Kawin Terpaksa

Kawin Terpaksa
Dia anakku mirip dengan ku


__ADS_3

Hari ini Roni pergi ke Kota S ia tampak bahagia,ia bersiul siul mengendarai mobil kadang sesekali ikut menyanyi,ia tidak pakai supir.Ia sengaja tak membawa,Sopir..


"Saya akan tinggal di hotel dan akan setiap hari membawanya keliling.saya tak sabar ingin bersama Novi."


Sementara itu Remon sudah mulai akrab dengan Bintang anak itu suka di gendong dengan Remon.


"Om intang au om yang antar intang."


"Remon tersenyum,ia mengusap kepala anaknya."


"Om akan antar bintang dan kalau bintang mau om akan jemput bintang, apa kamu suka nak?" Remon mencium pipi Bintang.


Bintang mengangguk.


Tingkah bintang sangat mengemaskan,Remon tertawa melihat tingkah anaknya yang mengemaskan.


"Kamu suka mainan apa nak."


"pecawat om." Remon tersenyum mendengar ucapan Bintang yang belum lancar


Remon tersenyum ia tampak bahagia.


Remon membawa Bintang ke toko,ia melihat Novi sangat sibuk ia di bantu tiga orang pekerjanya.Novi melihat kedatangan Remon,tapi ia mengacuhkannya..Salah seorang pembeli yang tinggal di dekat Rumah Pak Ridwan ia melihat pada Remon dan bintang.


"Bintang mirip sekali dengan orang itu,siapa dia Novi?"


Novi melihat pada Remon,belum sempat Novi berkata Remon langsung menjawab..


"Saya adalah bapaknya Bintang" .Remon menyalami ibu itu.


Walau agak grogi ibu itu mengulurkan tangannya..ibu itu mengusap kepala bintang.


"Senang ya kamu berjumpa dengan Bapaknya Bintang,bapakmu mirip sekali denganmu.


"ini om intang nek.."


Ibu itu melihat pada Remon dan Novi


Lagi lagi Remon menjawab terlebih dahulu.


"Bintang belum tahu dengan saya buk,saya membiarkan saja di panggil saya begitu."


"Baiknya Bapak ajarkan Bintang langsung panggil papa,jangan panggil om nanti ia bingung tahu tahu omnya rupanya papanya."


Novi yang melihat hal itu mendekat.


"Maaf buk,ibu mau beli apa?"


Ibu itu tersenyum terpaksa pada Novi.


"Biasa Novi, seperti biasa,kamu tahu ibu belanja sekali seminggu pada kamu."


"Novi mengambilkan barang yang biasa di pesan ibu itu.


Novi tersenyum ia melihat Remon sesaat.


"Mas mengapa kamu bawa Bintang ke sini,ia kan sudah mandi sinu banyak debu."


"Bintang ingin ketempat kamu sayang."

__ADS_1


Novi merasa malu di panggil sayang di dekat ibu ibu. Orang orang di sekitar rumahnya masih kuno dan mereka saling pandang


"Wah suaminya romantis juga,kok sampai berpisah begitu lama."


Novi malu ia memandang Remon.


"Nah!..nah!..Romantis kayak gitu kok berpisah begitu lama.untung karyawan Novi cekatan mengambil barang yang dipesan.


"Mas di rumah saja,bawa Bintang ,pembeli sedang banyak. " Remon melihat pada Novi


Akhirnya Remon keluar toko Novi sambil membimbing Bintang ia kembali ke rumah pak Ridwan.


"Novi mengapa kamu suruh pulang suaminya,ia bisa nolong kamu di toko ini,orang sedang ramai kan."


Novi tersenyum pada ibu tersebut.


"Disini banyak abu buk tak baik untuk Bintang.lagi pula bapaknya bintang tak biasa mengerjakn pekerjaan ini."


"Memangnya dimana bapak nya kerja Novi?"


"Dikantor buk."Novi berkata asal


Novi tak mungkin memberi tahu bahwa pekerjaan Remon seorang pengusaha sukses,ia bisa membeli berpuluh toko seperti yang Novi punya.


"suami si Tis kerja kantor juga ia rajin menolong istrinya."


Novi tersenyum saja mendengar ucapan ibu yang berbelanja di kedainya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Remon Ditelepon asistennya ketika ia sedang berbincang dengan pak Ridwan.


"Pak ibu sama ibu Serly datang mencari bapak,kemarin bisa saya atasi,saya takut mereka datang lagi pak,saya takut keceplosan memberi tahu bapak,ibu bapak mengancam saya untuk sata bisa memberi jawaban.


Asisten berkata pada Remob


"Pokoknya kamu harus pandai menjawab ,jangan kamu katakan saya di tempat istri saya berada."


"Pak ,bagaimana istri bapak dan anak bapak,apa mereka menerima bapak."


"Istri saya masih marah,anak saya sudah mulai dekat dengan saya,saya sangat senang sekali berjumpa dengan mereka."


"Manfaatkanlah waktu bapak dengan anak dan istri pak. Remon tersenyum ia mengangguk.


"Kamu tahu,saya tak ingin berpisah lagi dengan mereka,saya akan berusaha agar Novi mau menerima saya.Saya tidak ingin anak saya mendapati orang tuanya berpisah."


Novi melihat Remon Serius sedang menelepon.Saat ia melihat Remon melihat kearahnya ia gelagapan.Remon tersenyum pada Novi.Ia mematikan hpnya


dan mendekati Novi.Novi nampak ragu.


"Ada apa sayang."


"Saya minta tolong sama mas untuk jemput bintang,orang di toko sedang ramai,saya tak mungkin meninggalkan toko."


Remon mengangguk.


".Apa kamu bisa naik motot,mobil di sini model lama, apa kamu bisa mwmbawanya"


"Tenang saja sayang saya bisa naik motor,anak saya tentu senang saya yang jemput."

__ADS_1


Setelah berkata begitu remon menampung tangan pada Novi.


Mana kunci motornya sayang."


"


Novi memberikan kunci motor pada Remon,Remon tersenyum dan mengedipkan mata.Remon menuju motor.,dengan hati hati ia mulai menjalankan motor,Remon tampak hati hati membawa motor,ia sudah lama tidak membawa motor,ia mencoba motor waktu SMA,karna Novi yang menyuruh ia bergegas saja pergi,walau ia canggung membawanya.


Sepeninggal Remon Roni datang .ia berhenti di depan rumah pak Ridwan.Novi yang melihat hal itu terkejut,sampo yang ditangannya terjatuh,pembeli yang melihat hal itu terkejut,ia melihat pada Novi.


"Ada apa Novi,apa kamu sakit,kamu tampak pucat."


Novi terpaksa tersenyum,karyawannya mendekatinya.


'Ada apa mbak?"


"Tidak apa apa,tadi hati mbak kurang enak saja,mungkin memikirkan Bintang."


"Bintang kan sudah di jemput bapaknya mbak"


"Tapi bapaknya biasa ada sopir kalau kemana mana."


"Apa pekerjaan bapak bintang mbak."


"Kamu banyak tanya,cepat kasih pesan ibu Ela siapa tahu ibu Ela mau cepat pulang." Ibu Ela tersenyum.


Ketika ibu Ela keluar toko ia melihat ada mobil mewah parkir di halaman Rumahnya.


"Novi ada tamu,sepertinya orang kaya,mobilnya bagus sekali."


Novi keluar ia melihat Roni melambaykan tangannya.


Hati Novi dag dig dug ,bagaimana tidak ada dua orang yang pernah mengisi hidupnya tiba bersamaan kerumahnya,ia malu pada tetangga andai orang itu bertengakar nanti.


Bapak Ridwan menyambut Roni dengan ramah,ia berpandangan dengan istrinya,Roni merasa ada yang disembunyikan oleh orang tua itu.


"Maaf pak ,apakah saya datang di saat yang tidak tepat."


Pak Ridwan dan ibu Ros mendekat pada Roni.


"Silakan masuk nak,kami senang nak Roni datang ke sini."


Roni tampak mencari seseorang.


"Saya tak melihat Bintang,apa ia belum datang"


"Belum tadi baru di jemput ba."


Ucapan pak Ridwan terhenti


Roni melihat pak Ridwan .


"Bintang di jemput siapa pak."


"Bapak tak tahu,siapa tadi yang menjemputnya ,bapak tanya Novi dulu ya."


"Tak usahlah pak,sebentar lagi Bintang datang,yang jelas bukan Novi yang menjemput,saya lihat dia di toko."


Tak lama Remon datang,ia membonceng Bintang melewati toko.Jantung Novi Terasa berhenti berdetak.ia bingung apa yang harus ia lakukan.

__ADS_1


.


__ADS_2