Kawin Terpaksa

Kawin Terpaksa
Kita akan bersama


__ADS_3

Pembangunan Perusahaan Remon telah dimulai letaknya tidak berapa jauh dari rumah pak Ridwan.Pagi itu banyak tetangga yang berkumpul di halaman Rumah Pak Ridwan.


"Buk Ros sepertinya sebentar lagi ada perusahaan di sekitar kampung kita."


"Ya,bagus itu! anak anak sini nanti bisa di terima bekerja di sana." Buk Ros berkata.


"Kita tidak tahu siapa yang punya perusahaan itu,bagaimana kita akan memasikan anak kita bu". Mereka tersenyum menyadari hal itu,


"Pastilah orang kelas atas yang membuat Bangunan itu, kalau tak salah tanahnya satu hektar lebih luasnya."


Tak lama Novi datang dengan membonceng Bintang,ia memarkirkan hondanya .Pak Ridwan telah kembali menjaga toko.Novi mendekati Ibu ibu .


"Wah tumben ngumpul ibu ibu di sini."Novi menyapa mereka.


"Kami menceritakan Mengenai bangunan yang baru berdiri yang tidak berapa jauh dari sini Novi."


Novi tersenyum.


"Saya juga melihatnya buk,apa yang akan di buat disana buk?"Novi ikut bicara


"Kami juga tidak tahu apa yang akan sibuat disana". ibu yang agak gemuk berkata


"Kita lihat saja saat siap nanti buk". Ibu Ros berkata.


"Kampung kita nanti bisa jadi ramai.kalau bangunan itu selesai,sebab akan banyak orang yang akan bekerja disaana."


"Tanah di sekitar bangunan itu pun akan mahal sebentar lagi."Ibu yang gemuk berkata.


"Ya kalau Banyak pekerja nanti kita bisa buka warung makan seperti di desa sebelah."


"Novi tersenyum mendengar ucapan ibu yang gemuk",ia melihat pada Ibu Ros.


"Ibu saya mau menjemput Bintang Buk"


"Ya..ya...cepatlah nanti anak itu bosan karna lama menunggumu nak".Ibu Ros berkata.


Novi tersenyum pada ibu ibu yang ada disana,ia minta izin pada ibu yang ada disana,setelah itu ia mengambil motor dan pergi menjemput bintang.


Bintang dengan tenang menunggu Bundanya,setelah pamit pada ibu guru mereka berdua meninggalkan sekolahnya.


Telah satu bulan Remon berada di Jakarta,ia tampak sibuk dikantornya.hari ini ia tampak menelepon seseorang.


"Pak Heri bagaimana perkembangan pembangunan bangunan yang di buat di kampung istri saya berada."


"Sudah Hampir siap pak" Pak Heri menjawab cepat di telepon.


Remon tampak senang mendengar ucapan pak Heri.


Remon bersandar di kursi kebanggaannya setelah menelepon Pak Heri.


"Sayang susah payah saya menahan untuk berjumpa kamu dan anak kita,tak lama lagi kita berkumpul bersama lagi sayang.saya akan membuat kamu kembali pada mas.."


Remon berkata sendiri sambil membayangkan istrinya.


Sedang asik mengingat istrinya Serly mengetuk pintu Ruangan Remon


"Masuk!!"


Munculah Serly dengan senyumannya yang manis.Remon tampak kurang senang Serly datang ke kantornya,Serly merasakan itu.

__ADS_1


"Mas kamu seperti kurang sehat."


Serly berbada basi.


"Ya..saat ini saya kurang sehat saya mau istirahat,kepala saya agak pusing".


Remon mulai berakting,ia tidak suka Serly berada di kantornya.


"Ada yang ingin kamu sampaikan Serly,katakanlah sekarang sebab sebentar lagi saya mau istirahat".


Serly tersenyum senang .


"Saya kangen saja sama mas,sejak mas menghilang waktu itu,mas sudah jarang menelepon saya,kita tak pernah lagi pergi bersama mas."


Remon memandang Serly ia tersenyum.


"Kamu kan tahu Serly saya sangat sibuk,pekerjaan saya menumpuk,jadi saya untuk pergi keluar tak ada waktu,saya pulang kerja sudah malam,saya letih ,sayakan butuh istirahat."


Serly terdiam mendengar ucapan Remon.


"Sekarang saya mau istirahat saya harap pengertian kamu ya."Remon berkata lagi.


Serly tampak tidak senang mendengar ucapan Remon,ia merasa Remon tak menginginkan ia di ruangannya.


"Apa kamu tidak suka saya datang kesini mas?"Serly bertanya lagi .


"Sudah saya katakan kepala saya pusing,saya tidak ingin bicara sekarang,saya butuh istirahat,saya minta pengertian kamu Serly."


"Saya akan temani mas,saya akan mengurut kepala mas."


Serly berusaha mengoda dan merayu Remon


Dengan perasaan kesal Serlu berdiri dan meninggalkan Remon,Remon tersenyum melihat kepergian Remon.


"Saya akan cari cara supaya pernikahan kita di batalkan Serly ." Remon berkata perlahan.


Remon tersenyum puas setelah Serly meningglkanya.


Novi sedang menidurkan anaknya,ia membelai kepala anaknya,tiba Bintang melihat pada Novi.


"Unda..." Novi melihat pada anaknya.


"Ada apa nak?"


"Intang indu ama om emon unda."


Novi terkejut mendengar ucapan Bintang dilihatnya anaknya beberapa saat.


"Epon om emon unda!"


Novi terduduk mendengar permintaan Bintang.


"Malam begini mengapa kamu memikirkan om Remon nak,bunda tak suka kamu memikirkan yang lain lain saat mau tidur."


Bintang merasa takut melihat wajah Novi yang tampak kesal,cepat cepat Bintang memejamkan matanya.


Melihat hal itu Novi kasihan pada anaknya.


"Apa mungkin anak dan ayah ada kontak batin,mengapa Bintang merindukan mas Remon Bintang tak merindukan mas Roni."

__ADS_1


Novi berkata dalan hati sambil melihat Bintang.Novi mengusap anaknya.


Akhirnya Bintang tertidur,Novi kasihan pada anaknya.


"Nak,bukan maksud bunda memisahkan kamu pada ayahmu,bunda belum bisa menerima ayahmu nak,bunda masih ingat perlakuan nenekmu nak."


Akhirnya ibu dan anak itupun tertidur.


Sementara itu Remon tidak bisa tidur di kamarnya.


"Mengapa saya merindukan Bintang saat ini,apa kabar anak itu sekarang,"


Tiba tiba Remon menelepon Novi,lama telepon tak di angkat,setelah bebetapa kali menelepon Baru telepon diangkat.


"Bisa saya bicara dengan Bintang sayang,mas rindu dengannya." Novi tampak kesl menerima telepon Remon.


"Bintang baru tidur mas,sebentar ini ia membicarakan mas."Walau kesal novi berkata juga.


"Mengapa kamu tak telepon mas sayang,ia anak mas,ada kontak antara kami,mas rindu pada Bintang sayang,tentu mas rindu pula sama kamu,saat ini mas sibuk,mungkin beberapa hari ini mas mau keluar negeri."


"Mas Bintang sudah tidur saya ngantuk juga besok mau bangun pagi,pagi pagi orang sudah banyak di toko,mas tahu kan?"


Novi lansung memutuskan sambungan teleponnya,Remon nampak kecewa ,Novi cepat mematikan teleponnya supaya Remon tidak menekepon ulang.


"Sayang kalau Bintang telah tidur saya mau berbicara dengan kamu,kamu cepat sekali memutuskan teleponnya,apa kamu tidak merindukan mas seperti mas merindukanmu sayang."


Remon berkata sendiri.


Roni selalu datang ke tempat Novi setiap minggu,ia membawa Novi dan Bintang berjalan Ke tepi laut.Seperti saat ini.


Roni berlari lari bersama Novi dan Bintang menuju ombak,saat ombak datang nenuju mereka mereka tertawa bersama sambil menghindari ombak,mereka tampak bahagia.Setelah cukup lama Mereka berdua mengantar Bintang ketempat permainan.


Sambil mengawasi Bintang Roni berbincang dengan Novi.


"Novi bagaiman pertanyaan mas Kemarin." Roni melihat pada Novi


"Pertanyaan apa mas?" Novi pun melihat pada Roni.


"Lamaran saya,apa kamu menerimanya."


Novi terdiam mendengar pertanyaan Roni.


"Mas,apa orang tua mas menerima saya menjadi menantu mas,saya ini janda beranak satu,lagi pula tentu mereka mendengar kejadian saya dengan mas Remon.kalau orang tua mas menerima saya dan anak saya saya akan bersedia menikah dengan mas Roni." Roni senang mendengar jawaban Novi.


"Novi yang akan menjalankan pernikahan kita berdua,kita akan tinggal jauh dari tempat orang tua,kalau mereka tak setuju kita menikah saja di sini.


Novi melihat pada Roni.


"Mas,saya menikah dengan mas Remon,tanpa tahu orang tuanya,saya tak mau mengulangi lagi nikah tidak di restui orang tua,saya tak bisa menjelaskan betapa menderitanya saya mas.Kalau orang tua mas tak setuju kita tidak akan menikah mas."


Novi menjawab tegas.


Roni menatap penuh cinta pada Novi


"Kalau begitu,saya akan secepatnya membicarakan tentang hubungan kita dengan orang tua,mungkin dalam seminggu ini papa dan mama akan ke tempat saya,ia mau melihat perkembangan rumah sakit."


Novi melihat Roni dan melihat anaknya .


"Setelah orang tua setuju saya akan pertemukan kamu dengan mereka ."

__ADS_1


Novi tersenyum melihat wajah serius Roni


__ADS_2