
Novi termenung sesaat setelah Roni pergi.matanya masih bengkak,entah beberapa jam Novi duduk di bangku itu,ia tidak tahu,ia pun tidak tahu ada ibu ibu di sebelahnya. Ketika Novi menyadari ada orang ia melihat ibu ibu tersebut.
"Nak mau menunggu siapa?" ibu itu bertanya.
"Saya mau ke kota P buk." Novi berkata dengan nada sedih.
Ibu itu menatap Novi.
"Saat ini tidak ada lagi penerbangan nak,kamu dari mana?." Ibu itu bertanya.
Novi tersadar hari sudah malam.
"Mengapa saya tak menyadarinya,mas Roni pun tidak tahu saya masih di sini."
Novi berkata dalam hati.
"Saya akan mencari hotel buk,saya baru sekali ke kota ini,dimana saya bisa mencari taksi buk?" Novi berhata dengan perlahan.
"Saat ini taksi agak jarang,bagaimana kalau kamu malam di rumah saya,anak saya sebentar lagi datang." ibu tampak kasihan melihat Novi.
Ibu itu menawarkan pertolongan pada Novi,ia tahu Novi ada masalah.
"Apa saya tidak memberatkan ibu?" Novi merasa canggung.
Ibu itu tersenyum ia mengelengkan kepala.
"Begini saja buk, saya minta tolong di antar ke hotel,kalau hotel penuh saya,akan malam di rumah ibu." Novi memberi pilihan.
Ibu itu tersenyum ia mengangguk.
Novi dan ibu itu asik mengobrol ketika seorang anak laki laki mendekati mereka.
"Ma! " Lelaki itu menyapa wanita yang berada di samping Novi.Wanita itu teraenyum.
"Nak kamu sudah datang." Ibu tampak senang.
Lelaki itu tersenyum,ia melihat pada Novi.
Novi tersenyum dan menganggukan kepalanya.
"Budi,ini kenalkan Novi,ia bukan orang sini,tolong carikan ia hotel."
Budi melihat Novi,ia perhatikan Novi dari ujung kepala sampai ujung kaki.
"Maaf mas menganggu,saya tidak tahu daerah sini,saya minta tolong dicarikan Hotel mas. "Novi merasa canggung.Pria itu melihat pada ibunya,ibunya memberi isyarat untuk menolong Novi,laki laki itu melihat wajah ibunya,ia sepertinya luluh ketika ibunya nampak berharap.
Lelaki itu menelepon seseorang,tak lama ia memutuskan telepon.
"Teman saya ada punya hotel,katanya ada kamar yang kosong,saya akan mengantar mbak kesana."
Wajah Novi tampak senang.
"Terimakasih mas,untung saya bertemu ibu dan mas,kalau tidak saya tak berani berpikir entah apa yang akan terjadi."
"Baiklah mari kita pergi mbak,ibu, takutnya hotel atau penginapan telah penuh.
Sampai di hote pria itumengurus administrasinya setelah administrasinya selesai Ibu itu menatap Novi.
"Novi boleh ibu minta telepon kamu?"
Novi tersenyum ia mengangguk.
__ADS_1
Novi memasukan Nomor ibu itu ke hp nya.
Nama ibu Aminah?" Ibu itu nengangguk dan tersenyum.
"Nomor saya sudah saya masukan ke hp ibu,nomor ibu juga sudah masuk ke hp saya.."
"Saya harap kita bisa menjadi saudara,apa kamu tidak keberatan Novi
Novi tersenyum dan mengangguk.
"Saya selalu mengingat kabaikan ibu dan mas ini,budi ibu tak akan saya lupakan"
Anak saya namanya Riko nak. ibu itu memperkenalkan anaknya.
Novi dan Riko saling pandang dan tersenyum.
"Novi kami pergi dulu ya,kalau Allah mengizinkan kita akan berjumpa lagi.' Ibu berkata.
Setelah berjabat tangan Mereka pun berpisah,ibu Aminah dan Riko meninggalkan hotel yang si huni Novi..
Novi masuk kedalam kamarnya ,setelah membersihkan tubuhnya ,Novi berbaring,ia menatap langit kamar.
"Saya tak mungkin pulang saat ini,lebih baik saya ke Jakarta ke tempat Bunga atau melati,mudah mudahan melati dan bunga masih tinggal di sana,kalau tidak saya akan di Jakarta untuk beberapa hari,bukankah mas Remon masih di kampung,setelah tiba di Jakarta nanti baru saya akan menelepon lagi Bintang dan bapak ,ibuk,kalau saat ini mereka tentu telah Tidur." Novi bicara sendiri di kamar hotel.Tak berapa lama Novi tertidur.
Setelah sarapan Novi berangkat ke bandara,seperti ke inginannya ia terbang ke Jakarta..
Remon benar benar melayani anak,pak Ridwan dan istrinya ,Remon membawah mereka keliling Jakarta dan membawa makan di restoran mewah.Bintang sangat gembira...Sedang asiknya bersama anaknya makan ,Remon di datangi temannya,
Mon kamu sangat senang hari ini saya Lihat,siapa anak kecil ini Mon?"
Remon melihat pada temannya.
Ini anak saya,namanya Bintang.
Anak kamu ini mirip sekali dengan kamu,walau masuk juga wajah Novi.
"Om kenal dengan bunda?" Bintang langsung bertanya,ia senang teman ayahnya tahu dengan bundannya.
"Istri ayah mu tak mungkin om tak kenal."
Teman Remon melihat pak Ridwan dan ibu Ros.,temon Remon tersenyum ramah,ia menganggukan kepala pada mereka.
"Ibu dan bapak ini orang tua Novi,ia bersama Bintang ke Jakarta." Remon menjelaskan pada temannya
"Kalian Rujuk Mon?"Tenannya tampak penasaran pada yang di lihatnya.
"Kamu ingin tahu aja" Remon tak menjawab pertanyaan temannya.
Setelah cukup lama berbincang teman Remon pergi dari hadapan mereka.
Novi sedang mencari Rumah temannya,setwlah ke tenpat temannya temannya tidak tinggal di tempat yang lama.
Ketika ia menghentikan ojek online,Novi di kejutkan dengan pengendaranya,ya ia adalah Melati Novi tampak terkejut dan juga gembira.
"Novi apa ini kamu?" Temannya bertanya,ia tampak tak percaya.
Novi tersenyum mereka tampak senang dan tanpa mereka sadara mereka berdua melompat. setelah beberapa saat Novi memandang temannya
"Mengapa kamu jadi tukang ojek"
Melati tersenyum ,Novi ikut juga tersenyum.
__ADS_1
Saya tidak jadi tamat kuliah,tak lama kamu menghilang saya di paksa kawin,dan sekarang saya sudah bercerai,saya mendapat suami bajingan,setelah memberi saya anak ia meninggalkan saya,ia menikah lagi dengan orang lain.
"Kamu sudah punya anak Melati? berapa orang anakmu."Novi kasihan melihat Melati.
"Novi kita bicara di rumah saya saja." Tiba tiba melati berkata
"Pekerjaan kamu bagaimana." Novi bertanya.
"Tak apa,kamu teman terbaik saya saya akan luangkan waktu untuk kamu."
Novi tersenyum mendengar ucapan Melati.
"Kita telepon bunga nanti,ia telah bekerja,suaminya baik,Alhamdulillah kehidupannya baik,ia sering membantu saya,membelikan susu dan baju anak saya,Bunga belum mempunyai anak."
Melati membicarakan tentang Bunga.
"Saya senang mendengar kalian berdua masih saling berkomunikasi seperti dulu."
"Naik lah Novi,kita kerumah saya sekarang."
Novi pun menaiki honda yang dikendarai Melati.Melati mengendarai honda masih seperti dulu.
Sampai di rumah Melati,Novi melihat rumah Melati yang sangat sederhana.Dari rumah itu keluar orang tua .orang tua itu membimbing anak dan mengendong anak yang masih kecil.Novi kasihan sekali dengan Melati.
"Melati itu anakmu."
Melati mengangguk.
"Yang tua itu Siapa Melati?" Novi bertanya lagi.
Itu orang tua angkat saya,orang tua saya kan telah tiada,untung saya bertemu ibu itu,ia telah saya anggap orang tua,selama saya kerja ibu itu yang mengasuh anak saya."
Novi mendekati orang tua angkat Melati,ia menyalaminya.Melati tidak malu mengajak Novi kerumahnya yang sangat sederhana,ia tahu sifat Novi,ia tidak sungkan berteman dengan siapapun.Rumah itu sangat keci dan sempit lagi pengap.
"Novi rumah saya seperti ini.."Melati berkata dengan nada sedih.
"Kalau mengontrak di sini,mahal Melati." Novi bertanya.
"Bagi saya mahal Novi,kamu tahu pekerjaan saya dan penghasilan saya,saya harus menghidupi empat orang."
"Kalau Rumah pertak berapa?" Novi tidak menghiraukan perkataan Melati.
"Yang berapa kamar Novi?" Melati bertanya,ia tahu sifat Novi,kalau tak di jawab pertanyaanya ia akan merajuk.
"Yang dua kamar."
"Mahal disini,yang ada rumah dengan tiga kamar,kosong kemaren orang yang menempati dulu pindah."
"Melati coba tanya besok ,berapa kalau di kontrakkan,biar saya yang bayar." Novi menawarkan diri.
"Saya tidak mau,saya tidak ingin menyusahkan Teman,Bunga juga pernah mengatakan mau membantu mwngontrakan rumah,saya tidak mau."
"Kamu memang keras kepala." Novi tampak kesal.
"Kamu kan tahu bagaimana saya,saya ingin hasil keringat saya menghidupi keluarga saya.Novi menatap Melati.
"Mana Nomor telepon Bunga ,saya ingin berjumpa dengan dia." Novi mengalihkan pembicaraan.
Melati memberikan Nomor telepon bunga.
Saat Novi akan menelepon Bunga,terdengar ada mobil berhenti di depan Rumah.
__ADS_1
Terima kasih bagi pembaca yang telah membaca cerita saya,kalau ada salah tolong di beri tahu ya,semoga hari hari pembaca menyenangkan