
Sehari setelah Pak Ridwan datang Tetangga di sekitar rumah berkunjung melihat pak Ridwan.
"Maaf buk, pak,kami tak sempat menengok bapak di rumah sakit di kota P."
Pak Ridwan dan ibu Ridwan tersenyum.
"Tak apa ibu dan bapak datang ke sini kami senang."
Mereka asik berbincang bincang,tak lama Novi datang bersama dengan anaknya.Novi tersenyum pada mereka
"Wah ramai rupanya orang di rumah".
"Salah seorang ibu menjawab."
"Kami tak sempat pergi melihat ke kota P,jadi kami menunggu pak Ridwan pulang Novi."
Novi tersenyum.
"Bapak dan ibu datang saja kami merasa senang."
Setelah berbincang sebentar Novi berkat.
"Maaf ibu ,bapak saya mau kedalam dulu,mau menganti pakaian anak saya."
"Silakan Novi."
Mereka semua tersenyum pada Novi.Setelah itu Novi berlalu dari hadapan mereka dengan memegang anaknya.
"Serly malam itu kelihatan cantik,ia bergandeng tangan dengan Remon,semua orang memandangnya."
"Remon,kamu sudah melupakan istrimu sekarang ,itu bagus Remon,saya kira setelah Novi pergi kamu akan bersama Ira atau Friska,"
Remon hanya tersenyum mendengar bisikan,dari teman SMA yang juga mengeluti bisnis sama dengan dirinya.
"Istri kamu mana Bram,apa kamu tidak membawanya."
"Dia sedang hamil besar ia tak mau pergi katanya takut capek."
Mendengar itu Remon teringat dengan kejadian di saat Novi meninggalkannya dalam keadaan hamil .
Ia baru tersadar ketika ia melihat Serly tertinggal di belakangnya.ia mendekati serly.
Maafkan saya Serly,karna berbincang dengan "teman,tanpa sadar saya meninggalkan kamu.."
Serly tersenyum pada Remon.
"Tak apa mas,saya tahu mas berjumpa dengan teman lama mas".
Serly berusaha bicara seramah mungkin ia mengambil simpati Remon.
"Baguslah kalau kamu tidak marah."
Mereka gabung dengan dengan yang lainnya.Teman Remon menyambut mereka dengan baik .
Sementara itu Roni berkunjung kerumah Pak Ridwan pertama kalinya,dengan di temani sopir mereka sampai di kota S,tidak berapa lama mereka sampai di rumah Pak Ridwan.
Pak Ridwan menerima Remon dan sopirnya dengan senang hati ia telah memakai tongkat untuk berjalan.
Akhirnya saya sampai juga ke rumah bapak. Roni memperhatikan rumah pak Ridwan
"Bapak sama ibu senang nak Roni sampai kerumah bapak."
Roni tersenyum ia tampak mencari seseorang,Melihat hal itu i ibu Ros tersenyum.
"Novi sedang di toko,itu dekat dari rumah,tapi sekarang ia menjemput anaknya."
"Pak ,bagaimana kaki bapak sudah dua bulan bapak pulang dari rumah sakit."
__ADS_1
"Ya berkat nak Romi,kaki saya sudah mulai sehat,sekarang saya sudah mengunakan tongkat ."
"Baguslah pak kalau begitu."
Tak lama mereka bicara terdengar ada suara wanita mengucapkan salam ,mereka serempak menjawab.
Rupanya yang datang Novi bersama anaknya.
Bintang yang melihat Roni berlari pada Roni,Roni tersenyum menyambutnya.
"om oni,om atang e unah intang."
Roni tersenyum,ia mengulurkan tangannya pada bintang,Bintang langsung memeluknya..
Melihat hal itu yang ada di sana tersenyum melihat keakraban Bintang sama Roni
"Bintang tadi dari mana,om datang ,Bintang tak ada. Roni berkata pada bintang".
"intang ari cekolah om."
"Bintang sudah sekolah,berarti Bintang sudah besar."
Novi Duduk di samping ibu Ros ia berhadapan dengan Roni.Mata mereka beradu pandang,mereka berdua tersenyum.
"Sudah lama mas datang ke rumah ini mas?"
"Belum begitu lama."
"Bagamana kabar mas,maaf setelah kejadian itu kita tak pernah bertemu,bapak pergi ke padang di temani adik yang bekerja di toko."
"Selama bapak ke rumah sakit,kamu tak kelihatan,rupanya kamu tidak ikut pergi ke rumah sakit."
"Bapak melarang saya pergi,saya disuruh bapak menjaga toko,kata bapak tak baik toko lama di tutup nanti pelangan pergi."
Roni tersenyum mendengar ucapan Novi
"Tokonya dimana Novi?"Roni bertanya
Roni melihat toko yang di tunjuk Novi.
"Enak juga ada toko dekat dari rumah."
"Bapak yang menyuruh buat toko di sana."
Roni mengangguk angguk
"Saya lihat tadi pembelinya banyak"
"Alhamdulullah,sejak toko itu ada banyak pembelinya,mungkin rezki Bintang."
Mendengar ucapan Novi Roni tersenyum.
"Novi ajak nak Roni jalan jalan ,ke Danau atau kemana,sesekali ia ke kota ini masak tak di bawa jalan jalan."
Bintang mendengar hal itu turun dari pangkuan Roni,ia mendekati bundanya.
"Unda intang ikut ya unda."
Novi melihat pada Ibu dan bapak Ridwan
"Bintang mau ikut tukarlah baju dulu."Ibu berkata pada bintang.
"Undah,intang au andi,iar ayum."
Bintang merengek rengek minta di mandikan.
"Baiklah bak ayo kita nandi."
__ADS_1
Novi tersenyum pada Roni.
"Mas saya mandikan Bintang dulu,ia kalau mendengar mau berjalan ia langsung merengek,mau mandi."
Roni mengangukan kepalanya.Dilihatnya Bintang berlari senang kedalam kamar.
Setelah menunggu beberapa saat Novi keluar.Roni memperhatikan Roni,sedang Bintang yang telah akrab dengan Roni memegang tangan Roni.
"On intabf au aik obil,obil om agus."
Melihat itu Novi membesarkan matanya.
,Melihat hal itu Roni tampak tidak suka.
"Kamu kok gitu sama anak Novi,saya bukan orang lain bagi dia,kamu bisa menganggu perkembangan nya,nanti ia takut sama saya."
"Saya tidak suka ia menarik mas seperti itu tidak sopan mas."
"Bintang masih kecil Novi."
Ibu dan bapak Ridwan saling pandang mendengar perdebatan mereka.Ketika dirinya di perhatikan kedua orang tua itu Remon merasa malu.
"Maaf pak ,buk saya lupa ibu dan bapak masih disini."
Kedua orang tua itu tersenyum.
"Novi pergilah Remon sudah lama menunggu kamu di luar."
"Saya belum tahu bu,kami nanti mau pergi kemana.ibu Ros mendekati Novi.
"Pergi saja dulu,kamu tahu tempat yang bagus dikunjungi,kasihan Roni ia baru kesini,jangan kecewakan ia,ia telah banyak membantu bapak.."
Ibu Ros bicara perlahan pada Novi,Novi melihat pada Ibu Ros.
"Buk,saya malu pergi bedua sama mas Roni,dulu saya yang meninggalkannya waktu ia masih kuliah buk."
"Ia telah menceritakan kish kamu pada Bapak,bapak yang memberi tahu ibu."
"Dia telah menceritakan semua pada bapak bu?" Novi mengulang ucapan ibu Ros
"Iya,katanya ia masih mencintaimu."
"Buk saya tak enak hati padanya buk."
"Sudahlah pergi saja dulu ,tampaknya ia ingin bicara padamu."
Setelah menarik nafas beberapa saat Novi keluar menemui Roni dan bapak di luar rumah.
"Ayo mas,mumpung di sini saya akan memvawa mas jalan jalan."
Terima kasi Novi,kamu bersedia membawa saya berjalan jalan di sini.
Novi tersenyum
"Mas yang membawa saya untuk jalan jalan,saya hanya menunjukan tempatnya.".
Mendenfar itu pak Ridwan tersenyum.
"Pak saya pergi dulu pak, buk."
Setelah mereka naik mobil ,mobil pun melaju ke jalan raya.Roni melirik sopirnya.
"Kamu perna kesini ujang?"
"Saya dulu pernah ke sini pak."
"Baguslah tentu kamu tahu tempat rekreasi di sini."
__ADS_1
"Saya tahu pak ini akan sesuai selera bapak".
Roni tersenyum sambil melirik Novi yang mengendong anaknya.