kakek melepaskan dari pancingan.


"Kek jangan di lepas dulu ,kita telepon ayah,Bintang ingin ayah tahu kita dapat ikan."


Pak Ridwan tersenyum ia menyuruh bintang menelepon ayahnya melalui telepon nya.


Bintang menghubungi ayahnya ,tak berapa lama telepon di angkat.Remon yang melihat anaknya yang menelepon langsung mengangkatnya.ia tersenyum pada Bintang yang melakukan vidio coll.


"Assalamualaikum nak.."


"Waalaikumusalam ayah.."


"Ayah Bintang dapat ikan ayah,Bintang yang pertama dapat ayah Bintang jadi pemenangnya,kakek kalah,ia akan membelikan makanan apa saja yang Bintang mau." Bintang langsung nyerocos bicara.


Remon tersenyum.


"Bintang jangan menyusahkan kakek nak."


"Tidak ayah,kakek yang buat peraturan mancing begitu". Bintang cepat menjawab.


Kakek tersenyum mendengar percakapan anak dan ayah itu.


"Berapa ekor dapat ikan nak?"


"Baru tiga ekor,ayah,kek coba kakek perlihatkan ikan ketiganya," Bintang berkata pada kakeknya.


Kakek mengangkat ikan yang belum di lepaskan dari pancingnya.


Remon tersenyum,ia tampak segan sama pak Ridwan.


Bintang menatap ayahnya di hp.


"Ayah janji ya,kita pergi bertiga sama kakek nanti,naik mobil ayah saja,ada juga orang bawa mobil ayah."


Remon mengangguk ia tersenyum.


"Kamu tunggu ya nak,ayah akan langsung ke sana kalau selesai ,mungkin Seminggu lagi nak,urusan ayah di sini selesai."


Bintang tampak senang,matanya berbinar.


"Saya tunggu ayah."


Remon mengangguk ia tersenyum.


"Mana kakek kamu." Bintang memberikan hpnya pada kakek.


"Terima kasih pak bapak ,telah mengantikan saya membawa Bintang." Remon tampak hormat bicara dengan pak Ridwan.


"Kamu ngomong apa Remon,Bintang itu cucu bapak,bapak sangat senang,anak kamu itu tidak nakal ia penurut."


"Saya senang mendengarnya pak,saya mau rapat sebentar lagi,saya baru selesai makan tadi pak"


Setelah selesai bicara,Pak Remon memasukan hpnya kembali ke tas di pinggangnya..


"Bagaimana Bintang,hari sudah sore,kita pulang ya?"


Bintang mengangguk

__ADS_1


"Kek,kalau ayah datang nanti kita mancing lagi ya kek?"


Pak Ridwan mengangguk


Setelah membereskan peralatanya mereka pulang,wajah sedih bintang waktu datang tadi tak tampak lagi.


Sampai di rumah Bintang mendekati ibunya yang sedang duduk berdua di bawah pohon.


"Ibu,nenek,lihatlah Bintang dapat ikan banyak ada lima ekor buk,nek."Bintang tampak bahagia memperlihatkan ikan yang di dapat.


Novi senang Bintang telah berbicara lagi dengannya.


"Buk,Novi,Bintang hebat ia yang pertama dapat ikan tadi,bapak kalah dengannya memancing tadi". Pak Ridwan sengaja mengeraskan suaranya supaya Bintang bangga.


Benar saja Bintang memasukan tangannya untuk mengambil ikan ikan dan memperlihatkan pada nenek dan bundanya.


"Wah! anak bunda hebat,masak iya kakek kalah sama Bintang." Novi berkata.


"Apa benar kek? " Buk Ros ikut juga berkata


"Benar,kakek kalah tadi,kakek terpaksa membelikan makanan kesukaan Bintang nanti."


Bintang tersenyum senyum,ia tampak senang ia yang pertama mendapatkan ikan.


Novi,kakek dan neneknya saling pandang mereka tersenyum,untung Bintang tak menyadarinya.


"Kamu kok minta hadiah sama kakek nak?.Novi bertanya pada anaknya.


"Bukan Bintang yang minta,kakek yang buat perjanjian begitu." Bintang membela diri.


"Ya bapak yang buat perjanjiannya,bapak akan menepatinya,tapi tidak hari ini"


"Tak apa kek,kapan kakek mau mengajak Bintang saja,yang penting bagi Bintang kakek tidak melupakannya."


Bintang berkata sambil tersenyum dan ia pun menutup mulutnya


Mereka tertawa bersama.


"Bagaimana kalau kakek juga membawa nenek dan bunda Bintang?"


Kakek melihat pada Bintang.


"Bintang melihat wajah nenek dan bundanya yang ingin ikut juga."


Ia mengangguk.


"Baiklah kita pergi semuanya.,kita berangkat naik mobil kakek,kita pergi agak pagi,kita pergi piknik Atau menginap di hotel nanti,itu semua kakek traktir,bagainana?"


Novi,nenek ,Bintang saling pandang,setelah saling pandang sesaat ,mereka mengangguk.


"Kami bersedia kakek!" Mereka berkata bersamaan.Kakek tersenyum,dilihatnya Bintang telah kembali seperti sedia kala."


Pak Ridwan merasa senang anak cucunya telah gembira lagi,


"Kita sambil merayakan keberhasilan Bintang mendapat juara satu di sekolahnya,kita sudah lama tidak pergi bersama,kita akan mencari penginapan,kita pergi dua hari lagi.


Buk Ros ,Novi,Bintang saling pandang mereka mengangguk bersama.Pak Ridwan tersenyum

__ADS_1


__ADS_2