Kawin Terpaksa

Kawin Terpaksa
Telah mulai longgar


__ADS_3

Seperti janji Remon pada Novi ,ia telah di izinkan bergaul dan berjalan ke moll atau tempat yang lain,dengan syarat tahu dengan batasanya.Temannya heran melihat hal itu. ketika mereka sedang duduk dicafe,melati bertanya pada Novi


"Tumben bisa pergi jalan sama kami Novi,apa papa mu tidak marah?.Novi mengeleng.


Saya sudah dapat izin untuk pergi bersama


teman teman." Melati tersenyum ia melihat pada Novi .


Mimpi apa papa mu semalam Novi?


Novi tersenyum ,ia lalu menunduk,dan melihat pada Melati,ia seperti ingin mengatakan sesuatu,tapi ia tampak ragu,Melati mengamati Novi.


Ada apa apa ada yang ingin kamu sampaikan Novi?,katakanlah saya akan dengarkan."


Novi menatap Melati,ia masih nampak ragu


katakanlah jangan simpan sendiri,saya akan dengarkan ucapanmu.Novi menarik nafas panjang dan akhirnya,ia mulai berbicara.


Melati,sebetulnya sudah lama ingin saya katakan hal ini pada kamu dan Bunga."


Novi berhenti ,ia melihat Melati yang menunggi lanjutan bicaranya


"Sebenarnya saya sudah Punya suami,orang yang sering nenjemput,yang kamu katakan papa saya itu adalah suami saya."


Novi melihat Melati sanggat terkejut,sampai sampai mulutnya tergaga,ia melihat pada Novi,


Apa!!,pria yang seumuran dengan papa mu itu suamimu,kamu tidak bercanda kan Novi?."


Novi menggangguk ,ia tersenyum di paksakan,ia melihat Melati masih tak percaya


Melati,umur kamukan baru masuk dua puluh tahun papa,eee ,maksud saya suami kamu itu berapa umurnya,saya mengira hampir tiga puluh tahun,wah!, jau sekali jarak kalian berdua.


Novi hanya diam ia,menjentik jentikan kukunya.,sambil sesekali nelihat pada Melati.


Novi,yang paling,terjut nanti mas Arya mendengarnya,ma itu nampaknya menyukaimu,apa yah ,katanya mendengar kamu sudah bersuami?


Novi tersenyum tipis.


Novi kalau Bunga mendengarnya,ia akan terpekik bukan karna sakit kakinya tapi terpekik nendengar kamu sudah punya suami."Melati merasa geli ketika membayangkan Bunga mengetahui Novi sudah punya suami.


Novi sebenarnya saya heran melihat kamu tidak boleh kemana mana,mau ke kampus saja selalu diantar dan di tunggu sopir pergi sama teman tak boleh,jarang orang tua bersikap begitu.


"Suami saya melarang,saya haru langsung pulang,kalau tidak ia akan marah dan mengomel kayak nenek nenek"mereka berdua tertawa.


"Novi ,bagaimana akhirnya,kamu bisa di beri izin sekarang,"


Melati nampak ingin tahu kisah Novi berumah tangga.

__ADS_1


"Kami bertengkar bebetapa hari ini,saya mintak cerai,ia tidak mau."


Terus, terus!


Melati tambah penasaran.ia memberikan setengah senyum pada melati.


"Mas Remon berjanji pada saya ia tidak akan memaksakan kehendaknya dan memberi saya izin untuk bergaul dengan teman,asal saya tak minta cerai padanya,Lalu kamu mengabul kan nya."


Novi mengangguk,Melati menganguk anggukan kepalanya sambul menatap Novi.


Setelah mereka diam menghabiskan makanan yang mereka pesan Melati tampak ingin bertanya,Novi tersenyum melihat Melati.


Novi,apa boleh saya main ke rumah mu?


Novi terdiam ia melihat pada Melati.


"Tempat saya tinggal bukan rumah saya,tapi rumah mertua."


"Kamu tinggal sama mertua Novi?.


Novi mengangguk ia menaiki alisnya


"Saya tinggal berdua suami di tambah beberapa orang pembantu."


"Jadi kamu tidak campur bersama nertua kamu Novi."


"Kamu sabar sekali Novi,kamu membiarkan suami kamu membuatkan rumah untuk adiknya sementara kamu belum mempunyai rumah Novi."


"Mas Remon sebelum nenikah dengan saya ia telah menjanjikan untuk nembuatkan rumah untuk kedua adiknya."


Melati tambah terkejut


"Jadi suami kamu nembuat dua rumah untuk adikya dulu baru untuk kamu,wah! luar biasa novi."


Novi terdiam,


"Kalau saya ,saya akan menuntut suami saya membuatkan juga rumah untuk saya.Melati mencoba menghasut Novi."


"Saya tak mau begitu,karna mas yang telah berjanji pada adiknya sebelum kami nenikah,saya tak ingin mas tak menepati janjinya mel."


"Kamu hebat Novi,sebagai menantu dan hebat juga sebagai kakak ipar."


Novi semakin semangat curhat.


"Kamu tahu ngak Mel,mertua saya tidak suka saya kawin dengan mas Remon,pertama saya tinggal dengan mereka ,saya kena plonco setiap hari,saya lakukan saja apa yang mama inginkan,berhentinya plonco itu waktu adik ipar pindah ke rumah barunya, karna mama ikut pindah dengannya..


"Aduh!,cerita kamu bisa di jadikan drama Novi."

__ADS_1


Melati nampak kasihan mendengar jalan hiduo Novi.


Itulah hidup Nov,i dapat suami kaya tapi hidup tak nyaman, kan susah juga .


Sementara itu Remon,sedang menelepon Pak Min ,ya pak Min orang suruhan Remon untuk membuntuti Novi.


"Dimana istri saya sekarang pak Min,tolong kamu ikuti terus,saya tidak ingin di nanti kenapa napa,jangan sampai ia tahu kamu mengikutinya apa lagi saya yang menyuruh."


Remon bicara di telepon dengan pak Min. Setelah menelepon Remon bersandar pada kursi kebesaranya,ia termenung sesaat. dan ia akhirnya menperhatikan foto Novi dan dirinya saat pergi malaysia dulu,ia tersenyum.


Kamu sekarang sudah pandai melawan mas sayang ,sudah berani minta cerai ."


Remon berkata pada Foto mereka berdua.ia mengusap wajah Novi


"Saya mengantar jemput bukan ingin mengukungmu sayang,saya melarang kamu berteman bukan karna saya jahat padamu,saya takut kamu akan menjumpai teman yang tidak baik,yang akan memanfaatkan kamu,karna kamu sangat baik orangnya."


Remon masih bicara dengan Foto tersebut .


Sementara Novi telah selesai makan di cafe,ia membayar makanannya.Novi menyusul Melati yang telah berjalan dulu keluar .


Untuk pertama kalinya ,Novi membawa Melati naik ke mobil mewahnya,Melati memperhatikan dalam mobil,ia tampak kagum.


"Suami kamu benar benar kaya Novi,mobil ini mewah sekali, saya penasaran ingin melihat rumah kamu."


Melati merasa kagum melihat isi dalam mobil,Novi melirik Novi,ia tersenyum


Mel,saya tanya dulu sama mas Remon ya,kalau boleh saya akan men serlok pada mu ,atau kalau perlu saya yang jemput kamu."


Melati tersenyum sambil mengangguk.


Novi mengantar Melati ke rumahnya,Rumah melati sederhana saja.


Setelah Melati Turun mobil berjalan menuju Rumah,sesampai di rumah,Novi berpapasan dengan Bik Ijah.


"Sudah pulang kuliah mbak,


Sudah bik Ijah,baru saja saya sampai bik."


Novi tersenyum pada Bik Ijah,


Mbak mau makan mbak.Belum bik,saya baru sudah makan di cafe, sama teman tadi


saya kekamar dulu ya bik.


Bibik mengangguk,Novi berlalu ia menuju kamarnya,Setelah menganti baju dan Sholat Novi duduk di atas tempat tidur ia melihat hpnya,baru beberapa saat ia melihat hpnya ,telepon Novi berdering,rupanya dari Remon ,ia mengangkat teleponnya.


"Halo mas,ia,saya sudah di rumah,iya,iya,Alaikumusalam.

__ADS_1


Novi tersenyum setelah mendengar telepon dari Remon,Novi tampak letih, ia naik keatas tempat tidur ia membaringkan badan dan tak lama tertidur.


__ADS_2