
Pak Ridwan sengaja berjalan terlebih dahulu pergi membeli mainan bersama Ibu Ros dan Bintang,ia membawa Bintang ke tempat pejual mainan.
"kakek bunda mana kok tak tampak."
Pak Ridwan menoleh pada ibu Ros.
"Bunda kamu telepon ia mau membeli keramik dan karpet bersama om Roni,karna kita sore nanti pulang ke rumah kita.ia takut tak sempat belanja keramik."
"Pak kita tidak jadi ke tempat rekreasi di sini pak?"
pak Ridwan melihat istrinya.
"Kamu mau pergi kemana buk,saya ingat toko kita lama di tinggal nanti pelanggan kita pindah ke orang lain"
Ibu Ros diam sesaat.
"Iya juga ya pak,nanti pelanggan toko kita berpindah,sedang kita saat ini hanya nengeluarkan uang saja ya pak?"
Pak Ridwan tersenyum pada istrinya.
"Sekali kali tak apa buk,tak mungkin kita cari uang terus,kita butuh refresing sekali kali buk"
Setelah Bintang selesai memilih mainannya,Bintang baru menyadari bundanya tak ada di antara mereka.
"Bunda mana kek?"
"Bunda kamu membeli keramik sama om Roni,kita bagi dua karna kita akan pulang nanti,jadi bunda dan om Roni ke toko keramik." kakek menjelaskan
"Pak kita beli es krim,sepertinya di sana enak esnya,nenek mau pak."
Pak Ridwan dan Bintang mengikuti nenek,benar saja orang banyak berada di sana.
pak Ridwan ikut nengantri bersama Bintang,sedang nenek duduk di bangku yang ada di sana.
Bintang berjalan hati hati ke tempat nenek ia memberikan es krim ke tempat nenek.
"Terimakasih Bintang,kamu memang cucuk nenek yang paling pintar."
Bintang tampak senang di puji nenek,rasa kesal yang tampak tadi dari wajahnya tak tampak lagi.
Tak lama kakek datang ia membawa dua es krim untuk Bintang dan untuk kakek sendiri.
Sementara itu Novi dan Roni telah berada di tempat orang jual keramik,Novi nemilih beberapa keramik.Roni ikut juga melihat lihat.
Banyak juga bermacam keramik yang di beli Roni.
"Apa tidak pecah nanti sampai di kota S sayang."Roni bertanya pada Novi.
pedagang tersenyum
"Biasanya tidak pak kalau di kasih gabus dan du imasukan je kotak,banyak juga pembeli yang membawa keramik ke tempat yang jauh pak." penjual menjelaskan.
Setelah selesai pembayaran Roni yang mengangkat barang ke mobilnya.
__ADS_1
Mereka menuju ke hotel,dijalan meteka berbincang.
"Sayang bagai mana kalau pulang nanti mobil kamu sopir mas yang bawah,saya sudah telepon untuk ke hotel,mas sudah memberi tahu alamatnya."
"Kasihan sopirnya jauh ia ke sini mas."
"Mas lebih kasihan lagi kalau kamu yang menbawa mobil gantian dengan bapakmu,mengapa waktu akan pergi tidak mencari orang untuk menyupir."
"Saya tidak tahu akan ke kota Pb ,bapak tiba tiba saja bicaranya,mau ke sini." Novi menjelaskan
"Bapak kamu aneh,tak memikirkan capek nya ke sini,tidak kasihan dengan badan namanya."
"Kalau di dengar bapak,bapak bisa marah mas bicara begitu."
Roni tersenyum.
"Karena tak ada bapak mas bicara begitu yang.."
"Eemm,beraninya bicara di belakang bapak ."
"Kalau bicara dedepan bapak bunuh diri namanya, bisa bisa tak jadi menantunya nanti." Roni melirik sambil tersentum genit sama Novi.
"Dasar genit!"
Novi bicara ia tampak malu dilihat begitu oleh Roni.Roni tetawa berderai.
"Sayang,apa kamu tidak ingin melanjutkan kuliahmu yang terbengkalai dulu.'
'Saya sudah punya anak mas,itu tak mungkin lagi." Novi bicara tidak bersemangat.
"Nanti Bintang bagai mana mas?"
"Kita kan bawa ibu dan bapak bersma kita,ibu dan bapak bisa menjaganya,saya juga mencari pembantu rumah tangga untuk menjaga Bintang dan akan mencari juga yang akan mengurus rumah kita nati.."
"Saya akan seperti nyonya besar dong."
"Untuk yang tersayang apa pun akan mas mu ini lakukan sayang." Roni mulai menggombal.
Novi tertawa berderai,Roni menoleh sesaat ia tersenyum sambil melihat jalan .
Novi akan menghidupka radio tiba tiba Roni berkata.
"Kamu ini,mas ini mau bicara padamu,mas tak ingin mendengar radio,saat seperti ini sangat mas harapkan sayang."
"Mas ini sepertinya Bintang jadi penghalang saja." Novi Berkata ketus.
Novi mulai cemberut.Roni
ce pat meralat perkatataanya.
"Mas tidak bilang Bintang jadi penghalang sayang,kamu jangan salah mengerti maksud mas,mas cinta kamu tentu akan cinta juga dengan anak mu sayang."
Novi diam ia menunduk.
__ADS_1
"Sayang kamu jangan salah paham begitu,mas tak suka setiap kita berdua kita bertengkar,nas ingin kita memanfaatkan saat kita bisa berdua ini ya sayang?"
Novi tetap diam tertunduk.Roni memberhentikan mobil ke tepi jalan .
"Kamu kenapa,maafkan mas kalau mas salah bicara,tolong kamu jangan bersedih karena perkataan mas tadi ,mas mohon sayang."
Roni menghadap Novi,ia memalingkan wajah Novi untuk melihat Roni.
"Sayang maafkan mas,mas mohon,mas tak ingin bapak melihat wajah kamu begitu,mas juga tak ingin Bintang melihat wajah mu seperti itu sayang."
Bintang melihat Roni,matanya basa ,tampak tetes matanya di pipi Novi.
"Maafkan mas,mas tak ingin kehilanganmu lagi saya,saya sangat mencintaimu sayang."
Novi hanya menatap Roni,Roni mendekat dan memeluk Novi.Ia memeluk erat Novi untuk beberapa saat.
"Maafkan mas ya." Roni berkata berulang ulang
"Saya tidak suka mas berkata seakan bintang jadi penghalang."
"Mas tak akan berkata begitu lagi,maafkan mas ya?"
akhirnya Novi mengangguk,Roni tersenyum
Roni menjalankan mobil menuju Hotel.
Bapak telah bersiap siap, Mereka akan meninggalkan hotel,Mereka mengangkat barang ke mobil,di tempat mobil Roni telah berdiri bersama seorang pria yang hampir seumuran dengan Roni.Setelah dekat dengan bapak Roni bicara dengan pak Ridwan.
"Pak,saya ada Sopir,biar ia yang membawa mobil bapak,bapak biar sama saya saja."
Pak Ridwan melihat pria yang berada di samping Roni.
"Apa bapak yang akan membawa mobil saya?"
Iya pak,saya khusus membawa mobil bapak kembali pulang".
"Oke,biar barang barang kita saja di mobil,penumpangnya naik mobil nak Roni saja. pak Ridwan berkata.
Roni tampak senang.
Akhirnya mereka naik mobil pajero Roni.bapak Ridwan yang mendampingi Roni,Novi, Bintang dan Ibu Ros duduk berdampingan di belakang Sopir.
Baru beberapa saat mobil berjalan Bintang telah tertidur bersama Ibu Ros,Bapak di samping Roni ikut juga tertidur.
Roni melihat Novi melalui kaca spionnya ,ia melihat Novi juga melihat padanya,Roni tersenyum dan mengedipkan matanya,Novi mencibirnya,tanpa mereka sadari ada Honda yang tiba tiba menyalip,Roni terkejut,ia hampir menabrak mobil dedepannya .
Novi terpekik melihat Roni merem mendadak,Untung tak terjadi kecelakaan,Mobil dihentikan Roni.
Banyak orang melihat mereka. Bapak ,ibu dan Bintang terkejut dibuatnya.
"Bagaimana pak apa tidak apa apa?"Sopir Remon bertanya.
"Tidak apa,saya terkejut karna honda tadi"
__ADS_1
"orang yang berhonda tadi tak sopan berkendaraan menyalip nyalip berapa kali,banyak orang terkejut di buatnya." Sopir Remon berkata.
Hampir setengah jam Roni berhenti istirahat,setelah meras sudah tenang dan fres kembali Roni melanjutkan perjalanannya.