
Remon tersenyum gembira di ruangannya,Asisten memperhatikan bosnya dilihatnya,bosnya agak lain dari biasanya.
"Maaf bos,hari ini bos tidak seperti biasanya,apa mbak Novi telah kembali pada Bos?"
Remon melirik asistennya.
"Belum,tapi saya sudah selesai urusan dengan Serly,saya legah sekali."
"Bos bagai mana dengan keluarganya,bos kan akan menikah sebentar lagi."
"Tidak akan ada pernikahan antara saya dengan Serly.saya akan merebut hati Novi agar saya bisa kembali berkumpul dengan anak saya,saya selalu merindukan Bintang."
Remon berkata tapi ingatannya jauh
"Anak bos Bintang namanya ya Bos."
Remon melihat pada asistennya,ia mengangguk
"Anak saya mirip sekali dengan saya,kalau orang yang kenal saya berjumpa dengannya mereka cepat menduga Bintang anak saya."
Remon mengingat Bintang ia tersenyum senang.
"Kamu tahu,saya setiap saat merindukan anak saya,saya rindu dia memanggil papa pada saya."
"Anak bos tidak panggil papa pada Bos,ia panggil apa sama bos?"
Remon kelihatan sedih.
"Bintang memanggil saya om,ini ajaran bundanya,saya tidak boleh memberi tahu Bintang saya ayahnya,kalau tidak saya tidak boleh berjumpa pada anak saya,akhirnya saya turuti keinginan Novi." Remon tampak kesal.
"Biarkan bos yang penting bos bisa berjumpa dengan anak bos.Biarkan Bintang dekat dengan bos dulu,nanti setelah bos dekat ia tak bisa jauh dari bos,dan Novi akan menuruti kemauan anaknya,agar bos bersama nereka."
Remon tersenyum senang mendengar ucapan asistennya.
...****************...
Novi dan Roni sedang berada di restoran,mereka sedang makan berdua,Bintang tidak ikut.Setelah mereka selesai makan Roni menatap Novi.
"Bagai mana Novi ,dengan lamaran mas,apa kamu bersedia jadi istri mas?"
Novi melihat pada Roni.
"Mas Roni,saya belum bercerai dari mas Remon,saya belum bisa menjawabnya."
"Kamu ajukanlah surat ceraimu." Roni memberi usul.
Novi mengangguk dan tersenyum.
"Mas Roni,saya akan memberi tahu Bintang ,Remon itu bapaknya,saya tidak ingin setelah besar Nanti,Bintang akan marah ,om yang selama ini yang ia kenal rupanya bapaknya,ia akan marah kalau saya tidak memberi tahunya."
Roni terdiam menatap Novi,ia sepertinya kwatir dengan keputusan Novi untuk memberi tahu Bintang bahwa Remon adalah ayahnya.
__ADS_1
Remon telah berada di perusahaan baru di dekat rumah Novi.Semua karyawannya menghormati Remon,tapi mereka tidak tahu Remon yang mempunyai perusahaan itu,karyawan tahu Remon utusan dari Jakarta.
"Pak Man,saya percayakan perusahaan ini pada bapak,tapi ingat selalu melaporkan perkembangannya pada saya."
Bapak Man cepat mengangguk mendengar perintah dan arahan dari Remon.
"Saya sekarang mau melihat anak saya pak,ingat jangan ada yang tahu bahwa istri saya dan anak saya tinggal di sini dan mempunyai toko dekat sini."
"Siap pak!!"
"Satu lagi jangan sampai masyarakat sini tahu bahwa saya yang mempunyai perusahaan,nanti istri saya tidak mau berjumpa saya lagi."
"Ya pak saya mengerti."
Setelah merasa cukup memberi pengarahan Remon keluar,ia menggunakan motor.Ketika Remon memasuki halaman Rumah pak Ridwan ia melihat anaknya sedang membuat layang layang bersama pak Ridwan.Ketika Bintang melihat Remon ia berlari mengejar Remon,Pak Ridwan tersenyum melihat Bintang yang begitu akrab dengan Remon.
Remon tersenyum pada Pak Ridwan.
"Om,sudah lama tidak ke sini Bintang Rindu sama om."
Remon menatap tajam Bintang.Diusapnya kepala bintang dengan kasih sayang.
"Nak,eee,Bintang,kamu sudah jelas berbicara."
Bintang tersenyum,Remon tersenyum pada Pak Ridwan.
"Pak Buat layang layang pak,saya tidak bisa membuatnya,boleh saya ikutan pak.?"
"Ooo, silakan Nak,kamu boleh melihat cara saya membuat layang layang."
"Om,benar om tidak bisa membuat layang layang."
Remon tersenyum mengangguk pada Bintang ,ia tampak malu ditanya oleh Bintang.
"Kakek hebat dari om Remon,bapak bintang bagaimana ya, apa ia bisa membuat layang layang.?"
Mendengar ucapan Bintang Remon dan pak Ridwan terkejut mereka saling tatap.Remon membawa Bintang ke pangkuannya,ia memeluknya erat.
"Mengapa kamu berkata begitu Bintang."
Bintang melihat pada Remon.
"Saya ingin sekali melihat bapak,tapi ibu hanya diam saja ketika saya menanyakan bapak."
"Ibu Ros yang keluar sambil membawa gorengan dan air minum , ia menitikan air mata mendengar ucapan Bintang.ia terharu kala dilihatnya siapa yang memangku Bintang,Remon menyapa ibu Ros.
"Ibu,apa kabar sehat buk?" Ibu tersenyum ia mengangguk.
"Nak Remon apa kabar lama kamu tidak ke sini."
Remon tersenyum ia masih memangku Bintang.
__ADS_1
"Saya agak sibuk sedikit buk,saya sudah sangat Rindu pada Bintang."
"Iya,saya dengar ia menanyakan Nak Remon ke Novi."
Remon melihat Bintang.
"Apa betul kamu merindukan ba,eee om Bintang."
"Bintang mengangguk,ia tertawa geli ketika ia mendengar ucapan Remon,om ingin saya panggil bapak ya..."
Bintang mengoda Remon, Remon melihat pada Ibu Ros dan Pak Ridwan..
Remon melihat kembali ke Bintang.
"Om akan senang kalau kamu panggil om bapak."
Bintang melihat sama ibu Ros dan pak Ridwan,ke kakek dan neneknya tersenyum pada Bintang.
"Om, Bintan akan pnggil om bapak, kalau bunda tidak ada seperti sekarang ini,tapi kalau ada Bunda bintang takut pada bunda."
Remon terharu mendengar ucapan anaknya,apa mungkin Bintang telah tahu saya adalah bapaknya.
"Dimana kamu yang nyaman dan senang nak."
Remon keceplosan mengucapkan Nak,Bintang menatap Remon.
"Kamu bisa memanggil om bapak,om pun bisa memanggil kamu nak,kan kita satu satu."
Bintang tersenyum,kakek dan nenek mengurut dada ketika ia mendengar ucapan Remon tadi, jantungnya mau copot ketika ia melihat wajah Bintang yang terkejut dan menatap Remon.,saat melihat senyum cucunya,hatinya barulah legah.
Tak terasa layang yang dibuat telah hampir selesai,pak Ridwan tinggal memberikan benang saja.
Ketika mereka asik membuat layang layang dan berbicara mereka dikejutkan dengan Kedatangan Novi dan Roni.
Tampak wajah cemburu di wajah Remon kala melihat Novi baru pulang dengan Roni.Remon menatap tajam pada Novi dan Roni.
"Novi,kita belum bercerai,saya tidak suka kamu berjalan dengan lelaki lain.Saya tak perlu menjelaskan panjang lebar,mengenai berjalan dengan bukan muhrim tanpa seizin suami bagaimana hukumnya,tunggu ,setelah putus keputusan hakim kamu baru bisa berjalan seperti itu."
Novi terdiam ,ia melihat buk Ros dan bapak Ridwan,ia merasa malu mendengar ucapan Remon.
Tiba tiba Bintang memeluk Kaki Novi,Novi melihat ke arah Bintang,ia tersenyum.
"Bunda Bintang senang membuat layang layang sama bapak,ee om Remon."
Novi terkejut mendengar ucapan Bintang ia langsung melihat pada Remon.
"Mas mengajarkan apa pada Bintang."
"Mengajarkan apa?" Remon balik bertanya.
"Mas jangan pura pura,mengapa Bintang berbicara seperti tadi,saya curiga sama mas,mas menyuruhnya panggil bapak ya?"
__ADS_1
"Kalau iya mengapa,apa kamu ingin putra saya memanggil dia bapak.!"
Remon berkata sambil menunjuk Roni.Roni tampak agak emosi melihat Remon menunjuknya dengan pandangan jijik.