Kawin Terpaksa

Kawin Terpaksa
Gara gara sering mengunjungi


__ADS_3

Novi dan Remon telah tiba di restoran Jepang,mereka duduk di pojok,setelah memesan makanan,mereka berbincang.


"Mas,mantan pacar mas itu sering ya mengunjungi mas?."


Remon terkejut mendengar pertanyaan Novi,ia tak menduga Novi mengulang bertanya mengenai Ira lagi,ia mengira


Novi tidak akan membahas tentang ira karna ia lebih memilih membela Novi .


"Kamu kok nanya itu sayang,tak usah bahas orang lain ,tak penting,kita bahas urusan kita berdua saja sayang "


"Mas,saya cuma tanya,apa sering pacarmu itu ke kantor mas,kok mas bertele tele menjawanya!"Novi agak meninggi nadanya.


Remon menatap tajam ke arah Novi,ia tak suka Novi meninggikan suara kepadanya.


"Saya tak suka kamu bicara meninggi kepada saya Nov!i."


Remon berkata sambil menunjukan wajah marahnya,mendengar itu Novi terdiam,ia sedih di bentak Remon,ketika makananan datang, mereka memakannya dengan tak bernafsu,Remon sedikit saja memakannya,ia tampak kesal.


Mereka pulang kerumah masih saling diam,Novi masuk ke dalam kamarnya,ia menangis di dalam kamarnya,Remon duduk di ruang keluarga beberapa saat,tapi tiba tiba ia masuk kekamarnya,ia melihat istrinya sedang menelungkup,punggungnya berguncang,Remon tak perdulil ia tak suka istrinya sedikit sedikit menangis.


"Saya mau keluar dulu!."


Tampa menunggu jawaban Novi ,Remon brrjalan keluar rumah,Novi ditinggal sendiri di kamarnya,malam itu Remon tak pulang ia tidur di rumah Wulan.


Pagi hari suara azan subuh membangunkan Novi,Novi terkejut,melihat suaminya tak ada di rumah,ia duduk ternenung di atas tempat tidur,mata bengkak sisa menangis kemarin.


"Kemana mas Remon ya ,tidur di mana ia semalam,mengapa ia tak pulang,apakah ia tidur dengan pacarnya saya harus meneleponnya,Novi menelepon Remon,Remon tidak menganggkatnya,"


Novi tampak gelisah,ia tampak termenung.Akhirnya ia bangun dan berdiri,


"Ah!,lebih baik saya sholat subuh dulu,lebih baik saya mengadu kepada Allah,biar saya serahkan semua kepada Allah."


Novi berucap sambil berjalan ke kamar mandi,setelah sholat novi mengaji dan selesai mengaji ia tidur lagi,saat ia bangun Remon masih belum datang .


"Lebih baik saya keluar,pusing kepala saya kalau di rumah ini,masalah saya tak putus putusnya.,Novi bicara sendiri.


Novi menelepon Melati,


"Mel,kita keluar yuk,saya pusing di rumah, saya butuh hiburan nih,kamu kira saya malaikat tak butuh hiburan,dia sedang tidak ada di rumah,ya ,ya"


Setelah menelepon ,Novi bergegas kekamar mandi.Setelah rapi ,ia keluar kamarnya,ia berjumpa dengan bij ijah.


"Bik saya kuliah dulu,Novi sengaja berbohong


Bibik tersenyum dan mengangguk.

__ADS_1


Seperti biasa novi diantar pak Ujang,setelah sampai kampus Novi menyuruh pak ujang kembali.ia tak mau pak ujang menunggunya seperti biasa,walau agak keberatan pak ujang menuruti perintahnya ,Novi menelepon Melati,


"Melati,jemput saya ya saya mau ke tempat kamu,saya tak ada sopir sekarang,ya,cepat ya.Novi tak menyadari lampu batrai hidup dan batrai telepon lemah.


Novi tak kuliah hari itu,ia sengaja turun di kampus,agar orang di rumah tak curiga dan melaporkannya pada Remon .Tak berapa lama Novi melihat Melati mengendarai mio menuju ke arahnya.,melati tersenyum.


"Ada angin apa kamu di izinkan keluar oleh orang tuamu Novi?"Novi tersenyum


"Saya bisa bebas karna dia tak ada di rumah."


Novi naik ke motor Melati,motor melaju ke jalan raya.


Sementara itu,pak ujang tiba bertepatan kedatangan Remon kerumah,Remon melihat pak ujang sendiri turun dari mobil ia menghampiri


"Dari mana pak ujang,pagi pagi begini"


Pak ujang menjawab dengan sopan,


"Dari mengantar kuliah mbak Novi pak."


Remon terdiam sejenak,ia tampak memikirkan sesuatu, ia merasa heran setahunya hari ini Novi tak kuliah,ia melihat pada pak Ujang.


"Pak setahu saya Novi tak kuliah pak hari ini."


"Tadi saya mengantarkanya sampai kampus pak,mbak Novi menyuruh saya pulang,saya tadi heran tak bisanya Mbak Novi menyuruh saya pulang ,biasanya ia menyuruh menunggunya sampai ia selesai kuliah.


Perasaan Remon mulai tak enak mendengar ucapan pak ujang,ia cepat menelepon Novi,Novi tak bisa di hubungi,ia menarik nafas ,Remon merasa cemas sekali pikiran buruk membayanginya.Remon bergegas naik ke mobilnya dan mengendarai mobil ke arah Kampus Novi,sampai disana ia tak melihat Novi,ia memukul stir mobil


"Kemana dia, mengapa ia mematikan hpnya!"


Remon terdiam beberapa saat


"Kemana haru saya cari dia,saya tak tahu dan tak kenal teman temannya,Novi,mengapa kamu seperti ini ,menyusahkan saja!."


Remon nencoba menghubungi Novi lagi ,tetap saja hp Novi tak bisa di hubungi.


"Saya akan menunggu di sini,siapa tahu Novi nanti terlihat.Remon tampak panik sekali.


Sementara Novi berada di moll bersama Bunga dan melati mereka bertiga tampak ceriah sekali,Novi tampak bisa melupakan kesedihannya,mereka tampak melihat lihat baju.


"Baju ini cantik sekali,Novi,coba kamu lihat apa cocok saya memakainya?."


Novi melihat Melati yang mempaskan pakaian ke badannya,ia tersenyum sambil menaikan jempolnya.


"Kamu cantik memakai baju itu Mel,baju ini sesuai untuk kamu."

__ADS_1


Novi berkata dengan rasa kagun,Bunga memperhatikan Melati dari atas sampai kebawa.sambil melihat Novi,ia senyum nenggoda.


Mel,kamu bisa juga kelihatan cantik,saya tak menyangka,baju itu cocok sama kamu,beli saja ,siapa tahu nanti ada cowok yang mau sama kamu.."


Novi tertawa melihat Melati memonyongkan mulutnya pada Bunga".


"Hai ,kamu kira saya tidak laku,enak saja bicara,,kamu tu yang tak laku."Melati protes


"Saya tidak bilang kamu tidak laku,kamu jangan salah sangka pada saya melati,tak mungkin teman secantik ini tidak laku,hanya saja belum ada pacarnya"Bunga berkata membela dirinya.Novi melihat kepada kedua sahabatnya.


"kok bertengkar sih,kita kesini kan mau beli baju,tuh lihat kesana,celana itu bagus juga, ayo kita kesana !"


Novi langsung ke tempat celana panjang,di ikuti kedua temannya,ia tampak menyukainya,setelah di paskan ke kebadanya ,dan merasa cocok ia membeli satu.Novi melihat pada bunga,


"Kamu beli apa Bunga?


"Saya mau melihat sepatu sport untuk joging". Bunga nenjawab


Mereka menuju tempat sepatu,setelah melihat lihat ,Bunga mengambil sepasang sepatu.Setelah selesai membayar mereka keluar dari moll.


Sementara itu Remon menunggu Novi di kampus sampai sore,ia tak melihat Novi,Remon gelisah sekali,wajahnya kusut.Ia tampak kesal dan berbicara sendiri


"Kemana saya harus mencarinya,dia membuat saya pusing saja,apa mungkin ia sudah pulang,lebih baik saya telepon bik Ijah saja."


Remon menelepon bik Ijah,ia berharap Novi telah pulang ke rumah.


"Halo bik Ijah,apa Novi telah pulang,ya ya ."


Remon tampak kecewa ternyata Novi belum pulang,ia mencari dan melepaskan kembali nafasnya.Akhirnya Remon menjalankan mobil menuju jalan raya,lama ia hanya berputar putar,akhirnya ia menuju bar.


Novi telah berada kembali di rumahnya ia datang sebelum sholat magrib,saat ia mau masuk kamar,bik Ijah nenghampirinya.


"Mbak,tadi pak Remon menelepon,menanyakan mbak,sudah pulang apa belum mbaknya,coba mbak telepon bapaknya mbak,


Novi mengangguk,ia mau menelepon,ia terkejut melihat hpnya mati.cepat cepat ia mencolokan hpnya,dilihatny banyak sekali panggilan dari Remon,ia pun melihat banyak sekali sms ,ketika ia menghubungi kembali,Remon tidak nengangkatnya.ia merasa bersalah dan takut.


"Apa mas Remon akan bertambah marah ya? ,karna tadi tidak mengangkat hpnya. bagaimana ini saya tidak mau berlarut larut seperti ini saya tudak vetah kalau tibggal serumah tidak bertegur sapa."


.Novi mengulangi lagi menelepon Remon,telepon tidak di angkat.


"Telepon ini masuk tapi tidak di angkat,aduh pusing,pasti mas marah lagi,kalau seperti ini terus! saya bisa kena marah lagi."


Novi berkata sendiri,ia tampak cemas,Novi membaringkan dengan kedua kakinya terbujur ke lantai.tampak termenung,ia melihat lagit kamar.


"Rumah tanggaku tak pernah damai seperti orang lain,atau karna kami tidak saling mengenal sifat masing masing,maka terjadi seperti ini "Novi berkata sendiri.

__ADS_1


__ADS_2