Kawin Terpaksa

Kawin Terpaksa
Rasa itu masih sama


__ADS_3

Pak Ridwan sudah banyak ansurannya,ia telah beransur sehat,Roni sangat senang melihat Pak Ridwan ia mendatangi ruangan pak Ridwan.


"Pak ,bagaimana keadaan bapak sekarang".


"Sudah banyak ansurannya Roni."


"Novi dan ibu belum ke sini pak?"


"Belum,saya lebih senang mereka siang saja kesini,saya kasihan dengan Bintang nak."


Roni tampak ingin bertanya tapi ia ragu ragu.Pak Ridwan melihat tingkah Roni.


"Apa ada yang ingin kamu katakan Roni?"


Roni menatap pak Ridwan.


"Bapak masih sakit tak mungkin bicara banyak".


Pak Ridwan tersenyum.


"Saya sudah sehat Roni,kamu ingin berkata apa nak".


Walau masih ragu ragu Roni pun berkata.


"Selama Novi di sini saya tak melihat suaminya pak?"


Pak Ridwan terdiam,ia menatap Roni.


"Kamu belum tahu nak,apa Novi tidak menceritakan padamu nak."


Roni menatap Pak Ridwan


"Ada apa dengan Novi pak?"


"Novi dan Suaminya tidak bersama lagi.waktu saya berjumpa dengan Novi ia dalam keadaan hamil besar,naik Bus ke kota kami,waktu itu saya dan ibu dari Jakarta,keadaannya kacau sekali nak,kami kasihan padanya,akhirnya kami bawa ia tinggal bersama kami."


"Saya perna berjumpa suaminya waktu mereka pulang kampung,saya lihat suaminya cemburuan,saya tak menyangka suaminya tidak bertanggung jawab pak."


Pak Ridwan sepertinya ingin duduk,


"Bapak ingin duduk? " Pak Ridwan mengangguk.Roni Roni memutar alatnya pada tempat tidur pak Ridwan


"Apa sudah nyaman pak?" Pak Ridwan mengangguk


"Kami belum pernah melihat suami Novi,ia sangat tertutup,Novi sepertinya tidak mau nenceritakan kehidupan rumah tangganya.


Roni melihat pada Pak Ridwan.


"Pak,saya bicara dengan bapak apa bapak merasa nyaman,sebetulnya pasien harus istirahat di rumah sakit ini".


j.


"Rasa sakit sudah jauh berkurang Roni,saya senang ada teman bicara,apa lagi masalah Novi,saya sangat menyayangi Novi."


Pak Ridwan menatap Roni.


Maaf ya nak Roni,bapak sejak kemarin ingin bertanya sama nak Roni,


"Roni tersenyum ia tahu maksud pertanyaan Pak Ridwan."

__ADS_1


"Novi itu dulu pacar saya pak,kami pacaran 3 tahun,kami telah sepakat menikah setelah saya selesai kuliah dan dapat pekerjaan."


"Kenapa ia bisa menikah dengan orang lain nak.saya mendapat informasi Novi menikah mendadak,mereka digrebek pak."


Pak Ridwan terkejut,membuat kakinya sakit ia tampak kesakitan.


"Maaf pak,saya seharusnya tidak banyak bicara kepada bapak."


"Tidak apa Roni,saya tadi hanya terkejut saja."


"Saya mau bicara ini karna saya lihat bapak sudah mulai sehat,mungkin dua hari lagi bapak bisa pulang."


mata Pak Ridwan berbinar


Saya senang saya akan pulang nak saya sudah rindu dengan rumah nak."


Roni tersenyum


"pak.."


"Roni tampak ragu ragu berkata,pak Ridwan menatap Roni."


"Ada apa Roni?"


"Apa boleh saya mengantar bapak pulang nanti,kalau boleh saya akan mengantar bapak biar naik mobil saya saja pak".


"Kami bawa mobil kemari nak.Novi yang mengendarainya.."


"Kalau begitu saya minta alamat bapak"


Setelah memberi tahu alamatnya Bapak memberikan hpnya pada Roni.


Roni tersenyum,ia tampak bahagia lalu ia mencatat nomor Pak Ridwan


"Pak maafkan saya membawa bapak bicara padahal bapak sedang di rawat,saya tak mau komunikasi saya dengan Novi terputus pak."


"Nak apa kamu tak ada kerjaan hari ini nak?"


Roni tampak malu ditanya begitu,ia mengosok kepalanya dengan satu tangannya.


"Hari ini ada operasi pak tapi malam nanti ,hari ini sengaja pagi saya kesini,saya ingin bercerita mengenai Novi pak,saya mau bercerita saat Novi tak ada pak,kalau ada dia saya takut ia marah .Bapak tersenyum".


Roni melihat jam ditangannya,ia melihat pada bapak.


"Pak,maaf saya harus pergi,saya harus bekerja sekarang."


Bapak mengangguk.Roni tersenyum ia pun berpamitan dengan Pak Ridwan ,Pak Ridwan melepasnya dengan senyuman.


Sementara itu di tempat Remon ibu sedang berdebat dengan Wulan.


"Ma,mas tak akan mau dijodohkan, mas masih mencintai mbak Novi."


"Kalau Novi masih mencintai mas mu ia tak akan meninggalkan mas mu begitu lama."


"Ma,semua ini terserah mas saja,kalau mas mau ya mas kawin lagi kalau tak mau ya mas tak jadi punya istri baru."


Wulan berkata sambil menahan senyumnnya.


Mama mencubit wulan

__ADS_1


"Mama serius wulan,mama kasih melihat Remon sudah lebih tujuh tahun ia tidk afa istri disisinya."


"Ada anak teman mama mirip dengan Novi,mama harap Remon mau sama dia."


Tanpa mereka sadari Remon telah tiba di rumah,ia mendekati mama dan adiknya.


Ada apa mama menelepon saya tadi ma?"


"


Remon melihat pada Wulan,wulan menunjuk memonyongkan mulutnya pada mama,Remon melihat pada mama.


"Duduklah dulu dekat mama nak."


Remon duduk berhadapan dengan mamanya.


"Nak mama ingin mencarikan kamu istri."


Remon menatap mamanya,ia tampak kurang suka.


"Ma,saya tak perlu mama carikan istri,saya bisa mencari sendiri kalau saya mau."


"Kamu lihatlah dulu siapa tahu kamu suka dengannya nanti,nanti malam kita bertemu di restoran tempat kita biasa makan."


"Mama kok janjian sama orang tidak dibicarakan dulu sama saya ma."


Remon tampak kesal dengan keputusan mamanya.


"Kamu lihat dulu orangnya baru kamu komentar tadi,calon kamu ini mirip Novi,mama sengaja mencarikan kamu mirip dengan istrimu itu."


Remon akhirnya terdian mendengar ucapan mamanya,mamanya sangat berharap sekali Remon mau di jodohkan.


"Mon,kamu tak perlu menunggu Novi ini sudah tujuh tahun lebih nak,kalau ia betul mencintai kamu,ia sudah lama kembali padamu".


"Remon melihat pada mamanya,baiklah ma,kalau saya tidak suka nanti mama jangan memaksa saya."


"Baiklah tapi kamu lihat dulu wanita itu ya Mon."


Remon tersenyum ia menganggukan kepala


"Kalau saya tak suka jangan mama cari lagi wanitanya ma".


"Nak, pergilah kamu mandi sebentar lagi magrib setelah magrib kita pergi."


"Remon mengangguk ia lalu menuju kamarnya,saat ia masuk kamar ia melihat fotonya bersama Novi di malaysia.Ia mendekati foto itu,dibelainya wajah Novi di gambar itu.


"Sayang maafkan mas,saya harus memenuhi keinginan mama,sudah tujuh tahun saya setia padamu ,tapi kamu tidak pulang juga,maafkan mas kalau nanti mas membuka diri dengan yang lain."


Remon masih mengusap wajah Novi di foto itu,Tanpa di sadari Remon Wulan telah berdiri di belakangnya,Wulan tampak kasihan melihat Remon.


"Mas kalau mas tak mau jangan turuti kemauan mama mas.Remon menoleh kearah Wulan.,ia tersenyum.


"Saya sudah waktunya membuka diri Wulan,Novi mungkin tak pernah kembali lagi.Mudah mudahan yang mama carikan cocok."


Wulan tersenyum manis pada Remon


"Mengapa mas tidak menjalin kasih dengan mantan mas yang sering kesini,mas kan lebih mengenalinya."


"Kamu bicara apa dek,Novi gara gara mereka meninggalkan mas,mas tak mau ia menyangka mas betul selingkuh dengan Mereka."

__ADS_1


__ADS_2